Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

ANALISIS STRATEGI BANK DALAM MENGHADAPI RESIKO KREDIT Siregar, Dewi Primadona_; Putri, Juliana
AL-IQTISHAD : Jurnal Perbankan Syariah dan Ekonomi Islam Vol. 3 No. 1 (2025): AL-IQTISHAD : Jurnal Perbankan Syariah dan Ekonomi Islam
Publisher : Program Studi Perbankan Syariah, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/iqtishad.v5i1.5378

Abstract

Risiko kredit merupakan salah satu risiko utama yang dihadapi oleh lembaga perbankan dalam menjalankan fungsinya sebagai lembaga intermediasi keuangan. Pengelolaan risiko kredit menjadi aspek vital dalam menjaga stabilitas dan kesehatan bank. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji strategi-strategi yang diterapkan oleh perbankan dalam menghadapi risiko kredit berdasarkan hasil analisis literatur dari berbagai jurnal dan publikasi ilmiah. Pendekatan yang digunakan dalam studi ini adalah metode kualitatif dengan teknik analisis literatur untuk mengidentifikasi langkah-langkah sistematis yang dilakukan oleh bank dalam mengelola portofolio kreditnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi pengelolaan risiko kredit meliputi penerapan manajemen risiko terstruktur, penggunaan sistem penilaian kredit yang ketat, serta diversifikasi portofolio pinjaman sebagai bentuk pencegahan terhadap konsentrasi risiko. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan praktik manajemen risiko di sektor perbankan. Dengan meningkatnya kompleksitas layanan keuangan, penting bagi bank untuk terus memperbarui kebijakan manajemen risikonya. Selain itu, pelatihan sumber daya manusia dan pemanfaatan teknologi informasi juga menjadi faktor pendukung dalam efektivitas pengelolaan risiko kredit.
Sistem Eksekusi Jaminan pada Pembiayaan Syariah di Perbankan Syariah Zulfitri, Imran; Andriani, Fitria; Putri, Juliana
Syarah: Jurnal Hukum Islam dan Ekonomi Vol. 12 No. 2 (2023): SYARAH : Jurnal Hukum Islam dan Ekonomi
Publisher : Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/syarah.v12i2.2186

Abstract

Sebagian besar aset perbankan terdapat pada pembiayaan. Satu sisi, pembiayaan merupakan sumber pendapatan terbesar namun sekaligus sebagai sumber resiko bisnis yang terbesar pula. Sehingga penyaluran pembiayaan tersebut harus dijaga kualitasnya. Setiap perbankan menyalurkan pembiayaan kepada nasabah debitur demi pemenuhan modal usaha dan  kebutuhannya yang mana bank sering kali mengalami kendala-kendala terhadap debitur bermasalah pada pembiayaannya, sehingga mengharuskan bank untuk melakukan eksekusi terhadap jaminan nasabah. Untuk mengantisipasi pembiayaan bermasalah pada nasabah debitur, perbankan harus menilai dengan baik, penilaian dan evaluasi dalam penyaluran pembiayaan akan mengurangi kemungkinan akan terjadinya resiko pada pembiayaan musyarakah. Meskipun pihak bank telah melakukan proteksi terhadap penyimpangan debiturnya namun tetap muncul masalah dalam pembiayaan. Adapaun masalah sebagai fokus penelitian yaitu alasan dari manajemen bank dalam melakukan eksekusi jaminan, bagaimana proses pelaksanaan eksekusi jaminan pada Bank Syari’ah. Penulisan ini menggunakan metode penelitian deskriptif analisis, pengumpulan data menggunakan library dan field reseach, teknik pengumpulan data dengan wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian yang didapatkan bahwa pihak perbankan tidak langsung melakukan eksekusi terhadap jaminan debitur, dan jika seandainya terjadi pembiayaan bermasalah maka pihak bank menawarkan solusi-soslusi sesuai dengan tahapan sebelum dilakukan eksekusi terhadap jaminan, dan jika debitur sudah tidak memiliki i’tikad baik maka kemudian jaminan dari nasabah debitur di eksekusi oleh perbankan yang mana hal ini masih diperdebatkan oleh ulama mazhab dan ahli-ahli ekonomi Islam terkemuka.
The Practice of Buying and Selling Artificial Insemination Seeds in Cows Reviewed According to Sharia Economic Law Akmaluddin.MS; M, Nur Sari Dewi; Putri, Juliana; Mulyani, Rita
Syarah: Jurnal Hukum Islam dan Ekonomi Vol. 13 No. 1 (2024): SYARAH : Jurnal Hukum Islam dan Ekonomi
Publisher : Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/syarah.v13i1.2528

Abstract

The local cattle crossbreeding program with exotic cattle was developed as a result of the high demand from farmers for artificial insemination of exotic cattle. The number of local cattle is expected to decline over time and may be threatened with extinction. These artificial inseminations have been distributed through ordering, direct sales and distribution systems. The problems are (1) How is the mechanism of the sale and purchase transaction of artificial insemination seeds in cattle carried out in sharia? (2) What is the view of Sharia Economic Law on the practice of buying and selling artificial insemination seeds in cattle? The type of this research is qualitative with a field approach (Field Research), the data collection methods used are observation, interview, and documentation methods. The results of this study are (1) The mechanism of the practice of buying and selling artificial insemination seeds in cattle has been running in sharia is known to use tabarru` contracts based on service turnover, namely the wakalah contract that the mechanism of buying and selling artificial insemination practices only focuses on operational payments for orderlies' services in helping and helping farmers. (2) The view of sharia economic law on the practice of buying and selling artificial insemination seeds in cows using a tabarru` contract based on the replacement of the services of the wakalah contract which contains elements of help, so that this buying and selling practice is permissible according to the principles of sharia economic law, namely the benefit of hajjiyah.
Integrasi Teknologi Blockchain dalam Meningkatkan Transparansi Akad Syariah rivaldi, Ade rivaldi; Putri, Juliana
Iqtishodiah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol. 7 No. 2 (2025): Iqtishodiah
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62490/iqtishodiah.v7i2.1703

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong inovasi dalam sistem keuangan syariah, salah satunya melalui penerapan teknologi blockchain untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas akad. Transparansi akad merupakan isu krusial dalam perbankan syariah karena terkait dengan kepatuhan syariah, kejelasan hak dan kewajiban, serta pencegahan potensi manipulasi data. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi penerapan blockchain dalam meningkatkan transparansi akad syariah serta mengevaluasi relevansinya bagi industri keuangan syariah di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah jurnal, laporan resmi, dan regulasi terkait teknologi blockchain, akad-akad syariah, serta pengawasan lembaga keuangan syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa blockchain memiliki kemampuan untuk menyediakan pencatatan transaksi yang permanen, terdesentralisasi, dan sulit dimanipulasi, sehingga dapat mendukung transparansi dan pengawasan syariah secara lebih efektif. Integrasi smart contract berpotensi memperjelas mekanisme akad, memastikan kepatuhan syariah secara otomatis, serta meningkatkan efisiensi operasional. Namun, penelitian ini juga menemukan beberapa tantangan, seperti kesiapan regulasi, keterbatasan standar smart contract syariah, biaya implementasi, dan risiko keamanan data. Secara keseluruhan, teknologi blockchain memiliki prospek besar dalam mendukung transparansi akad syariah, tetapi membutuhkan penguatan regulasi dan kolaborasi antara regulator, akademisi, dan industri untuk dapat diterapkan secara optimal.
Implementasi Prinsip Maqashid Syariah dalam Sistem Pembayaran Digital pada Platform E-Commerce di Indonesia Putri, Adinda; Putri, Juliana
Journal of Management, Accounting, and Administration Vol. 2 No. 2: 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Islam Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52620/jomaa.v2i2.205

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk dalam sistem pembayaran yang semakin canggih dari metode konvensional menuju pembayaran digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi prinsip maqashid syariah dalam sistem pembayaran digital pada platform e-commerce di Indonesia, serta menilai sejauh mana mekanisme pembayaran tersebut memenuhi tujuan syariah seperti perlindungan harta, keamanan transaksi, transparansi, dan etika dalam bermuamalah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan normatif dan empiris melalui studi literatur yang bersumber dari jurnal ilmiah, laporan resmi, regulasi, dan referensi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan sistem pembayaran digital seperti QRIS, e-wallet, dan mobile banking mengalami pertumbuhan pesat seiring meningkatnya akses internet dan dukungan regulasi Bank Indonesia serta OJK. Dalam perspektif maqashid syariah, penerapan nilai hifz al-mal, hifz al-nafs, hifz al-din, dan hifz al-aql tercermin melalui penerapan sistem keamanan berlapis, transparansi akad, perlindungan data pribadi, serta kepatuhan terhadap prinsip syariah dan fatwa yang berlaku. Meskipun demikian, masih terdapat tantangan yang perlu diatasi, antara lain rendahnya literasi syariah masyarakat, risiko keamanan digital, dan kebutuhan penguatan regulasi serta pengawasan syariah yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi maqashid syariah dalam sistem pembayaran digital sangat penting untuk menciptakan ekosistem transaksi yang aman, etis, dan berkelanjutan sesuai nilai-nilai Islam. Temuan penelitian ini memberikan implikasi bagi regulator, pelaku industri, dan pengguna dalam memperkuat kepatuhan syariah pada transaksi digital di masa mendatang.
PERAN E-COMMERCE DALAM MENINGKATKAN PENJUALAN PRODUK UMKM LOKAL selian, gadis ananda; putri, juliana
AL-MASHARIF: JURNAL ILMU EKONOMI DAN KEISLAMAN Vol 13, No 1 (2025)
Publisher : UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/masharif.v13i1.13867

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah mengubah cara UMKM memasarkan produk mereka, terutama melalui e-commerce. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran e-commerce dalam meningkatkan penjualan produk UMKM lokal, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi, serta menawarkan solusi strategis. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini mengumpulkan data dari wawancara, observasi, dan kajian literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-commerce memberikan dampak positif berupa peningkatan jangkauan pasar, efisiensi operasional, dan daya saing. Namun, terdapat kendala berupa rendahnya literasi digital, keterbatasan infrastruktur, dan persaingan yang ketat. Dukungan pemerintah dan kolaborasi dengan berbagai pihak diperlukan untuk memaksimalkan potensi e-commerce bagi UMKM.Kata Kunci: E-commerce, UMKM, penjualan
Transformasi Digital Perbankan Syariah di Indonesia: Peluang dan Tantangan dalam Meningkatkan Inklusi Keuangan Syariah Rahmadhani, Cahya Afrida; Putri, Juliana
Glossary : Jurnal Ekonomi Syariah Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Ummul Ayman Pidie Jaya, Ace

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52029/gose.v3i2.416

Abstract

Digital transformation has become an essential step in strengthening the competitiveness and outreach of Islamic banking services in Indonesia. Although the number and total assets of Islamic banks continue to grow, their contribution to the overall national banking industry remains relatively small, while the level of Islamic financial literacy and inclusion among the public is still uneven. This situation raises a key question: to what extent can digital transformation enhance Islamic financial inclusion, and what challenges arise in its implementation? This study aims to analyze how digital transformation contributes to improving Islamic financial inclusion in Indonesia and to identify the opportunities and challenges that accompany it, as well as its role in expanding public access to financial services based on sharia principles. Using a qualitative descriptive approach through literature review and analysis of various policies and industry reports, this study examines the opportunities and obstacles in the digitalization of Islamic banking. The findings show that digital transformation creates significant opportunities through the optimization of mobile banking services, Islamic fintech, and integrated digital ecosystems that can reach various layers of society. However, major challenges remain, including low levels of digital and financial literacy, limited technological infrastructure, and the need for stronger regulations and data security. Overall, this study emphasizes that the success of digital transformation in Islamic banking depends greatly on the synergy between industry, regulators, and society in developing a digital financial system that is inclusive, secure, and compliant with sharia principles.
PERAN E-COMMERCE DALAM MENINGKATKAN PENJUALAN PRODUK UMKM LOKAL selian, gadis ananda; putri, juliana
AL-MASHARIF: JURNAL ILMU EKONOMI DAN KEISLAMAN Vol 13, No 1 (2025)
Publisher : UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/masharif.v13i1.13867

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah mengubah cara UMKM memasarkan produk mereka, terutama melalui e-commerce. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran e-commerce dalam meningkatkan penjualan produk UMKM lokal, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi, serta menawarkan solusi strategis. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini mengumpulkan data dari wawancara, observasi, dan kajian literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-commerce memberikan dampak positif berupa peningkatan jangkauan pasar, efisiensi operasional, dan daya saing. Namun, terdapat kendala berupa rendahnya literasi digital, keterbatasan infrastruktur, dan persaingan yang ketat. Dukungan pemerintah dan kolaborasi dengan berbagai pihak diperlukan untuk memaksimalkan potensi e-commerce bagi UMKM.Kata Kunci: E-commerce, UMKM, penjualan
PELUANG DAN TANTANGAN PASAR INDUSTRY HALAL BAGI MENGGAIT MUSLIM MELENIAL Andika Bayu Kurnia; Juliana Putri
J-EBI Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Vol 4 No 01 (2025): Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam
Publisher : Institut Agama Islam K.H. Sufyan Tsauri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57210/j-ebi4011

Abstract

The halal industry offers new opportunities in the industrial world that are being sought after by countries around the world. With a global Muslim population reaching one-third of the world's population and the rapid growth of the Muslim millennial generation, the halal industry is a promising market. Although it initially developed in Muslim-majority countries, now Muslim-minority countries are also participating. However, the participation of non-Muslim majority countries in this market poses challenges for Muslim countries, including Indonesia. As a country with the largest Muslim population, Indonesia lags behind in the development of the halal industry compared to other Muslim countries. With predicted spending by Muslim millennial tourists reaching trillions of US dollars, the role of this generation is very important in the growth of this sector. Indonesia must face challenges such as the low appeal of domestic halal products and tight competition with other countries. Strategic steps are needed to harness the potential of the Muslim millennial generation so that Indonesia can become a leader in the halal industry in the future.
ISLAMIC BUSINESS ETHICS, MARKETING STRATEGY, AND INSTITUTIONAL INDEPENDENCE IN ISLAMIC BANKING: A CASE STUDY OF BANK SUMUT SYARIAH KISARAN BRANCH Azzahra, Khairiyah Fikri; Putri, Juliana
Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 22, No 1 (2026): Hikmah Journal of Islamic Studies (In Proggress)
Publisher : STAI ALHIKMAH Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThis study aims to analyze the implementation of Islamic business ethics in marketing strategies at Bank Sumut Syariah Kisaran Branch and examine its contribution to customer trust, perceived transparency, loyalty tendencies, and potential institutional independence. Using a qualitative case study design, data were collected through observation, semi-structured interviews, and documentation, then analyzed thematically. The findings show that honesty (shiddiq), trustworthiness (amanah), and transparency are reflected in financing service practices, particularly in the accurate delivery of product information, protection of customer data, assistance during the financing process, and openness in explaining contracts, costs, payment schemes, obligations, and risks. These ethical practices contribute to customer trust, perceived transparency, satisfaction, and loyalty tendencies, including the willingness to reuse services and recommend them to others. However, this study does not directly measure financial indicators such as third-party fund stability, financing growth, or asset quality. Institutional independence is therefore understood as a potential long-term implication of ethical service relationships and relational capital. Future research should employ quantitative or mixed-methods approaches to test these relationships more comprehensively across broader Islamic banking contexts and institutional performance indicators. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan menganalisis implementasi etika bisnis Islam dalam strategi pemasaran di Bank Sumut Syariah Cabang Kisaran serta mengkaji kontribusinya terhadap kepercayaan nasabah, persepsi transparansi, kecenderungan loyalitas, dan potensi kemandirian institusi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik. Temuan menunjukkan bahwa nilai kejujuran (shiddiq), amanah, dan transparansi tercermin dalam praktik layanan pembiayaan, terutama melalui penyampaian informasi produk secara akurat, perlindungan data nasabah, pendampingan proses pembiayaan, serta keterbukaan dalam menjelaskan akad, biaya, skema pembayaran, kewajiban, dan risiko. Praktik etis tersebut berkontribusi terhadap kepercayaan nasabah, persepsi transparansi, kepuasan, dan kecenderungan loyalitas, termasuk kesediaan menggunakan kembali layanan dan merekomendasikannya kepada pihak lain. Namun, penelitian ini tidak mengukur indikator keuangan seperti stabilitas dana pihak ketiga, pertumbuhan pembiayaan, atau kualitas aset. Kemandirian institusi dipahami sebagai implikasi jangka panjang yang potensial dari hubungan pelayanan etis dan modal relasional. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan pendekatan kuantitatif atau metode campuran agar hubungan antara etika bisnis Islam, loyalitas nasabah, kinerja keuangan, dan kemandirian institusi dapat diuji secara lebih menyeluruh dan generalizable pada konteks perbankan syariah Indonesia.K