Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENGOLAHAN DAN PENGEMASAN PRODUK MINUMAN TANAMAN OBAT KELUARGA “BUBUK JAHE DAN KUNYIT” DI DESA BERINGIN Raga Samudera; Ridho Fahlevie Pangestu; Muhammad Ilmi Hidayat; Yarna Hasiani
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 10, No 1 (2024): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v10i1.12890

Abstract

ABSTRAKJahe dan kunyit  merupakan salah satu tanaman yang banyak tumbuh di indonesia, yang mana penanaman nya tidak sulit, baik pembibitannya, perawatannya, hasilnya pun cukup memberikan nilai ekonomis untuk masyarakat. Salah satu alternatif untuk meningkatkan nilai tambah maupun memperpanjang masa simpan diperlukan adanya kegiatan pascapanen meliputi pengolahan maupun pengemasan produk olahan jahe dan kunyit seperti bubuk minuman, jamu dan sebagainya. Pengolahan hasil pertanian bertujuan menekan kehilangan setelah panen, baik kualitas maupun kuantitasnya, meningkatkan nilai ekonomi bahan hasil pertanian sehingga dapat menjadi produk-produk pangan yang memenuhi kebutuhan konsumsi. Berdasarkan hal tersebut, kegiatan pemberdyaan melalui pengolahan dan pengemasan produk minuman bubuk jahe dan kunyit merupakan salah satu kegiatan yang dapat dilakukan bagi ibu rumah tangga di Desa Beringin. Pemanfaatan nilai guna dari jahe dan kunyit untuk diolah menjadi berbagai produk olahan seperti bubuk minuman, guna meningkatkan pengetahuan, keterampilan maupun minat berwirausaha. Metode yang digunakan dengan cara presentasi, tanya jawab, demonstrasi cara kepada ibu rumah tangga di Desa Beringin. Hasil Kegiatan pemberdayaan masyarakat memberikan manfaat bagi sasaran terlebih dengan adanya respon, sikap, minat dan antusias peserta yang hadir sangat tinggi dan berjalan lancar sehingga proses informasi dan inovasi yang diberikan dapat diterima dengan baik. Kesimpulan kegiatan pengabdian ini menunjukan (1) Peserta memberikan respon yang positif dengan tingginya minat serta antusias dalam setiap tahapan kegiatan pengabdian yang dilaksanakan; (2) Terjadi peningkatan pengetahuan dan pemahaman dalam inovasi produk dan teknologi pengemasan produk minuman “bubuk jahe dan kunyit”; (3) Tumbuhnya minat dan menambah pengetahuan masyarakat terhadap pemanfaatan produk yang bernilai ekonomi.Kata kunci :   Pemberdayaan, Ibu rumah tangga, Jahe dan Kunyit, Produk olahan.   
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENGOLAHAN DAN PENGEMASAN PRODUK MINUMAN TANAMAN OBAT KELUARGA “BUBUK JAHE DAN KUNYIT” DI DESA BERINGIN Raga Samudera; Ridho Fahlevie Pangestu; Muhammad Ilmi Hidayat; Yarna Hasiani
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 10, No 1 (2024): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v10i1.12890

Abstract

ABSTRAKJahe dan kunyit  merupakan salah satu tanaman yang banyak tumbuh di indonesia, yang mana penanaman nya tidak sulit, baik pembibitannya, perawatannya, hasilnya pun cukup memberikan nilai ekonomis untuk masyarakat. Salah satu alternatif untuk meningkatkan nilai tambah maupun memperpanjang masa simpan diperlukan adanya kegiatan pascapanen meliputi pengolahan maupun pengemasan produk olahan jahe dan kunyit seperti bubuk minuman, jamu dan sebagainya. Pengolahan hasil pertanian bertujuan menekan kehilangan setelah panen, baik kualitas maupun kuantitasnya, meningkatkan nilai ekonomi bahan hasil pertanian sehingga dapat menjadi produk-produk pangan yang memenuhi kebutuhan konsumsi. Berdasarkan hal tersebut, kegiatan pemberdyaan melalui pengolahan dan pengemasan produk minuman bubuk jahe dan kunyit merupakan salah satu kegiatan yang dapat dilakukan bagi ibu rumah tangga di Desa Beringin. Pemanfaatan nilai guna dari jahe dan kunyit untuk diolah menjadi berbagai produk olahan seperti bubuk minuman, guna meningkatkan pengetahuan, keterampilan maupun minat berwirausaha. Metode yang digunakan dengan cara presentasi, tanya jawab, demonstrasi cara kepada ibu rumah tangga di Desa Beringin. Hasil Kegiatan pemberdayaan masyarakat memberikan manfaat bagi sasaran terlebih dengan adanya respon, sikap, minat dan antusias peserta yang hadir sangat tinggi dan berjalan lancar sehingga proses informasi dan inovasi yang diberikan dapat diterima dengan baik. Kesimpulan kegiatan pengabdian ini menunjukan (1) Peserta memberikan respon yang positif dengan tingginya minat serta antusias dalam setiap tahapan kegiatan pengabdian yang dilaksanakan; (2) Terjadi peningkatan pengetahuan dan pemahaman dalam inovasi produk dan teknologi pengemasan produk minuman “bubuk jahe dan kunyit”; (3) Tumbuhnya minat dan menambah pengetahuan masyarakat terhadap pemanfaatan produk yang bernilai ekonomi.Kata kunci :   Pemberdayaan, Ibu rumah tangga, Jahe dan Kunyit, Produk olahan.   
Saluran Pemasaran Seledri (Apium graveolens L.) Di Sukamara Kampung Sayur Mbaroh Kecamatan Liang Anggang Kota Banjarbaru Ramadhani, Khoirul; Ilmi Hidayat, M; Jumadi Kirnadi, Ari
Rawa Sains: Jurnal Sains STIPER Amuntai Vol 11 No 2 (2021): Edisi Desember 2021
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36589/rs.v11i2.197

Abstract

Penelitian ini bertujuan: mengetahui saluran pemasaran, biaya pemasaran, keuntungan, margin, farmer’s share, efisiensi pemasaran dan permasalahan dalam saluran pemasaran seledri Kampung Sayur Mbaroh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Penentuan sampel dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling. Saluran pemasaran dilakukan dengan menggunakan metode Snowball. Jumlah responden yang diamati ada 29 orang terdiri dari 11 orang petani, 4 orang pedagang pengumpul, 8 orang pedagang pengecer dan 6 orang konsumen. Hasil penelitian yang didapat: saluran pemasaran 1, petani-konsumen akan tetapi tidak diperoleh dalam penelitian ini, saluran pemasaran 2, petani-pedagang pengumpul-konsumen dan saluran pemasaran 3, petani-pedagang pengumpul-pedagang pengecer-konsumen. Pada saluran pemasaran 2 memiliki total biaya pemasaran perikat Rp 711,32,- (80 gram), margin pemasaran perikat sebesar Rp 4.000,- (80 gram), keuntungan pemasaran perikat sebesar Rp 9.288,68,- (80 gram) dan farmer’s share sebesar 60 %. Pada saluran pemasaran 3 memiliki total biaya pemasaran perikat sebesar Rp 1.340,56,- (80 gram), margin pemasaran perikat sebesar Rp 4.500,- (80 gram), keuntungan total perikat Rp. 8.659,44,- (80 gram) dan farmer’s share sebesar 55 %. Saluran pemasaran yang paling efisien terdapat pada saluran pemasaran 2. Permasalahan yang terjadi pada pemasaran ini adalah seledri mudah rusak dan mudah busuk