Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PENGEMBANGAN PROFESIONALISME GURU IPA SMP BPI BANDUNG Wiworo Retnadi Rias Hayu; Anna Permanasari; Omay Sumarna; Sumar Hendayana
Jurnal Sosial Humaniora Vol. 11 No. 1 (2020): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jsh.v11i1.2182

Abstract

Tujuan artikel ini mendeskripsikan langkah pengemabangan profesionalisme guru di SMP BPI Bandung. Peningkatan profesionalisme guru IPA yaitu kemampuan berpikir kritis, kolaboratif, kreatifitas dan komunikasi. Hal tersebut menarik untuk dikaji ulang dan dibentuk menjadi kecakapan guru dalam pembelajaran. Hal tersebut sangat penting karena guru merupakan agen perubahan generasi penerus yang akan datang. Kebermutuan anak-anak sekarang dan masa yang akan datang tergantung pada keberhasilan pendidikan yang dilakukan. Pembelajaran yang dengan guru yang professional akan menghasilkan pembelajaran yang bermutu. Metode yang digunakan merupakan diskeptif kualitatif.  Hasil Penelitian memperoleh dengan adanya kegiatan perencanaan yang baik maka akan menghasilkan pengimplementasian pembelajaran berjalan dengan lebih baik dan bermutu. Kesimpulannya pengembangan profesionalisme guru IPA SMP BPI di Bandung yang cocok diterapkan yaitu pengembangan komunitas belajar guru melalui metode lesson study, adanya peningkatan keprofesionalisasime guru, kesiapan, percayadiri dan mau menerima kritikan. Perencanaan pembelajaran yang dilakukan menyesuaikan siswa supaya dapat belajar. Lesson desain tersusun pada tahap perencanaan yang tersusun simple dan sistematis. Selanjutnya pengimplementasian lesson desain dalam pembelajaran yang memfasilitasi siswa belajar, guru lebih percaya diri dan siap dalam pembelajaran. Tahap terakhir refleksi bersama untuk memperbaiki dan belajar bersama melalui pembelajaran yang dilakukan.
Efforts to Develop Students' Critical Thinking Skills in Chemistry Learning: Systematic Literature Review Ruci Aditya Rushiana; Omay Sumarna; Sjaeful Anwar
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 3 (2023): March
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i3.2632

Abstract

This article examines the efforts that can be made to develop students' critical thinking (CT) skills through chemistry learning. The method used in this study is the systematic literature review method, which consists of three stages: planning, conducting, and reporting. The planning stage is the stage of determining the topic, formulating the problem, and determining the criteria for the article to be used as a reference source. The conducting stage is the implementation stage of the systematic literature review and the reporting stage is the stage of writing systematic literature review articles. Based on the results of studies that have been conducted on 24 articles, it can be concluded that the learning model most widely used to develop students' CT skills in chemistry learning is project-based learning (PjBL). Other efforts made include implementing problem-based learning (PBL) models, guided inquiry, inquiry, predict observe explain (POE), REACT, the local culture-based 7E learning cycle, the ethnoscience-based chemistry learning model (MPKBE), and creative problem solving (CPS). The study's results also found that the characteristics of learning to develop students' CT skills in chemistry learning were using problems in everyday life (contextual) as motivation or stimulus and applying local wisdom-oriented learning.
Feasibility Analysis of Thermochemistry Senior High School Chemistry Textbook Based on Criteria of Four Steps Teaching Material Development Method Sjaeful Anwar; Omay Sumarna; Andi Mulyadi
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 3 (2023): March
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i3.2770

Abstract

This study was conducted to analysis properness of thermochemistry teaching material in chemistry school textbook which is used in most SMA/MA in Kota Bandung based on criteria of selection stage of Four Steps Teaching Material Development (4STMD) method. The type of research is evaluative research by content analysis method. There are three criteria in the selection process of 4STMD method. First is conformity with the curriculum, it is known that object of research is not yet fully in accordance with the demands of the Curriculum. In terms of material broadness, there are four concepts required by the curriculum that are not included in the teaching material, so that the teaching material is less broad. In addition, there are six concepts that are not required by the curriculum, but included in the material, so that the material is too broad. Thus, in general, the material broadness is not in accordance with the demands of the Curriculum. Meanwhile, in terms of concepts depth, from 31 concepts demanded by the curriculum, 18 concepts are less deep and three concepts are too deep. Based on second criteria, that is scientific correctness of the concepts, it is known that there are two concepts that are not scientifically correct according to references from international general chemistry textbooks and books published by IUPAC. Based on the third criterion, namely the cultivation of pedagogical context, it is known that the values and skill embedded in the material are religious values, creativity, curiosity, respect for achievement, responsibility, reading-interested, discipline, and environmental care
PENYUSUNAN BAHAN AJAR LAJU REAKSI BERBASIS KONTEKS PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR DARI REBUNG BAMBU DENGAN METODE 4STMD Egi Permana; Omay Sumarna; Sjaeful Anwar
Jurnal Riset dan Praktik Pendidikan Kimia Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jrppk.v11i1.57939

Abstract

Penelitian ini bertujuan menyusun bahan ajar laju reaksi dengan dengan konteks pembuatan pupuk organik cair dari rebung bambu. Metode penelitian yang digunakan yaitu Development Research dari Richey Klein (2004) yang terdiri dari tiga tahap yaitu design, development dan evaluation. Tahap pertama dilakukan optimasi untuk mengetahui kondisi optimum dalam pembuatan pupuk organik cair dari rebung bambu sebagai dasar penyusunan bahan ajar. Percobaan pembuatan pupuk organik dilakukan untuk memperoleh informasi terkait faktor yang mempengaruhi laju reaksi fermentasi yang dapat dikembangkan dalam prosedur praktikum. Faktor tersebut adalah jenis rebung bambu, massa rebung, volume larutan EM4, dan luas permukaan rebung bambu. Tahap berikutnya adalah pengembangan bahan ajar dengan menggunakan metode Four Steps Teaching Material Development (4STMD) yang terdiri empat tahap yaitu seleksi, strukturisasi, karakterisasi, dan reduksi didaktik. Hasil pengembangan bahan ajar pada tahap seleksi diperoleh materi laju reaksi yang sesuai dengan tuntutan kurikulum, benar secara keilmuan dan konteks laju reaksi. Pada proses strukturisasi diperoleh peta konsep, struktur makro dan multiple representasi. Tahap karakteristik berupa uji keterbacaan kepada siswa sebanyak 18 orang. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa teks yang dikembangkan mudah 92 % dan sulit 8% dengan keterbacaan 75,21%. Hal ini menunjukkan bahwa bahan ajaryang sudah disusun termasuk dalam kategori sebagian besar bahan ajar ini mudah untuk dibacaoleh siswa.
BAHAN AJAR LAJU REAKSI BERBASIS KONTEKS PADA PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR DARI MOL NASI BASI DENGAN METODE 4STMD Qoyyima Husna; Omay Sumarna; Sjaeful Anwar
Jurnal Riset dan Praktik Pendidikan Kimia Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jrppk.v10i2.52235

Abstract

Penelitian ini bertujuan menyusun prosedur praktikum laju reaksi hasil optimasipada proses pembuatan pupuk organik cair dari MOL nasi basi, menghasilkan bahan ajar kimia dengan konteks pembuatan pupuk organik cair dari MOL menggunakan metode Four Steps Teaching Material Development (4STMD), dan mengetahui keterbacaan terhadap bahan ajar yang dikembangkan. Metode penelitian yang digunakan, yaitu Development Research (DR) etode pengembangan bahan ajar yang digunakan, yaitu metode Four Steps Teaching Material Development (4STMD) yang terdiri empat tahap yaitu seleksi, strukturisasi, karakterisasi, dan reduksi didaktik. Dari hasil optimalisasi diketahui bahwa faktor yang mempengaruhi laju reaksi fermentasi yang dapat dikembangkan dalam prosedur praktikum adalah jenis nasi, konsentrasi gula, dan luas permukaan nasi basi. Hasil pengembangan bahan ajar pada tahap seleksi diperoleh pengembangan materi sesuai dengan tuntutan kurikulum, benar secara keilmuan dan konteks laju reaksi pada pembuatan pupuk organik cair yang dapat dikembangkan dalam bahan ajar. Hasil pada strukturisasi adalah pembuatan peta konsep, struktur makro dan multiple representasi. Tahap karakterisasi berupa uji keterbacaan kepada siswa kelas XI sebanyak 16 orang. Hasil dari karakterisasi menunjukkan bahwa teks yang dikembangkan mudah 68,75% dan teks sulit 31,25%, dan memiliki persentase keterbacaan 61,25% termasuk dalam kategori keterbacaan sebagian besar dapat dibaca oleh siswa.
PROFIL BAHAN AJAR KONTEKSTUAL BERBASIS KEBUDAYAAN PADA PROSES PENINGKATAN PENGOLAHAN RUMPUT LAUT (Sargassum sp.) MENJADI SENYAWA ALGINAT Dewi Miftahurrahmah; Omay Sumarna; Yaya Sonjaya
Jurnal Riset dan Praktik Pendidikan Kimia Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jrppk.v9i1.52279

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar kontekstual berbasis kebudayaan pada proses peningkatan kualitas pengolahan rumput laut (Sargassum sp.) menjadi senyawa alginat dengan model pengembangan bahan ajar 4D yang terdiri dari tahap pendefinisian (define), tahap perancangan (design), tahap pengembangan (develop), dan tahap penyebarluasan (disseminate). Konsep kimia dan kompetensi dasar berdasarkan hasil karakterisasi adalah menghubungkan faktor adanya ikatan hidrogen dengan hasil senyawa alginat yang diperoleh (KD 3.7 Kelas X), menerapkan faktor luas permukaan dan suhu yang mempengaruhi laju reaksi (KD 3.6 Kelas XI), menerapkan faktor yang mempengaruhi pergeseran kesetimbangan kimia (KD 3.9 Kelas XI), dan menganalisis struktur, tata nama, sifat dan penggolongan makromolekul (KD 3.11 Kelas XII). Hasil uji keterbacaan bahan ajar yang diperoleh sebesar 68,86%.
BAHAN AJAR KONTEKSTUAL MODEL ADDIE BERBASIS KEBUDAYAAN PROSES PENGOLAHAN RUMPUT LAUT (Sargassum sp.) MENJADI SENYAWA ALGINAT MELALUI METODE ASAM SULFAT Najmia Fajri Astuti; Omay Sumarna; Yaya Sonjaya
Jurnal Riset dan Praktik Pendidikan Kimia Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jrppk.v10i1.52231

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar kontekstual berbasis kebudayaan prosespengolahan rumput laut (Sargassum sp.) menjadi senyawa alginat melalui metode asam sulfatdengan menggunakan model penelitian pengembangan menggunakan ADDIE (Analyze, Design,Development, Implementation, and Evaluation). Bahan ajar dibuat berdasarkan analisis konsep kimiapada proses pengolahan rumput laut (Sargassum sp.) menjadi senyawa alginat dengan modelpengembangan bahan ajar ADDIE. Konsep kimia pada proses pengolahan rumput laut(Sargassum sp.) menjadi senyawa alginat adalah pemisahan campuran, faktor-faktor yangmempengaruhi laju reaksi, kesetimbangan reaksi, hidrolisis, dan polisakarida. Bahan ajarkontekstual dengan konteks pengolahan rumput laut (Sargassum sp.) menjadi senyawa alginatmelalui jalur asam sulfat yang dikembangkan menggunakan model pengembangan bahan ajarADDIE memiliki beberapa karakteristik pembelajaran kontekstual yang dikemukakan olehJohnson, yaitu using authentic assesment,collaborating, critical and creative thinking, doing significantwork, serta collaborating. Hasil uji keterbacaan menunjukan bahwa hampir setengahnya bahan ajarini mudah untuk dibaca oleh siswa dengan persentase keterbacaannya sebesar 41,30%.
BAHAN AJAR KONTEKSTUAL BERBASIS KEBUDAYAAN PADA PROSES PEMBUATAN Mg(OH)2 DARI AIR LAUT Hani Halimah Fauzani; Omay Sumarna; Yaya Sonjaya
Jurnal Riset dan Praktik Pendidikan Kimia Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jrppk.v8i2.52293

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar kontekstual berbasis kebudayaan pada proses pembuatan Mg(OH)2 dari air laut yang dikembangkan menggunakan model 4D (define, design, develop, disseminate). Hasil penelitian menunjukkan: 1) konsep kimia yang terdapat pada proses pembuatan Mg(OH)2 dari air laut yaitu stoikiometri (KD 3.8 kelas 10), kelarutan dan hasil kali kelarutan (KD 3.11 kelas XI), termokimia (KD 3.4, kelas 11), 2) tujuan pembelajaran dirumuskan sesuai dengan pokok bahasan, 3) uji keterbacaan sebesar 71,7%.
PEMBUATAN BAHAN AJAR KIMIA KONTEKSTUAL BERBASIS PEMBUATAN TAUCO Wilman Rahmat Nugraha; Omay Sumarna; Yaya Sonjaya
Jurnal Riset dan Praktik Pendidikan Kimia Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jrppk.v9i2.52253

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar kontekstual berbasis kebudayaanpembuatan tauco. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu DevelopmentResearch tipe pertama dengan model pengembangan bahan ajar 4D. Instrumen penelitian yangdigunakan berupa lembar parameter optimum konsentrasi larutan garam berdasarkan percobaanoptimasi pembuatan tauco, lembar penjelasan ilmiah yang terdapat pada pembuatan tauco,lembar keterkaitan konsep kimia pada prosedur pembuatan tauco dengan kompetensi dasar,karakteristik pembelajaran kontekstual, dan strategi REACT, lembar perumusan tujuanpembelajaran, lembar rancangan bahan ajar, dan lembar uji keterbacaan. Berdasarkan percobaanoptimasi, konsentrasi larutan garam yang optimum adalah 20%. Materi kimia yang terdapatdalam pembuatan tauco terdiri atas faktor yang mempengaruhi laju reaksi (kelas XI), termokimia(kelas XI), hasil kali kelarutan garam (kelas XI), sifat koligatif larutan (kelas XII), danmakromolekul (kelas XII). Hasil karakteristik keseluruhan digunakan dalam pembuatan bahanajar. Persentase uji keterbacaan bahan ajar yang diperoleh sebesar 62,5% termasuk kategori“sebagian besar” terbaca.Kata Kunci: Bahan ajar kontekstual,
Silver Recovery from E-Waste Printed Circuit Board Using Binary and Ternary Deep Eutectic Solvents Arrizal Abdul Aziz; Abraham Mora; Soja Siti Fatimah; Omay Sumarna; Hufaidatul Azfa Nurusyifa; Sheren Hana Elia; Ira Kamilia Siti Huwaidah
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 27, No 2 (2024): Volume 27 Issue 2 Year 2024
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jksa.27.2.64-71

Abstract

Printed Circuit Boards (PCBs) are essential components of electronic devices containing valuable silver metal. Using sustainable methods, silver recovery from electronic trash, like PCBs, demonstrates excellent promise. This research’s objective is to determine the optimum leaching time and solid-to-liquid (S/L) ratio for extracting silver from PCB using deep eutectic solvent (DES) composed of choline chloride and glycerol (glyceline DES). The binary DES’s leaching performance was then compared to choline chloride, glycerol, and citric acid ternary systems. Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) was carried out to analyze the bond interactions. X-ray fluorescence spectrometry (XRF) was employed to determine the PCB’s metal concentration prior to and after the leaching process. Ternary DES was viscous, colorless, stable for 60 days, and less acidic than binary DES, with a 1.21 g/mL density. FTIR peak broadening and shifting indicated the formation of a new hydrogen bond and proved a successful synthesis of ternary DES. XRF result showed that PCB’s initial silver metal content was 2.32%. The optimal silver leaching from PCB using glyceline DES was achieved after 16 hours, with a 1/20 solid-to-liquid ratio. Ternary DES demonstrated a silver leaching efficiency of 93.65%, surpassing 86.77% of glyceline. Ternary DES synthesized in this study has the potential to serve as an efficient and environmentally friendly solvent for extracting silver from PCB, providing a sustainable approach to managing electronic waste.