Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Cara Mengembangkan E-Book Berbasis Isu Sosiosaintifik Asam dan Basa dengan Metode 4S TMD Mauliza, Cut Taqiyya; Anwar, Sjaeful; Sumarna, Omay
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 18, No. 2 : Al Qalam (Maret 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v18i2.3235

Abstract

Penelitian ini  bertujuan  untuk mengembangkan bahan ajar tentang asam basa berbasis socio scientific issue. Metode penelitian yang digunakan yaitu Developmental Research (DR) dengan menggunakan metode Four Steps Teaching Material Development (4S-TMD). Tahap dari pengembangan bahan ajar meliputi 4 tahap yaitu seleksi, strukturisasi, karakterisasi dan reduksi didaktik. Pengembangan tahap seleksi ini meliputi kesesuaian indikator dengan label konsep, kebenaran konsep asam basa menggunakan sumber buku teks terstandar, kebenaran konteks konten dan kebenaran konteks pedagogik berbasis socio scientific issue yang dapat dikaitkan dengan konsep asam basa.  Hasil  tahapan seleksi ini dievaluasi oleh dosen ahli. Hasil penelitian tahap seleksi ini menunjukkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan sesuai dengan tuntutan kurikulum, konteks konten  yang disajikan sesuai dengan aspek socio scientific issue yang dikembangkan valid. Bagian  pertama pengembangan bahan ajar yang meliputi langkah-langkah tahap seleksi ini menghasilkan rancangan bahan ajar asam basa berbasis socio scientific issue. 
Optimization of Teaching Materials and Learning Media based on Digital Technology as a Learning Innovation in the Era of Society 5.0 [Optimalisasi Bahan Ajar dan Media Pembelajaran berbasis Teknologi Digital sebagai Inovasi Pembelajaran di Era Society 5.0] Nais, Miarti Khikmatun; Rohman, Ijang; Anwar, Sjaeful; Setiadi, Rahmat; Sumarna, Omay; Hana, Muhamad Nurul; Gumilar, Gun Gun; Munawaroh, Heli Siti Halimatul
Jurnal Pengabdian Isola Vol 2, No 2 (2023): JPI: VOLUME 2, ISSUE 2, 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpi.v2i2.67844

Abstract

Dalam menghadapi era Society 5.0, dunia pendidikan memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia. Kegiatan pembelajaran harus dapat membangun kecakapan-kecapakan hidup Abad 21, literasi, dan pengembangan karakter. Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran sangat dibutuhkan untuk menarik perhatian dan motivasi peserta didik karena peserta didik yang kita hadapi saat ini (Generasi Z) memiliki keterikatan yang sangat kuat dengan media digital dan teknologi. Oleh sebab itu, Program Studi Pendidikan Kimia dan Kimia FPMIPA UPI mengadakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dengan memberikan pelatihan kepada para guru Kimia SMA untuk meningkatkan kompetensi guru dalam merancang pembelajaran yang inovatif untuk menghadapi tantangan pendidikan di Era Society 5.0. Kegiatan pengabdian ini berupa pelatihan yang melibatkan 50 Guru Kimia. Kegiatan dilaksanakan secara terstruktur dan sistematis dengan mengombinasikan motode daring dan luring dengan alokasi waktu setara dengan 32 JP. Kegiatan pelatihan terdiri atas tiga tahapan meliputi pemaparan materi, pengembangan dan implementasi rancangan pembelajaran inovatif, serta pelatihan penulisan karya tulis ilmiah. Pada kegiatan ini para guru memanfaatkan laboratorium virtual dan bahan ajar berbasis video dalam pembelajaran. Berdasarkan hasil implementasi penggunaan laboratorium virtual dan bahan ajar berbasis video dapat meningkatkan motivasi, partisipasi, dan pemahaman peserta didik. Dari data hasil implementasi para guru berhasil menuliskan artikel ilmiah yang nantinya akan dipublikasi pada jurnal nasional. In the era of Society 5.0, education has an important role in improving the quality of Human Resources. Learning activities must be able to build 21st Century life skills, literacy, and character development. The use of technology in learning is really needed to attract students' attention and motivation since the students are Z Generation which have a strong attachment to digital media and technology. Therefore, the Chemistry Education and Chemistry Study Program FPMIPA UPI conducted a Community Service by providing a training to high school chemistry teachers to increase teacher competency in designing an innovative learning to prepare education in the Era of Society 5.0. This activity takes the form of training involving 50 Chemistry Teachers. The activity is carried out in a structured and systematic training by combining online and offline methods with a time allocation equivalent to 32 hours. The training activities consisted of three stages including presentation of material, designing, and implementing an innovative learning activity, as well as training in writing academic papers. In this activity the teachers utilized virtual laboratories and video-based teaching materials in learning. Based on the implementation, the use of virtual laboratories and video-based teaching materials can increase students' motivation, participation, and understanding. From the implementation data, the teachers succeeded in writing academic articles which will be published in a national journal.
Workshop on Increasing Teacher Literacy and Critical Thinking Skills on the Topic of Colligative Properties of Solutions [Lokakarya Peningkatan Literasi dan Keterampilan Berpikir Kritis Guru Pada Topik Sifat Koligatif Larutan] Munawaroh, Heli S.H; Liliasari, Liliasari; Sholihin, Hayat; Sumarna, Omay; Setiadi, Rahmat; Widhiyanti, Tuszie; Aziz, Hafiz Aji; Rahayu, Iqlima; Cahyani, Popi; Wulandari, Sarah Ayu
Jurnal Pengabdian Isola Vol 1, No 2 (2022): JPI: VOLUME 1, ISSUE 2, 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpi.v1i2.52437

Abstract

Literasi sains dan keterampilan berpikir merupakan kemampuan yang sangat diperlukan pada masyarakat modern. Terdapat berbagai masalah yang hanya dapat diselesaikan dengan melibatkan kedua hal tersebut. Namun peningkatan kedua kemampuan tersebut bukanlah hal yang mudah. Salah satu metode yang telah terbukti dapat digunakan untuk meningkatkan hal aspek tersebut adalah Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning, PBL). Metode PBL telah dilaporkan untuk dapat meningkatkan berbagai aspek dalam kemampuan peserta didik pada banyak topik, termasuk sifat koligatif larutan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dan keterampilan berpikir kritis pada guru dengan harapan hal ini meningkatkan kompetensi mereka sehingga dapat meningkatkan kualitas luaran peserta didik. Kegiatan pengabdian dilakukan dalam waktu setara dengan 32 jam kegiatan (JP) yang terdiri atas 8 jam kegiatan daring synchronous, 8 jam kegiatan luring, dan 16 jam kegiatan daring asynchronous. Luaran yang dihasilkan dari kegiatan ini salah satunya adalah berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pada topik sifat koligatif larutan yang berbasis pada PBL. Para peserta lokakarya memperoleh masukan terkait konten dan metode pembelajaran yang dapat diterapkan di sekolah mereka masing-masing, sedangkan tim pelaksana memperoleh komentar dan saran yang dapat menjadi bahan pertimbangan untuk kegiatan berikutnya.Scientific literacy and critical thinking are essential skills that in modern society. There are myriads of problem that solvable if only if those skills are used. However, increasing those skills is not an easy task. One method that have been proven to work is using Problem Based Learning (PBL). This method has been reported to increase several aspects and skills in students in many topics including colligative properties. This community service program aims to increase scientific literacy and critical thinking skills in teacher with the hope that it could increase the outcome of the learning qualities. The program executed with the equivalent of 32 hours (JP) total of program time. The program is split into 8 JP of online synchronous program, 8 JP of offline program, and 16 JP of online asynchronous program. One of the expected outputs of the program is PBL based learning plan (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, RPP) on the topic of colligative properties. Participants of this workshops are given input on the contents and learning methods that then can be used in their own school while the organizers’ team are given comments and input that can then implemented for the improvement of the program.
Bioetanol dari Limbah Sekam Padi sebagai Sumber Energi Terbarukan Intan Farhani; Indah Sawitri; Pramita Desi Hariningsih; Ida Farida; Omay Sumarna
Jurnal Engine: Energi, Manufaktur, dan Material Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : Proklamasi 45 University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30588/jeemm.v9i1.2052

Abstract

The purpose of this research is to make laboratory-scale bioethanol from agroindustrial waste, namely rice husk through hydrolysis, fermentation, and distillation methods, determine %yield, and characterize bioethanol. The method used was experimental. The results and conclusions obtained are bioethanol that smells like tape, colorless with %yield as much as 3,32%, density of 0.8818 g/mL, viscosity of 0.7408 cP, and blue flame formed during the flame test. Based on the characterization results, the bioethanol obtained has not met the SNI standards, which is suspected because it still contains water content caused by less pure ethanol from the distillation process.
Silver Leaching from Printed Circuit Board Using Deep Eutectic Solvent-Oxaline, Maline, and Succiline Fatimah, Soja Siti; Mora, Abraham; Sumarna, Omay; Ramdaniah, Hudaifatul A. N
al Kimiya: Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan Vol. 12 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ak.v12i1.46024

Abstract

The exponential growth in printed circuit boards (PCBs) waste, presents an urgent environmental and economic challenge. PCBs contain silver which has a high potential economic value. The high production of waste and the potential economic value make it important to recycle PCB waste. Recycling can be conducted by leaching silver using Deep Eutectic Solvent (DES). DES is environmentally friendly and able to form complexes with various types of metals. This research aims to study the effect of the HBD carbon chain length of oxalic acid, malonic acid, and succinic acid from choline chloride-based eutectic solvents (DES) on the efficiency of leaching silver from Printed Circuit Board (PCB) waste. Optimization of the solid/liquid ratio, time, and temperature is carried out to obtain optimum leaching conditions. The synthesis results show that DES oxaline 2:1, malin 1:1, and succilin 2:1 have good stability, forming a colorless, clear, and viscous solution. FTIR analysis shows a shift in the wave number of the -OH group due to hydrogen bond interactions between HBA and HBD molecules in the formation of DES. The leaching yield of DES against standard silver oxide was measured using AAS. DES oxaline 2:1 has the greatest efficiency compared to other DES variations. The results of optimizing standard silver leaching with DES oxaline showed that the S/L ratio was 40 mg/mL, with a time of 18 hours, at a temperature of 60°C which resulted in a recovery percentage of 90.90%, while for the PCB waste sample yielded an efficiency of 99.38%. The eutectic solvent oxaline has the potential to be an environmentally friendly solvent that is efficient in leaching silver from PCB electronic waste.
Formulasi Bioplastik Berbasis Pati Limbah Kentang dan Kitosan untuk Aplikasi Kemasan Pangan Amaliah, Syara; Ibrahim, Farda Hamidah; Nababan, Merrysa Citra Lestari; Fathonah, Annisa Rizki; Joyodilogo, Erya Kamajaya Sang Adil Suryo Illahi; Sumarna, Omay
Jurnal Kimia dan Ilmu Lingkungan: Chemviro Vol. 3 No. 2 (2025): Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56071/jkil.v3i2.1488

Abstract

Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menentukan formulasi yang dapat memberikan keseimbangan terbaik antara kekuatan mekanik, ketahanan terhadap air, dan laju degradasi. Penelitian ini dirancang menggunakan metode eksperimental dengan formulasi pati limbah kentang sebagai bahan utama (1.5%, 2.5% dan 3.5% b/v), penambahan kitosan, gliserol sebagai plasticizer, serta asam sitrat sebagai agen crosslinking. Proses pembuatan bioplastik dilakukan dengan metode casting, dimana larutan pati dan kitosan dicampur bersama gliserol dan asam sitrat, kemudian dicetak dan dikeringkan pada suhu terkontrol hingga terbentuk lembaran film bioplastik. Karakterisasi material meliputi pengukuran ketebalan, laju transmisi uap air (WVTR), biodegradabilitas, kekuatan tarik, dan elongasi. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi pati berpengaruh pada kenaikan ketebalan film dan kekuatan tarik, namun cenderung menurunkan nilai elongasi. Laju transmisi uap air menurun seiring peningkatan kandungan pati, mengindikasikan peningkatan kemampuan sebagai penghalang uap air. Semua variasi bioplastik terurai dalam tanah lembap dalam waktu relatif singkat. Formulasi pati 3.5% menunjukkan karakteristik terbaik dalam hal kekuatan mekanik, dan sifat penghalang uap air, sehingga dinilai paling potensial untuk aplikasi kemasan pangan.
Analysis of The Need for Applied Science Teaching Materials in Chemical Materials in Vocational School, Department of Culinary, Tangerang District Afinda, Bella Nur; Anwar, Sjaeful; Sumarna, Omay
Journal of Education and Learning Research Vol. 1 No. 1 (2023): JOURNAL OF EDUCATION AND LEARNING RESEARCH
Publisher : Global READ Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62208/jelr.1.1.p.30-36

Abstract

This study aims to explain the need for teaching materials in the culinary arts vocational school which will be developed using the 4S TMD method. This research is based on the problem of not integrating chemistry subjects in supporting vocational subjects with culinary skills competence. So there are no teaching materials that are relevant to the competence of culinary expertise. The data collection instrument used was the relevance format between chemical content and vocational content. This type of research is descriptive with a qualitative approach. The subjects in this study were two lecturers of chemistry education, two teachers of applied science, and three teachers of productive culinary arts who acted as validators. The results of this study became the basis for researchers in developing chemistry books using the 4S TMD method on applied science teaching materials for chemistry relevant to vocational skills in culinary skills.
Optimasi Pemberian Nutrisi pada Media Kultur Mikroalga Chlorella vulgaris untuk Meningkatkan Kadar Lipid sebagai Bahan Baku Biodiesel Hasbi, Ramiz; Puspanitresna, Puspanitresna; Azkiya, Andi Aryanti Nurul; Sumarna, Omay; Widhiyanti, Tuszie
Jurnal Energi Baru dan Terbarukan Vol 6, No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Program Studi Magister Energi, Sekolah Pascasarjana, Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jebt.2025.27858

Abstract

Biodiesel merupakan bahan bakar alternatif yang memiliki potensi sebagai alternatif untuk menggantikan bahan bakar fosil yang tidak ramah lingkungan dan terbatas. Bahan dasar pembuatan biodiesel seringkali berasal dari minyak kelapa sawit. Hal ini, menjadi masalah karena produksi minyak skala besar dari tanaman kelapa sawit memerlukan lahan yang luas dan dapat menimbulkan kerusakan lingkungan hutan. Mikroalga Chlorella vulgaris merupakan jenis mikroalga penghasil lipid yang baik, sehingga lipid yang diperoleh dari mikroalga ini dapat menjadi alternatif sebagai bahan baku pembuatan biodiesel. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan kondisi optimal dalam pemberian nutrisi pada media kultur mikroalga C. vulgaris untuk meningkatkan kadar lipid di dalam selnya. Variabel bebas yang diujikan pada penelitian ini, yaitu pemberian nutrisi menggunakan air cucian beras, air limbah ampas tahu, air kelapa, dan kontrol (air tawar). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi yang paling optimal adalah pada media kultur yang diberi nutrisi air kelapa dengan perolehan lipid sebesar 22,08%, sedangkan media kultur lain diperoleh lipid berkisar 1 - 3,5 %.  Hal ini disebabkan karena air kelapa kaya akan kandungan mineral kalium dan magnesium, serta karbohidrat (glukosa, fruktosa) yang berperan penting dalam pertumbuhan dan pembentukan lipid di dalam sel mikroalga. Pemberian nutrisi dengan air kelapa pada media kultur mikroalga menjadi cara yang berpotensi untuk mengembangkan produksi lipid dalam skala industri menggunakan mikroalga yang dapat menjadi bahan alternatif pembuatan biodiesel.
Permasalahan guru IPA SMP mengajarkan IPA terpadu berbasis ethnoscience Sjaeful Anwar; Omay Sumarna; Ali Kusrijadi
Jurnal Abmas Vol. 24 No. 1 (2024): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v24i1.64208

Abstract

With the implementation of the Kurikulum 2006 KTSP, chemistry became part of the science subject that must be taught to junior high school students. In the Kurikulum 2013, the composition of chemistry material in science subjects was further strengthened. Junior high school science teachers are expected to have competencies in the four fields of science, namely Chemistry, Physics, Biology, and Earth and Space Science (IPBA). However, a field survey conducted in the Subang district showed that many science teachers had difficulty teaching science in an integrated manner. This is due to their formal educational backgrounds, most of which come from physics education programs (49 percent) and biology education programs (49 percent), and only a few from chemistry education programs (2 percent). To this day, science is still taught in fragmented ways: chemistry, biology, physics, and IPBA. This causes a mismatch between the implementation and the curriculum demands, which requires science to be taught in an integrated manner. This mismatch is mainly due to the lack of integrated science textbooks. This training program serves as a solution to the scarcity of integrated science teaching materials. The training uses a blended learning system, combining online and face-to-face models. During the face-to-face sessions, participants are given presentations on science integration and the 4STMD-based teaching material development method. Two online meetings are held to guide the progress of teaching material development. The training is conducted for 8 hours per week, totaling 32 hours. The results of this training show that science teachers are highly motivated to develop integrated science teaching materials based on ethnoscience, resulting in several integrated science teaching materials.   Abstrak Dengan diberlakukannya kurikulum KTSP tahun 2006, Ilmu kimia menjadi bagian dari mata pelajaran IPA yang harus diajarkan kepada peserta didik SMP. Pada kurikulum 2013, komposisi materi kimia pada mata pelajaran IPA semakin diperkuat. Guru IPA SMP sudah seharusnya memiliki kemampuan di empat bidang IPA, yaitu Kimia, Fisika, Biologi, dan IPBA. Akan tetapi survey lapangan yang dilakukan di wilayah kabupaten Subang menunjukkan bahwa cukup banyak guru IPA mengalami kesulitan mengajarkan IPA secara terpadu. Hal ini disebabkan oleh latar belakang pendidikan formal mereka yang kebanyakan berasal dari program studi pendidikan fisika (49 persen) dan biologi (49 persen), dan hanya sedikit sekali yang berasal dari program studi pendidikan kimia (2 persen). Sampai saat ini IPA diajarkan secara terpisah-pisah antara IPA kimia, IPA biologi, IPA fisika, dan IPA IPBA. Hal ini yang menyebabkan ketidaksesuaian antara impelentasi dan tuntutan kurikulum, dimana IPA harus diajarkan secara terpadu. Ketidaksesuaian ini disebabkan terutama oleh tidak adanya buku ajar IPA yang disajikan dalam bentuk terpadu. Program pembinaan ini merupakan sebuah solusi bagi kelangkaan bahan ajar IPA terpadu. Pembinaan dilakukan dengan sistem blended learning, yang menggabungkan model daring dan tatap muka. Pada tatap muka diberikan paparan mengenai keterpaduan IPA dan metode pengembangan bahan ajar 4STMD. Dua kali pertemuan dilakukan secara daring untuk memberikan pembinaan progress pengembangan bahan ajar. Pelatihan dilakukan 8 jam per minggu, sehingga seluruhnya 32 jam. Hasil dari pembinaan ini menunjukkan bahwa guru-guru IPA sangat termotivasi untuk mengembangkan bahan ajar IPA terpadu berbasis etnosains, sehingga menghasilkan beberapa bahan ajar IPA terpadu Kata Kunci: 4STMD; bahan ajar; etnosains; IPA terpadu
Literasi Lingkungan Siswa SMA Negeri 6 Wajo Provinsi Sulawesi Selatan Ayu Ashari; Sjaeful Anwar; Omay Sumarna
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 6 (2023): June
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i6.3295

Abstract

This study aims to determine the level of environmental literacy of students. Research using descriptive quantitative research methods. The respondents of this study were 110 class XII students at SMA Negeri 6 Wajo. The data collection technique uses environmental literacy instruments based on aspects of environmental literacy by NAAEE (North American Association for Environmental Education) consisting of cognitive aspects, attitude, and behavior. Measurement of cognitive aspects using questions while aspects of attitudes and behavior using a questionnaire with a scale Likert. The results showed that the environmental literacy of class XII students at SMA Negeri 6 Wajo as a whole (71.3%) was in the medium category with details of cognitive aspects (50.0%) being in the medium category, attitude aspects (84.1%) being in high category and behavior (78.7%) is in the high category.