Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

KEMAMPUAN BERPIKIR DIVERGEN DALAM KETERAMPILAN PROSES SAINS PESERTA DIDIK SMA NEGERI DI KABUPATEN SLEMAN PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI DITINJAU DARI FAKTOR PERBEDAAN GENDER Arini Rahmawati Suryaningsih; Bambang Subali; yuni Wibowo
Jurnal Edukasi Biologi Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Prodi Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/edubio.v5i2.4487

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) tingkat Kemampuan Berpikir Divergen dalam Keterampilan Proses Sains (KBDKPS), (2) tingkat KBDKPS ditinjau dari faktor perbedaan gender, (3) pengaruh faktor jenjang kelas terhadap KBDKPS peserta didik ditinjau dari faktor perbedaan gender, (4) pengaruh faktor lokasi sekolah terhadap KBDKPS ditinjau dari faktor perbedaan gender peserta didik SMA Negeri di Kabupaten Sleman pada mata pelajaran biologi. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah seluruh peserta didik SMA Negeri di Kabupaten Sleman. Sampel penelitian adalah 1.304 peserta didik SMA Negeri di Kabupaten Sleman yang diambil dengan teknik accidental sampling. Instrumen dalam penelitian ini berupa perangkat soal tes KBDKPS dengan pertanyaan terbuka (politomous). Teknik pengumpulan data berupa tes KBDKPS, wawancara tidak terstruktur dan dokumentasi. Data dianalisis dengan analisis statistika deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) KBDKPS peserta didik SMA Negeri di Kabupaten Sleman pada mata pelajaran biologi tergolong rendah, (2) KBDKPS peserta didik perempuan lebih tinggi daripada KBDKPS peserta didik laki-laki, (3) perbedaan KBDKPS peserta didik SMA Negeri di Kabupaten Sleman pada mata pelajaran biologi dilihat dari perbedaan gender tidak dipengaruhi oleh faktor jenjang kelas, (4) perbedaan KBDKPS peserta didik SMA Negeri di Kabupaten Sleman pada mata pelajaran biologi dilihat dari perbedaan gender tidak dipengaruhi oleh faktor lokasi sekolah. Kata kunci: kemampuan berpikir divergen, keterampilan proses sains, perbedaan gender
ANALISIS INTERAKSI KELAS PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI DI MAN YOGYAKARTA II (STUDI KASUS DI KELAS XI MIPA 2) Turasih Turasih; Sukarni Hidayati; Yuni Wibowo
Jurnal Edukasi Biologi Vol 5, No 8 (2016): Jurnal Pendidikan Biologi Vol 5 No 8 tahun 2016
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/edubio.v5i8.6051

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) ragam interaksi di setiap pokok bahasan, (2) persentase aktivitas guru dan siswa, dan (3) jenis interaksi pada pembelajaran biologi di kelas XI MIPA 2 MAN Yogyakarta II. Penelitian ini merupakan studi kasus dengan metode observasi yang dilaksanakan pada Februari hingga April 2016. Subjek penelitian adalah seorang guru biologi dan siswa kelas XI MIPA 2. Instrumen penelitian berupa lembar observasi Flanders Interaction Analysis Categories (FIAC). Data dianalisis menggunakan statistika deskriptif dalam bentuk persen (%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) ragam interaksi pada setiap pokok bahasan biologi adalah AF, PE, IS, AQ, L, GD, CJ, SR, SI, dan SC. Aktivitas siswa yang dominan adalah respon siswa (SR/ Student Response), sedangkan aktivitas guru yang dominan berbeda-beda, bergantung pada metode dan jenis kegiatan pembelajaran, (2) persentase aktivitas yang tertinggi adalah aktivitas siswa, dan (3) jenis interaksi yang paling dominan adalah interaksi guru dengan siswa. Kata kunci: analisis, interaksi kelas, pembelajaran biologi
KEPADATAN DAN PERSEBARAN POPULASI ELANG-ULAR BAWEAN SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PHOTO SEQUENCE BAGI SISWA SMA/MA Ahmad Saiful Abid; Yuni Wibowo; Sukiya Sukiya
Jurnal Edukasi Biologi Vol 6, No 3 (2017): Jurnal Prodi Pendidikan Biologi Vol 6 No 3 Tahun 2017
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/edubio.v6i3.7898

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepadatan dan persebaran populasi Spilornis cheela baweanus di Pulau Bawean dan kualitas media photo sequence “Populasi Elang-ular bawean” yang disusun. Desain penelitian kepadatan dan persebaran populasi S.c. baweanus adalah observasi. Pulau bawean dibagi menjadi 4 tipe habitat. Pengamatan dilakuan menggunaan teknik line transect dan point count, selama sembilan hari bulan April-Mei 2015. Hasil penelitian kemudian disusun sebagai media pembelajaran dengan metode RD (ADD). Hasil penelitian kepadatan dan persebaran populasi S.c. baweanus dijumpai sebanyak 55 individu dewasa, 3 individu juvenil. S.c. baweanus paling banyak ditemukan di hutan primer (70.69%), hutan jati, semak, hutan terdegradasi (15.52%), persawahan perkebunan (8.62%) kemudian hutan pantai mangrove (5.17%). Media pembelajaran photo sequence dinilai layak digunakan sebagai media pembelajaran materi objek dan persoalan biologi ditingkat populasi (nilai ahli 100%). Media dapat digunakan siswa dengan baik (nilai rerata tanggapan siswa 83 %; rerata skor jawaban siswa 80% benar). Kata Kunci: Kepadatan persebaran populasi, Spilornis cheela baweanus, photo sequence. 
ANALISIS BUTIR SOAL ULANGAN AKHIR SEMESTER GENAP KELAS X BIOLOGI TAHUN AJARAN 2015/2016 Kurnia Irmalasari; Suratsih Suratsih; Yuni Wibowo
Jurnal Edukasi Biologi Vol 5, No 8 (2016): Jurnal Pendidikan Biologi Vol 5 No 8 tahun 2016
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/edubio.v5i8.6043

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas butir soal Ulangan Akhir Semester Genap pada Mata Pelajaran Biologi Kelas X MA Negeri di Wilayah Eks Karesidenan Banyumas Tahun Ajaran 2015/2016 terhadap aspek materi, konstruksi, dan bahasa, serta kualitatif secara empirik dilihat dari kesesuaian item dengan model Rasch, realiabilitas, tingkat kesukaran, daya beda soal, dan efektivitas pengecoh. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Analisis kualitatif soal menggunakan telaah panelis dari pihak dosen, guru, mahasiswa pascasarjana, dan mahasiswa semester 8 yang mempunyai latar belakang dalam bidang pendidikan biologi. Sedangkan analisis kualitatif secara empirik menggunakan program QUEST. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas butir soal Ulangan Akhir Semester Genap pada Mata Pelajaran Biologi Kelas X MAN di Wilayah Eks Karesidenan Banyumas Tahun Ajaran 2015/2016 secara kualitatif dan tingkat kesukaran soal termasuk kurang baik dan kualitatif secara empirik tergolong dalam kategori baik. Namun pada tingkat kesukaran soal masih dalam kategori kurang baik. Kata kunci : analisis butir soal, kualitatif, kualitatif secara empirik, ulangan akhir semester genap
PENYUSUNAN MODUL PENGAYAAN UNTUK MATERI FUNGI KELAS X SMA BERDASARKAN STUDI KEANEKARAGAMAN MAKROFUNGI DI HUTAN TURGO Ayu Natasya FR; Yuni Wibowo; Anna Rakhmawati
Jurnal Edukasi Biologi Vol 7, No 4 (2018): Jurnal Prodi Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/edubio.v7i4.13722

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) potensi makrofungi dan persoalan biologi yang teridentifikasi sebagai sumber belajar, (2) kualitas penyusunan modul makrofungi di Hutan Turgo. Penelitian ini terbagi menjadi 2 tahapan, yang pertama adalah penelitian biologi mengenai keanekaragaman makrofungi di Hutan Turgo dengan metode analisis kualitatif. Tahap penelitian kedua adalah penelitian pendidikan biologi yang termasuk dalam penelitian Research and Development (RD) dengan model ADDIE sampai tahap development. Penelitian dilakukan dengan menganalisis potensi hasil penelitian sebagai sumber belajar diikuti dengan pengemasannya menjadi modul. Hasil penelitian biologi menunjukkan terdapat 43 spesies makrofungi ditemukan di Hutan Turgo. Analisis potensi hasil penelitian menunjukkan bahwa, penelitian tersebut berpotensi dikembangkan menjadi sumber belajar. Kualitas modul pengayaan makrofungi Hutan Turgo secara umum dikategorikan baik menurut tinjauan ahli materi dengan persentase sebesar 98,78% konsep benar, ahli media dikategorikan baik dengan persentase sebesar 77,55%. Hasil penilaian guru biologi dikategorikan baik sebesar 67,39% dan tanggapan siswa dikategorikan sangat baik sebesar 50,30%.Kata kunci: Hutan Turgo, keanekaragaman makrofungi, modul pengayaan
KEMAMPUAN BERPIKIR DIVERGEN KETERAMPILAN PROSES SAINS ASPEK BIOLOGI SISWA SD BERDASARKAN GENDER Adika Hermawati Pratama; Bambang Subali; yuni Wibowo
Jurnal Edukasi Biologi Vol 5, No 3 (2016): Jurnal Prodi Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/edubio.v5i3.4525

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan berpikir divergen keterampilan proses sains (KBDKPS) aspek biologi siswa kelas VI Sekolah Dasar (SD) ditinjau berdasarkan aspek gender serta kaitannya dengan aspek urutan kelahiran dan pekerjaan orang tua. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode survei. Penelitian ini terintegrasi dalam penelitian Bambang Subali, dkk., (2015) mengenai kreativitas keterampilan proses sains siswa SD di DIY. Sampel penelitian adalah 603 siswa SD kelas VI dari 18 sekolah di Kabupaten Bantul yang ditentukan dengan purposive sampling. Instrumen penelitian berupa perangkat tes KKPSAK yang telah divalidasi dan dibakukan oleh Bambang (2015), angket, serta lembar wawancara. Analisis data menggunakan pedoman penskroran dan statistika deskriptif menunjukkan rerata skor KBDKPS testi tergolong rendah. Terdapat perbedaan KBDKPS antara siswa laki-laki dan perempuan. Siswa perempuan memperoleh rerata skor KBDKPS lebih tinggi dibandingkan siswa laki-laki (18,6216,61). Hasil analisis lebih lanjut menunjukkan adanya keterkaitan aspek urutan kelahiran dan pekerjaan orang tua dengan KBDKPS siswa berdasarkan gender. Kata kunci: berpikir divergen, keterampilan proses sains, gender
IDENTIFIKASI MISKONSEPSI STRUKTUR FUNGSI JARINGAN TUMBUHAN DALAM BUKU TEKS BIOLOGI SMA KELAS XI KURIKULUM 2013 Dita Imanasita Wira Sakti; Yuni Wibowo; Budiwati Budiwati
Jurnal Edukasi Biologi Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Prodi Pendidikan Biologi Vol 6 No 2 Tahun 2017
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/edubio.v6i2.6166

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya miskonsepsi, kategori miskonsepsi, dan persentase kategori miskonsepsi yang teridentifikasi pada materi struktur fungsi jaringan tumbuhan dalam buku teks Biologi SMA. Penelitian ini merupakan penelitian analisis konten dengan objek berupa tiga buku teks biologi SMA kelas XI Kurikulum 2013 di Kota Yogyakarta. Pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling, sehingga diperoleh 3 buku teks biologi sebagai sampel. Unit analisis dalam penelitian ini berupa konsep teks dan gambar dalam materi struktur fungsi jaringan tumbuhan. Identifikasi miskonsepsi didasarkan pada 5 kategori: misidentifications, oversimplifications, overgeneralizations, obsolete consept and terms, dan undergeneralizations yang dianalisis oleh tiga orang panelis yang memenuhi syarat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat miskonsepsi pada buku teks A sebesar 22,08%, pada buku teks B sebesar 18,94%, dan pada buku teks C sebesar 12,67%. Kategori dan persentase miskonsepsi bervariasi. Kategori miskonsepsi dan rata-rata persentase setiap kategori adalah sebagai berikut: misidentifications (9,30%), oversimplifications (4,04%), overgeneralizations (2,45%), obsolete concept and terms (0,3%) dan Undergeneralizations (1,77%). Kata kunci : buku teks, jaringan tumbuhan, miskonsepsi
PENGEMBANGAN MODUL PENGAYAAN MATERI KEANEKARAGAMAN HAYATI UNTUK SISWA SMA KELAS X DI GUNUNGKIDUL Nensi Nur Astari; Yuni Wibowo; Ratnawati Ratnawati
Jurnal Edukasi Biologi Vol 6, No 6 (2017): Jurnal Prodi Pendidikan Biologi Vol 6 No 5 Tahun 2017
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/edubio.v6i6.8132

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah jenis, indeks kekayaan jenis, indeks keanekaragaman, dan indeks kemerataan tumbuhan bawah yang ditemukan; mengetahui kualitas modul pengayaan keanekaragaman tumbuhan bawah yang telah disusun; serta mengetahui hasil uji keterbacaan modul pengayaan keanekaragaman tumbuhan bawah pada tegakan Hutan Wanagama oleh siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (RD) dengan model ADDIE (analysis, design, development, implementation, dan evaluation), namun dibatasi hanya sampai tahap development. Subjek dalam penelitian ini adalah 22 siswa Kelas X MIPA 2 SMA N 1 Playen. Instrumen penelitian berupa angket kebenaran konsep, penilaian kualitas modul, dan angket uji keterbacaan untuk siswa. Hasil penelitian studi keanekaragaman yaitu ditemukan 22 jenis tumbuhan bawah, dengan indeks keanekaragaman termasuk kategori sedang dan indeks kemerataan kategori tinggi. Hasil penilaian kualitas modul termasuk dalam kategori sangat baik, serta hasil uji keterbacaan siswa memberi tanggapan setuju. Kata kunci: modul pengayaan, tumbuhan bawah
PENYUSUNAN MODUL PENGAYAAN KEANEKARAGAMAN JENIS MAKROALGA DI PANTAI DRINI SEBAGAI BAHAN AJAR KEANEKARAGAMAN HAYATI SISWA KELAS X SMA Marbelisa Briliani; Yuni Wibowo; sudarsono .
Jurnal Edukasi Biologi Vol 5, No 4 (2016): Jurnal Prodi Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/edubio.v5i4.4544

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui jenis-jenis makroalga yang ditemukan di Pantai Drini, (2) mengetahui potensi keanekaragaman jenis makroalga sebagai sumber belajar, dan (3) mengetahui kualitas modul pengayaan yang digunakan untuk siswa kelas X SMA, menurut ahli, guru dan siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian Research and Development (RD). Proses penelitian ini berlangsung 3 tahap yaitu penelitian biologi mengenai keanekaragaman jenis makroalga di Pantai Drini, analisis potensi hasil penelitian sebagai sumber belajar, dan penyusunan modul pengayaan keanekaragaman jenis makroalga. Prosedur penyusunan modul pengayaan terdiri dari 3 tahap yaitu analysis, design, dan development. Instrumen penilaian berupa lembar tinjauan ahli materi, ahli media, guru, dan angket tanggapan siswa. Kesimpulan penilaian kualitas modul didasarkan persentase skala penilaian terbanyak dari ahli materi, ahli media, guru, dan tanggapan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas modul pengayaan keanekaragaman jenis makroalga di Pantai Drini sangat baik menurut ahli, guru dan baik menurut tanggapan siswa.Kata Kunci : makroalga, modul pengayaan, RD.
PENYUSUNAN MODUL PENGAYAAN BIOLOGI MATERI STUNTING UNTUK SISWA KELAS XI IPA SMA Mia Noor Shafira; Yuni Wibowo; Tutiek Rahayu
Jurnal Edukasi Biologi Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Prodi Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/edubio.v7i1.13642

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas modul pengayaan biologi materi stunting pada baduta yang dihasilkan serta mengetahui respon siswa terhadap modul pengayaan. Jenis penelitian yang digunakan adalah Research and Development (RD) dengan model ADDIE. Tahap yang digunakan dalam penelitian ini hanya sampai ADD (Analysis, Design, and Development). Data diperoleh dari 2 ahli materi, 2 ahli media, 1 guru biologi, dan 30 siswa. Hasil penelitian kualitas modul pengayaan dari ahli materi menunjukkan bahwa terdapat 33 konsep yang benar dari 34 konsep yang sudah diperbaiki, kategori baik menurut ahli media sebesar 57% dan guru sebesar 90% berdasarkan aspek kelayakan isi, penyajian, kebahasaan, dan kegrafisan. Hasil respon siswa mendapat kategori baik dengan persentase sebesar 65%.Kata kunci: stunting, modul, pengayaan