Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

BETON POROUS DENGAN MENGGUNAKAN AGREGAT LOKAL DI KALIMANTAN SELATAN Eka Purnamasari; Fitria Handayani
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2020): JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Juni 2020)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v3i1.3618

Abstract

Dalam upaya mengantisipasi meningkatnya luas daerah yang ditutupi oleh perkerasan dengan pembangunan permukiman seperti halnya di perkotaan yang mengakibatkan waktu berkumpulnya air menjadi jauh lebih pendek, sehingga akumulasi air hujan yang terkumpul melebihi kapasitas drainase yang ada. Dengan berkurangnya kesempatan air hujan berinfiltrasi ke dalam tanah, maka limpasan permukaan air hujan akan menimbulkan genangan bahkan banjir pun dapat terjadi pula. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode eksperimen, yaitu dengan menggunakan jenis agregat kasar lokal dari daerah dikalimantan selatan pada mix desain beton normal. Agregat kasar yang digunakan yaitu batu pecah dari handil bakti. Agregat dalam uji pendahuluan dengan proporsi perbandingan kerikil dan semen yaitu 4. Setelah diketahui proporsi yang tepat maka akan diuji dengan variasi FAS 0,3. Kemudian spesimen akan diuji dengan alat kuat tekan beton dengan metode hidraulic pump. Kuat tekan terjadi pada beton porous menggunakan agregat kasar batu pecah dari handil bakti yang diberikan perawatan perendaman dengan menggunakan air PDAM yaitu sebesar 6,22 MPa. Pola retakan yang terjadi dikarenakan penyebaran tegangan pada benda uji akibat proses ikat pegangan pada benda uji dan juga berpengaruh terhadap homogenitas agregat penyusun beton. Pada model yang dilakukan perawatan perendaman dengan air PDAM berdasarkan hasil penelitian pola retak yang terjadi yaitu retakan pada ujung samping (tipe 5). Daya rekat pasta terhadap agregat kasar baik, sedangkan agregat kasar yang berasal dari handil bakti terpecah- pecah menjadi potongan yang lebih kecil. Kata Kunci: beton, porous, kuat tekan, kalimantan selatan
PENGARUH VARIASI LUBANG TERHADAP TEGANGAN DAN REGANGAN PADA BALOK BETON BERTULANG eka purnamasari; Robiatul Adawiyah
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2019): JUNI JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1219.42 KB) | DOI: 10.31602/jk.v2i1.2061

Abstract

Pada struktur bangunan beton bertulang bertingkat membutuhkan jaringan utilitas seperti  saluran kabel listrik, kabel telepon, pendingin ruangan, perpipaan,  dan sebagainya. Penempatan jaringan biasanya ditempelkan pada balok atau diletakkan bagian atas   plafon.  Hal tersebut dapat  mengurangi  tinggi rencana awal bangunan dan dari segi estetika terlihat tidak rapi, sehingga dibuatlah  alternatif desain dengan memanfaatkan ruang pada balok struktur. Ada kemungkinan untuk mendesain sejumlah lubang pada balok beton bertulang. Sehingga balok yang berfungsi sebagai struktur yang menahan  dan  menyalurkan  beban-beban  yang bekerja di atasnya, dapat juga berfungsi sebagai pendukung utilitas.  Model Balok yang dibuat di program ansys dikondisikan sama dengan keadaan dilapangan. Dalam penelitian ini dibuatlah beberapa model balok bertulang dengan 3 (tiga) variasi banyaknya lubang dan variasi posisi lubang serta variasi penambahan tulangan geser, sehingga total model menjadi 7 (Tujuh) buah. Ukuran luasan lubang berbentuk persegi yang digunakan  yaitu 270 cm2 atau ukuran panjang dan lebarnya yaitu 16,43 x 16,43 cm2. Semakin sedikit jumlah lubang semakin optimal balok menahan beban yang lebih besar Hal ini ditunjukkan dengan besarnya tegangan dan regangan yang terjadi sebelum keruntuhan terjadi. Penempatan lubang pada daerah lapangan lebih baik daripada didaerah tumpuan, balok dengan lubang didaerah tumpuan memiliki rasio tegangan 0,9742 lebih kecil daripada lubang dilapangan. Penambahan perkuatan geser dapat menambah besarnya tegangan pada balok sekitar 1,0842 kali dari pada balok dengan penulangan biasa. On-floor reinforced concrete building structures in need of network utilities such as electrical cable, telephone cable, air conditioning, piping, etc. The placement of the network are usually affixed to beams or put the top of the ceiling.  It can reduce the height of the original plans of the building and in terms of aesthetics look untidy, so an alternative design was made by making use of spaces on the block structure. It is possible to design a number of holes in reinforced concrete beams. So the beam that serves as a structure that holds and distributes loads that work on it, it can also serve as support utilities. Model Beam made in program ansys conditioned equals the State of the field. In this study made several models of beams reinforced with 3 (three)  variation of the number of holes and hole position variation and variation of shear reinforcement addition, bringing the total model into seven pieces. The size of the area of the square-shaped hole used i.e. 270 cm2 or length and width i.e. 16.43 x 16.43 cm2. The fewer the number of holes the more optimal beams hold the greater burden of this is shown by the magnitude of the voltage and the strain that occurs before the collapse occurred. The placement of the holes on the field better than a large object, beams with holes in the pedestal voltage 0.9742 ratio smaller than hole field. The addition of shear reinforcement purposes can increase the magnitude of the voltage on the block about 1.0842 times from on the block with reinforcement.
PENGGUNAAN SNI 1726-2019 UNTUK MENENTUKAN BEBAN GEMPA SEISMIK DI KALIMANTAN SELATAN Eka Purnamasari
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2020): JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Desember 2020)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v3i2.4238

Abstract

Pada Pulau Kalimantan terdapat tiga zona sesar utama sesar yaitu sesar Tarakan, sesar Mangkalihat, dan sesar Meratus. Ketiga sesar tersebut memiliki panjang lebih  dari  pada  100  km  yang  dapat  berpotensi  menimbulkan  gempa  sampai dengan magnitudo 7. Peraturan Gempa Indonesia, SNI 1726:2019, disusun berdasarkan Peta Gempa Indonesia 2017 dan ASCE 7-16. Maka dipilih 13 kota besar di Kalimantan Selatan yang berada dizona gempa yang berbeda dan sesuai dengan Peta Gempa Indonesia 2017. Nilai Koefisien Situs mempengaruhi besarnya Spektrum Respons Desain dan Kategori Desain Seismik. Berdasarkan Percepatan Spektrum Respons pendek MCER pada peta gempa 2017, daerah Kalimantan Selatan termasuk dalam daerah yang memiliki percepatan spektrum Ss dari 0,05g sampai dengan 0,4g. Nilai percepatan spektrum pendek terbesar berada di daerah pegunungan meratus dan sekitarnya. Berdasarkan perbandingan kategori  Desain  Seismik  didapati  daerah  yang  rawan  terhadap  gempa  yaitu daerah  Kalimantan  Selatan  yang  berada  pada  jenis  Tanah  Sedang  (SD)  dan Tanah Lunak (SE).  Berdasarkan fungsi bangunan dan kelas situs, struktur yang termasuk kategori resiko IV berada di situs tanah lunak yang dikategorikan ke dalam  KDS  D  yaitu  bangunan  yang  digunakan  oleh  khalayak  ramai  seperti rumah ibadah, kantor, fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan dan lain-lain. Kata Kunci: SNI  1726:2019,  Gempa, Desain, Seismik, Kalimantan Selatan
Studi Perilaku Balok Beton Bertulang Dengan Variasi Letak Bukaan Menggunakan Metode Elemen Hingga Eka Purnamasari
Buletin Profesi Insinyur Vol 2, No 3 (2019): Edisi Khusus: Prosiding Seminar Nasional Keinsinyuran 2019
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bpi.v2i3.52

Abstract

Jaringan utilitas pada konstruksi gedung bertingkat yaitu seperti saluran kabel listrik, perpipaan, kabel telepon, pendingin ruangan dan lain-lain, biasanya ditempatkan   pada   ruang   dibagian atas   plafon   atau dipasang menempel pada balok.  Dengan meletakkan utilitas pada balok  dapat  meminimalisasi  tinggi  atau  space dari ruang, juga akan mereduksi volume beton yang digunakan serta lebih rapi. Maka akan memungkinkan untuk mendesain bukaan pada balok beton bertulang, dimana selain berfungsi sebagai struktur yang menahan  dan  menyalurkan  beban-beban  yang bekerja di atasnya, tapi juga berfungsi sebagai pendukung utilitas. Pelaksanaan penelitian ini di program Finite Elemen Method dikondisikan sama dengan keadaan di lapangan. Dalam penelitian dibuat 3 (tiga) variasi letak bukaan , sehingga total model menjadi 3 buah. Dimensi lubang yang digunakan  yaitu luas  lubang  270 cm2 atau  ukuran perseginya yaitu 16,43 x 16,43 cm2. Variasi letak bukaan pada balok mempengaruhi kemampuan balok menahan beban. Semakin banyak jumlah lubang semakin kecil kemampuan balok menahan beban dan letak bukaan pada daerah lapangan lebih baik dalam menahan beban daripada didaerah tumpuan. Hal ini terlihat dari perilaku deformasi yang terjadi sebelum keruntuhan terjadi. Retak yang terjadi pada semua model kebanyakan adalah retak vertikal, hal ini mengindikasikan bahwa sangat diperlukan penambahan tulangan tarik untuk mencegah lebih awal keruntuhan lentur beton yang bersifat getas.Kata kunci : balok, beton, bukaan, finite elemen method
ANALISA RETAK PADA BALOK TINGGI DENGAN VARIASI JARAK SENGKANG MENGGUNAKAN ANSYS Eka Purnamasari
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil TRANSUKMA Vol. 2 No. 1 (2016): Jurnal Penelitian TRANSUKMA
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1182.272 KB)

Abstract

Keruntuhan pada balok tinggi adalah disebabkan oleh retak geser diagonal yang terjadi pada badan balok dan semakin tinggi balok maka kekuatan lentur balok juga akan meningkat. Tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui pengaruh dari jarak sengkang penulangan geser terhadap pola retak pada balok tinggi. Dalam penelitian ini dimodelkan sebanyak enam benda uji balok sederhana bertulangan rangkap simetris 2D20 dan tulangan geser f10 dengan lebar 200 mm, tinggi 600 mm dan variasi jarak sengkang 50 mm sampai dengan 300 mm. Balok akan dibebani beban terpusat ditengah bentang balok sampai dengan keruntuhannya. Hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa semakin kecil jarak tulangan sengkang maka akan semakin tinggi pula tegangan yang terjadi pada balok, ini menunjukkan bahwa sangat diperlukan sekali tulangan geser untuk mencegah terjadinya lebih awal keruntuhan geser beton yang bersifat getas . Semakin kecil jarak tulangan sengkang maka akan semakin banyak retak yang terjadi dibagian tumpuan dan bagian serat tekan, hal ini menunjukkan bahwa pengaruh mutu beton sangat menentukan sekali.
FAKTOR PENYEBAB KERUSAKAN JALAN LINGKUNGAN PEMUKIMAN DI KOTA BANJARMASIN Hudan Rahmani; Eka Purnamasari
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil TRANSUKMA Vol. 2 No. 2 (2017): Jurnal Penelitian TRANSUKMA
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (734.224 KB)

Abstract

Meningkatnya akan sarana perhubungan sesuai juga dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk di kota Banjarmasin. Untuk itu diperlukan suatu jaringan jalan yang terencana, sehingga berbagai hambatan yang terjadi dapat diatasi sendini mungkin agar terciptanya keamanan dan menyamanan bagi para pemakai jalan. Pertambahan volume lalu lintas menyebabkan terjadinya penambahan kepadatan lalu lintas yang tidak seimbang dengan kapasitas jalan akan menimbulkan masalah seperti kemacetan serta terjadinya kecelakaan lalu lintas dan kerusakan jalan yang dapat mengganggu tingkat kerja atau pelayanan dari jalan tersebut. Penggunaan jalan yang lebih pendek jarak tempuhnya selalu dicari oleh setiap pemakai jalan agar perjalanan mereka cepat sampai. Umumnya suatu jalan yang ideal tentu dapat dilewati oleh semua kendaraan namun tidak dengan jalan lingkungan pemukiman, jalan ini terbatas kemampuannya menerima beban kendaraan yang lewat karena disebutkan di atas jalan ini termasuk kelas yang rendah, akibat dari beberapa hal yang dapat merusak jalan yang antara lain beban, kurangnya perlengkapan perangkat jalan, pengaruh lingkungan jalan atau alam maka dalam literatur, kerusakan jalan berupa retak-retak, ambles, terkoyak, berlubang, retak memanjang yang berkembang dan tidak berkembang. Pengamatan lapangan dan pengujian di lapangan menemukan akibat dari kerusakan jalan itu adalah akibat dari beban yang sangat berat maka akan menimbulkan retak, retak memanjang, ambles dan berlubang, akibat dari lingkungan seperti berada di tepi sungai maka akan menimbulkan ambles, retak memanjang dan longsor, akibat dari tidak ada drainase dan terendam akan menimbulkan berlubang, ambles dan retak, dan akibat dari kurangnya material perekat berupa aspal maka akan menimbulkan terkelupas.
PENGARUH FLY ASH DAN AIR GAMBUT TERHADAP POROSITAS DAN KUAT TEKAN BETON POROUS DI KALIMANTAN SELATAN Eka Purnamasari; Robiatul Adawiyah; Tezar Aulia Rachman; Fathurrahman Fathurrahman; Febby Eleanor; Tedy Riansyah
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2022): JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Desember 2022)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v5i2.9719

Abstract

Beton porous adalah suatu inovasi pada konstruksi perkerasan jalan yang memiliki konsep  ramah lingkungan, karena mempunyai rongga udara pada permukaan struktur betonnya yang berfungsi mengalirkan air dari permukaan kedalam tanah. Beton porous menghasilkan ruang-ruang kosong sebagai rongga udara sebesar 15%-25% dari total keseluruhan volumenya serta memiliki nilai slump yang mendekati nol. Menggunakan fly ash sebagai pengurangan semen dalam beton porous. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kuat tekan beton porous dan porositas beton porous. Pengujian dilakukan pada Laboratorium Struktur dan Bahan dan menggunakan metode SNI. Dari hasil penelitian didapatkan kuat  tekan karakteristik untuk beton porous perendaman air PDAM dengan fly ash 0% sebesar 20,391 MPa, beton porous dengan fly ash 15 % sebesar 22,170 MPa, dan beton porous dengan fly ash 30 % sebesar 4,479 MPa, sedangkan kuat tekan beton porous perendaman air gambut dengan fly ash  0 % sebesar 16,750 MPa, beton porous dengan  fly ash 15 % sebesar 14,740 MPa dan beton porous dengan fly ash 30 % sebesar 3,670 MPa. Nilai porositas beton 0% memiliki porositas yang sedang, 15 % fly ash memiliki porositas yang rendah dan 30 % fly ash memiliki porositas yang tinggi dari data yang lain.
Pengaruh Penambahan Kapur Tohor dan Matos terhadap Nilai CBR Laboratorium dalam Stabilisasi Tanah Lempung Kecamatan Bati Bati Kabupaten Tanah Laut Akhmad Gazali; Eka Purnamasari; Agung Edi Febrianto
Buletin Profesi Insinyur Vol 6, No 2 (2023): Edisi Khusus: Prosiding Seminar Nasional IX Teknik Sipil 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bpi.v6i2.197

Abstract

Penelitian ini berlokasi di Desa Bentok Darat Kecamatan Bati Bati Kabupaten Tanah Laut Provinsi Kalimantan Selatan, secara umum memiliki jenis tanah lempung. Tanah lempung akan bersifat lengket (kohesif) dan sangat lunak saat kadar air tinggi, sehingga menyebabkan perubahan volume yang besar dan menyebabkan tanah mengalami kembang susut dalam jangka waktu yang relatif cepat sehingga perlu dilakukan stabilisasi tanah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui sifat fisik tanah dan pengaruh stabilisasi tanah menggunakan campuran zat aditif kapur dan matos sesuai rencana variasi serta untuk mendapatkan nilai CBR Laboratorium yang optimal dalam kondisi direndam (soaked) selama 4 hari dan kondisi tanpa direndam (unsoaked),  diperam 4 hari, 7 hari, 14 hari dan 28 hari. Sampel tanah yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 2 (dua) titik yang jaraknya hanya sekitar 50-100 meter. Adapun variasi campuran  zat aditif kapur  adalah 5%, 15% dan 25% serta tambahan matos 1%. Berdasarkan hasil uji didapat nilai tertinggi kondisi unsoaked dengan campuran kapur 25% dan matos 1% selama 28 hari diperoleh nilai CBR sebesar 32,6% (titik 1) dan 31% (titik 2) sedangkan pada kondisi soaked dengan campuran kapur 25% dan matos 1% diperoleh nilai CBR sebesar 13,5% (titik 1) dan 12,4% (titik 2). Kata kunci: Stabilisasi Tanah, Kapur, Matos, CBR Laboratorium, Kecamatan Bati bati
PENGARUH VARIASI PENAMBAHAN LIMBAH PECAHAN KERAMIK TERHADAP KUAT TEKAN BETON Eka Purnamasari
Jurnal Teknologi Terpadu Vol 11, No 1 (2023): JTT (Jurnal Teknologi Terpadu)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32487/jtt.v11i1.1646

Abstract

Inovasi terhadap bahan pembuat beton terus dikembangkan, salah satunya dengan menggunakan limbah pecahan keramik sebagai bahan pengganti agregat kasar. Limbah yang digunakan berasal dari sekitar daerah kota Banjarmasin Provinsi Kalimantan Selatan, sebagai usaha untuk memanfaatkan bahan sisa sehingga memiliki hasil guna. Variasi yang digunakan dalam pengujian pada pemanfaatan limbah pecahan keramik sebagai pengganti sebagian agregat kasar yaitu variasi 0%, 10%, dan 15%. Pengujian kuat tekan beton ini dilakukan dengan metode SNI ( Standar Nasional Indonesia) yang terdiri dari pengujian semen, agregat halus agregat kasar, dan pecahan keramik Pengujian karakteristik yang dilakukan yaitu analisa saringan, pemeriksaan berat jenis, abrasi, kadar air, kadar lumpur, berat isi, kandungan organik, kehalusan semen, konsitensi dan waktu pengikatan. Pada pengujian beton yaitu dilakukan pengujian slump test dan pengujian kuat tekan. Pada benda uji  beton dengan variasi 0% limbah keramik didapat kuat tekan sebesar 206,941 kg/cm². Pada beton dengan variasi 10%  penambahan limbah keramik terjadi penurunan kuat tekan sebesar 13,67% dari kuat tekan rencana. Sedangkan pada beton dengan variasi 15% penambahan limbah keramik memiliki penurunan kuat tekan beton sebesar 6,60% dari kuat tekan rencana. Benda uji mengalami bentuk pola retak yang serupa yaitu retak geser. Benda uji beton yang menggunakan campuran limbah keramik mengalami lebih banyak retakan dibandingkan dengan benda uji beton normal.
PENERAPAN BUILDING INFORMATION MODELING (BIM) PADA PEKERJAAN PADA GEDUNG BERTINGKAT RUMAH SUSUN BBPJN XI/PJN I KALIMANTAN Eka Purnamasari; Muhammad Luthfi Maulana; Akhmad Gazali; Darmansyah Tjitradi
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2023): JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Juni 2023)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v6i1.11803

Abstract

ABSTRAKBangunan Gedung Rumah Susun BBPJN XI/PJN I Kalimantan terdiri dari 9 lantai dengan material beton bertulang. Penelitian bertujuan menerapkan Building Information Modeling (BIM) dalam analisis  struktur  atas  dan estimasi volume  pekerjaan  pada gedung  bertingkat, karena memiliki fitur-fitur yang dapat diandalkan untuk perencanaan dan meminimalisir kesalahan dalam estimasi volume pekerjaan. Penelitian memanfaatkan Tekla Structural Designer dan Tekla Structures, yaitu perangkat lunak BIM yang terkemuka dalam industri konstruksi, sebagai alat untuk memodelkan struktur gedung bertingkat secara detail. Dalam metode ini, analisis struktural dilakukan untuk memastikan kekuatan dan kestabilan struktur menggunakan metode elemen hingga dengan acuan desain SNI 1727-2020 dan SNI 2847-2019. Fitur Tekla Structures, seperti organizer digunakan untuk menghitung volume pekerjaan yang dibutuhkan untuk masing-masing komponen struktural. Berdasarkan hasil perhitungan kombinasi pembebanan didapat nilai gaya aksial terbesar terdapat pada kolom K58 (Kode C24-1) sebesar 4910,6 kN, kemudian untuk gaya momen terbesar ada pada balok B57 (Kode 9B6) sebesar 291,8 kNm, dan untuk nilai gaya geser terbesar terdapat balok B46 (Kode 9B6-3) sebesar -237,9/225,1kN. Pekerjaan struktural kolom dan balok seluruhnya aman. Adapun hasil estimasi volume pekerjaan pada beton serta besi kolom berturut-turut sebesar 517,8 m3 dan 260.281 Kg, selanjutnya, untuk volume pekerjaan beton serta besi balok berturut-turut sebesar 290,7 m3 dan 90.720 Kg.