Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : Jurnal Pendidikan Anak

Profesionalisme Pendidik Anak Usia Dini Martha Christianti
Jurnal Pendidikan Anak Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpa.v1i1.2923

Abstract

Pendidikan anak usia dini merupakan awal dari pendidikan yang lebih tinggi dan menjadi kunci dalam memperbaiki kualitas bangsa. Untuk mendapatkan hasil pembentukan anak yang berkualitas salah satunya didukung oleh pendidik yang profesional. Pendidik anak usia dini yang profesional memiliki ciri yaitu memiliki landasan keilmuan yang kuat tentang perkembangan anak dan belajar efektif, bersikap optimis dan memiliki pendekatan “aku bisa”, hangat dan memiliki empati, spontanitas dan fleksibel, memiliki keahlian dalam melakukan refleksi dan analisis, memiliki kemampuan untuk berkomuniksasi dengan banyak orang, memiliki kemampuan memimpin, bermain penuh dan mampu menciptakan kegiatan belajar yang menyenangkan, memiliki imajinasi dan kreativitas yang tinggi, mampu merancang program dan melaksanakan pembelajaran yang mengacu pada analisis kebutuhan anak, dan kemampuan untuk secara terus menerus mendokumentasikan  serta melakukan penilaian pada perkembangan pada anak.   Kata kunci: Profesionalisme, Anak Usia Dini
Penerapan language experience approach melalui cerita budaya lokal untuk mendukung membaca awal pada anak Martha Christianti; Nur Hayati; Arumi Savitri Fatimaningrum
Jurnal Pendidikan Anak Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpa.v8i1.26681

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan Language Experience Approach (LEA) melalui cerita rakyat budaya lokal untuk mendukung membaca awal pada anak usia dini. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan desain ekperimen quasi eksperimen. Teknik pengumpulan data dengan observasi dalam bentuk ceklist dan catatan lapangan. Hasil penelitian dianalisis dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini menerapkan pendekatan LEA dengan beberapa tahap yaitu (1) tahap bercerita; (2) tahap anak menyampaikan pengetahuan melalui pertanyaan; (3) nak menuangka pengalaman melalui gambar, huruf atau bentuk; (4) guru meminta anak untuk menceritakan hasil tulisannya secara lisan. Penelitian ini menunjukkan bahwa 80 persen anak di TPA Dharma Yoga Santi mengalami kemajuan dalam membaca awal yang ditunjukkan dalam kemampuan anak untuk menciptakan cerita dari pengalamannya mendengarkan cerita dalam bentuk tulisan dan kemampuan anak untuk menceritakan kembali cerita melalui hasil tulisannya dalam bentuk lisan atau tulisan. Anak anak mulai tumbuh rasa percaya diri untuk mengungkapkan ide melalui tulisan karena sering mendapatkan kesempatan dari guru untuk menuangkan idenya baik berupa gambar maupun tulisan. AbstractThis study aims to apply the Language Experience Approach (LEA) through local folklore to enhance early reading in early childhood. The research employed the quasi experimental design. Data were collected by means of observation in the form of a checklist and field notes. The data were then analyzed by using the quantitative and qualitative descriptive approaches. The results show that this study apply the LEA approach with several stages, namely (1) the storytelling stage; (2) the stage where children conveys knowledge through questions; (3) the stage where children want to imagine experiences through images, letters or shapes; and (4) the stage where teacher asks children to verbally convey their writing results. This study also reveals that 80 percent of children in TPA Dharma Yoga Santi experienced progress in early reading as indicated in the children’s ability to create stories in written from after they listen to certain stories and children’s ability to retell stories in written and oral forms. Children begin to grow the confidence to express ideas through writing because they often get the opportunity from the teacher to express their ideas in the form of pictures and writing.
Pelatihan Pengenalan Karakter untuk Anak Usia Dini melalui Cerita Rakyat Budaya Lokal Bagi Pendidik PAUD Non Formal TPA/ KB/ SPS se- Kecamatan Sleman Eka Sapti Cahyaningrum; Nur Cholimah; Martha Christianti
Jurnal Pendidikan Anak Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpa.v3i1.2881

Abstract

Abstrak Latar belakang pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini adalah begitu banyak cerita-cerita rakyat yang diwariskan memiliki nilai-nilai luhur untuk membentuk karakter anak yang sudah semakin hilang dan tidak dikenal. Pendidik  lebih memilih cerita-cerita yang diterjemahkan dari luar negeri untuk bercerita Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman pendidik dalam pengenalan karakter untuk anak usia dini melalui cerita rakyat serta meningkatkan ketrampilan bercerita. Sasaran adalah Pendidik di KB, TPA dan SPS  Se Kecamatan Sleman berjumlah 42 pendidik. Pelatihan ini  menggunakan metode ceramah, demonstrasi, micro teaching, praktek lapangan dan  diskusi. Langkah kegiatan yang dilakukan meliputi persiapan, pelatihan dan workshop. Peserta dikatakan berhasil dalam pemahaman materi minimal 75% dan dalam praktek minimal 70%. Hasil yang dicapai dalam kegiatan ini Pelaksanaan berjalan  lancar, peserta 100% lebih dari sasaran yang seharusmya. Adanya  peningkatan  skor pemahaman peserta tentang materi karakter anak Usia Dini dan materi tentang teknik-teknik bercerita sebesar 31,64 atau 84%.  Peningkatan  skor ketrampilan bercerita sebesar 82%. Hasil dari Pengamatan  terhadap Anak menunjukkan dari 3 kali tampil dihadapan anak anak 98% minta diceritakan kembali untuk esok harinya, dan 90% anak-anak usia KB 3-5 tahun memahami isi cerita rakyat (Kelip Kunang, Kedung Bolong, Kijang dan Lintah, Rusa Bertanduk, asal Mula Kali Gajah Wong, Mbok rondo dan Lurah Cokrojoyo, serta Gedung Bolong). Dengan demikian pelatihan ini efektif dalam peningkatkan pemahaman dan ketrampilan bercerita bagi Pendidik PAUD.   Kata Kunci: pemahaman karakter, keterampilan bercerita bagi pendidik PAUD
KAJIAN LITERATUR PERKEMBANGAN PENGETAHUAN FONETIK PADA ANAK USIA DINI Martha Christianti
Jurnal Pendidikan Anak Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpa.v4i1.12339

Abstract

Artikel ini merupakan kajian literatur perkembangan pengetahuan fonetik pada anak. Fonetik berkaitan dengan bunyi bahasa dan simbol. Perkembangan fonetik pada anak terjadi sangat alami pada kemampuan bahasa reseptif dan produksi bahasa. Tahap perkembangan pengetahuan fonetikpada anak terbagi dalam tahap bayi, batita, prasekolah dan taman kanak-kanak. Setiap tahap perkembangannya menunjukkan karakteristik yang khusus. Pengetahuan tentang perkembangan pengetahuan fonetik berguna bagi guru dalam menstimulasi fonetik anak dan bagi peneliti untuk melakukan penelitian terhadap fonetik anak dalam konteks budaya Indonesia. Kata kunci: perkembangan pengetahuan fonetik 
IDENTIFIKASI KETERAMPILAN KOGNITIF ANAK USIA 2-6 TAHUN DI LEMBAGA PAUD KECAMATAN SLEMAN, YOGYAKARTA Nur Hayati; Nur Cholimah; Martha Christianti
Jurnal Pendidikan Anak Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpa.v6i2.17705

Abstract

Kemampuan melakukan identifkasi keterampilan kognitif anak usia dini belum dikuasai sepenuhnya oleh guru PAUD. Salah satu kesulitan yang dihadapi guru adalah belum mengetahui jenis instrumen yang dapat mengidentifikasi keterampilan kognitif anak. Selama ini guru hanya menggunakan Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak sebagai pedoman melakukan stimulasi terhadap perkembangan kognitif anak usia dini yang diajarnya. Kegiatan pembelajaran akan lebih optimal jika guru melakukan stimulasi berdasarkan kebutuhan dan kemampuan yang dimiliki anak didiknya sesuai hasil identifikasi di awal semester. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pendidik anak usia dini tentang identifikasi keterampilan kognitif anak usia dini. Subjek penelitian ini adalah 25 pendidik PAUD di Kecamatan Sleman Kabupaten Sleman. Pengambilan data dilakukan dengan metode observasi yang dilakukan sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa setelah mengikuti pelatihan, subjek mengalami peningkatan pada ketiga materi yang diberikan yaitu identifikasi keterampilan matematika anak usia dini, identifikasi keterampilan sains anak usia dini, dan identifikasi keterampilan bahasa anak usia dini. Kata kunci: keterampilan kognitif, anak usia dini
Permainan literasi untuk anak-anak Martha Christianti
Jurnal Pendidikan Anak Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpa.v12i1.61137

Abstract

Salah satu permasalahan literasi di Indonesia adalah minimalnya variasi kegiatan, dan media yang dapat mendukung perkembangan literasi. Tulisan ini bertujuan untuk mendiskripsikan bagaimana menciptakan strategi literasi untuk mendukung anak dalam mengembangkan literasi sambil bermain dalam penelitian tindakan untuk anak-anak di TK. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk melihat pertumbuhan literasi setiap anak yang mengikuti kegiatan bermain dengan literasi yang dilakukan setiap hari di kelas yang mengeksplorasi kemampuan menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Metode penelitian ini yaitu penelitian tindakan kelas. Penelitian dilakukan selama enam bulan di kelas B. Analisis data dilakukan dalam bentuk analisis konteks dengan metode triangulasi memadukan temuan dari hasil wawancara, pengamatan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan literasi yang diciptakan secara kolaboratif antara peneliti dari universitas dengan guru dapat menumbuhkan literasi anak-anak. Permainan literasi tersebut dilakukan secara berkelompok dan berpasangan. Anak belajar sambil bermain melalui teman sebaya, memupuk motivasi literasi anak, dan merangsang kreativitas guru untuk mengembangkan pembelajaran yang mendukung literasi anak agar bertumbuh secara spesifik pada masing-masing anak secara berbeda.
Membaca dan Menulis Permulaan Untuk Anak Usia Dini Martha Christianti
Jurnal Pendidikan Anak Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpa.v2i2.3042

Abstract

Tujuan pengembangan bahasa untuk anak usia dini adalah agar anak mampu berkomunikasi dengan orang lain. Komunikasi tersebut dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti membaca dan menulis. Dengan demikian, belajar membaca dan menulis sudah dapat diawali sejak usia dini yaitu kesadaran literasi dan eksplorasi dengan lingkungan. Ada beberapa kesiapan yang mempengaruhi anak untuk dapat membaca yaitu kesiapan fisik, kesiapan perceptual, kesiapan kognitif, kesiapan linguistik, kesiapan afektif, dan kesiapan lingkungan. Beberapa kegiatan bermain dapat dirancang pendidik untuk mengembangkan membaca dan menulis permulaan anak disesuaikan dengan tahapan membaca dan menulis dari para ahli. Kata Kunci: baca-tulis permulaan
Needs assessment Pengembangan Model Pelatihan dalam Meningkatkan Kompetensi Pedagogik di TPA Yoga Santi Yogyakarta Arumi Savitri Fatimaningrum; Puji Yanti Fauziah; Martha Christianti; Muthmainah Muthmainah
Jurnal Pendidikan Anak Vol 10, No 2 (2021): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpa.v10i2.45305

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali fokus permasalahan dan skala kebutuhan untuk mengembangkan model pelatihan dalam meningkatkan kompetensi pedagogik para pendidik di TPA Dharma Yoga Santi Yogyakarta. Penelitian ini merupakan bagian dari metode Research and Development dari Borg Gall yang difokuskan pada tahap penelusuran Subjek penelitian adalah satu (1) orang kepala sekolah dan empat (4) orang pendidik. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada tahap penelusuran ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi terkait dengan 8 Standar PAUD. Teknik analisis data dilakukan dengan analisis interaktif. Hasil penelusuran menghasilkan fokus permasalahan dan skala kebutuhan dari model pelatihan untuk para pendidik di TPA Dharma Yoga Santi. Hasil needs assessment selanjutnya digunakan untuk membuat rancangan model pelatihan, kemudian diajukan untuk pengujian ahli (expert judgement) dan uji lapangan sehingga dapat diketahui efektivitas dari pengembangan model pelatihan ini.
Pelatihan penggunaan buku panduan pembuatan dan pelaksanaan pembelajaran di taman lalu lintas untuk guru taman kanak-kanak Eka Sapti Cahya Ningrum; Martha Christianti; Ika Budi Maryatun; Nur Cholimah
Jurnal Pendidikan Anak Vol 9, No 1 (2020): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpa.v9i1.31395

Abstract

Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan para guru dalam membuat dan melaksanakan pembelajaran di taman lalu lintas untuk taman kanak-kanak di Daerah Istimewa Yogyakarta. Pemecahan masalah yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang: (1) rambu lalu lintas yang harus ada dalam taman lalu lintas, (2) etika berlalu lintas yang harus dikenalkan pada anak usia dini, (3) cara membuat taman lalu lintas di sekolah,(4) cara merancang pembelajaran di taman lalu lintas, (5) cara melaksanakan pembelajaran di taman lalu lintas dalam bentuk praktik microteaching dan pendampingan, dan (6) pembuatan video praktik pembelajaran di taman lalu lintas. Pelatihan penggunaan buku panduan pembuatan dan pelaksanaan pembelajaran di taman lalu lintas untuk taman kanak-kanak bagi guru TK di DIY ini mencapai target yang diharapkan yaitu kehadiran peserta melebihi target, yaitu dari target 25 peserta menjadi 35 peserta. Selain itu, para guru dapat menggunakan taman lalu lintas dalam pembelajaran di sekolah, mengenalkan rambu lalu lintas dan etika berlalu lintas pada anak melalui penjelasan dengan gambar dan praktik langsung dengan bermain peran, serta mengajak anak untuk belajar di taman lalu lintas dalam tema pembelajaran yang lain seperti pekerjaan dan lingkungan.