Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Buletin Agrohorti

Manajemen Pemupukan pada Perkebunan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Kabupaten Rokan Hulu, Riau Wahyu Hidayat; Sudirman Yahya
Buletin Agrohorti Vol. 3 No. 2 (2015): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.557 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v3i2.14922

Abstract

Kegiatan penelitian dilaksanakan di Kabupaten Rokan Hulu, Riau dimulai dari tanggal 13 Februari hingga 13 Mei 2012. Kegiatan penelitian menyangkut aspek teknik dan manajerial dan menjadi karyawan harian lepas (KHL), supervisior dan asisten kebun. Kegiatan penelitian bertujuan untuk meningkatkan kemampuan teknik dan pengetahuan manajerial. Pengumpulan data yang penulis lakukan meliputi data primer dan data sekunder. Data primer meliputi segala informasi yang diperoleh di lapang yang meliputi ketepatan pemupukan, tepat dosis, tepat waktu, dan metode aplikasi. Data sekunder diperoleh dari file perusahaan, berupa data curah hujan, produktivitas, rekomendasi pemupukan, struktur organisasi, dan semua yang berkaitan dengan tenaga kerja. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode deskriptif.
Manajemen Panen Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Di Kebun Tambusai Kec. Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu, Riau Yelli Sofiana; Sudirman Yahya
Buletin Agrohorti Vol. 3 No. 2 (2015): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.998 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v3i2.14928

Abstract

Tujuan dari program magang ini adalah untuk meningkatkan keterampilan teknis dan manajerial di perkebunan kelapa sawit. Kegiatan penelitian dilakukan di Rokan Hulu, Riau pada 13 Februari sampai 12 Mei 2012. Data primer dari pengamatan di lapangan dikhususkan untuk persiapan panen buah, dan aspek teknis dan manajerial lainnya dari panen, sistem pemanenan premi, dan produksi tandan buah segar. Data sekunder diperoleh dari arsip perusahaan selama 5 tahun. Data dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif, persentase (%) dan nilai rata-rata. Pengamatan data dan hasil di lapangan menunjukkan bahwa manajemen pemanenan perlu ditingkatkan. Masalah yang terkait dengan hasil pemanenan, disebabkan kapasitas panen terlalu tinggi masing-masing pemanen, dan dan prediksi produktivitas per yield yang kurang akurat. Tidak ada resiko masalah dari keterlambatan transportasi ke pabrik dan pengolahan TBS di pabrik.
Pengaturan Jumlah Pelepah untuk Kapasitas Produksi Optimum Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jaqc.) Ignatius Harry Tri Pambudi; . Suwarto; Sudirman Yahya
Buletin Agrohorti Vol. 4 No. 1 (2016): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.946 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v4i1.15000

Abstract

Pelepah merupakan organ fotosintesis dan transpirasi pada tanaman kelapa sawit. Pengaturan jumlah pelepah belum mempunyai standard yang sesuai dengan kondisi lingkungan lahan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh jumlah pelepah optimum yang mendukung produksi tertinggi tanaman kelapa sawit. Percobaan dilaksanakan di kabupaten Siak, Riau dari Februari hingga Juni 2013. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok satu faktor dengan enam perlakuan dan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi jumlah pelepah dan periode mempertahankan pelepah mampu meningkatkan bobot TBS/hektar, bobot TBS/pokok dan bobot TBS rata- rata tanaman berumur < 8 tahun, 8 – 13 tahun, > 13 tahun. Perlakuan F (49-56 pada awal musim hujan dan 41-48 pada musim hujan sampai musim kemarau) merupakan perlakuan terbaik dibandingkan perlakuan yang lain.
Manajemen Pemupukan Kelapa Sawit di Sungai Bahaur Estate, Kalimantan Tengah Aslina Putri Nunyai; Sofyan Zaman; Sudirman Yahya
Buletin Agrohorti Vol. 4 No. 2 (2016): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.542 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v4i2.15016

Abstract

Kebutuhan minyak nabati yang terus meningkat menyebabkan perlu adanya peningkatan kuantitas dan kualitas minyak nabati dunia. Elaeis guineensis Jacq. merupakan tanaman jenis palma penghasil minyak nabati terbanyak didunia. Kelapa sawit yang tumbuh optimal akan menghasilkan tandan buah yang segar dan minyak yang berkualitas. Budidaya yang tepat mempengaruhi hasil tandan buah segar (TBS) dan salah satu budidaya yang penting adalah pemupukan. Tujuan dilaksanakan kegiatan magang adalah untuk mempelajari kegiatan pengelolaan kebun mulai dari perawatan hingga panen yang dilakukan selama 4 bulan. Metode pelaksanaan magang terdiri dari aspek teknis dan manajerial. Aspek khusus pengamatan manajemen pemupukan konsep 4 tepat pemupukan (4T) yaitu tepat jenis, dosis, waktu, cara, dan tempat. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa konsep tepat waktu belum terlaksana dengan baik dan masih perlu dilakukan upaya peningkatan kualitas tenaga kerja serta fasilitas yang lebih baik agar pelaksanaan pemupukan efektif dan efisien.
Pengelolaan Panen Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq.) di Afdeling 5 Kebun Tinjowan, Sumatera Utara Hiskia Simanjuntak; Sudirman Yahya
Buletin Agrohorti Vol. 6 No. 2 (2018): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.257 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v6i2.18817

Abstract

Penelitian telah dilaksanakan di Kebun Tinjowan, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara bertujuan melatih keterampilan dan kemampuan dalam bidang perkebunan, serta memperoleh pengalaman kerja secara langsung dengan mempelajari aspek teknis maupun manajerial. Hal yang diamati dalam pengelolaan panen adalah angka kerapatan panen, kehilangan hasil, taksasi produksi, kualitas pekerjaan panen, rotasi panen, kriteria panen, kebutuhan tenaga panen, sarana dan prasarana panen, organisasi panen, serta transportasi panen. Hasil pengamatan menunjukkan pengelolaan panen perlu ditingkatkan. Pencegahan kehilangan hasil perlu digalakkan.