Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Internal Versus Edge Row Comparison in Jajar Legowo 4:1 Rice Planting Pattern at Different Frequency of Fertilizer Applications Kartika, Kartika; Lakitan, Benyamin; Sanjaya, Nanda; Wijaya, Andi; Kadir, Sabaruddin; Kurnianingsih, Astuti; Widuri, Laily Ilman; Siaga, Erna; Meihana, Mei
AGRIVITA, Journal of Agricultural Science Vol 40, No 2 (2018): JUNE
Publisher : Faculty of Agriculture University of Brawijaya in collaboration with PERAGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17503/agrivita.v40i0.1715

Abstract

Jajar legowo 4:1 cropping pattern has been adopted by rice farmers; however, there has been limited information on the comparison between internal and edge rows. In addition, the effects of timing and frequency of fertilizer applications on rice cultivated at riparian wetland also have to be understood. In this research, both single and split applications of fertilizer were employed. The single fertilizer applications were applied at 15 days after transplanting (DAT) (T1), 30 DAT (T2), 45 DAT (T3); and the split applications were 15+30 DAT (T4), 15+45 DAT (T5), 30+45 DAT (T6), and 15+30+45 DAT (T7). Results of this research indicated that crops in the edge rows produced higher leaf area index but those at internal rows produced higher dry weight biomass. Split fertilizer application to three times (T7) increased the weight of grains and number of filled spikelet but did not affect other shoot and root growth traits. Overall, fertilizer application increased leaf chlorophyll and nitrogen content. Jajar legowo 4:1 planting pattern and split fertilizer application to three times are recommended for increasing yield in rice cultivated at riparian wetlands.
PERTUMBUHAN BENIH KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) PADA MEDIA TANAM KOMBINASI ANTARA GAMBUT, TANAH LAPISAN ATAS DAN ARANG SEKAM PADI DI PEMBIBITAN AWAL/The Growth of Oil Palm Seeds (Elaeis guineensis Jacq.) on Combinated Media of Peat, Topsoil an Marlin Sefrila; Lucy Robiartini B.; Astuti Kurnianingsih; Ilham Setiawan S.
Jurnal Penelitian Tanaman Industri Vol 25, No 1 (2019): Juni, 2019
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/littri.v25n1.2019.31-36

Abstract

Growth medium is very important to produce good quality of seedling. The use of different growing media would give a different influence on plant colonization, as each medium type has different nutrient content.  The purpose of the study was to evaluate the growth of oil palm seedlings in a variety of growing media composition in pre-nursery. The research was carried out in smallholder estate of Keramasan Karyajaya Village, Kertapati Sub district of South Sumatra from September 2017 until December 2017. The design used was completely randomized design with growing media (M) as treatments: M0 (topsoil/controls), M1 (peat), M2 (topsoil+rice husk charcoal), M3 (peat + rice husk charcoal), M4 (topsoil+peat+rice husk charcoal). The observed variables were plant height number of leaves, greenness of leaves, and the number of survival seeds. The results of this study showed that growth media significantly affected plant height and the greenness of leaves. The percentage of oil palm seeds growing on peat media increase about 13% compared to the top soil medium. So, peat moss media can be used as an alternative media to replace the top soil media.Key words: topsoil, peat, rice husk charcoal, oil palm, pre-nursery AbstrakMedia pembibitan sangat penting dalam menghasilkan bibit yang berkualitas baik. Penggunaan media tanam yang berbeda-beda diduga akan memberikan pengaruh yang berbeda terhadap pertumbuhan tanaman, karena setiap jenis media tanam memiliki kandungan unsur hara yang berbeda.  Tujuan penelitian adalah mengevaluasi pertumbuhan benih kelapa sawit pada berbagai komposisi media tanam di pembibitan awal. Penelitian dilaksanakan di perkebunan rakyat Desa Keramasan Karyajaya, Kecamatan Kertapati, Sumatera Selatan dari bulan September 2017 sampai Desember 2017. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan perlakuan media tanam (M): M0 (Tanah lapisan atas/kontrol), M1 (Gambut), M2 (Tanah lapisan atas+arang sekam padi), M3 (Gambut+arang sekam padi), M4 (Tanah lapisan atas+gambut+arang sekam padi). Peubah yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, tingkat kehijauan daun, dan jumlah benih yang hidup.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan media tanam berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan tingkat kehijauan. Persentase tumbuh benih kelapa sawit pada media gambut naik sekitar 13% jika dibandingkan dengan media tanah lapisan atas, sehingga media gambut dapat digunakan sebagi media alternatif untuk menggantikan media tanah lapisan atas.Kata kunci: Tanah lapisan atas, gambut, arang sekam padi, kelapa sawit, pembibitan awal
TEKNOLOGI PEMBUATAN KOMPOS LAMTORO DAN APLIKASINYA PADA BUDIDAYA SAYURAN ORGANIK DI DESA TANJUNG SEJARO KECAMATAN INDRALAYA Astuti Kurnianingsih
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v4i1.5481

Abstract

Kegiatan pengabdian  dilaksanakan di Desa Tanjung Sejaro Kecamatan  Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir Propinsi Sumatera Selatan.  Tujuan pengabdian  pada  masyarakat tersebut antara lain : 1]. Memberikan informasi pengetahuan tentang teknik pembuatan kompos khususnya yang berasal dari tumbuhan lamtoro, 2]. Cara aplikasi kompos lamtoro pada budidaya tanaman sayuran organik, dan 3]. Manfaat sayuran organik. Pelaksanaan pengabdian melalui pendampingan dan penyuluhan mengenai proses pembuatan kompos yang berasal dari tanaman lamtoro dan cara aplikasinya pada budidaya tanaman sayuran.  Kondisi Desa Tanjung memiliki ketergantungan pada yang tinggi pada alam. kondisi lahan yang hampir sebagian besar dari luas lahan merupakan lahan rawa.  Kondisi lahan yang seperti ini menyebabkan keterbatasan penggunaan lahan di daerah tersebut. Lahan tidak dapat dimanfaatkan sepanjang tahun, pada musim penghujan lahan tergenang dan sebaliknya pada musim kemarau lahan menjadi sangat kering, pemanfaatan lahan hanya dilakukan untuk pertanian tanaman pangan terutama tanaman padi di akhir musim penghujan. Hasil diskusi dengan masyarakat Tanjung Sejaro diperoleh informasi bahwa lahan atau tanah di desa mereka kurang subur sehingga mereka dengan ada kemauan untuk melakukan budidaya hortikultura khususnya tanaman sayuran. Melalui pengabdian ini mereka memperoleh pengetahuan untuk melakukan membuat kompos dan aplikasinya ke budidaya sayuran.
OPTIMALISASI LAHAN PEKARANGAN DENGAN BUDIDAYA TANAMAN LIDAH BUAYA YANG BERKHASIAT OBAT DI DESA PURNA JAYA KECAMATAN INDRALAYA UTARA KABUPATEN OGAN ILIR Astuti Kurnianingsih
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v1i1.1545

Abstract

Penyuluhan tentang Optimalisasi Lahan  Pekarangan dengan Budidaya Tanaman Lidah Buaya yang berkhasiat Obat di Desa di Desa Purna Jaya Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan memberikan penyuluhan  untuk meningkatkan keterampilan keluarga dan masyarakat dalam pemanfaatan lahan pekarangan di pedesaan untuk budidaya tanaman obat, menambah keindahan dan kesehatan lingkungan, mengembangkan kegiatan ekonomi produktif keluarga. Penyuluhan ini dilaksanakan di Desa Purna Jaya Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir pada bulan Oktober 2013. Langkah-langkah yang dilakukan pada kegiatan ini adalah pendekatan kepada masyarakat yang terhimpun Kelompok sasaran adalah rumah tangga atau kelompok rumah tangga dalam satu Rukun Tetangga, Rukun Warga atau satu dusun/kampung. Khalayak sasaran yang hadir adalah 25 orang anggota kelompok PKK yang juga adalah petani.  Pemilihan dilakukan secara sengaja agar pengetahuan ini cukup menyebar di banyak kalangan. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah masyarakat di Desa Purna Jaya terlihat antusias dalam mengikuti penyuluhan yang disampaikan. Materi yang disampaikan meliputi pengetahuan dan pemahaman tentang manfaat dan cara budidaya tanaman Lidah Buaya. Selain melakukan penyuluhan tentang budidaya tanaman lidah buaya, tim juga menjelaskan cara pembuatan minuman dari pelepah lidah buaya, hal ini bertujuan agar tanaman ini mendapatkan nilai tambah sehingga petani yang juga anggota PKK ini tertarik untuk membudidayakannya.
PERTUMBUHAN BENIH KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) PADA MEDIA TANAM KOMBINASI ANTARA GAMBUT, TANAH LAPISAN ATAS DAN ARANG SEKAM PADI DI PEMBIBITAN AWAL/The Growth of Oil Palm Seeds (Elaeis guineensis Jacq.) on Combinated Media of Peat, Topsoil an Marlin Sefrila; Lucy Robiartini B.; Astuti Kurnianingsih; Ilham Setiawan S.
Jurnal Penelitian Tanaman Industri Vol 25, No 1 (2019): Juni, 2019
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/littri.v25n1.2019.31-36

Abstract

Growth medium is very important to produce good quality of seedling. The use of different growing media would give a different influence on plant colonization, as each medium type has different nutrient content.  The purpose of the study was to evaluate the growth of oil palm seedlings in a variety of growing media composition in pre-nursery. The research was carried out in smallholder estate of Keramasan Karyajaya Village, Kertapati Sub district of South Sumatra from September 2017 until December 2017. The design used was completely randomized design with growing media (M) as treatments: M0 (topsoil/controls), M1 (peat), M2 (topsoil+rice husk charcoal), M3 (peat + rice husk charcoal), M4 (topsoil+peat+rice husk charcoal). The observed variables were plant height number of leaves, greenness of leaves, and the number of survival seeds. The results of this study showed that growth media significantly affected plant height and the greenness of leaves. The percentage of oil palm seeds growing on peat media increase about 13% compared to the top soil medium. So, peat moss media can be used as an alternative media to replace the top soil media.Key words: topsoil, peat, rice husk charcoal, oil palm, pre-nursery AbstrakMedia pembibitan sangat penting dalam menghasilkan bibit yang berkualitas baik. Penggunaan media tanam yang berbeda-beda diduga akan memberikan pengaruh yang berbeda terhadap pertumbuhan tanaman, karena setiap jenis media tanam memiliki kandungan unsur hara yang berbeda.  Tujuan penelitian adalah mengevaluasi pertumbuhan benih kelapa sawit pada berbagai komposisi media tanam di pembibitan awal. Penelitian dilaksanakan di perkebunan rakyat Desa Keramasan Karyajaya, Kecamatan Kertapati, Sumatera Selatan dari bulan September 2017 sampai Desember 2017. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan perlakuan media tanam (M): M0 (Tanah lapisan atas/kontrol), M1 (Gambut), M2 (Tanah lapisan atas+arang sekam padi), M3 (Gambut+arang sekam padi), M4 (Tanah lapisan atas+gambut+arang sekam padi). Peubah yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, tingkat kehijauan daun, dan jumlah benih yang hidup.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan media tanam berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan tingkat kehijauan. Persentase tumbuh benih kelapa sawit pada media gambut naik sekitar 13% jika dibandingkan dengan media tanah lapisan atas, sehingga media gambut dapat digunakan sebagi media alternatif untuk menggantikan media tanah lapisan atas.Kata kunci: Tanah lapisan atas, gambut, arang sekam padi, kelapa sawit, pembibitan awal
Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium Cepa L.) Varietas Bima pada berbagai Komposisi Media Tanam Astuti Kurnianingsih; Susilawati Susilawati; Rifki Hayatullah
Seminar Nasional Lahan Suboptimal 2018: Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal "Tantangan dan Solusi Pengembangan PAJALE dan Kela
Publisher : Pusat Unggulan Riset Pengembangan Lahan Suboptimal (PUR-PLSO) Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.721 KB)

Abstract

Kurnianingsih et al, 2019. Growth and Yield of Shallot (Allium  Cepa  L.) Bima Variety on Several Composition of Planting Media. pp. 120-128.Shallot (Allium cepa L) is a kind of vegetable horticultural commodities which have long been cultivated by farmers intensive horticulture development issues and challenges that often disrupt macro economic stability is chili and shallot. In Indonesia, Sentra shallot production in the provinces of Central Java, East Java, West Java and West Nusa Tenggara. The medium of planting is one of the main factors that affecting plant growth. The organic material as a growing medium usefull to increasing the textureof the soil, in order to achieving the appropriate planting culture. This research will be carried out in the garden and the Experimental Laboratory of Plant Physiology Department of Agriculture Faculty of Agriculture, Sriwijaya of University Indralaya. This study has began in October 2016 - January 2017. The study was laid out by Randomized Block Design with 6 treatment and 5 replication, Each unit consists of 3 treatment plants, so there are 90 plants. The media are A0: Soil, A1: Soil: Fertilizers from oil palm empty fruit bunches (TKKS) (2: 1), A2: soil: chicken manure (2: 1), A3: Soil: cow manure (2: 1), A4: soil: chicken manure: Fertilizer from oil palm empty fruit bunches  (TKKS) (2: 1: 1), A5: soil: Cow manure: Fertilizer from oil palm empty fruit bunches (TKKS) (2: 1: 1). The measurement variables are plant height, number of leaf per panicle, number of tillers per hill, number of tuber per hill,  weight of fresh tuber per hill, weight of tuber dry per hill. The results that the growing media consisting of soil and chicken manure with a ratio of 2: 1 (v: v) is best for growth and the highest yield of shallot.
Spesies Semut yang Ditemukan di Sekitar Perkebunan Kelapa di Daerah Banyuasin Sumatera Selatan Indonesia Anggraini, Erise; Riyanti, Tia Ellisa; Sinaga, Tessia Masnita; Simbiring, Riki Suranta; Sefrila, Marlin; Kurnianingsih, Astuti; Ikhsan, Zahlul
Seminar Nasional Lahan Suboptimal Vol 11, No 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal ke-11 “Optimalisasi Pengelolaan Lah
Publisher : Pusat Unggulan Riset Pengembangan Lahan Suboptimal (PUR-PLSO) Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anggraini, E., Riyanti, T. E., Sinaga, T. M., Simbiring, R. S., Sefrila, M., Kurnianingsih, A., Ikhsan, Z. 2023. Ant species found around coconut plantations in the Banyuasin Region of South Sumatra Indonesia. In: Herlinda S et al. (Eds.), Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal ke-11 Tahun 2023, Palembang 21 Oktober 2023. (pp. 749-755).  Palembang: Penerbit & Percetakan Universitas Sriwijaya (UNSRI).The coconut plant (Cocos nucifera L.) is one of the agricultural commodities that is widely cultivated in almost all regions of Indonesia, especially in the Banyuasin Regency, South Sumatra, Indonesia. Weeds are found around coconut plantations. Ants are known as predators of insect pests and are found in weed habitats. This research aimed to determine the types of ant species that dominate coconut plantations in the Banyuasin, South Sumatra, Indonesia. Data was collected by field observation using the plant survey method. The survey was carried out through direct observation of the farmer coconut plantations covering an area of 4 hectares. Observations were done by observing the ant species found around the coconut plants. Ants species found on coconut plantations in the Banyuasin Regency were Dolichoderus sp., Oecophylla smaragdina, and Polyrhachis bicolor. The most dominant ant found in coconut plantations in the Banyuasin was O. smaragdina with a total of 742 individuals. The fewest ants found was P. bicolor with a total of 578 individuals.
Skarifikasi Benih Sengon (Falcataria moluccana) Menggunakan Aplikasi Kombinasi Perendaman Air Panas dan Air dingin pada Media Tanam Pasir Ogandy, Bintang Zwari; Marlina, Marlina; Harun, M.Umar; Kurnianingsih, Astuti
Seminar Nasional Lahan Suboptimal Vol 12, No 1 (2024): Vol 12, No 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal ke-12 “Revital
Publisher : Pusat Unggulan Riset Pengembangan Lahan Suboptimal (PUR-PLSO) Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ogandy, B. Z., Marlina, M., Harun, M. U., Kurnianingsih, A. (2024). Scarification of sengon (Falcataria moluccana) seeds using hot and cold water soaking combination application on sand planting media. In: Herlinda S et al. (Eds.), Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal ke-12 Tahun 2024, Palembang  21 Oktober 2024. (pp. 623–633).  Palembang: Penerbit & Percetakan Universitas Sriwijaya (UNSRI).Scarification is a process done to break the dormancy and accelerate the process of water absorption in seed germination. The purpose of the study was to determine the most effective hot and cold water scarification methods on Sengon (Paraserianthes moluccana.) seed germination. In this experiment, a completely randomized design was used, with six treatments of soaking Sengon seeds in hot and cold water, with four replications, there were 24 units, with 20 seeds per unit.The total number of seeds was 480. Seed soaking, consisting of : soaked in 60℃ hot water for four minutes and then soaked in cold water for 12 hours (P1), soaked in 60℃ hot water for five minutes and then soaked in cold water for 12 hours (P2), soaked in 80℃ hot water for four minutes and then soaked in cold water for 12 hours (P3), soaked in 80℃ hot water for five minutes after that soaked in cold water for 12 hours (P4), soaked in 100℃ hot water for four minutes after that soaked in cold water for 12 hours (P5), soaked in 100℃ hot water for five minutes after that soaked in cold water for 12 hours (P6). The results showed that the dry weight of sprouts in soaking Sengon seeds in 100°C hot water for five minutes after that soaked in cold water for 12 hours was significant in sprout dry weight.
EFEKTIVITAS PROPAGUL FMA LOKAL PASANG SURUT ASAL INANG JAGUNG Sefrila, Marlin; Lumbantoruan, Santa Maria; Adriansyah, Fikri; Kurnianingsih, Astuti; Darmawan, Arif Rizky
Jurnal Agroqua: Media Informasi Agronomi dan Budidaya Perairan Vol 22 No 2 (2024): Jurnal Agroqua
Publisher : University of Prof. Dr. Hazairin, SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/ja.v22i2.4877

Abstract

Suboptimal land such as tidal swamps is still quite widespread in Indonesia and has a low fertility level. This land requires good management to support optimal crop production. One management that still has the potential to be developed is the use of microorganisms, namely AMF. Use of AMF in tidal soil in the form of AMF inoculant as a natural biofertilizer. The aim of the research is to evaluate the effectiveness of local tidal AMF propagules produced during trapping on corn host plants which will be used later as biofertilizer. This study used a factorial randomized complete group design (RKLT). The first factor is the dose of local AMF propagules from the corn host plant (0, 5 and 10 g plant-1) and the second factor is the fertilization interval (1 and 2 times a week), with 3 replications for each treatment unit consisting of 20 plants. The application of AMF propagules showed an effect on plant height, leaf green level, shoot dry weight and percentage of AMF infection. The level of greenness of corn plant leaves was highest when 5 g of AMF propagules were given when compared with 10 g of AMF propagules and without AMF propagules. The increase in the percentage of infection of corn roots by AMF at 10 g of AMF propagules+1 time a week when compared with no AMF propagules+1 time a week and 5 g of propagules+fertilization 2 times a week was 50.67% and 46.34%.
Growth Characteristics of Shallot on Various Planting Media Composition Kurnianingsih, Astuti; Sefrila, Marlin; Susilawati
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 9 No. 3 (2018): Jurnal Hortikultura Indonesia
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.387 KB) | DOI: 10.29244/jhi.9.3.167-173

Abstract

Bawang merah termasuk salah satu produk hortikultura unggulan nasional dan termasuk kelompok sayuran rempah tidak bersubstitusi. Budidaya tanaman bawang merah membutuhkan tanah yang memiliki struktur remah, dengan tekstur sedang sampai liat, mengandung bahan organik tinggi, memiliki drainase dan aerasi yang baik serta memiliki pH 5.6 - 6.5. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan melihat karakter pertumbuhan tanaman bawang merah pada berbagai komposisi media tanam. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan dan Laboratorium Fisiologi Tumbuhan Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya Indralaya. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus sampai November 2017. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK), dengan 11 perlakuan yang diulang sebanyak tiga kali. Setiap unit perlakuan berjumlah lima tanaman, sehingga terdapat 11 x 3 x 5 = 165 tanaman. Dengan perlakuan sebagai berikut: P0 : tanah top soil; P1 : tanah : pupuk kandang ayam (2:1); P2 : tanah : pupuk kandang sapi (2:1); P3 : tanah : TKKS (2:1); P4 : tanah : pupuk kandang ayam (3:1); P5 : tanah : pupuk kandang sapi (3:1); P6 : tanah : pupuk TKKS (3:1); P7 : tanah : pupuk kandang ayam : TKKS (2:1:1); P8 : tanah : pupuk kandang sapi : TKKS (2:1:1); P9 : tanah : pupuk kandang sapi : TKKS (3:1:1); P10: tanah : pupuk kandang : ayam : TKKS (3:1:1). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media tanam tanah dan pupuk kandang ayam dengan perbandingan (3:1) dapat meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun dan jumlah anakan per rumpun. Kata kunci: bahan organik, bawang merah, komposisi media tanam, pupuk kandang