Susi Nurkholidah
Dosen Fakultas Syari’ah UIN Raden Intan Lampung

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Peluang dan Tantangan Penerapan Blockchain pada Produk Halal di Indonesia Nurkholidah, Susi
Maliyah : Jurnal Hukum Bisnis Islam Vol. 15 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Islamic Economic Law Programs, Faculty of Sharia and Law, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/maliyah.2025.15.2.252-270

Abstract

Abstract: Indonesia, as a country with the largest Muslim population, the need for halal products is crucial. The only basis of the halal product trust system in Indonesia is halal certificates and labels, carried out by producers who obtain halal label permits through LPPOM MUI and BPJPH. So, specific information is only for business actors and institutions that know the status and process of halal products. However, many cases of non-transparency are still needed to increase public trust in halal products, so the authenticity of halal certification and consumer trust is sometimes questioned. The role of blockchain technology is crucial to provide transparent information to every actor and consumer in the supply chain. The research method used is qualitative research, which is library research. The data analysis technique is descriptive analysis. The data used are primarily in the form of books, journals, laws and regulations, articles, and other references. The potential of blockchain as a data storage technology can help ensure transparency and security in the supply chain of halal products. Blockchain also can potentially reduce fraud and counterfeit products in halal markets, as consumers can check the product's journey from start to finish and verify that the product is completely halal and free from haram contamination. However, the application of this technology in Indonesia faces various challenges, such as limited infrastructure, unsupportive regulations, and high implementation costs. Keywords: Blockchain, Halal, Consumer, Supply Chain. Abstrak: Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar, kebutuhan produk halal menjadi penting. Satu-satunya dasar sistem kepercayaan terhadap produk halal di Indonesia yaitu sertifikat dan label halal, yang dikeluarkan oleh produsen yang tlah mendapat izin label halal. Jadi, informasi spesifik hanya pelaku usaha dan lembaga yang mengetahui status dan proses kehalalan produk. Namun masih banyak kasus mengenai tidak transparansi yang sebenarnya penting untuk meningkatkan kepercayaan konsumen atau masyarakat terhadap adanya produk halal sehingga keaslian sertifikasi halal dan kepercayaan konsumen terkadang dipertanyakan. Agar dapat memberikan informasi yang jelas serta transparan kepada semua pihak dan konsumen dalam rantai pasokan halal, peran Blockchain menjadi sangat penting. Metode penelitian yang digunakan yaitu berupa penelitian kualitatif. Jenis penelitian ini penelitian pustaka atau library research. Teknik analisis data bersifat deskriptif analisis. Data yang digunakan adalah data primer berupa buku, jurnal, peraturan, dan artikel serta referensi lainnya. Hasil penelitian menunjukkan potensi blockchain sebagai teknologi penyimpanan data, memastikan transparansi dalam rantai pasokan produk halal. Teknologi ini memungkinkan pencatatan informasi yang tidak dapat diubah, sehingga dapat memberikan kepercayaan lebih bagi konsumen. Blockchain juga memiliki potensi untuk mengurangi kasus penipuan dan produk palsu di pasar halal. Meskipun demikian, penerapan teknologi ini di Indonesia menghadapi berbagai tantangan, seperti infrastruktur yang terbatas, regulasi yang belum mendukung, dan biaya implementasi yang cukup tinggi. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, lembaga sertifikasi, dan pelaku industri untuk menciptakan ekosistem halal berbasis blockchain yang kuat di masa depan. Kata Kunci: Blockchain, Halal, Konsumen, Rantai Pasok
PRAKTIK KHIYAR DALAM JUAL BELI HANDPHONE DI MEDIA SOSIAL SHOPEE DALAM TINJAUAN HUKUM EKONOMI SYARIAH: (Studi pada Akun Nana.shopp) Aprilianti, Annisya; Zaki, Muhammad; Nurkholidah, Susi
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 4 No. 3 (2026): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v4i3.1237

Abstract

Penelitian ini secara mendalam menganalisis praktik khiyar dalam transaksi jual beli handphone melalui platform Shopee, dengan fokus khusus pada akun Nana.shopp, dari perspektif Hukum Ekonomi Syariah. Pendekatan kualitatif deskriptif analitis diterapkan melalui pengumpulan data primer berupa wawancara mendalam dengan 1 orang penjual dan 10 orang pembeli terpilih menggunakan purposive sampling serta dokumentasi berupa review, chat, dan foto barang dari platform Shopee, dilengkapi data sekunder dari literatur fiqh muamalah, Al-Quran, Hadis, dan jurnal terkait. Hasil penelitian mengungkap bahwa praktik khiyar didominasi oleh khiyar aib akibat ketidaksesuaian spesifikasi handphone seperti baterai rusak, layar cacat, atau kondisi tidak sesuai deskripsi, meskipun proses retur sering terhambat oleh penolakan penjual dan prosedur platform yang rumit. Secara hukum syariah, praktik ini sebagian besar sesuai dengan prinsip khiyar untuk mencegah penyesalan dan kerugian pasca-akad sebagaimana diatur dalam fiqh muamalah, tetapi menyimpang ketika sighat ijab-qabul tidak eksplisit menyebut hak khiyar atau terdapat unsur gharar akibat kurangnya transparansi. Temuan ini menegaskan perlunya integrasi klausul syariah dalam e-commerce, edukasi konsumen tentang hak muamalah digital, dan penguatan mediasi berbasis fatwa untuk mewujudkan kemaslahatan transaksi yang adil bagi penjual dan pembeli.