Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

DAUN BAYAM HIJAU (AMARANTHUS HYBRIDUS L.) SEBAGAI PEMACU DAYA INGAT MENCIT (MUS MUSCULUS L.) Putri, Aulia Lison; Riyanto, Riyanto; Tibrani, Masagus Mhd.
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daya ingat atau memori memiliki peran penting dalam menyimpan dan memproses informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekstrak etanol daun bayam hijau (Amaranthus hybridus L.) sebagai pemacu daya ingat mencit (Mus musculus L.) dengan menggunakan metode Morris Water Maze. Daya ingat diukur berdasarkan rata-rata waktu latensi paling rendah dalam mencapai kuadran target. Ekstrak etanol daun bayam hijau dibuat  menggunakan metode maserasi dalam etanol 70%. Penelitian eksperimen ini menggunakan rancangan acak lengkap. Hewan percobaan dibagi menjadi lima kelompok yaitu: kontrol negatif (tween 80 1 ml), kontrol positif (piracetam 16mg/20 g BB), dan tiga kelompok mencit yang diinjeksikan ekstrak etanol daun bayam hijau dengan dosis yang berbeda (0,14 mg/20 g BB; 0,28 mg/20 g BB; dan 0,56 mg/20 g BB). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun bayam hijau secara signifikan berpengaruh terhadap daya ingat mencit dengan efek yang paling efektif ditunjukkan pada dosis 0,28 mg/20 g BB. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun bayam hijau dapat memperbaiki daya ingat mencit dengan dosis 0,28 mg/20 g BB sebagai dosis paling efektif untuk memperbaiki kerusakan pada daya ingat mencit yang diinduksi alkohol. Penelitian ini menunjukkan bahwa tanaman bayam hijau berpotensi sebagai pengobatan alternatif untuk gangguan yang berkaitan dengan daya ingat.
PERSEPSI PESERTA DIDIK TERHADAP PEMBELAJARAN BERBASIS STEM UNTUK MATA PELAJARAN BIOLOGI DI SEKOLAH Yulistra, Reizka; Tibrani, Masagus Mhd.; Madang, Kodri
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi sekarang mempengaruhi banyak aspek kehidupan, salah satunya adalah aspek pendidikan. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam menghadapi tantangan dan mengembangkan keterampilan abad 21 adalah menerapkan pendekatan pembelajaran berbasis STEM di sekolah khususnya pada pelajaran biologi. Namun persepsi peserta didik mengenai pendekaran pembelajaran berbasis STEM ini perlu diidentifikasi , oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan persepsi peserta didik mengenai pembelajaran STEM pada pelajaran biologi di SMA (Sekolah Menengah Atas). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 159 peserta didik kelas X yang pernah mendapatkan pembelajaran berbasis STEM pada pelajaran biologi di sekolah. Data didapatkan dari angket (kuesioner) yang mengukur empat indikator: persepsi terhadap guru, persepsi terhadap assessment atau penilaian, persepsi terhadap belajar dan pembelajaran, dan persepsi terhadap lingkungan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi peserta didik secara keseluruhan termasuk ke dalam kategori baik (rata-rata skor 4,2 dari skala 5). Secara spesifik persepsi peserta didik terhadap guru mendapatkan skor 4,3 yang termasuk kategori sangat tinggi, lalu persepsi terhadap assessment atau penilaian memiliki skor 4,1 yang termasuk pada kategori tinggi, yang ketiga persepsi terhadap belajar dan pembelajaran yang memiliki skor 4,0 termasuk kategori tinggi dan terakhir persepsi terhadap lingkungan sosial mendapatkan skor 4,2 dan masuk ke dalam kategori sangat tinggi. Berdasarkan hasil ini disimpulkan bahwa persepsi peserta didik mayoritas memiliki respon positif terhadap pelaksanaan pembelajatan STEM pada pelajaran biologi di sekolah.
PENERAPAN MODEL PJBL BERBANTUAN NEARPOD TERHADAP KEMAMPUAN SPASIAL SISWA DALAM MEMAHAMI MATERI SISTEM RESPIRASI Putri, Intania Sahara; Destiansari, Elvira; Tibrani, Masagus Mhd.
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan spasial memiliki peran penting dalam memahami materi sistem respirasi karena peserta didik perlu mengenali bentuk, posisi, dan hubungan antarorgan pernapasan secara tepat. Berdasarkan hasil observasi di SMA Negeri 1 Indralaya, kemampuan spasial peserta didik masih tergolong rendah. Peserta didik cenderung kesulitan dalam memvisualisasikan struktur organ, menentukan posisi antarbagian sistem respirasi, serta melakukan rotasi mental terhadap bentuk organ. Kondisi ini disebabkan oleh kurangnya media pembelajaran interaktif dan minimnya penerapan model pembelajaran inovatif di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model Project Based Learning (PjBL) berbantuan Nearpod terhadap peningkatan kemampuan spasial peserta didik pada materi sistem respirasi. Metode yang akan digunakan adalah quasi experiment dengan desain one group pretest- posttest design. Diharapkan melalui penerapan PjBL berbantuan Nearpod, peserta didik dapat lebih aktif, terlibat dalam eksplorasi konsep secara visual, dan memiliki pemahaman yang lebih mendalam terhadap struktur serta fungsi sistem respirasi.
ANALGESIK ALAMI: STUDI POTENSI KERSEN (MUNGITINGIA CALABURA) PADA MENCIT (MUS MUSCULUS) Anggraini, Desi; Riyanto, Riyanto; Tibrani, Masagus Mhd.
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buah kersen (Muntingia calabura) mengandung senyawa flavonoid, saponin, tanin, polifenol, dan alkaloid yang diduga memiliki efek analgesik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek analgesik ekstrak etanol buah kersen serta menentukan dosis yang paling efektif dalam menurunkan jumlah geliat pada mencit (Mus musculus). Metode penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 25 ekor mencit jantan yang dibagi menjadi 5 perlakuan. Kelompok I diberi tween 80 sebagai kontrol negatif, kelompok II diberi ekstrak etanol buah kersen dosis 50 mg/kg BB, kelompok III diberi ekstrak etanol buah kersen dosis 100 mg/kg BB, kelompok IV diberi ekstrak etanol buah kersen dosis 200 mg/kg BB, dan kelompok V diberi asam mefenamat 500 mg/kg BB sebagai kontrol positif. Pemberian perlakuan secara oral, kemudian setelah 30 menit mencit diinduksi nyeri menggunakan asam asetat 1% secara intraperitoneal. Daya analgesik ditentukan dengan menghitung jumlah geliat pada mencit selama 1 jam pengamatan. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA yang menunjukkan bahwa ekstrak etanol buah kersen memiliki efek analgesik yang signifikan (P < 0,05), kemudian dilanjutkan dengan uji Duncan untuk mengetahui perbedaan antarperlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol buah kersen pada dosis 200 mg/kg BB memberikan efek analgesik paling tinggi dengan penurunan jumlah geliat yang mendekati kelompok kontrol positif. Waktu paling efektif pengamatan daya analgesik terjadi pada menit ke-30. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi sebagai bahan ajar pada pembelajaran Biologi SMA fase F kelas XI pada materi sistem saraf.
RUMPUT MUTIARA (HEDYOTIS CORYMBOSA L.) DAN PENINGKATAN MEMORI SPASIAL MENCIT JANTAN GALUR SWISS WEBSTER Jannah, Miftahul; Riyanto, Riyanto; Tibrani, Masagus Mhd.
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penurunan daya ingat merupakan masalah kognitif yang dapat dipicu oleh stres oksidatif akibat aktivitas radikal bebas. Rumput mutiara (Hedyotis corymbosa L.) dikenal mengandung flavonoid dan asam fenolat yang berpotensi meningkatkan memori melalui efek antioksidan dan neuroprotektif. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol rumput mutiara terhadap peningkatan skor memori spasial mencit jantan galur Swiss Webster yang diinduksi alkohol 10% serta menentukan dosis efektifnya. Metode eksperimental dengan rancangan kelompok kontrol dan perlakuan, dimana mencit dibagi menjadi lima kelompok: kontrol negatif (Na-CMC 0,5%), kontrol positif (piracetam 200 mg/kg BB), dan tiga kelompok perlakuan dengan dosis ekstrak rumput mutiara 100 mg/kg BB, 400 mg/kg BB, dan 800 mg/kg BB. Perlakuan diberikan secara oral selama 3 hari berturut-turut, lalu memori diukur menggunakan tes Radial Arm Maze (RAM). Data skor memori dianalisis menggunakan ANOVA satu arah dan uji Duncan pada signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan pemberian ekstrak rumput mutiara dosis 400 mg/kg BB dan 800 mg/kg BB secara signifikan meningkatkan skor memori spasial mencit dibandingkan kontrol negatif (p < 0,05). Dengan demikian, ekstrak etanol rumput mutiara berpotensi sebagai agen alami yang efektif dalam meningkatkan fungsi memori, dengan dosis efektif pada penelitian ini adalah 400 mg/kg BB. Temuan ini dapat mendukung pengembangan bahan alami untuk terapi gangguan memori dan sebagai media pembelajaran interaktif di bidang Biologi SMA.
DAGING BELUT SAWAH (Monopterus albus) SEBAGAI PENYEMBUHAN LUKA Rasupa, Kahilla Nvidia; Riyanto, Riyanto; Tibrani, Masagus Mhd.
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyembuhan luka merupakan suatu proses yang kompleks karena adanya kegiatan bioseluler dan biomolekuler yang terjadi secara berkesinambungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh salep ekstrak daging belut (Monopterus albus) terhadap penyembuhan luka sayat pada mencit galur Swiss Webster. Ekstrak daging belut mengandung protein albumin yang dapat membantu penyembuhan luka. Hewan uji yang digunakan yaitu mencit sebanyak 25 ekor yang dibagi menjadi 5 kelompok. Kelompok kontrol negatif (K–) hanya diberi sayatan tanpa aplikasi salep, sedangkan kontrol positif (K+) diberi sayatan dan diolesi salep Bioplacenton. Kelompok perlakuan terdiri dari P1 dengan salep dari ekstrak daging belut konsentrasi 1%, P2 konsentrasi 2,5%, dan P3 konsentrasi 5%. Analisis statistik menggunakan uji ANOVA menunjukkan bahwa salep dari ekstrak daging belut berpengaruh terhadap penyembuhan luka dengan nilai signifikan (P < 0,05), kemudian dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil terbaik diperoleh pada salep dengan konsentrasi 5% yang hasilnya mendekati kelompok pembanding. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan materi pembelajaran biologi pada topik struktur jaringan dan fungsi sistem organ.