Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pengaruh Kemampuan Manajerial Terhadap Kinerja Pejabat Dinas Pendidikan Se Sumatera Selatan Arwan Arwan
El-Idare Vol 8 No 1 (2022): El-Idare
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Fak. Ilmu Tarbiyah dan Keguruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.591 KB) | DOI: 10.19109/elidare.v8i1.13280

Abstract

This study aims to determine the extent of the influence of Managerial Skills on the Performance of Local Government Officials in the Education Sector in South Sumatra. The research was conducted in South Sumatra from March to May 2010. The population of this study were echelon III officials within the Education Office. Data were collected from 75 echelon III officials as a randomly selected sample and the data were analyzed by path analysis after all variables were entered into the correlation matrix. The results showed that the performance of echelon III officials was directly influenced by managerial skills. The results of this study are (1) managerial skills have a direct effect on organizational culture, and (2) managerial skills have a direct effect on performance. Therefore, in improving the performance of leaders, managerial skills must be a strategic consideration in planning at the South Sumatra Provincial Education Office; but other variables need to be taken into account by the next performance researcher.
Principal Leadership in Increasing the Professionalism of Elementary School Teachers in Banyuasin Regency Arwan Arwan; Abdul Hadi; Ade Akhmad Saputra
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 15, No 4 (2023): AL-ISHLAH: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v15i4.4458

Abstract

This study aims to determine the role of the principal's leadership in improving the professionalism of teachers at a public elementary school Banyuasin III. The data source of this research comes from the results of interviews with school principals and teachers. Methods such as interviews, participant observation, and documentation are used to gather data. Data reduction, visualisation, and verification are the data analysis strategies. He has stressed the need of instructors maintaining a professional demeanour at all times in his role as an educator. After preparing a plan, their role as managers is to urge teachers to teach the content in line with the current curriculum. In their role as administrators, they also make sure that teachers have everything they need to do their jobs well and that the school or institution meets its goals. Actively supervising teachers and providing direction and guidance is part of his or her job description as a supervisor. Working as a leader, I oversee teachers as they complete learning tasks and offer guidance on the subject matter to be taught. Improving the quality of teacher learning and encouraging teachers to employ information technology in learning are two of their goals as innovators. Encourage your students to work hard and do their best in class. Motivate and urge students to study more if you want them to succeed. In its role as an entrepreneur, it collaborates closely with the school committee and strives to think of innovative ways to empower teachers so that they can improve their professionalism in the classroom.
The Role of the South Sumatra Provincial Government in Improving Teacher Professionalism Arwan; Abdul Hadi; Ade Akhmad Saputra; Abdul Waris
EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 23 No. 1 (2025): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan
Publisher : Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32729/edukasi.v23i1.2177

Abstract

This study aims to analyze the role of the South Sumatra Provincial Government in enhancing teacher professionalism. A qualitative methodology was employed, utilizing interviews, observations and documentation for data collection. The data analysis process involved three stages: data reduction, data presentation and conclusion drawing and verification. The findings of the study indicate a strong commitment from the regional government to encourage teacher participation in the Teacher Professional Education Program (PPG), supported by scholarships from the South Sumatra Provincial Government. Participation numbers have shown a steady increase: 70 teachers in 2021, 70 teachers in 2022, 118 teachers in 2023, and an expected 144 teachers in 2024. Despite this progress, there remain 3,567 Islamic Education (PAI) teachers who have not participated in the PPG. The support provided by the South Sumatra Provincial Government to improve teacher welfare through the PPG is crucial for enhancing teaching skills. This support includes the adoption of innovative learning methods and models, as well as improvements in the welfare of teachers in Senior High Schools (SMA), Vocational High Schools (SMK), and Special Education Schools (SLB) within the province. In conclusion, the South Sumatra Provincial Government plays a significant role in promoting teacher professionalism through financial support and welfare improvements, although challenges remain in reaching all eligible teachers
Peran Kepala Sekolah Sebagai Edukator Dalam Menerapkan Pembelajaran Berbasis Digital Di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Palembang Fiona Hayatun Nupus; Arwan; Hidayat
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5340

Abstract

Peran kepala sekolah sebagai edukator dalam menerapkan pembelajaran berbasis digital adalah kemampuan dan tanggung jawab kepala sekolah dalam membina, membimbing, serta meningkatkan kualitas guru dan proses pembelajaran melalui pemanfaatan teknologi digital secara efektif dan terarah. Dalam hal ini, kepala sekolah tidak hanya berperan sebagai pemimpin administratif, tetapi juga sebagai pendidik (edukator) yang secara langsung mempengaruhi keberhasilan pembelajaran berbasis digital di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kepala sekolah sebagai edukator dalam menerapkan pembelajaran berbasis digital serta faktor pendukung dan penghambat dalam penerapannya di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Palembang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan informan kepala sekolah sebagai informan kunci, serta guru dan operator sebagai informan pendukung. Analisis data menggunakan langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan uji keabsahan data melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah berperan baik sebagai edukator dalam menerapkan pembelajaran berbasis digital melalui beberapa upaya, yaitu membimbing, meningkatkan kesiapan guru dan peserta didik, mendorong peningkatan profesionalisme tenaga pendidik dalam pembelajaran digital, serta mendukung penyediaan dan pemanfaatan sarana teknologi pembelajaran. Faktor pendukung penerapan pembelajaran digital di MIN 2 Palembang meliputi Kepemimpinan kepala sekolah yang inovatif, Kesiapan Guru dalam Memanfaatkan Teknologi, Sarana dan Prasarana dan Dukungan orang tua. Adapun faktor penghambatnya yaitu sarana dan akses teknologi yang kurang stabil. Dengan demikian, peran kepala sekolah sangat penting dalam mendorong keberhasilan penerapan pembelajaran berbasis digital di sekolah.
Strategi Branding Sekolah Dalam Meningkatkan Minat Peserta Didik Baru Di Sd Negeri 158 Palembang Salsabila Khoirunisa; Ade Akhmad Saputra; Arwan
Taqrib : Journal of Islamic Studies and Education Vol. 4 No. 1 (2026): Taqrib : Journal of Islamic Studies and Education
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/taqrib.v4i1.1910

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi branding sekolah dalam meningkatkan minat peserta didik baru di SD Negeri 158 Palembang melalui pendekatan bauran pemasaran pendidikan (marketing mix) 7P yang meliputi product, price, place, promotion, people, physical evidence, dan process. Branding sekolah dipandang sebagai upaya strategis dalam membangun citra, identitas, serta kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan narasumber kepala sekolah, guru, serta tenaga kependidikan. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi branding sekolah di SD Negeri 158 Palembang telah dilaksanakan melalui penguatan seluruh unsur 7P. Produk pendidikan ditunjukkan melalui kualitas pembelajaran dan prestasi siswa, harga melalui kebijakan pendidikan yang terjangkau, tempat melalui lokasi sekolah yang strategis, promosi melalui kegiatan sekolah dan komunikasi dengan masyarakat, orang melalui peran aktif tenaga pendidik dan kependidikan, bukti fisik melalui kondisi sarana dan prasarana yang memadai, serta proses melalui layanan pendidikan yang terstruktur dan disiplin. Seluruh unsur tersebut saling terintegrasi dalam membentuk citra positif sekolah. Dengan demikian, strategi branding sekolah berkontribusi dalam meningkatkan kepercayaan dan minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di SD Negeri 158 Palembang.
Strategi Pemasaran Pendidikan Melalui Media Sosial (Instagram,Tiktok) di Pondok Pesantren Al- ittifaqiah Indralaya Ogan Ilir Miranti Miranti; Arwan Arwan; Hidayat Hidayat
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.501

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya pemanfaatan media sosial sebagai sarana pemasaran pendidikan di Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah Indralaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi pemasaran pendidikan melalui media sosial, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran dilakukan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Perencanaan dilakukan dengan menentukan target audiens dan penyusunan konten yang sesuai. Pelaksanaan dilakukan dengan memanfaatkan Instagram dan TikTok secara konsisten dengan tampilan visual yang menarik dan pesan yang sesuai dengan nilai pesantren. Evaluasi dilakukan dengan melihat respons audiens dan perkembangan akun media sosial. Faktor pendukung meliputi ketersediaan sarana dan dukungan tim, sedangkan faktor penghambat meliputi kendala teknis dan keterbatasan waktu produksi konten. Kesimpulannya, strategi pemasaran melalui media sosial mampu meningkatkan keterlibatan dan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga.
MANAJEMEN KESISWAAN DALAM PENINGKATAN KEDISIPLINAN DAN KEPEMIMPINAN SISWA Sindi Agustiani; Arwan Arwan; Sri Eva Mislawati; Ade Akhmad Saputra
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 10 No. 4 (2025): Regular Issue
Publisher : STKIP Pesisir Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34125/jmp.v10i4.1147

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh manajemen kesiswaan terhadap peningkatan kedisiplinan dan kepemimpinan siswa di MTs Ahliyah 1 Palembang. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif jenis korelasional, dengan populasi seluruh siswa berjumlah 68 orang dan sampel yang ditentukan menggunakan teknik probability sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui angket, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan uji t dan regresi linier sederhana untuk mengukur besaran pengaruh variabel manajemen kesiswaan terhadap kedisiplinan dan kepemimpinan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen kesiswaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kedisiplinan siswa (t = 6,788; sig = 0,000 < 0,05) dan kepemimpinan siswa (t = 7,604; sig = 0,000 < 0,05). Nilai koefisien determinasi sebesar 56,4% mengindikasikan bahwa manajemen kesiswaan mampu menjelaskan lebih dari setengah variasi kedisiplinan dan kepemimpinan siswa. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis simultan pengaruh manajemen kesiswaan terhadap dua aspek karakter siswa kedisiplinan dan kepemimpinan—dalam konteks madrasah tingkat menengah, sehingga memberikan kontribusi empiris dalam pengembangan model manajemen kesiswaan yang lebih efektif, adaptif, dan berorientasi pembentukan karakter.
Pengaruh Pendekatan Deep Learning terhadap Motivasi Belajar Siswa pada Pembelajaran PAI di MAN 3 Palembang Neng Aisyah; Abu Mansur; Arwan Arwan; Mardeli Mardeli
Indonesian Journal of Islamic Educational Review Vol. 3 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Islamic Educational Review
Publisher : South Sulawesi Education Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/0sb6y076

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan motivasi belajar siswa antara kelompok yang memperoleh pembelajaran dengan pendekatan Deep Learning dan kelompok kontrol pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) kelas XI MAN 3 Palembang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi eksperimen posttest-only nonequivalent groups. Subjek penelitian berjumlah 50 siswa dari dua kelas yang telah terbentuk sebelumnya (intact classes), masing-masing 25 siswa pada kelompok eksperimen dan kontrol, dengan seluruh siswa pada kedua kelas dilibatkan. Pendekatan Deep Learning pada kelompok eksperimen mengintegrasikan prinsip mindful, meaningful, dan joyful learning. Motivasi belajar diukur menggunakan kuesioner 24 item dengan enam indikator; seluruh item memenuhi kriteria validitas corrected item-total correlation > 0,30 dan memiliki reliabilitas Cronbach’s alpha sebesar 0,872. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji prasyarat, independent samples t-test, dan Cohen’s d. Hasil menunjukkan rata-rata motivasi kelompok eksperimen sebesar 98,12 dan kontrol 83,00, dengan selisih 15,12 poin. Perbedaan tersebut signifikan, t(48) = 8,522, p < 0,001, 95% CI [11,55–18,69], dengan Cohen’s d = 2,41. Temuan menunjukkan adanya perbedaan capaian motivasi belajar pascaperlakuan yang besar antara kedua kelompok. Namun, karena penelitian tidak menggunakan pretest dan randomisasi individual, temuan tidak diinterpretasikan sebagai bukti kausal secara penuh.