Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PERBAIKAN DAYA HASIL DAN KETAHANAN KACANG HIJAU TERHADAP HAMA KUMBANG BUBUK MELALUI PERSILANGAN ANTAR SPESIES Lestari Ujianto; Nur Basuki; Kuswanto Kuswanto; Astanto Kasno

Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.288 KB) | DOI: 10.35891/agx.v2i2.739

Abstract

ABSTRAK: Persilangan antar spesies kacang hijau dan kacang uci telah berhasil dilakukan. Kacang uci memiliki keunggulan yaitu tahan terhadap hama kumbang bubuk dan jumlah polongnya banyak. Dengan persilangan antar spesies ini dapat memperbaiki daya hasil dan ketahanan kacang hijau terhadap hama kumbang bubuk. Penelitian ini terdiri atas 4 tahap kegiatan yaitu: 1) persilangan antar spesies kacang hijau dengan kacang uci, 2). evaluasi dan seleksi beberapa populasi keturunan persilangan (F1) berdasarkan daya hasil dan ketahanan terhadap hama kumbang bubuk. Evaluasi dilakukan terhadap komponen hasil dan hasil, dan ketahanan terhadap kumbang bubuk menggunakan metode Chiang dan Talekar. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa : 1). Terjadi perbaikan daya hasil dan ketahanan terhadap hama kumbang bubuk pada populasi hasil persilangan antara kacang hijau dan kacang uci. 2). Tingkat daya silang antara varietas yang satu dengan yang lainnya berbeda. Varietas Manyar dan Sampeong memiliki daya silang terhadap kacang uci dibandingkan dengan varietas Vima dan Merak, 3). Karakteristik populasi keturunan hasil persilangan berada diantara kedua tetuanya.
Lower Limb Muscle Endurance and Its Relationship to Functional Mobility in the Elderly of Puskesmas II Tabanan Mahendra, I Putu Wahyu; Luh Putu Ratna Sundari; Nur Basuki
Kinestetik : Jurnal Ilmiah Pendidikan Jasmani Vol 9 No 2 (2025): June
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jk.v9i2.42687

Abstract

This study aims to determine the relationship between lower limb muscle endurance and functional mobility among elderly individuals at Puskesmas II Tabanan. This observational analytic study employed a cross-sectional design and included 63 elderly individuals aged 60–69 years with normal BMI based on Asian adult standards. Participants were selected through simple random sampling. Lower limb muscle endurance was assessed using the 30-Second Chair Stand Test (30s-CST), while functional mobility was measured using the Timed Up and Go Test (TUGT). Data were analyzed using the Spearman’s Rho correlation test due to non-normal distribution. The Spearman’s correlation test showed a strong and statistically significant negative correlation between lower limb muscle endurance and functional mobility (r = -0.535, p = 0.000). Participants with higher repetition counts in the 30s-CST completed the TUGT in shorter times, indicating better mobility performance. There is a significant inverse relationship between lower limb muscle endurance and functional mobility in older adults. Routine assessment and targeted interventions focusing on muscle endurance should be integrated into geriatric healthcare programs to enhance mobility and reduce fall risk.
Optimalisasi Hasil Belajar Siswa Kelas XI TKRO SMKS Musda Perbaungan Melalui Pengembangan Video Interaktif Canva AI Pada Materi Sistem Suspensi Habib Alwi; Yuniarto Mudjisusatyo; Nur Basuki
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 3 (2025): JUNI-JULI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pembelajaran Konsentrasi Keahlian Otomotif (KKO), siswa kerap mengalami kesulitan dalam memahami konsep sistem suspensi kendaraan, yang berdampak pada rendahnya hasil belajar dan motivasi belajar yang kurang optimal. Hal ini diperparah oleh pendekatan pembelajaran yang masih bersifat satu arah serta keterbatasan sarana ajar yang digunakan di kelas. Menanggapi permasalahan ini, penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis Canva AI yang dirancang dengan pendekatan Problem Based Learning (PBL), sehingga siswa dapat belajar melalui pemecahan masalah nyata yang relevan dengan dunia otomotif. Penelitian ini dilakukan di SMKS Musda Perbaungan dengan melibatkan siswa kelas XI TKRO 1 sebagai subjek. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D), mengacu pada model ADDIE yang mencakup lima tahap: analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Hasil pengembangan media dinilai oleh para ahli dan menunjukkan tingkat kelayakan yang sangat baik, dengan rata-rata skor dari ahli media sebesar 0,95, ahli desain pembelajaran sebesar 0,95, dan ahli materi sebesar 0,96 semuanya termasuk dalam kategori "valid". Pengujian dilakukan melalui tiga tahap: uji coba individu dengan skor rata-rata 68,33, uji coba kelompok kecil 67,78, dan uji coba kelompok besar 67,63 seluruhnya menunjukkan bahwa media termasuk dalam kategori layak. Secara keseluruhan, skor kelayakan rata-rata adalah 34,43. Dari segi efektivitas, terdapat peningkatan signifikan dalam hasil belajar siswa, dari rata-rata Pretest 26,96 menjadi 92,27 pada Posttest. Nilai N-Gain sebesar 0,89 tergolong dalam kategori peningkatan tinggi, dan efektivitas pembelajaran mencapai 89,21%, yang menunjukkan bahwa media ini sangat efektif. Berdasarkan hasil penelitian, media pembelajaran interaktif berbasis Canva AI dengan pendekatan PBL terbukti valid dan efektif dalam meningkatkan pemahaman dan hasil belajar siswa pada materi sistem suspensi.
Pengembangan Media Pembelajaran Dengan Model Project Based Learning (PjBL) Berbasis Website Pada Hasil Belajar Materi Sistem Rem Mobil Di Kelas XI TKRO SMKS Musda Perbaungan Wahyu Widodo; Andi Bahar; Nur Basuki
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 7 (2025): JULI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada mata pelajaran Konsentrasi Keahlian Otomotif (KKO), peserta didik menghadapi berbagai kendala, seperti rendahnya motivasi belajar, kurangnya pemahaman terhadap materi, serta hasil belajar yang belum memuaskan. Kondisi ini disebabkan oleh penerapan metode pembelajaran konvensional yang berpusat pada pendidik, serta keterbatasan media pembelajaran yang digunakan, seperti papan tulis dan proyektor LCD. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis laman web dengan pendekatan Project Based Learning (PjBL) yang dinilai layak dan efektif. Penelitian ini dilaksanakan di SMKS Musda Perbaungan dengan melibatkan peserta didik kelas XI TKRO 1 sebagai subjek penelitian. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan mengacu pada model pengembangan ADDIE, yang meliputi tahap Analisis, Perancangan, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan memenuhi kriteria kelayakan. Penilaian oleh ahli media, ahli desain pembelajaran, dan ahli materi memperoleh skor rata-rata berturut-turut sebesar 0,87; 0,92; dan 0,98, yang termasuk dalam kategori “valid”. Uji coba perseorangan memperoleh nilai rata-rata 59,33; uji coba kelompok kecil sebesar 59,55; dan uji coba kelompok besar sebesar 59,7 — seluruhnya tergolong dalam kategori “valid”. Rata-rata keseluruhan nilai kelayakan adalah 30,23. Dari aspek efektivitas, terdapat peningkatan signifikan pada hasil belajar peserta didik, dari rata-rata nilai prates sebesar 49,44 menjadi 91,66 pada pascates, dengan selisih peningkatan sebesar 42,22. Nilai N-Gain sebesar 0,83 menunjukkan kategori peningkatan tinggi, dan tingkat efektivitas mencapai 83,49% (efektif). Berdasarkan temuan tersebut, media pembelajaran interaktif berbasis laman web dengan pendekatan PjBL dinyatakan sangat layak dan efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran KKO di kelas XI TKRO SMKS Musda Perbaungan.
Differences in Effect of High-Intensity Interval Training and Moderate-Intensity Continuous Training on Cardiorespiratory Fitness and Waist-to-Hip Ratio in Overweight Adolescents in Denpasar Djuliana, Salsabila Fernanda; Luh Putu Ratna Sundari; Nur Basuki; I Putu Adiartha Griadhi; I Dewa Ayu Inten Dwi Primayanti; Indira Vidiari Juhanna
International Journal of Public Health Excellence (IJPHE) Vol. 5 No. 1 (2025): June-December
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijphe.v5i1.1515

Abstract

Overweight has become a serious public health issue, as proven by the increasing morbidity and mortality rates in this population. Therefore, physical exercise interventions such as high-intensity interval training (HIIT) and moderate-intensity continuous training (MICT) are needed as training programs that can improve cardiorespiratory fitness (CRF) and reduce cardiometabolic risk. The aim of this study is to determine the differences in the effects of HIIT and MICT on CRF and the waist-to-hip ratio (WHR). This study used the randomized control group pretest-posttest design research method. The research sample included of 20 adolescents divided into two groups. Group 1 received the HIIT intervention, and Group 2 received the MICT intervention. CRF was assessed using the 20-meter shuttle run test (20m-SRT) also WHR. The mean test on CRF show that in group 1 (p<0.05) and group 2 (p<0.05) there are significant differences pre and post-test training. The Mann-Whitney U-test results show significant difference (p<0.05). Meanwhile, the WHR mean test results show that in group 1 (p<0.05) and group 2 (p<0.05) also has significant differences pre and post-test training. The Independent sample t-test results show no significant difference (p>0.05). This study concluded that HIIT is more effective than MICT in improving cardiorespiratory fitness. Thus, HIIT is as effective as MICT in reducing the waist-to-hip ratio of overweight adolescents.
Pendekatan Partisipatif dalam Revitalisasi Produksi Keripik Pisang untuk Mendorong Ekonomi Lokal Desa Beringin Suhairiani, Suhairiani; Nur Basuki; Choms Gary Ganda Tua Sibarani; Rio Parulian Sitompul; Rahmat Juang Lase; Sofia Lira Purba; Selamat Triono; Anjhu Soujzha
JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 6 No. 4 (2025)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v6i4.2754

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di Desa Beringin, Kabupaten Deli Serdang, untuk menjawab masalah rendahnya kapasitas produksi, manajemen usaha yang belum terstruktur, dan pemasaran terbatas pada usaha keripik pisang mitra. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan produktivitas, kualitas produk, serta daya saing melalui penerapan mesin slice pisang, pelatihan manajemen usaha, dan penguatan pemasaran digital. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan lima tahapan: sosialisasi, analisis kebutuhan, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas produksi hingga 300%, waktu produksi berkurang 50%, kualitas irisan lebih seragam, serta sistem pembukuan dan pemasaran digital berhasil diterapkan. Program ini memberikan dampak signifikan berupa peningkatan pendapatan mitra ±70%, penciptaan lapangan kerja baru, serta perluasan pasar hingga luar daerah sehingga mendorong kemandirian dan daya saing usaha secara berkelanjutan.
Penguatan Ekonomi Petani Gambir melalui Skalasi Produksi, Manajemen Usaha, dan Branding Produk Berbasis Inovasi Nur Basuki; Henry Iskandar; Eko Wahyu Nugraha; Selamat Triono; Enny Keristiana Sinaga; Anjhu Souzha; Fadli Meidiansyah Putra; M. Refi Firmah; Selamat Riadi
JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 6 No. 4 (2025)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v6i4.2759

Abstract

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di Desa Kentara, Kabupaten Dairi, untuk mengatasi rendahnya kapasitas produksi dan mutu getah gambir akibat proses pengeringan tradisional. Mitra adalah kelompok petani gambir dengan produksi 30–40 kg/hari getah kering yang terkendala waktu pengeringan 5–7 hari dan manajemen usaha belum terkelola baik. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan kapasitas produksi, mempercepat pengeringan, memperkuat manajemen usaha, dan memperluas pemasaran produk. Metode yang digunakan meliputi perancangan dan pembuatan mesin pengering kabinet, pelatihan pengoperasian dan perawatan, pendampingan pembukuan usaha, serta pelatihan pemasaran digital. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas produksi ±90%, waktu pengeringan menjadi ±24 jam, kualitas produk lebih seragam, serta keterampilan manajemen dan pemasaran mitra meningkat. Program ini berdampak positif terhadap peningkatan pendapatan, efisiensi usaha, dan kesiapan mitra memasuki pasar ekspor.
Differences Between Multicomponent Exercise and Concurrent Exercise on Reducing Frailty Risk in The Elderly in Karangasem Tri Juniari, Ni Komang; Luh Putu Ratna Sundari; Nur Basuki; I Made Muliarta; I Dewa Ayu Inten Dwi Primayanti; I Made Krisna Dinata
International Journal of Public Health Excellence (IJPHE) Vol. 5 No. 1 (2025): June-December
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijphe.v5i1.1521

Abstract

The worldwide population of older adults is growing, which may yield a demographic bonus; yet, this growth simultaneously heightens frailty risk among the elderly. The dynamic and reversible nature of frailty provides opportunities and challenges in overcoming the aging process. Multicomponent exercise and concurrent exercise are two prominent forms of exercise in elderly exercise programs to reduce frailty risk. This research was to prove the difference in the effect of multicomponent exercise and concurrent exercise on reducing frailty risk in the elderly in Karangasem. Pre and post-test two group methods were used in this study’s true experimental design. Twenty-two participants were chosen by a simple random sample technique and subsequently divided into two groups: the multicomponent exercise group (n = 11) and the concurrent exercise group (n = 11). The exercises were given 3 times for 8 weeks. Frailty risk was assessed based on the Fried's Frailty Phenotype criteria. The Paired Sample T-test results indicated a significant difference in frailty risk reduction before and after exercise in both the multicomponent exercise group (p = 0.001; p < 0.05) and the concurrent exercise group (p = 0.001; p < 0.05). The Independent Samples T-test results indicated no significant difference in frailty risk reduction between the multicomponent exercise group and the concurrent exercise group (p = 0.318; p > 0.05). Based on the study’s findings, multicomponent exercise and concurrent exercise are equally good in reducing frailty risk in the elderly in Karangasem.