Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

DEVELOPMENT OF AN ISLAMIC EDUCATIONAL INFOGRAPHIC ANIMATION VIDEO ON INTERNET DANGERS FOR CHILDREN UNDER TEN Fadhilah, Cut; Safira, Ulfa; Muhammad
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 6 No. 1 (2025): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v6i1.930

Abstract

This study developed an Islamic educational infographic animation video aimed at raising awareness among parents and educators about the dangers of internet use for children under ten years old. Utilizing the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation), the research involved needs analysis, storyboard creation, animation production, and effectiveness testing. The video, which integrates Islamic moral values with engaging visual storytelling, addresses key risks such as digital addiction, exposure to inappropriate content, and lack of supervision. The effectiveness of the video was evaluated through pre-test and post-test questionnaires administered to 40 selected respondents, supported by qualitative interviews. The results showed a statistically significant improvement in participants' understanding (p < 0.05), with over 80% reporting increased readiness to guide children in safe and responsible digital behavior. Respondents also appreciated the video’s simple language, appealing visuals, and clear message delivery. This study contributes to the field of digital parenting and Islamic education by offering a culturally relevant, faith-integrated educational tool. Future research is encouraged to enhance interactivity and widen dissemination across digital platforms to reach broader audiences. Penelitian ini mengembangkan video animasi infografis edukatif berbasis nilai-nilai Islam yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran orang tua dan pendidik mengenai bahaya penggunaan internet pada anak-anak di bawah usia sepuluh tahun. Dengan menggunakan model ADDIE (Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi), penelitian ini mencakup analisis kebutuhan, pembuatan storyboard, produksi animasi, serta pengujian efektivitas. Video ini mengintegrasikan nilai-nilai moral Islam dengan narasi visual yang menarik, dan membahas risiko utama seperti kecanduan digital, paparan konten tidak pantas, serta kurangnya pengawasan. Efektivitas video dievaluasi melalui kuesioner pre-test dan post-test yang diberikan kepada 40 responden terpilih, serta didukung oleh wawancara kualitatif. Hasilnya menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan secara statistik (p < 0.05), dengan lebih dari 80% responden menyatakan peningkatan kesiapan dalam membimbing anak menggunakan internet secara aman dan bertanggung jawab. Responden juga mengapresiasi penggunaan bahasa yang sederhana, visual yang menarik, serta penyampaian pesan yang jelas. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam bidang parenting digital dan pendidikan Islam dengan menawarkan alat edukasi yang relevan secara budaya dan terintegrasi dengan nilai keimanan. Penelitian selanjutnya disarankan untuk meningkatkan interaktivitas serta memperluas distribusi melalui berbagai platform digital agar menjangkau audiens yang lebih luas.
Sosialisasi dan Pengenalan Dasar Kecerdasan Buatan bagi Santri Dayah Almubarakah Aceh Utara Hasdyna, Novia; Kesuma Dinata, Rozzi; Fajri, T. Irfan; Mutasar, Mutasar; Fadhilah, Cut
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Edisi April - Juni
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i2.5954

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital di kalangan santri melalui pengenalan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) di Dayah Almubarakah, Aceh Utara. Permasalahan yang dihadapi adalah masih rendahnya pemahaman santri terhadap teknologi modern, khususnya kecerdasan buatan, yang berpotensi dimanfaatkan dalam pendidikan dan dakwah. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi ceramah interaktif, studi kasus, dan demonstrasi aplikasi berbasis kecerdasan buatan yang relevan dengan kehidupan sehari-hari dan nilai-nilai Islam. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan dasar Artificial Intelligence, aplikasinya dalam berbagai bidang, serta tantangan dan peluangnya dari perspektif Islam. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme yang tinggi dari peserta, dengan lebih dari 80% santri mampu menjelaskan kembali konsep dasar kecerdasan buatan setelah mengikuti kegiatan. Selain itu, diskusi yang berlangsung menunjukkan adanya minat lanjutan untuk mendalami topik ini dalam konteks dakwah dan pendidikan. Simpulan dari kegiatan ini adalah bahwa pengenalan kecerdasan buatan secara kontekstual dan aplikatif dapat menjadi langkah awal yang efektif dalam membangun literasi digital Islami di kalangan santri, sekaligus membuka wawasan mereka terhadap perkembangan teknologi yang relevan dengan nilai-nilai keislaman.
Rancang Bangun Lampu Otomatis Menggunakan Sensor PIR dan LCD Display Berbasis Tinkercad Suratin; Fadhilah, Cut
Jurnal Elektronika dan Teknologi Informasi Vol 6 No 2 (2025): September 2025
Publisher : LPPM-UNIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5201/jet.v6i2.512

Abstract

Manual control of lighting in households often leads to energy wastage, as people may forget to switch off the lights after leaving a room, resulting in unnecessary electricity consumption. To address this challenge, an automation system has been designed to enhance energy efficiency by regulating lighting based on human presence and the surrounding light levels. This system utilizes two sensors: a Passive Infrared (PIR) sensor, which detects human motion within its detection range, and a Light Dependent Resistor (LDR) sensor, which measures the intensity of ambient light. The PIR sensor operates effectively for about ± 2 minutes after activation, while the LDR sensor continuously monitors light levels and automatically controls the lighting, turning it on or off based on preset conditions. This system ensures that lights are only active when necessary, thus contributing to significant energy savings.
Prototype Penyiraman Otomatis Pada Tanaman Bawang Putih dengan Metode Fuzzy Sugeno Berbasis Arduino Uno Nunsina, Nunsina; Darnila, Eva; Fadhilah, Cut; Razi, Ar
TEKNIKA Vol. 18 No. 1 (2024): Teknika Januari - Juni 2024
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10614572

Abstract

Bawang putih merupakan jenis tanaman yang biasa ditanam di dataran tinggi tropis yang sangat sensitif terhadap cekaman kekeringan. Kekurangan air dapat menyebabkan pembentukan umbi terhambat sehingga akan mengurangi hasil poduksi. Penelitian iini bertujuan untuk membuat sebuah perangkat yang mampu mengotomatisasi proses penyiraman tanaman bawang putih . Proses penyiraman bawang putih secara manual memakan waktu yang signifikan karena harus dikerjakan secara individual untuk setiap pohon. Perangkat ini dirancang untuk memberikan manfaat dengan memudahkan pekerjaan manusia dalam menyirami bawang putih. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Penelitian dan Pengembangan (R&D). Perangkat ini dilengkapi dengan sensor kelembaban tanah yang berperan sebagai pengecek tingkat kelembaban dan mengirim instruksi kepada Arduino Uno untuk mengaktifkan driver relay, sehingga pompa air untuk melakukan penyiraman otomatis sesuai kebutuhan. Penelitian ini meliputi perancangan, serta implementasi komponen-komponen sistem, termasuk penggunaan Arduino Uno sebagai pengendali dan driver relay untuk mengatur aktivitas pompa air. Data dari penelitian memastikan bahwa perangkat yang dibuat berfungsi secara efektif, di mana relay akan beroperasi dan mengaktifkan pompa ketika tingkat kelembaban tanah di bawah 40%. Sebaliknya, relay akan berhenti beroperasi ketika kelembaban tanah mencapai lebih dari 40%. Agar dapat berproduksi optimal bawang putih memerlukan volume dan interval penyiraman yang tepat.
SOSIALISASI PEMANFAATAN CHATGPT SEBAGAI ALAT BANTU CERDAS DALAM MENINGKATKAN LITERASI DIGITAL SANTRI PESANTREN Hasdyna, Novia; Kesuma Dinata, Rozzi; Fadhilah, Cut; Irfan Fajri, T.; Mutasar, Mutasar
Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 03 (2025): Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat, 2025
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesantren sebagai lembaga pendidikan berbasis keagamaan menghadapi tantangan yang cukup besar dalam meningkatkan literasi digital di era modern. Keterbatasan pemahaman santri terhadap pemanfaatan teknologi informasi menyebabkan akses terhadap sumber belajar yang relevan dan mutakhir menjadi terbatas. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan untuk mengatasi permasalahan tersebut melalui sosialisasi pemanfaatan ChatGPT sebagai alat bantu cerdas dalam mendukung proses pembelajaran dan peningkatan literasi digital. Tujuan utama kegiatan ini adalah membekali santri dengan keterampilan dasar dalam menggunakan ChatGPT secara efektif, etis, dan produktif sebagai media pencarian informasi, penyusunan tulisan, serta pendukung pembelajaran mandiri. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pelatihan interaktif yang meliputi sosialisasi konsep literasi digital, demonstrasi penggunaan ChatGPT, sesi praktik langsung, serta pendampingan dan evaluasi. Kegiatan ini dilaksanakan di Dayah Darul Ulum Al Munawarah, Cunda, Kota Lhokseumawe, pada Kamis, 18 September 2025. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman santri terhadap pemanfaatan ChatGPT sebesar 78%, berdasarkan perbandingan hasil pre-test dan post-test, disertai perubahan sikap positif terhadap penggunaan teknologi digital secara bertanggung jawab. Program ini memberikan dampak nyata dalam meningkatkan literasi digital dan kemandirian belajar santri, sekaligus menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem pendidikan pesantren yang adaptif terhadap perkembangan teknologi berbasis Artificial Intelligence.