Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Selection of Wild Plant Species from Organic Rice Field in Sumberngepoh Village in Malang as Attractant of Trichogramma spp. (Hymenoptera, Trichogrammatidae) Wahyu Kusumayanti Putri; Bagyo Yanuwiadi
Indonesian Journal of Environment and Sustainable Development Vol 5, No 2 (2014)
Publisher : Graduate Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (742.603 KB)

Abstract

One of the actions in biological control is the use of parasitoid. Some wild plant species can attract those parasitoid. By the fact, the objective of this research are to select some of wild plant species attracting Trichogramma spp. These wild plant were belong to Asteraceae (Eupatorium odoratum, Bidens pilosa, Crassocephalum crepidioides) and Mimosaceae (Parkia speciosa, Leucaena glauca, Mimosa pudica). Mass rearing of trichogramma spp. was prepared for those purpose. The selection were conducted by using four armed olfactometer. The percentage of the tested Trichogramma spp. attracted to the wild plant species was noted as well as their orientation duration to select the plant species. The difference of the mean of their orientation duration was analyzed statistically by T-Test. Both of plant familia can attract the parasitoid. This were the plant species that attracted Trichogramma spp. From the most attractive to the lowest one : B. pilosa 22 %, E. odoratum 18.6 %, M. pudica 18.2 %, C. crepidioides 13.8 %, P. speciosa 13.6 %, and L. glauca 13.6 %. For the orientation duration, this are the plant species that can attract the parasitoid from the fastest one to the slowest one : P. speciosa 45.5 seconds, C. crepidioides 46.2 seconds, L. glauca 49 seconds, E. odoratum 50.6 seconds , B. pilosa 53.4 seconds, and M. pudica 55.2 seconds.Keywords : Asteraceae, Mimosaceae, Trichogramma spp.
Water Carrying Capacity Approach in Spatial Planning: Case Study at Malang Area Arief Riyadi; Arief Rachmansyah; Bagyo Yanuwiadi
Indonesian Journal of Environment and Sustainable Development Vol 9, No 1 (2018)
Publisher : Graduate Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1218.243 KB) | DOI: 10.21776/ub.jpal.2018.009.01.08

Abstract

The Law of the Republic of Indonesia Number 32 of 2009 and 26 of 2007 affirms that need environmental carrying capacity in preparation of regional spatial plans. The Great Malang bypassed 12 sub-watershed which is 4 of them pass 3 regency / city directly. Therefore, it needs an integrated spatial arrangement between the three regions. The purpose of this research is to formulate study of water carrying capacity (WCC) and recommendation for input in spatial planning in Malang area. The results of the water carrying capacity study show that Metro and the Bango Sub-watershed is very worrying because its critical condition has been exceeded before 2015. While the Amprong and Manten sub-waters are still safe until 2030.Key word: Amprong, Bango, Manten, Metro, Sub-watershed, Water carrying capacity
Efek Blok Refugia (Ageratum conyzoides L., Ageratum houstonianum L., Commelina diffusa L.) Terhadap Pola Kunjungan Arthropoda di Perkebunan Apel Desa Poncokusumo, Kabupaten Malang fevilia suksma wardani; Amin Setyo Leksono; Bagyo Yanuwiadi
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 4 (2013)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Ekosistem yang terganggu dan aplikasi pestisida menyebabkan penurunan diversitas Arthropoda. Keberadaan Arthropoda dapat ditingkatkan dengan memanfaatkan refugia di sekitar perkebunan apel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan, struktur komunitas, diversitas dan komposisi Arthropoda, efek blok refugia terhadap pola kunjungan Arthropoda, pengaruh faktor abiotik dan status fungsional Arthropoda. Pengamatan Arthropoda dilakukan secara visual control.  Pengukuran faktor abiotik meliputi suhu udara dan intensitas cahaya. Pengambilan data dilakukan empat kali pada musim buah dan empat kali sehari di setiap kombinasi refugia selama 15 menit setiap periode. Analisis struktur komunitas Arthropoda didapat dari nilai penting dan diversitas (Indeks Shannon-Wienner). Pola kunjungan dan komposisi Arthropoda (IBC) dibandingkan antar blok. Kelimpahan Arthropoda berjumlah 1424 individu terdiri dari 8 ordo dengan 28 famili, 5 famili tertinggi yaitu Aleyrodidae, Syrphidae, Pieridae, Tabanidae  1 dan Formicidae 2 dengan INP tertinggi yaitu Aleyrodidae (33.95 %). Diversitas Arthropoda tinggi dengan nilai 2-3. Rata-rata kesamaan komposisi Arthropoda menunjukkan tingkat kesamaan yang sedang. Blok refugia yang digunakan memiliki pengaruh terhadap kunjungan Arhropoda. Blok 1, 2 dan 4 menunjukkan tingkat daya tarik yang tinggi untuk menarik Arthropoda sehingga dapat direkomendasikan antara blok 1 dan 2. Status fungsional Arthropoda terdiri dari herbivor (54.14 %), polinator (28.72 %) dan predator (17.13 %). Suhu dan intensitas cahaya berpengaruh pada kelimpahan Arthropoda.   Kata kunci: Arthropoda, refugia, musim buah, visual control
Diversitas Arthropoda Tanah sebagai Bioindikator Lahan Perkebunan dan Hutan Sekunder di Wana Wisata Rawa Bayu, Desa Bayu, Banyuwangi Galih El Fikri; Bagyo Yanuwiadi
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui keanekaragaman jenis Arthropoda tanah dan karakteristik Arthopoda tanah, memetakan diversitas hewan tanah di lahan perkebunan dan hutan sekunder   dan mengetahui  presepsi  masyarakat  sekitar  Wana  Wisata  Rawa  Bayu  tentang arthropoda tanah. Hal ini perlu dilakukan karena belum ada penelitian tentang Arthropoda tanah di Rawa Bayu. Penelitian ini dilakukan pada 15-17 Oktober   2015, di Wana wisata Rawa Bayu, Kecamatan Sanggon,  Kabupaten Banyuwangi. Pengambilan sampel dilakukan pada tiga tempat yang berbeda yaitu agroforestri sederhana (kebun ketela pohon), agroforestri kompleks (hutan pinus), hutan sekunder dengan metode pitfall trap dan handsorting. Setiap metode dilakukan   di tiga lokasi dan untuk  masing-masing  lokasi  dilakukan  tiga  ulangan.    Analisis data  keanekaragaman  Arthropoda dengan mencari data kelimpahan, frekuensi, indeks nilai penting (INP) dan Indeks Shannon-Wiener (H') yang dilakukan di Laboratoriun Ekologi dan Diversitas Hewan, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Brawijaya, Malang. Hasil  penelitian menunjukkan bahwa terdapat 22 taxa yang ditemukan dalam penelitian kali ini dengan karakteristik taxa dominan, selanjutnya persebaran 22 taxa tersebut tidak merata yang ditunjukkan dengan hasil pemetaan. Family paling dominan adalah Formicidae. Hasil analisis cluster menunjukan pada indeks kesamaan tidak ada yang lebih dari 0,8.  terdapat  dominasi  dan  kodominasi  untuk  masing-masing  tempat  dan  masing-masing metode.
Eksplorasi Potensi ekowisata di Blitar Siska Puspa Wardhani Prasetya; Bagyo Yanuwiadi
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Ekowisata merupakan  suatu  kegiatan  wisata  yang  konsep  utamanya  difokuskan  terhadap kelestarian  sumberdaya  pariwisata.  Perjalanan  ekowisata  lebih difokuskan pada wisata  alam yang  bertanggung  jawab dengan  cara  mengkonservasi  lingkungan  dan  meningkatkan kesejahteraan  masyarakat  lokal.  Penelitian  ini  bertujuan  untuk mengetahui  potensi  dan  persepsi  masyarakat  terhadap  ekowisata. Penelitian  ini dilakukan pada bulan Agustus hingga Desember 2012 di kota  dan  Kabupaten  Blitar.  Potensi  ekowisata  dilakukan  dengan  cara eksplorasi langsung terhadap tempat-tempat wisata. Persepsi masyarakat dilakukan dengan  cara wawancara  semi  terstruktur kepada narasumber dan  demi  kode  etik  para  narasumber  tidak  berkenan  disebutkan  namanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Blitar memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai daerah ekowisata. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya  Obyek Wisata  yang  ada  di  Blitar,  yang  meliputi  Rambut Monte,  Es  Drop,  Candi  Penataran,  Pantai  Tambakrejo,  Gong  Kyai Pradah,  dan  lain-lain.  Berdasarkan  hasil  wawancara  diketahui  bahwa masyarakat mengetahui  potensi  ekowisata  di  Blitar,  selain  itu mereka turut  melestarikan  dan  mendukung  pengembangan  obyek-obyek ekowisata yang ada di Blitar. Kata Kunci  : blitar, ekowisata, eksplorasi, dan persepsi.
EKSPLORASI OBYEK DAN ATRAKSI WISATA PENDUKUNG USAHA KONSERVASI DI BANYUBIRU KABUPATEN PASURUAN Anisa Kusumaningtyas Handayani; Bagyo Yanuwiadi
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang banyak menawarkan obyek-obyek wisata baik di darat maupun perairan. Obyek-obyek wisata ini banyak memiliki potensi yang sangat tinggi untuk dikembangkan menjadi ekowisata. Salah satu kawasan wisata alam berupa pemandian Banyubiru terdapat di Jawa Timur, khususnya di Kabupaten Pasuruan. Wisata alam Banyubiru menyuguhkan pemandian yang berasal dari sumber mata air alami dan beberapa kolam buatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui obyek dan atraksi wisata di Banyubiru serta persepsi masyarakat terhadap ekowisata. Observasi tentang obyek dan atraksi wisata dilakukan dengan cara eksplorasi langsung pada kawasan wisata Banyubiru. Persepsi masyarakat didapatkan dengan cara wawancara semi-terstruktur kepada narasumber. Ekowisata potensial yang bisa dikembangkan yakni Pemandian Banyubiru, Kupang Kraton, perkebunan di sepanjang jalan menuju wisata serta budidaya jamur tiram dan bunga krisan.
Potensi Halaman Sekolah sebagai Mikrohabitat, serta Persepsi Masyarakat Sekitar Sekolah tentang Undur-undur (Myrmeleon sp.) sebagai Predator di Kec. Campurdarat, Kab. Tulungagung ardhanys wari putri; Bagyo Yanuwiadi; Amin Setyo Leksono
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Potensi Halaman Sekolah sebagai Mikrohabitat, serta Persepsi Masyarakat Sekitar Sekolah tentang Undur-undur (Myrmeleon sp.) sebagai Predator di Kec. Campurdarat, Kab. TulungagungArdhanyswariputri, Yanuwiadi, B., Leksono, A.S. Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya, MalangABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi halaman sekolah sebagai mikrohabitat undur-undur (Myrmeleon sp.) dan mengetahui persepsi masyarakat sekolah dan masyarakat di sekitar sekolah tentang undur-undur (Myrmeleon sp.) sebagai pengendali hayati di Kecamatan Campurdarat Kecamatan Tulungagung. Prosentase halaman sekolah yang dapat digunakan sebagai mikrohabitat undur-undur (Myrmeleon sp.) dapat diukur dengan membandingkan luasan tanah kering gembur dan tidak lembab maupun tanah berpasir pada halaman sekolah dengan seluruh luasan halaman sekolah. Kemudian presentase tersebut dideskripsikan berdasarkan skala estimasi. Adapun pengambilan data dilakukan dengan wawancara secara tertutup melalui questioner kepada responden yang merupakan warga sekolah dan masyarakat sekitar sekolah di Kecamatan Campurdarat. Pengolahan data dilakukan dengan analisis statistic skala lickert (lickert scale). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata prosentase halaman sekolah yang berpotensi sebagai mikrohabitat undur-undur (Myrmeleon sp.) sebesar 19,61%, yang berarti bahwa rata-rata sekolah yang berada di Kecamatan Campurdarat mempunyai pontensi yang sangat rendah sebagai mikrohabitat undur-undur (Myrmeleon sp.). Sedangkan persepsi warga sekolah dan masyarakat di sekitar sekolah berada pada kategori yang cukup. Prosentase pengetahuan responden tentang undur-undur sebagai musuh alami sebesar 53,92%, sikap responden tentang undur-undur sebesar 55,09%, keterampilan responden terhadap hal-hal berkenaan dengan undur-undur sebesar 55,09%, dan persepsi respondent yang lain secara pribadi sebesar 46,55%. Kata kunci : Mikrohabitat, Undur-undur (Myrmeleon sp.), potensi, persepsi 
Efek Refugia pada Populasi Herbivora di Sawah Padi Merah Organik Desa Sengguruh, Kepanjen, Malang Ria Pravita Sari; Bagyo Yanuwiadi
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Hama tanaman mengakibatkan hasil produksi padi di Indonesia menurun. Untuk itu diperlukan suatu upaya pengendalian hama tanpa merusak kestabilan lingkungan yaitu dengan memanfaatkan blok refugia. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kelimpahan, diversitas, famili yang mendominasi pada lahan sawah dan blok refugia di setiap fase pertumbuhan padi serta untuk mengetahui efek blok refugia  terhadap hebivora di sawah Kepanjen. Metode koleksi data tentang kunjungan herbivora yang dipakai dalam penelitian ini adalah visual control. Pada pelaksanaannya, pengamatan herbivora dilakukan pada 5 plot yang dibuat di sawah  dan 1 plot blok refugia di pematang sawah tersebut. Jarak pengamat dari plot sawah maupun blok refugia adalah 2 meter dan pengamatan tentang kunjungan herbivora dilakukan selama 15 menit untuk setiap plotnya. Pengamatan dilakukan 3 periode (pukul 08.00-10.00, 12.00-14.00, dan 15.00-17.00) untuk setiap fase pertumbuhan padi dan masing-masing diulang 2 kali. Pengukuran faktor abiotik meliputi suhu, kelembaban udara dan intensitas cahaya. Nilai penting dan indeks diversitas (Shannon-Wienner) dihitung untuk mengetahui analisis struktur komunitas herbivora. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan herbivora keseluruhan berjumlah 521 individu yang terdiri dari 5 ordo dengan 13 famili. Famili yang memiliki kelimpahan tertinggi di sawah maupun blok refugia yaitu Acrididae. Diversitas herbivora di sawah maupun blok refugia tergolong rendah hingga sedang. Diversitas herbivora tertinggi di sawah yaitu pada pukul 12.00-14.00 WIB sedangkan di blok refugia diversitas tertinggi terjadi pada pukul 08.00-10.00 WIB. Famili yang mendominasi di sawah maupun blok refugia yaitu Acrididae ditandai dengan tingginya INP.   Kata kunci: Herbivora, organik, pengendalian hayati, refugia   ABSTRACT Pests of plants causes  decreasing of rice production in Indonesia. That’s why it required an effort to control pests without harming the environment stability by using refugia. The objectives of this research were to know the abundance, diversity and family that dominate in the crops and in the refugia block in every stage of rice growth and to determine the effects of refugia block to the herbivore population in Kepanjen rice field. The method used to collect the information of herbivore visited both padi plots and refugia plots in this research was visual control. For those purposes, visual control were conducted on 5 plots in rice field and 1 plot in refugia plots. The distance of the observer to each plot was 2 meters and it were conducted for 15 minutes for each plot. Those observations were made in 3 period (08.00 to 10.00, 12.00 to 14.00, and 15.00 to 17.00) for every stage of rice growth and it were repeated 2 times. The measurement of abiotic factors include temperature, air relative humidity and light intensity. The analysis of herbivore community structure was obtained by counting the important value and Shannon–Wienner diversity index). Total abundance of herbivores was 521 individuals consist of 5 orders with 13 families. Families which had the highest abundance in the fields and refugia was Acrididae. Herbivore diversity in the fields and refugia was low to moderate. The highest of herbivore diversity in rice fields was at 12.00 to 14.00 pm while the highest diversity in refugia was at 8.00 to 10.00 pm. Families that dominate in the fields and refugia was Acrididae with high INP value.   Keywords : Biological control,  herbivore, organic, refugia
SPATIAL AND TEMPORAL DISTRIBUTION OF NATURAL ENEMIES VISITING REFUGIA IN A PADDY FIELD AREA IN MALANG Wiwin Maisyaroh; Bagyo Yanuwiadi; Amin Setyo Leksono; Zulfaidah PG
AGRIVITA, Journal of Agricultural Science Vol 34, No 1 (2012)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Brawijaya in collaboration with PERAGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17503/agrivita.v34i1.143

Abstract

Human activities in seeking agricultural lands, has change the traditional agricultural system into intensive cultivation system. One effort to minimize intensive agriculture system is the use of natural enemies to control pests. Habitat management should be implemented by creating habitat favored by natural enemies. This research aims to determine the spatial and temporal distribution of natural enemies of wild plants: Mimosa pudica, Vernonia cinera, Marsilea crenata, and Pistia startiotes on agricultural land. This research was conducted in March-April 2010 in Malang Sawojajar farmland. Plants placed in the corner field (refugia areas), visiting insects was observed starting from refugia areas and two meters away from the refugia area. Observations of insect use the "visual control" metode. The results showed that natural enemies visiting to the refugia areas were 6 orders (15 families): Coleoptera, Odonata, Aaraneae, Hymenoptera, Diptera, and Orthoptera. Not all natural enemies have spatial and temporal distribution, only 9 families who indicate a pattern spatial or and temporal distribution. Overall, natural enemies do not show any significant spatial pattern (F> 0.05), but indicate a temporal pattern (F
Abundance of Metioche Vittalicollis ( Orthoptera:Gryllidae) and Natural Enemies in A Rice Agroecosystem as Influenced by Weed Species Sri Karindah; Bagyo Yanuwiadi; Liliek Sulistyowati; Peter T. Green
AGRIVITA, Journal of Agricultural Science Vol 33, No 2 (2011)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Brawijaya in collaboration with PERAGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17503/agrivita.v33i2.55

Abstract

Weeds in the rice fields impact the population of M. vittaticollis and several predators on rice habitat. A study was conducted during rainy season 2004-2005 and dry season 2005, which selective weeding and weed strips were applied. In selective weeding, Monochoria vaginalis, Fimbristylis miliacea, Cyperus iria, and Limnocharis flava were left, and made a weed strip at the periphery of rice plot which was consisted of those four species. Clean weeding as farmers usually do was also applied as a control treatment. Results showed that the presence of weed plant species in the earlier planting season of dry season 2005 tended to maintain the population of the predatory insects of rice pests, in particularly M. vittaticollis and Anaxipha longipennis. Population of Ophionea nigrofasciata, Paederus spp. and Micraspis inops were not different among the treatment plots during rainy season (2004-2005) and dry season (2005). The species number of predator and parasitoids seemed to increase slower in the clean weeded plot in comparing with the species number in selectively weeded or weeds strips plot at early planting season. Rice yield in the experimental plots were not significantly different. Some weeds in the rice fields may not have adverse effects on rice productivity. Keywords : generalist predator, weeding, predatory cricket