Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Effectivity Of Agroedutourism To Strengthen Healthy Agro-Ecosystem Awareness Of Students In Some Elementary Schools In Malang Raya, East Java Hanin Niswatul Fauziah; Endang Arisoesilaningsih; Bagyo Yanuwiadi
Journal of Indonesian Tourism and Development Studies Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Program Pascasarjana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aimed to study the effectivity of agroedutourism to strengthen students’ environmental awareness, especially concerning on importance of rice organic farming system. Eighty three students were invited joining the program. They were the 5th grade of three elementary schools (SDN Ketawanggede 2, SDI Surya Buana and SDN Sumberngepoh 02). It was provided three agroedutourism programs, i.e. two outdoors programs (Farmers’ friends and enemies, Plants for biopesticide and natural attractant), as well as the indoor session called Healthy agroecosystem. Including the programs were joining ecoeco-games and tasting some food (steamed rice-bran brownies, organic red rice milk and zalacca fruits). Effectivity of the programs was evaluated using questionnaire. Data were analyzed by SPSS program using Wilcoxon test (α=0,05). Results showed overall that the agroedutourism increased significantly students cognitive, affective and even their appreciation to agricultural environment. Students of SDN Sumberngepoh 02 showed a highest agro-environmental awareness. While, the highest cognitive improvement was gained by students of SDI Surya Buana (76%), followed by SDN Ketawanggede 2 (62%) and SDN Sumberngepoh 02 (47%). The most interesting program was an outdoor namely Farmers’ friends and enemies, while they preferred a steamed rice-bran brownies than the other one. They were exciting joining some eco-games especially predator and prey as well as guest animal name and its role. It seemed that the outdoor programs were more appreciated rather than the indoor one. Keywords: Agroedutourism, awareness, effectivity, healthy agro-ecosystem
Kajian Jenis - Jenis Burung Di Desa Ngadas Sebagai Dasar Perencanaan Jalur Pengamatan Burung (Birdwatching) Kristin Widyasari; Luchman Hakim; Bagyo Yanuwiadi
Journal of Indonesian Tourism and Development Studies Vol. 1 No. 3 (2013)
Publisher : Program Pascasarjana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui jenis-jenis  serta sebaran spasial burung-burung yang ada di desa Ngadas. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2010- Maret 2011 di Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Pengamatan burung dilakukan dengan menjelajahi jalur pengamatan yang telah ditentukan sebelumnya. Daerah yang dijadikan lokasi pengamatan adalah hutan disekitar Desa Ngadas, wilayah lahan yang diolah serta daerah pemukiman. Data yang diambil dalam pengamatan burung tersebut meliputi data jenis burung, jenis vegetasi dimana burung dijumpai serta posisi koordinat dan lokasi perjumpaan dengan burung. Data mengenai jenis dan jumlah burung pada masing-masing karakter lahan ditabulasikan dengan menggunakan Microsoft Excel 2007, untuk selanjutnya dibuat diagram yang menunjukkan perbandingan antara jenis burung yang ditemukan pada masing-masing karakter lahan. Sementara untuk posisi koordinat burung tersebut dijumpai ditabulasikan dengan menggunakan Microsoft Access 2007, yang selanjutnya akan diolah dengan menggunakan software ArcGIS 9.3 untuk dibuat peta sebaran burung Desa Ngadas. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan di Desa Ngadas, diketahui bahwa setidaknya ada 13 famili dan 23 spesies burung yang ada di Desa Ngadas. Ketiga belas famili burung ini tersebar di seluruh wilayah desa Ngadas, namun jumlah famili paling banyak ditemukan di wilayah hutan sekunder, kemudian diikuti oleh wilayah ladang serta daerah pemukiman. Dengan melihat keragaman burung serta distribusinya di Desa Ngadas, perencanaan kegiatan Birdwatching memiliki potensi besar untuk dilaksanakan sebagai salah satu upaya konservasi dan pengenalan akan pentingnya melestarikan dan menjaga keberadaan burung. Kata kunci: Burung, birdwatching, desa Ngadas,  sebaran
Analisis Potensi Dan Arahan Strategi Kebijakan Pengembangan Desa Ekowisata di Kecamatan Bumiaji – Kota Batu Muhammad Attar; Luchman Hakim; Bagyo Yanuwiadi
Journal of Indonesian Tourism and Development Studies Vol. 1 No. 2 (2013)
Publisher : Program Pascasarjana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Batu merupakan salah satu daerah otonom di Provinsi Jawa Timur yang mengandalkan sektor pariwisata untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Pengembangan pariwisata lebih mengarah pada objek wisata artifisial atau buatan yang dibangun oleh investor namun menimbulkan permasalahan lingkungan. Perlu alternatif lain pengembangan pariwisata yaitu obyek wisata yang mampu menekan dampak kerusakan lingkungan sekaligus meningkatkan peran masyarakat lokal dan kesejahteraannya yaitu pengembangan Desa Ekowisata berbasis Community Based Ecotourism (CBE). Penelitian ini bertujuan untuk melakukan penilaian potensi wisata dan obyek daya tarik wisata (ODTW) di desa – desa wisata, menganalisis kesiapan terhadap pengembangan desa ekowisata, menganalisis desa wisata yang paling optimal untuk pengembangan desa ekowisata dan menentukan arahan strategi kebijakan pengembangan desa ekowisata di Kecamatan Bumiaji Kota Batu. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Pengumpulan data dengan survei primer dan sekunder. Pendekatan yang digunakan adalah Analisis potensi wisata dan obyek daya tarik wisata (ODTW), Penilaian kesiapan pengembangan Community Based Ecotourism (CBE), Analisis spasial dan Analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan seluruh desa wisata di Kecamatan Bumiaji memiliki potensi wisata dan obyek daya tarik wisata (ODTW) berupa atraksi alam, sumberdaya pertanian dan budaya yang dapat lebih dikembangkan. Penilaian potensi wisata dan obyek daya tarik wisata (ODTW) menunjukkan Desa Tulungrejo dan Desa Sumberbrantas termasuk klasifikasi Sangat Baik; Analisis kesiapan terhadap pengembangan desa ekowisata berbasis masyarakat (CBE) menunjukkan Desa Tulungrejo dan Desa Bumiaji termasuk dalam klasifikasi Baik. Hasil analisis spasial menunjukkan Desa Tulungrejo merupakan desa yang paling optimal untuk pengembangan desa ekowisata di Kecamatan Bumiaji. Analisis Matrik Grand Strategy menunjukkan arahan strategi kebijakan pengembangan Desa Ekowisata di Desa Tulungrejo terletak pada kuadran 1, strategi yang digunakan bersifat agresif (SO). Kata Kunci : Kota Batu, pengembangan, potensi dan ODTW, Desa Ekowisata
Influence of Porang (Amorphophalus muelleri) Cultivation On The Composition of Soil Arthropods In Tropical Agroforestry Areas In East Java, Indonesia Amin setyo Leksono; Bagyo Yanuwiadi; Kusuma Zaenal; Akbar Farid; Fujianor Maulana
Journal of Tropical Life Science Vol. 1 No. 2 (2011)
Publisher : Journal of Tropical Life Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was conducted on July to October 2010 to evaluate the effect of porang cultivation on the abundance, diversity and composition of soil Arthropods. Change in the abundance, diversity and composition of soil Arthropods was observed using pitfall traps in two study sites (Jember and Madiun). In each study site, samplings were performed in porang cultivation land and non-porang area. A total of 15 traps were put in three lines at each location. The differences in the abundance and diversity were analyzed by using multivariate analyze tests. The soil Arthropod compositions in all locations were compared with Bray-Curtis similarity index. The effect of environmental factors on the arthropod compositions was analyzed using multiple regression. The result showed that the effect of porang-cultivation was not consistent in two study sites. In Madiun, the abundance of soil Arthropods in porang cultivation land was slightly higher than that in non-porang, while the diversity was significantly higer in the former location. In contrast the those in Jember was found in vice versa situation. This study indicate that the effect of porang-cultivation was not subtantial to the composition of soil Arthropods. Therefore practice non harmful porang cultivation should be promoted as a part of agroforestry sistem in both study sites.Keywords: Agroforestry, conservation, pitfall traps Soil Arthropods composition
Evaluation of Natural Enemy Abundance Based on Riparian Vegetation at Rice Field in Slamet Village, East Java, Indonesia Faidatu Ummi; Catur Retnaningdyah; Bagyo Yanuwiadi
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2023.011.01.03

Abstract

Riparian vegetation habitats in irrigation canals provide various ecosystem regulatory services for human life. One of them was providing a habitat of natural enemies for agricultural pests. This research aims to evaluate the community structure of natural enemies based on the diversity index and abundance value, and riparian vegetation community in the four different categories of tertiary irrigation canals at the Slamet Village rice field. Arthropods were observed using a visual encounter survey and yellow pan trap methods for fifteen days. At the same time, riparian vegetation analysis was also applied by purposive sampling. The results showed that the first location of irrigation canals had the highest Shannon-Wiener diversity index, taxa richness, evenness, and the lowest dominance value of riparian vegetation with respectively 4.97; 37 species; 0.93; and 0.02. Moreover, it was followed by high natural enemy’s taxa richness based on yellow pan trap and visual encounter survey (16 and 28 families), total abundance (554 and 4450 individuals), diversity index (1.83 and 3.67), evenness index (0.77 and 0.68), and low dominance index (0.22 and 0.21). Arthropods that act as natural enemies commonly found in this location came from the Formicidae, Coenagrionidae, and Coccinelidae families, while the most common pests found were from the Acrididae family. The opposite of that, the fourth location had a high dominance index of riparian vegetation (0.15), diversity index of pest (1.83), taxa richness of pest (10 families), and 272 individuals of pest arthropod arthropods. The highest abundance of pests in this location came from the Acrididae, Drosophilidae, Tephritidae, and Aphididae families.
PEMBINAAN SEKOLAH BERBUDAYA LINGKUNGAN UNTUK MENDUKUNG PROGRAM ADIWIYATA DI WILAYAH BALI BARAT Amin Setyo Leksono; Bagyo Yanuwiadi; Zulfaidah Penata Gama; Nia Kurniawan; Muhammad Imam; Elan Herlina
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 (2023): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Community service activities have been carried out in the West Bali Region. Several schools in the western part of Bali, including Buleleng and Jembrana Regencies, still have not received an Adiwiyata school award. Community service activities were carried out offline with the target group being biology teachers and students from Buleleng and Jembrana Regencies. This activity aims to a) Increase the understanding of teachers and students regarding environmental culture and the independent curriculum to support Adiwiyata schools; b) Increase teacher awareness for the implementation of an independent curriculum to support environmental culture. Participants in the activity consisted of teachers and students. The method of implementing the activities is carried out by surveiing and inventorying problems, interviews, lectures and discussions as well as simulations. Participants in the activity totaled 70 people divided into several topics. Of the 70, 20 of them studied the topic of Adiwiyata schools. The average age of the respondents is 41-50 years, with an undergraduate education level. The level of understanding from the majority knowing little (71%) increased to very knowing (57%). The satisfaction level reached more than 80%, and all participants were willing to follow up on the understanding that had been obtained to develop environmentally cultured schools in the West Bali region. Abstrak Kegiatan pengabdian masyarakat telah dilaksanakan di Wilayah Bali Barat. Bebeapa sekolah di wilayah Bali bagian barat termasuk Kabupaten Buleleng dan Jembrana, masih banyak yang belum mendapat penghargaan sekolah adiwiyata. Kegiatan pengabdian pada masyarakat yang dilaksanakan secara luring dengan target kelompok sasarannya adalah guru bidang biologi dan siswa dari Kabupaten Buleleng dan Jembrana. Kegiatan ini bertujuan untuk a) Meningkatkan pemahaman guru dan siswa mengenai mengenai budaya lingkungan dan kurikulum merdeka untuk mendukung sekolah adiwiyata; b) Meningkatkan kesadaran guru untuk penerapan kurikulum merdeka untuk mendukung budaya lingkungan. Peserta kegiatan terdiri dari guru dan siswa. Adapun metode pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan survei dan inventarisasi masalah, wawancara, ceramah dan diskusi serta simulasi. Peserta kegiatan berjumlah 70 orang yang terbagi dalam beberapa topik. Dari 70, 20 diantaranya mendalami topik tentang sekolah adiwiyata. Usia responden rata-rata 41-50 tahun, dengan tingkat pendidikan sarjana. Tingkat pemahaman dari mayoritas sedikit tahu (71%) meningkat menjadi sangat mengetahui (57%). Tingkat kepuasan mencapai lebih dari 80%, dan seluruh perserta bersedia untuk menindaklanjuti pemahaman yang telah diperoleh untuk mengembangkan sekolah berbudaya lingkungan di wilayah Bali Barat.