Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Case Study: Oral Hygiene Education in Stroke Patients Experiencing Self-Care Deficits at Hospital X Rizka Aulia Syesharini; Zifriyanthi Minanda Putri; Yuanita Ananda
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 16, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v16i1.3115

Abstract

Stroke patients often experience difficulty performing daily activities, including maintaining oral hygiene, due to muscle weakness and reduced strength. In hospitals, oral hygiene efforts tend to focus on patients with medical devices like feeding tubes, while conscious patients are often overlooked. This issue is worsened by the inconsistency of nurses in providing oral hygiene care and the lack of knowledge among family members on how to perform it in bed. Therefore, education for patients and families is essential. Flipcharts and leaflets can be effective tools, tailored to the patient's condition. This paper aims to provide nursing care through oral hygiene education for Mrs. L, a stroke patient. A case report method was used, involving pre- and post-tests with a questionnaire to assess knowledge and skills, along with oral hygiene status (OHI-S). Education was delivered over 20 minutes using a flipchart, followed by a demonstration from the nurse and a re-demonstration by the family. Results showed improvements: knowledge increased from 73% to 93%, skills from 60% to 93%, and OHI-S improved from 3.16 (poor) to 2.1 (sufficient). It is expected that nurses continue bedside education, and that patients and families can apply oral hygiene practices well.
The Relationship Between Knowledge, Attitudes, and Motivation in the Implementation of the Seven Rights of Medication Administration among Nursing Professional Students at Universitas Andalas Ayu Andira; Zifriyanthi Minanda Putri; Yuanita Ananda
NERS Jurnal Keperawatan Vol. 22 No. 1 (2026): NJK Volume 22, Number 1
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/njk.v22i1.450

Abstract

Medication administration errors continue to be a significant concern in patient safety, including among nursing professional students. This study aimed to analyze factors related to the implementation of the seven rights of medication administration among professional nursing students at Universitas Andalas. This quantitative study used a correlational design with a cross-sectional approach and involved 114 nursing professional students. Data were collected using questionnaires including ASPAM, and researcher-developed questionnaires were tested for validity using Pearson Correlation and reliability using Cronbach’s alpha, showing that all items are valid and reliable. Statistical analysis included univariate, bivariate, and multivariate tests, used Pearson Product-Moment correlation and multiple linear regression tests.  The findings indicated that students generally had high knowledge and motivation levels (mean= 13,44 and 47,73), along with positive attitudes (mean= 66,74), and good implementation practices (mean= 117,11). There were significant relationships between knowledge (p= 0,001), attitudes (p=0,000), and motivation (p=0,000) with implementation, and attitude identified as the most dominant factor. These findings highlight the need to strengthen patient safety attitudes through clinical learning strategies such as case studies and simulations, to improve students’ self-awareness, and to develop attitude-based interventional research to enhance the implementation of the seven rights of medication administration.
PEMANFAATAN MAKANAN TAMBAHAN BERBASIS DIVERSIFIKASI DADIAH PADA IBU HAMIL DAN PELATIHAN PEMANTAUAN STATUS GIZI PADA PETUGAS KESEHATAN Susmiati Susmiati; Helmizar Helmizar; Asrawati Nurdin; Zifriyanti Minanda Putri; Esthika Ariany Maisa; Yuanita Ananda; Muthamainah Muthamainah; Sidaria Sidaria; Ilfa Khairina
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol. 2 No. 4.a (2019)
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jhi.v2i4.a.317

Abstract

Stunting adalah kondisi gagal pertumbuhan pada anak balita akibat kekurangan gizi dalam waktu lama terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yang disebabkan oleh banyak faktor seperti kondisi sosial ekonomi, gizi ibu saat hamil, kesakitan pada bayi dan kurangnya asupan gizi bayi. Stunting akan mengakibatkan anak mengalami keterlambatan dalam pertumbuhan dan perkembangan otak, beresiko mengidap penyakit metabolik dan degeneratif dikemudian hari. Salah satu program lokal berbasis masyarakat yang mungkin dilakukan adalah pemberian makanan tambahan pada ibu hamil yang merupakan usaha peningkatan gizi pada 1000 hari pertama kehidupan. Salah satu makanan yang sangat tinggi nilai gizi baik protein, lemak dan probiotiknya yang mudah didapatkan di daerah Lintau Buo adalah dadiah. Pemberian makanan tambahan ini tidak efektif bila tidak diikuti dengan pemantauan tumbuh kembang oleh petugas kesehatan. Untuk itu perlu dilakukan peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang PMT dan peningkatan pengetahuan petugas tentang pemantauan tumbuh kembang bayi dan anak. Pengabdian berupa penyuluhan tentang pemanfaatan pemberian makanan tambahan berbasis dadiah pada ibu hamil serta pelatihan pemantauan tumbuh kembang pada petugas kesehatan di Nagari tanjung bonai Lintau Buo Utara Kabupaten Tanah datar yang terkenal sebagai penghasil dadiah yang tinggi kandungan bakteri asam laktat. Sasaran Pengabdian masyarakat ini adalah ibu hamil dan petugas kesehatan di wilayah Lintau Buo Utara. Metode pelaksanaan program ini terdiri dari beberapa tahapan yaitu tahap persiapan berupa persiapan izin lokasi, pembuatan modul penyuluhan. Tahap kedua yaitu pelaksanaan penyuluhan atau desiminasi ilmu dan peragaan pemantauan tumbuh kembang bayi dan anak. Tahap ketiga adalah tahap evaluasi terhadap kegiatan yang dilakukan. Dari kegiatan ini memberi nilai tambah pengetahuan ibu hamil dan petugas kesehatan sehingga diharapkan angka kejadian stunting dapat ditekan.