Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Penggunaan Ekstrak Dari Tiga Jenis Daun Jati (Daun Jati Lokal, Daun Jati Super, dan Daun Jati Belanda) sebagai Pewarna Alami pada Sirup Syilwa Aulia Rizquna; Syifa Nur Maulida; Hannifah Hannifah; Ahmad Abdan Syakuron; Iffah Muflihati; Sari Suhendriani
JURNAL TRITON Vol 15 No 1 (2024): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v15i1.532

Abstract

Daun jati merupakan salah satu jenis tumbuhan yang dapat menghasilkan pewarna alami dan tumbuhan yang dianggap sebagai limbah karena pemanfaatannya yang masih kurang oleh masyarakat. Daun jati, dapat dijadikan sebagai pewarna alami dikarenakan adanya kandungan antosianin. Antosianin merupakan pigmen penghasil warna merah serta termasuk dalam senyawa turunan polifenol. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui dan mengkaji penambahan esktrak daun jati sebagai pewarna alami pada sirup. Daun jati diekstrak dengan menggunakan aquadest dan asam sitrat, dilakukan proses maserasi dan kemudian dipekatkan dengan menggunakan rotary evaporator. Hasil proses pemekatan ditambahkan gula dan dipanaskan sehingga menghasilkan sirup ekstrak daun jati. Analisis yang dilakukan yaitu pengukuran warna, pengukuran viskositas, pengukuran pH, pengukuran kadar gula, serta dilakukan uji sensoris. Intensitas kecerahan (lightness), daun jati belanda menghasilkan nilai lebih tinggi dibandingkan sirup dengan daun jati lainnya. Selanjutnya, sirup dengan ekstrak daun jati lokal menghasilkan tingkat kemerahan atau nilai a lebih tinggi dibandingkan dengan lainnya. Nilai b yang lebih tinggi, dihasilkan dari sirup dengan ekstrak daun jati belanda. Nilai viskositas sirup daun jati super menghasilkan nilai lebih tinggi dibandingkan dengan lainnya. Daun jati lokal memiliki intensitas warna yang lebih tinggi dibandingkan dengan jenis ketiganya. Sedangkan pada pengujian viskositas, pH, kadar gula daun jati super menghasilkan nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan daun jati lainnya.
Karakteristik Fisikokimia Chips Kacang Merah Dengan Pengikat Tepung Flaxseed Dan Bumbu Yang Berbeda Mariska, Nurul Putri; Hanannita, Annisa Salma; Yusnia, Hanifa; Muflihati, Iffah; Suhendriani, Sari
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 9, No 2 (2025): December 2025
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v9i2.23489

Abstract

Bumbu rempah dapat ditambahkan pada pembuatan chips. Diversifikasi dilakukan dengan menggunakan tepung kacang merah yang digunakan pada bahan dasar pembuatan chips dan menggunakan tepung flaxseed sebagai pengikatnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan karakteristik chips yang dihasilkan dengan menambahkan berbagai bumbu rempah yang berbeda. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 varian bumbu yang berbeda yaitu bumbu rendang, bumbu gulai, bumbu kari dan juga bumbu opor. Hasil analisis warna menunjukkan bahwa chips dengan warna paling cerah adalah chips dengan penambahan bumbu rendang. Hasil analisis tekstur menujukkan bahwa chips dengan tekstur paling renyah adalah chips dengan penambahan bumbu gulai. Hasil analisis kadar air yang paling mendekati SNI yang telah ditentukan adalah chips dengan penambahan bumbu opor. Hasil analisis kadar abu yang paling mendekati SNI yang telah ditentukan adalah chips dengan penambahan bumbu gulai. Hasil uji deskriptif chips dengan penambahan bumbu menghasilkan tidak adanya perbedaan nyata pada semua parameter yang telah diujikan. Hasil uji hedonik chips dengan penambahan bumbu adalah panelis lebih menyukai chips dengan penambahan bumbu kari.
Kajian Karakteristik Es Krim Kunyit Asam Dengan Pengemulsi Ester Sukrosa Dewi, Sinta; Afifah, Nur; Nur Hayati, Rihma; Jihad Al Akbar, Faiz; Muflihati, Iffah; Suhendriani, Sari
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 11 No. 1 (2026): April
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA.2026.v11.i01.p07

Abstract

Abstrak Penggunaan tanaman herbal di Indonesia sudah dipercaya oleh masyarakat zaman dahulu karena khasiatnya dalam bentuk obat herbal. Selain itu, tanaman herbal juga dapat digunakan dalam bentuk jamu, bumbu masak atau makanan. Salah satu bahan herbal yang cukup populer sebagai jamu adalah kunyit asam. Namun tidak semua masyarakat Indonesia menyukai jamu maka dari itu pengolahan kunyit asam perlu di diversifikasi menjadi produk es krim agar semua kalangan usia dapat menyukainya. Dalam pembentukan tekstur pada es krim tentu memerlukan suatu pengemulsi. Penggunaan ester sukrosa sebagai emulsifier dalam memperbaiki karakteristik es krim sawo matang menghasilkan peningkatan terhadap waktu leleh es krim dan overrun, serta stabilitas emulsi yang dihasilkan tinggi. Es krim merupakan tipe emulsi minyak dalam air, pada tipe ini membutuhkan HLB dengan rentang 15-16. Dalam hal ini ester sukrosa memiliki memiliki HLB (Hydophifil-lipophifil balance) dengan rentang 12-16 sehingga penggunaan ester sukrosa selaras untuk pembuatan es krim kunyit asam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fisik dan organoleptik penggunaan emulsifier dari ester sukrosa pada pembuatan es krim kunyit asam. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok dengan 4 jenis konsentrasi ester sukrosa yang berbeda, yaitu konsentrasi 1%, konsentrasi 2%, konsentrasi 3%, dan konsentrasi 4%. Analisis yang dilakukan pada penelitian ini adalah analisis overrun, waktu pelelehan, stabilitas emulsi, total padatan terlarut dan organoleptik (uji deskriptif dan hedonik). Berdasarkan penelitian, konsentrasi ester sukrosa yang lebih tinggi (4%) secara signifikan meningkatkan nilai overrun, yang mengindikasikan penggabungan udara yang lebih baik dan menghasilkan tekstur yang lebih ringan. Dalam analisis, waktu leleh ester sukrosa tidak berpengaruh secara signifikan terhadap waktu leleh, di mana waktu leleh tetap konsisten pada konsentrasi yang berbeda. Analisis total padatan terlarut, semakin tinggi konsentrasi ester sukrosa menghasilkan total padatan terlarut yang lebih tinggi, meningkatkan kepadatan dan tekstur es krim secara keseluruhan. Analisis stabilitas emulsi menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi ester sukrosa akan meningkatkan stabilitas emulsi, mencegah pemisahan fase dan meningkatkan kelembutan es krim. Pada uji sensoris mendapatakan nilai kesukaan tertinggi pada konsentrasi ester sukrosa 4%.