Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Face Mist Spray Minyak Atsiri Serai Dapur (Cymbopogon citratus) Sebagai Pelembab Yeni Maria; Titi Agni Hutahaen; Abdul Basith
Indonesian Journal of Health Science Vol 3 No 2a (2023): Terus Melaju Untuk Indonesia Maju
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v3i2a.515

Abstract

Serai dapur (Cymbopogon citratus) adalah tanaman yang mengandung minyak atsiri dengan komposisi senyawa antioksidan yang berpotensi sebagai zat aktif dalam sediaan face mist spray sebagai pelembab alami wajah yang digunakan untuk memperlambat penuaan dini yang disebabkan oleh radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan minyak atsiri sereh dapur (Cymbopogon citratus) dapat diformulasikan menjadi bentuk sediaan face mist spray. Penelitian ini merupakan penelitian true experimental laboratory menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian yang digunakan adalah Completely Randomized Design atau Rancangan Acak Lengkap (RAL). Evaluasi pada sediaan yaitu dilakukan uji organoleptis, uji pH dan uji kelembaban wajah. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa minyak atsiri serai dapur (Cymbopogon citratus) dapat digunakan sebagai zat aktif dalam pembuatan sediaan face mist spray. Dan formulasi yang sediaan face mist spray yang terbaik diperoleh pada F2 yaitu dengan konsentrasi minyak astiri serai dapur (Cymbopogon citratus) sebanyak 3gr
Training on Making Sunscreen Cream from Tapak Dara Leaf Extract in Banjarsari Bojonegoro Village Akhmad Al-Bari; Titi Agni Hutahaen; Atika Nirmala
Jurnal SOLMA Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v13i1.12507

Abstract

Background: Penggunaan bahan alam terutama tanaman obat keluarga (TOGA) untuk pengobatan, belum banyak mendapat perhatian dari masyarakat. Padahal, tanaman tapak dara memiliki manfaat diantaranya antihiperglikemi, antidiabetes, antibakteri, dan agen penurun stress oksidatif dan efek tabir surya yang dapat melindungi kulit dari sinar ultraviolet. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah memberikan pemahaman baru kepada masyarakat tentang manfaat tanaman TOGA terutama tapak dara, sehingga dapat melestarikan dan mengolahnya sebagai krim tabir surya. Metode: Pelatihan ini menggunakan metode dengan menyajikan materi dalam bentuk video pelatihan dan slide penjelasan. Kegiatan pelatihan ini dilakukan di Kelurahan Banjarsari dengan metode menyajikan materi video dan slide power point. Pelatihan pembuatan krim tabir surya ini melibatkan 50 Kader PKK yang dilaksanakan selama dua bulan. Hasil: Selama diskusi dua arah, antusiasme peserta terlihat dalam pertanyaan yang diajukan terkait teknis pembuatan krim dan manfaat tanaman tapak dara, menunjukkan minat yang besar dari masyarakat terhadap penggunaan kosmetik herbal dari tanaman TOGA. Kesimpulan: Pelatihan pembuatan krim tabir surya dari ekstrak daun tapak dara di Desa Banjarsari merupakan upaya penginformasian kepada masyarakat tentang proses pembuatan krim dari tanaman TOGA dengan hasil pengabdian antusiasme masyarakat untuk diadakan kegiatan serupa.
FORMULASI DAN UJI ANTIOKSIDAN FACE SPRAY EKSTRAK BUAH BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.): FORMULATION AND ANTIOXIDANT TEST OF FACE SPRAY OF BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) FRUIT EXTRACT Titi Agni Hutahaen; Romadhiyana Kisno Saputri
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 3 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i3.381

Abstract

Antioksidan dapat mencegah kerusakan yang diakibatkan oleh paparan radikal bebas yang berlebih seperti paparan sinar ultraviolet dan polusi udara. Buah belimbing wuluh diketahui mengandung antioksidan yang memungkinkan buah ini dikembangkan sebagai produk kosmestik seperti face spray. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan tes kandungan dan aktivitas antioksidan pada ekstrak buah belimbing wuluh dan untuk mengembangkan produk face spray yang stabil dan sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI). Ekstrak buah belimbing wuluh dibuat dengan metode maserasi selama 3x24 jam dengan menggunakan pelarut metanol 96%. Skrining fitokimia dilakukan dengan metode standar dan uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH. Face spray dibuat dengan menggunakan tiga formulasi dengan perbedaan jumlah ekstrak yang digunakan lalu dilakukan uji evaluasi organoleptik, homogenitas, dan pH. Hasil skrining fitokimia menunjukkan ekstrak buah belimbing wuluh positif mengandung  alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin. Nilai IC50 dari ekstrak buah belimbing wuluh sebesar 450,19 ppm. Hasil penelitian menunjukkan semua formulasi face spray tidak berbau, warna kuning, tekstur cair encer, homogen, pH pada rentang 2-5, dan mampu melembabkan wajah pada sampai 2 jam setelah pemakaian. Face spray tidak banyak mengalami perubahan pada 4 minggu penyimpanan, perubahan hanya terjadi pada tekstur dimana mulai minggu ketiga, tekstur face spray menjadi agak kental, tidak homogen, dan mulai ada kontaminan seperti jamur dan bercak putih. 
PERBANDINGAN PARAMETER SPESIFIK DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN ALAMI PADA EKSTRAK BUAH BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) DAN EKSTRAK UMBI PORANG (Amarphopallus ancophillus) DENGAN METODE DPPH: COMPARISON OF SPECIFIC PARAMETERS AND NATURAL ANTIOXIDANT ACTIVITY IN WULUH STARFRUIT (Averrhoa bilimbi L.) AND PORANG TUBERS (Amarphopallus ancophillus Prain) EXTRACT USING DPPH METHOD Titi Agni Hutahaen; Atika Nirmala
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 4 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i4.491

Abstract

Antioksidan adalah senyawa yang berfungsi sebagai penangkal radikal bebas yang dapat terjadi akibat radiasi matahari. Radiasi yang terjadi terus menerus dari sinar ultraviolet dan polusi udara dapat menyebabkan kerusakan pada kulit seperti kulit kusam, tanning, kulit kemerahan dan melasma. Antioksidan alami yang tinggi bisa diperoleh tumbuhan alam dari buah belimbing wuluh dan porang karena memiliki senyawa flavonoid dan alkaloid. Penelitian dengan tujuan untuk melihat perbandingan aktivitas antioksidan ekstrak etanol buah belimbing wuluh dan ekstrak etanol umbi porang. Ekstrak buah belimbing wuluh dan ekstrak umbi porang dibuat dengan metode maserasi selama 3x24 jam dengan menggunakan pelarut etanol 96%. Setelah diperoleh ekstrak kental, kemudian dilakukan skrining fitokimia dan uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH menggunakan Spektrofotometer sinar tampak. Hasil skrining fitokimia menunjukkan ekstrak buah belimbing wuluh positif mengandung  alkaloid, flavonoid,dan tanin sedangkan ekstrak umbi porang positif mengandung alkaloid dan flavonoid . Nilai IC50 dari ekstrak buah Belimbing Wuluh sebesar 450,19 ppm atau memiliki kategori lemah sedangkan ekstrak umbi porang 111,5 ppm atau memiliki kategori sedang.Hasil menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan pada ekstrak umbi porang lebih kuat dibandingkan dengan ekstrak buah belimbing wuluh.
Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Face Mist Spray Minyak Atsiri Serai Dapur (Cymbopogon Citratus) Sebagai Pelembab Maria, Yeni; Hutahaen, Titi Agni; Basith, Abdul
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v9i2.225

Abstract

Serai dapur (Cymbopogon citratus) adalah tanaman yang mengandung minyak atsiri dengan komposisi senyawa antioksidan yang berpotensi sebagai zat aktif dalam sediaan face mist spray sebagai pelembab alami wajah yang digunakan untuk memperlambat penuaan dini yang disebabkan oleh radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan minyak atsiri sereh dapur (Cymbopogon citratus) dapat diformulasikan menjadi bentuk sediaan face mist spray. Penelitian ini merupakan penelitian true experimental laboratory menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian yang digunakan adalah Completely Randomized Design atau Rancangan Acak Lengkap (RAL). Evaluasi pada sediaan yaitu dilakukan uji organoleptis, uji pH dan uji kelembaban wajah. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa minyak atsiri serai dapur (Cymbopogon citratus) dapat digunakan sebagai zat aktif dalam pembuatan sediaan face mist spray. Dan formulasi yang sediaan face mist spray yang terbaik diperoleh pada F2 yaitu dengan konsentrasi minyak astiri serai dapur (Cymbopogon citratus) sebanyak 3gr
FORMULASI DAN UJI EVALUASI SEDIAAN STICK BALSEM DARI MINYAK ATSIRI SERAI DAPUR (Cymbopogon citratus) SEBAGAI ANALGESIK DAN AROMATERAPI RELAKSAN Rachman, Ellyza Audhina; Hutahaen, Titi Agni; Zuhriyah, Ainu
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol. 6 No. 2 (2023): Vol. 6, No.2, 2023
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pmj.v6i2.50542

Abstract

Lemongrass essential oil (Cymbopogon citratus) has potential as a medicine because it contains chemical compounds citronellal, citronellol, geraniol which work as analgesics and aromatherapy. One of the pharmaceutical preparations that can be used for analgesic and aromatherapy is a stick balm preparation because it can treat mild scale pain and stress. The aim of this study was to analyze the chemical compounds in citronella essential oil using the GCMS tool, to formulate it as a stick balm which has a function as an analgesic and aromatherapy as well as to evaluate the preparation. The method in this study is true experimental laboratory. Lemongrass essential oil is formulated into 4 different preparations. The results of testing citronella essential oil using GCMS did not meet the expectations of the researchers because the results did not read the compound being sought. The results of the data read the chemical compound groups that are thought to have the same function as citronellal, citronellol, geraniol. Aldehydes and alcohols. Lemongrass essential oil can be formulated into 4 balm sticks with different concentrations. Evaluation test of stick balm organoleptic test, homogeneity test, pH test, adhesion test, spreadability test, analgesic test, aromatherapy test and irritation test. The results of all preparation evaluation tests have met Indonesian national standards.  
The Effect of taro tuber (colocasia esculenta L) infusion formulation on reducing cholesterol levels in female mice (mus musculus): Effect of taro tuber (colocasia esculenta L) infusion formulation on reducing cholesterol levels in female mice (mus musculus) khoiriyah, intan; agni hutahaen, titi; zuhriyah, ainu
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol. 6 No. 2 (2023): Vol. 6, No.2, 2023
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pmj.v6i2.50557

Abstract

Cholesterol is an essential building material for the body for the synthesis of important substances such as cell membranes and insulating materials around nerve fibers, as well as sex hormones, and kidney children, vitamin D, and bile acids. This study aims to determine which group of phytochemical compounds contained in liquid extract of taro tuber (Colocasia esculenta L.) has activity as a lowering of cholesterol levels and to determine whether taro tuber infusion (Colocasia esculenta L.) can reduce cholesterol levels in female mice. The dose used was the F1 dose of 0.3 ml/30 gram BW/day, the F2 dose was 0.6 ml/30 gram BW/day and the F3 dose was 0.9 ml/30 gram BW/day, in the K+ group using simvastatin 10 mg and K- using aqua injection. The results showed that at a dose of 0.3 ml/30 grams BW/day there was a relatively high reduction in cholesterol levels, namely 61 mg/dL, at a dose of 0.6 ml/30 grams BW/day it decreased by 48.8 mg/dL and at a dose of 0.9 ml /30 gram BW/day decreased with a low average of 19.4 mg/dL. However, a dose of 0.9 ml/30 gram BW/day is the best dose because it can reduce cholesterol levels quickly
Formulasi Dan Uji Stabilitas Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Jelateng (Urtica dionica L.) Pada Sediaan Krim Antiaging Musthofa, Mochamad Charis; Hutahaen, Titi Agni; Februyani, Nawafila
Indonesian Journal of Health Science Vol 3 No 2a (2023): Terus Melaju Untuk Indonesia Maju
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v3i2a.584

Abstract

Kosmetik telah menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia, karena dapat meningkatkan kecantikan seseorang dan menjaga kesehatan kulit. Namun, dalam praktiknya kosmetik yang ditemukan di pasaran masih mengandung bahan kimia berbahaya. Penelitian ini memanfaatkan daun jelatang yang dibuat dalam sediaan krim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekstrak etanol daun jelateng dapat digunakan sebagai krim antioksidan, untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak daun jelateng sebagai sediaan krim terhadap nilai antioksidan, dan untuk mengetahui pengaruh suhu dan waktu stabilitas fisik antioksidan pada sediaan krim anti aging. Pembuatan sediaan krim menggunakan O/W. Untuk mengetahui kandungan metabolit sekundernya menggunakan metode skrining fitokimia dan uji aktivitas antioksidan dilakukan menggunakan metode DPPH. Hasil yang diperoleh yaitu dari 400gr serbuk simplisia daun jelatang yang direndam dengan 1.600 ml pelarut etanol 95% dengan jangka waktu 3×24 jam menghasilkan berat ekstrak 89,64 gr sehingga diperoleh rendemen ekstrak yaitu 9,92%. Sediaan krim ekstrak daun jelatang dibuat dengan 4 formulasi yang berbeda yaitu F0 = 0%, FI = 5%, FII = 10%, dan FIII = 15%.
Uji Antioksidan Dan Efektivitas Sediaan Toner Ekstrak Daun Binahong Merah (Anredera cordifolia) Wahyuni, Wahyuni; Saputri, Romadhiyana Kisno; Hutahaen, Titi Agni
Indonesian Journal of Health Science Vol 3 No 2a (2023): Terus Melaju Untuk Indonesia Maju
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v3i2a.591

Abstract

Daun binahong merah (Anredera cordifolia) mengandung senyawa alkoloid, asam askorbat, saponin, triterpenoid, flavonoid, polifenol, oksida, minyak atsiri, dan protein dan memiliki aktivitas antoksidan. Prevalensi kulit kering diindonesia mencapai 50-80% dibeberapa negara lain seperti brazil, Australia, turki 35%-70%. Tujuan penelitian ini untuk melakukan formulasi dan evaluasi serta efektivitas sediaan toner daun binahong merah (Anredera cordifolia). Formulasi dibuat 4 dengan perbedaan konsentrasi F0 0%, F1 20%, F2 25%, F3 30% ekstrak. Berbentuk cair, homogen, sediaan berwarna coklat hingga hijau pekat, uji pH Sediaan toner ekstrak daun binahong merah (Anredera cordifolia) dengan rentan nilai pH 4,45–6,49 pH sesuai SNI. Sedian toner dapat melembabkan wajah dengan nilai parameter 46%-55% yang diukur dengan skin mouisture meter dan sediaan toner tidak mengiritasi kulit saat diaplikasikan karena pH aman dalam rentan 4,5 – 6,5 sesuai pH kulit. Aktivitas antioksidan sediaan toner pada F3 dengan konsentrasi (30% ekstrak)  dalam kategori sangat kuat, dengan perlakuan terbaik IC50 35 ppm.
EVALUATION OF AROMATERAPIC LILIN AIDE FORMULATION FROM AGRICULTURAL OIL OF AURISH (Cymbopogon citratus) AS AROMATERAPIC RELAXANT AND INSECT REPELLENT Hutahaen, Titi Agni; Nirmala, Atika; Nisa, Khoirotun; Saradewi, Amelya
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 9 No 3 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v9i3.1295

Abstract

This study aimed to evaluate the formulation of aromatherapy candles using citronella essential oil (Cymbopogon citratus) as the active ingredient. Lemongrass essential oil was chosen because it has two main functions: as an aromatherapeutic relaxant and as an insect repellent. In this study, several candle formulations were prepared with varying concentrations of essential oils to determine the most effective and stable formulation. An effectiveness test was conducted by measuring the intensity of the scent, burning duration of the candle, and the ability to repel insects. The results showed that candles with 25% essential oil provided the best balance between scent intensity and insect repellent effectiveness. The candles also exhibited good stability during the storage. In conclusion, kitchen lemongrass essential oil is a potential ingredient for use in aromatherapy candles that not only provides a relaxing effect, but also functions as a natural insect repellent.  Keywords: kitchen lemongrass, aromatherapy candles, relaxants, insect repellent