Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

UJI AKTIVITAS ANTIKOLESTEROL EKSTRAK ETANOL DAUN SERAI (Cymbopogon citratus) DENGAN CARA SPEKTROFOTOMETER UV-Vis Delsya Arfatadiya Khoiroh; Titi Agni Hutahaen; Nawafila Februyani
FORTE JOURNAL Vol 5 No 1 (2025): Edisi Januari 2025
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/fj.v5i1.1090

Abstract

Kolesterol adalah lemak yang ada dalam aliran darah atau dalam sel tubuh. Lipid atau kolesterol sebenarnya diperlukan untuk membuat dinding sel dan menghasilkan beberapa hormon, tetapi penyakit jantung koroner dan stroke dapat terjadi karena kadar kolesterol yang berlebihan. Pengukuran nilai EC50 berpotensi mengetahui suatu senyawa dalam pemurnian keefektifan konsentrasi maksimal dan pengujian skrining KLT berperan mengidentifikasi pemisahan sampel dalam ekstrak berupa pola kromatografi yang khas berdasarkan kepolaran antara sampel dan pelarut sehingga memunculkan gugus kovalen yang mampu menyerap radiasi dalam UV-Vis. Tujuan penelitian dilakukan untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder ekstrak etanol daun serai dan nilai EC50 penurunan kadar kolesterol ekstrak etanol daun serai. Aktivitas antikolesterol ditentukan dengan uji skrining fitokimia menggunakan KLT dan metode Liebermann-Burchard yang diukur dengan spektofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 410 nm. Hasil uji fitokimia menggunakan KLT pada ekstrak etanol daun serai mengandung senyawa Flavonoid dengan nilai Rf 0,85 dan 0,89 dan senyawa Terpenoid nilai Rf 0,48 , 0,75 dan 0,92. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun serai memiliki nilai EC50 sebesar 61,70 ppm. Ekstrak etanol daun serai memiliki aktivitas antikolesterol dengan kuat.
UJI AKTIVITAS SEDIAAN GEL EKSTRAK ETANOL DAUN BELUNTAS (Pluchea indica L.) SEBAGAI ANTI INFLAMASI PADA MENCIT JANTAN (Mus musculus) Elsa Yanuar Rahma; Titi Agni Hutahaen; Ainu Zuhriyah; Siti Khoirun Nisak
FORTE JOURNAL Vol 5 No 1 (2025): Edisi Januari 2025
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/fj.v5i1.1091

Abstract

Beluntas dapat dimanfaatkan sebagai pengobatan topikal untuk mengobati luka dengan cara mengoleskan pada area yang luka, dan daun beluntas sangat bermanfaat terhadap penyembuhan Anti Inflamasi karena terdapat kandungan senyawa tanin. Salah satu sediaan yang digunakan sebagai antiiflamasi adalah sedian gel, gel dipililih karena memiliki sensasi dingin yang sangat baik dalam membantu mengurangi panas dari inflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daun beluntas dapat diformulasikan sebagai sediaan gel sebagai anti inflamasi. Mengetahui aktivitas sediaan gel ekstrak etanol daun beluntas pada mencit jantan (Mus musculus). Mencit jantan sendiri dipilih karena karena tidak memiliki hormon esterogen. Ekstrak etanol daun beluntas ini diformulsikan menjadi 4 sediaan gel denan konsentrasi 10%, 25%, 35%. Uji evaluasi sediaan gel meliputi uji organolptik, uji homogenitas, uji Ph dan uji daya lekat.  Hasil dari semua uji evaluasi sediaan telah memenuhi standar nasional indonesia (SNI). Hasil dari uji yang mengalami penurunan edema sangat signifikan yaitu formulasi dengan konsentrasi F3 35%.
FORMULASI DAN UJI STABILITAS SEDIAAN SPRAY GEL TABIR SURYA EKSTRAK ETANOL DAUN TAPAK DARA (Catharanthus roseus L.) Nurul Istiana; Akhmad Al-Bari; Titi Agni Hutahaen
FORTE JOURNAL Vol 5 No 1 (2025): Edisi Januari 2025
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/fj.v5i1.1126

Abstract

Sinar matahari berlebih dapat mengganggu kesehatan kulit manusia sehingga perlu perlindungan tabir surya. Tabir surya alami dihasilkan oleh flavonoid yang merupakan salah satu senyawa metabolit sekunder dari tapak dara. Sediaan spray gel mempunyai kelebihan antara lebih aman serta lebih praktis penggunaannya Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan sediaan spray gel ekstrak etanol daun tapak dara, serta mengetahui stabilitas fisiknya. Daun tapak dara diekstraksi dengan cara maserasi menggunakan etanol 96%. Ekstrak yang diperoleh dilakukan formulasi sediaan spray gel dengan variasi konsentrasi ekstrak daun tapak dara F1(2%), F2(4%), F3(6%). Spray gel ekstrak daun tapak dara yang dihasilkan diuji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji cycling test, uji fotostabilitas dan uji SPF. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol daun tapak dara dapat diformulasikan menjadi spray gel tabir surya yang sesuai standar dan stabil. sediaan spray gel memiliki warna hijau kekuningan pada formulasi 1, formulasi 2 berwarna hijau dan formulasi 3 berwarna hijau tua. Tekstur agak kental, mempunyai bau khas daun tapak dara, sediaan homogen, pH 6-7. Uji cycling test tidak ada perubahan warna, bau, bentuk sediaan dan nilai pH. Uji fotostabilitas formula 2 lebih stabil dibandingkan formula 1 dan 3. Uji SPF nilai yang paling tinggi pada formulasi 3 dengan nilai SPF 26,31.
IDENTIFIKASI GCMS DAN APLIKASI SENYAWA ANTIFUNGI MINYAK ATSIRI JAHE MERAH (Zingiber officinale Var Rubrum.) PADA SEDIAAN SALEP BASIS LARUT AIR Muhammad Imron; Titi Agni Hutahaen; Nawafila Februyani; Ainu Zuhriyah
FORTE JOURNAL Vol 5 No 1 (2025): Edisi Januari 2025
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/fj.v5i1.1132

Abstract

Jahe  merah, yang juga dikenal sebagai Zingiberinale var rubrum, berasal dari wilayah Asia-Pasifik, meliputi India hingga China. Zingiber officinale var rubrum, yang umumnya dikenal sebagai jahe merah, sering digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengobati berbagai penyakit, termasuk yang disebabkan oleh jamur. Banyak meyakini bahwa ramuan tradisional lebih aman daripada obat kimia. Jahe merah (Zingiber officinale var rubrum) mengandung senyawa seperti gingerol, shogaol, limonen, dan geraniol yang bermanfaat dalam pengobatan penyakit jamur. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi senyawa dalam jahe merah dan merumuskan sediaan salep dari jahe merah dengan stabilitas fisik terbaik. Metode penelitian melibatkan ekstraksi jahe merah menggunakan teknik destilasi, menghasilkan minyak atsiri jahe merah, diikuti dengan identifikasi senyawa menggunakan GCMS (Gas Chromatography Mass Spectrometry). Berdasarkan temuan penelitian dan identifikasi sampel jahe merah, deteksi senyawa limonen dan geraniol dapat dilakukan melalui analisis GCMS. Namun, deteksi senyawa gingerol dan shogaol belum terjadi karena kurangnya persiapan sampel dengan penambahan KOH 0,5 N selama analisis GCMS minyak atsiri jahe merah. Hasil dari empat formulasi menunjukkan bahwa semua formulasi memenuhi standar stabilitas sediaan salep. Namun, selama uji organoleptik pada minggu ketiga dan keempat, terlihat bercak putih pada formulasi F2 dan F3, menunjukkan bahwa formulasi optimal adalah F3 dengan konsentrasi 25% minyak atsiri jahe merah.
SOSIALISASI LILIN AROMATERAPI SERAI DAPUR (CYMBOPOGON CITRATUS) SEBAGAI INSECT REPELLENT TERHADAP NYAMUK PENYEBAB DBD (DEMAM BERDARAH DENGUE) DI PP ADNAN AL CHARIS Hutahaen, Titi Agni; Nirmala, Atika; Nisa, Khoirotun; Saradewi, Amelya; Dhamayanti, Syafitri; Agustin, Silvia
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Penyakit DBD merupakan salah satu kasus penyakit yang sangat perlu diberikan pengawasan dan penanganan yang serius terutama di lingkungan Pesantren Adnan Al Charis angka penyakit DBD saat ini cukup tinggi. Salah satu alternatif pencegahan DBD yang dapat dimanfaatkan adalah lilin aromaterapi sebagai Insect Repellent. Metode: Kegiatan Pengabdian Masyarakat dilakukan dengan memberikan sosialisasi mengenai pembuatan lilin aromaterapi dari Minyak atsiri serai dapur (cymbopogon citratus) sebagai solusi penangkal nyamuk. Selain sosialisasi juga dilakukan pemutaran video demo pembuatan lilin aromaterapi serai dapur. Hasil:  Berdasarkan kegiatan yang dilakukan membuktikan bahwa lilin aromaterapi serai dapur dapat sebagai Insect Repellent. Kesimpulannya diharapkan santri beserta masyarakat lingkungan Pondok Adnan Al Charis akan mengerti dan sadar akan manfaat lilin aromaterapi serai dapur sebagai Insect Relellent untuk pencegahan penyakit DBD.
Potensi Limbah Kulit Pisang Kepok (Musa Acuminata Colla.) Sebagai Bahan Aktif Pembuatan Sabun Ramah Lingkungan kusuma, ria; Hutahaen, Titi Agni; Februyani, Nawafila; Nirmala, Atika
FASKES : Jurnal Farmasi, Kesehatan, dan Sains Vol. 3 No. 1 (2025): Bulan Juli 2025, FASKES : Jurnal Farmasi, Kesehatan, dan Sains
Publisher : Program Studi Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/faskes.v3i1.5115

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1) Melestarikan lingkungan dengan memanfaatkan limbah kulit pisang menjadi sabun dan mengetahui cara pembuatannya; (2) Masyarakat beralih dari bahan kimia ke bahan alami seperti limbah kulit pisang; (3) Mmengetahui strategi pemasaran sabun dari limbah. Metode pelaksanaan menggunakan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembuatan sabun kulit pisang dengan menggunakan limbah kulit pisang sebanyak 100 g yang dicampur dengan bahan tambahan menghasilkan 15 produk sabun, limbah kulit pisang mengandung zat zerotin yang berfungsi untuk menaikkan mood, mengurangi rasa nyeri pada wajah karena mengandung sejumlah miyak nabati, kulit pisang mengandung zat anti jamur yang dapat mencegah bakteri berkembang biak serta sifat asam dan juga sepah yang berfungsi untuk mengurangi minyak berlebih di wajah, mempercepat pemudaran bekas luka, karena pada dasarnya kulit pisang mengandung sejumlah vitamin C
PHYSICAL AND CHEMICAL STABILITY STUDY OF LINIMENT AS ANALGESIC BASED ON RED GINGER ESSENTIAL OIL (ZINGIBER OFFICINALE VAR. RUBRUM) DURING STORAGE Titi Agni Hutahaen; Atika Nirmala; Faradila Arifin Putri; Umi Muslihatun Nikmah
Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue (MORFAI) Vol. 5 No. 4 (2025): Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/morfai.v5i4.4189

Abstract

Red ginger essential oil (Zingiber officinale var. Rubrum) has potential as a natural analgesic applied in liniment preparations. However, the physical and chemical stability of this preparation during storage needs to be evaluated to ensure its effectiveness and safety. Changes in pH, viscosity, homogeneity, and degradation of active compounds can affect the quality of the liniment over time. Therefore, this study aims to evaluate the physical and chemical stability of red ginger essential oil-based liniment under various storage conditions. The research methods include physical stability testing with organoleptic analysis (color, odor, clarity), pH, viscosity, and homogeneity. Chemical stability was analyzed using Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS) to identify changes in the content of bioactive compounds. The liniment was stored under three conditions: room temperature (25°C), accelerated temperature (40°C), and cold temperature (4°C). The organoleptic test results showed a light yellow color with a characteristic red ginger odor. The pH test results for the liniment fell within the required pH range. The comfort test using the Visual Analogue Scale (VAS) yielded results interpreted as very comfortable. Physical stability tests at three different temperatures showed stable results. GCMS testing at 40°C showed degradation of zingiberene compounds by 30-35%, including βsesquiphellandrene, champene and alfa pinene. Therefore, proper storage is a critical factor in maintaining purity and pharmacological efficacy.
FORMULASI TABLET KUNYAH EKSTRAK KETUMBAR (Coriandrum sativum L.) SEBAGAI ANTIDEPRESAN DENGAN VARIASI BAHAN PENGISI MANITOL DAN SORBITOL Almufida, Aulia; Februyani, Nawafila; Hutahaen, Titi Agni
FORTE JOURNAL Vol 5 No 1 (2025): Edisi Januari 2025
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/fj.v5i1.1134

Abstract

Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam serta disebut sebagai negara yang memiliki tanah subur dan banyak memiliki keanekaragaman hayati yang melimpah. Berbagai jenis tanaman ada di indonesia salah satunya adalah tanaman obat atau herbal, mulai dari jenis rimpang, batang, daun maupun jenis herbal lainnya. terdapat potensi Ketumbar (Coriandrum sativum L.) yang dapat digunakan sebagai pengobatan, dan dengan adanya penelitian ini mengenai manfaat ketumbar (Coriandrum sativum L.) yang dapat digunakan sebagai obat antidepresan karena terdapat kandungan Linalool sebagai zat aditif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan ketumbar dengan pelarut etanol dan bahan variasi pengisi manitol-sorbitol dalam sediaan tablet kunyah sebagai antidepresan. Metode penelitian ini dilakukan secara eksperimental, dengan proses ekstraksi menggunakan metode maserasi, pelarut yang digunakan adalah etanol 96% untuk proses pembuatan menggunakan metode granulasi basah, uji evaluasi tablet, dan uji evaluasi antidepresan menggunakan hewan uji mencit jantan (Mus musculus). Dari percobaan tersebut dihasilkan evaluasi yang menunjukkan, data terbesar yang memenuhi standart uji ialah pada percobaan Formulasi 3 dan Formulasi 2 yang memiliki komposisi variasi bahan tambahan yang cukup besar. Terdapat pula percobaan antidepresan menggunakan hewan uji mencit jantan (Mus musculus) yang menunjukkan tingkat depresan yang tinggi pada saat proses induksi menggunakan método Tail Suspending test yaitu pada hari ke 5 hingga 7 dengan waktu tercatat 3,61 menit. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa Tablet kunyah ekstrak ketumbar (Coriandrum sativum L.) dengan pelarut etanol 96% memenuhi syarat dengan hasil uji.
UJI EFEKTIVITAS PENURUNAN KADAR GLUKOSA EKSTRAK DAUN BELUNTAS (Pluchea indica L.) TERHADAP KONDISI HIPERGLIKEMI PADA MENCIT JANTAN Prianika, Arlin Dayinta; Hutahaen, Titi Agni; Basith, Abdul
FORTE JOURNAL Vol 5 No 1 (2025): Edisi Januari 2025
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/fj.v5i1.1138

Abstract

Beluntas dapat dimanfaatkan sebagai alternatif penurunan kadar glukosa darah karena terdapat kandungan senyawa flavonoid yang telah dibuktikan dengan pengujian atau identifikasi senyawa menggunakan KLT. Flavonoid diketahui mempunyai sifat protektif terhadap kerusakan sel beta pankreas sehingga mampu mendegenerasi sel-sel beta pankreas yang rusak dan mampu meningkatkan sensitivitas insulin dan memperbaiki daya kerja reseptor insulin khususnya pada quarcetin yang ada pada flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil uji skrining senyawa metabolisme yaitu flavonoid menggunakan metode KLT dan mengetahui hasil uji efektivitas ekdtrak daun beluntas pada mencit jantan sebagai penurunan kadar glukosa darah. Penilitian ini menggunakan 5 kelompok mencit. Kelompok I ( Normal ); kelompok II ( kontrol positif ), kelompok III ( ekstrak daun beluntas 1 mg/kg bb ) ; kelompok IV ( ekstrak daun beluntas 2 mg/kg bb ); kelompok V ( ekstrak daun beluntas 3 mg/kg bb ). Setelah 7 hari perlakuan penurunan kadar glukosa darah, data analisis menggunakan uji statistik standar deviasi dan t-test (p<0,05). Hasil uji statistik menggunakan metode t-test menunjukkn bahwa kelompok glibenklamid dengan ekstrak 2 mg/kg bb dan glibenklamid dengan ekstrak 3 mg/kg bb signifikan terhadap penurunan kadar glukosa darah dan pada uji standar deviasi pengaruh ekstrak terhadap kadar glukosa darah menunjukkan bahwa ekstrak daun beluntas dosis 2 mg/kg bb paling berpengaruh terhadap kadar glukosa darah.
Rationality Analysis of Antibiotic Use in Chronic Kidney Disease Patients at Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo Regional HospitalUsing the Gyssens Method Dian Aisyah Aprilina; Titi Agni Hutahaen; Ainu Zuhriyah; Sabilah Sebil Noer
Jurnal FARMASIMED (JFM) Vol 8 No 1 (2025): Jurnal Farmasimed (JFM)
Publisher : Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/6xrbg306

Abstract

Chronic kidney disease (CKD) requires special attention in antibiotic therapy due to pharmacokinetic changes that can affect drug concentration and efficacy. Inappropriate antibiotic selection or dosing may increase toxicity risk and further impair renal function. This study aimed to analyze the rationality of antibiotic use in CKD patients in the internal medicine ward of Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo Regional Hospital, Bojonegoro. A retrospective design was used, analyzing patient medical records from July to December 2024. The rationality of antibiotic use was assessed using the Gyssens method, which evaluates the appropriateness of indication, dosage, interval, duration, and antibiotic selection. Among 91 patients, the largest age group was 45–55 years (26.37%), with a hospital stay of 1–3 days (51.65%). The most frequently used antibiotics were ceftriaxone (43.96%) and cefepime (32.97%). The Gyssens analysis showed that 63.74% of antibiotic use was rational (category 0), while 36.26% was irrational, with the most common issue being category IVd (availability of a narrower-spectrum alternative) at 37.36%. Although most antibiotic use complied with clinical guidelines, there remains a need for improvement in selecting antibiotics with a more appropriate spectrum. Strengthening antibiotic stewardship programs is expected to improve therapeutic outcomes, minimize toxicity risks, and prevent antimicrobial resistance in hospital settings.