Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PHYSICAL AND CHEMICAL STABILITY STUDY OF LINIMENT AS ANALGESIC BASED ON RED GINGER ESSENTIAL OIL (ZINGIBER OFFICINALE VAR. RUBRUM) DURING STORAGE Titi Agni Hutahaen; Atika Nirmala; Faradila Arifin Putri; Umi Muslihatun Nikmah
Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue (MORFAI) Vol. 5 No. 4 (2025): Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/morfai.v5i4.4189

Abstract

Red ginger essential oil (Zingiber officinale var. Rubrum) has potential as a natural analgesic applied in liniment preparations. However, the physical and chemical stability of this preparation during storage needs to be evaluated to ensure its effectiveness and safety. Changes in pH, viscosity, homogeneity, and degradation of active compounds can affect the quality of the liniment over time. Therefore, this study aims to evaluate the physical and chemical stability of red ginger essential oil-based liniment under various storage conditions. The research methods include physical stability testing with organoleptic analysis (color, odor, clarity), pH, viscosity, and homogeneity. Chemical stability was analyzed using Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS) to identify changes in the content of bioactive compounds. The liniment was stored under three conditions: room temperature (25°C), accelerated temperature (40°C), and cold temperature (4°C). The organoleptic test results showed a light yellow color with a characteristic red ginger odor. The pH test results for the liniment fell within the required pH range. The comfort test using the Visual Analogue Scale (VAS) yielded results interpreted as very comfortable. Physical stability tests at three different temperatures showed stable results. GCMS testing at 40°C showed degradation of zingiberene compounds by 30-35%, including βsesquiphellandrene, champene and alfa pinene. Therefore, proper storage is a critical factor in maintaining purity and pharmacological efficacy.
Pelatihan Pembuangan Masker Sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Infeksi di Desa Sukowati Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro Saputri, Romadhiyana Kisno; Hutahaen, Titi Agni; Ni'am, Musfirotun; Albabi, Nabila Ulul
Journal of Research Applications in Community Service Vol. 1 No. 1 (2022): Journal of Research Applications in Community Service
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/jarcoms.v1i1.885

Abstract

Pemakaian masker sekali pakai meningkat 30% -50% selama pandemi COVID-19. Sampah masker masuk ke dalam sampah infeksius atau sampah yang dapat menyebabkan penyakit infeksi, sehingga sebelum dibuang, perlu penanganan khusus yaitu didisinfeksi lalu dirusak masker dengan cara dilepas tali masker atau disobek.  Sampah masker skala rumah tangga harus dikumpulkan tersendiri, digunting, direndam dengan larutan disinfektan dan dibungkus dengan kantong plastik sebelum dibuang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam membuang masker sebagai upaya pencegahan penyakit infeksi. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah metode ceramah dan simulasi atau praktik langsung di depan sasaran. Sasaran adalah ibu-ibu PKK yang berjumlah 40 orang. Kegiatan ini memberikan hasil adanya peningkatan tingkat pengetahuan mengenai pembuangan masker yang tepat sebesar 55% dan peningkatan keterampilan mengenai pembuangan masker yang tepat sebesar 87,5%. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam membuang masker sebagai upaya pencegahan penyakit infeksi.
Pengembangan Produk Pangan Olahan Kerupuk Telur Asin dalam Mengatasi Stunting di Desa Sarimulyo Kabupaten Blora Hutahaen, Titi Agni; Sari, Astrid Chandra; Ningrum, Ifa Khoiria
Journal of Research Applications in Community Service Vol. 2 No. 1 (2023): Journal of Research Applications in Community Service
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/jarcoms.v2i1.1307

Abstract

Status gizi pada 1000 hari pertama kelahiran akan mempengaruhi kualitas kesehatan, intelektual, dan produktivitas balita pada masa yang akan datang. Ibu dan bayi memerlukan gizi yang cukup dan berkualitas untuk menjamin status gizi dan status kesehatan (kemampuan motorik, sosial, dan kognitif), kemampuan belajar dan produktivitas balita. Informasi yang disampaikan tahun 2022 bulan November pada acara penerimaan mahasiswa KKN Unugiri menjelaskan ada hubungan antara angka stunting balita dan anak yang tinggi dengan hubungan banyaknya pernikahan di bawah umur. Hal tersebut menunjukkan hasil bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi bayi dengan perkembangan psikomotorik orang tua muda, keadaan sosial ekonomi, kesehatan reproduksi selama kehamilan ibu yang dengan umur relatif di bawah umur untuk menikah. Oleh karena itu diperlukan kegiatan pengabdian yang dilaksanakan secara rutin melalui kerjasama institusi pendidikan kesehatan dan institusi kesehatan yang salah satunya bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang 1000 hari pertama, makanan bergizi dan hasil olahan pangan yang memiliki nilai gizi yang tinggi dalam pemenuhan kebutuhan gizi ibu dan balita, dan gizi seimbang serta adanya perubahan perilaku gizi yang baik. Selain itu edukasi kepada kader, kader PKK juga harus dilakukan agar kader dapat memberikan edukasi secara berkelanjutan kepada para ibu yang mempunyai balita. Berdasarkan hal tersebut maka dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan topik “Sosialisasi dan Pelatihan UMKM Kerupuk Telur Asin”. Gambaran cara pengolahan panganan yang sehat dan bergizi pada anak,demi menghilangkan mitos telur dan memangkas stunting pada desa Sarimulyo Kabupaten Blora dan IPTEKS yang diberikan kepada kader masyarakat berupa penyampaian informasi mengatasi stunting, serta melakukan pelatihan UMKM pada Desa Sarimulyo Kabupaten Blora dalam pemulihan bidang kesehatan dan ekonomi.
Analisis Kuantitatif dan Kualitatif Penggunaan Antibiotik pada Pasien Rawat Inap di Ruang Penyakit Dalam RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro Anwar, M. Rosichan; Hutahaen, Titi Agni; Basith, Abdul; Noer, Sebilah Sabil
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v11i2.826

Abstract

Infeksi merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang masih menjadi perhatian utama karena berdampak luas terhadap masyarakat. Antibiotik merupakan terapi untuk penyakit infeksi yang diakibatkan oleh bakteri. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dengan indikasi, dosis, dan lama pemberian dapat mengakibatkan resistensi antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan antibiotik secara kuantitatif dan kualitatif guna mendukung penggunaan antibiotik menjadi lebih bijak dan rasional. Penelitian ini bersifat observasional dengan pendekatan deskriptif secara retrospektif menggunakan teknik purposive sampling yang dilakukan di ruang penyakit dalam RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro selama periode Juli hingga Desember 2024. Analisis secara kuantitatif dilakukan menggunakan metode ATC/DDD serta analisis DU90%, sementara analisis kualitatif dilakukan berdasarkan Pedoman Penggunaan Antibiotik Kemenkes RI 2021, Formularium RSUD, serta referensi klinis internasional seperti Johns Hopkins Antibiotic Guidelines, Drug Information Handbook dan British National Formulary. Hasil menunjukkan bahwa total DDD/100 hari rawat adalah 80,83, dengan seftriakson adalah antibiotik yang sering digunakan sebesar 26,97 atau 33,37%. Antibiotik dalam segmen DU90% meliputi seftriakson, prokain benzil penisilin, metronidazol, sefepim, dan meropenem. Analisis kualitatif pada 107 pasien menunjukkan ketepatan indikasi dan pasien sebesar 100%, ketepatan pemilihan obat 81,31%, dan ketepatan dosis sebesar 67,29%. Hasil ini menekankan bahwa pentingnya upaya berkelanjutan dalam mengoptimalkan praktik pemberian dosis serta mendukung program pengendalian resistensi antimikroba untuk meningkatkan penggunaan antibiotik yang rasional dan menurunkan risiko terjadinya resistensi.