Aswad Eka Putera
Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Peternakan Dan Perikanan, Universitas Tadulako, Jl. Soekarno Hatta Km 9, Kota Palu, Indonesia, 94118

Published : 19 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Masculinization of Tilapia (Oreochromis niloticus) Through Coconut Water Immersion with Different Concentrations: Maskulinisasi Ikan Nila (Oreochromis niloticus) melalui Perendaman Air Kelapa dengan Konsentrasi Berbeda Regita Cahyani; Novalina Serdiati; Musayyadah Tis'in; Aswad Eka Putra
Jurnal Ilmiah AgriSains Vol. 22 No. 2 (2021): Agustus
Publisher : Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.324 KB) | DOI: 10.22487/jiagrisains.v22i2.2021.89-97

Abstract

Pertumbuhan ikan nila jantan cenderung lebih cepat dibandingkan dengan ikan nila betina. Salah satu upaya untuk mempercepat pertumbuhan ikan nila yaitu dengan sex reversal. Sex reversal melalui maskulinisasi memungkinkan ikan betina berdiferensiasi menjadi ikan jantan. Air kelapa mengandung kalium (312 mg/100 g) berfungsi sebagai alternatif bahan alami pengganti hormon sintetis 17α- Methyltestosterone. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh konsentrasi air kelapa yang berbeda terhadap persentase kelamin jantan ikan nila yang dihasilkan melalui perendaman. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan yaitu Perlakuan A (kontrol), B (konsentrasi air kelapa 25%), C (konsentrasi air kelapa 35%) dan D (konsentrasi air kelapa 45%). Data dianalisis ragam (ANOVA) pada taraf kepercayaan 95% dengan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan perendaman larva ikan nila dalam air kelapa berpengaruh nyata (α<0,05) terhadap persentase kelamin jantan denga persentase tertinggi pada konsentrasi 35% (86,87%).
Use of Fermented Hyacinth (Eichhornia crassipes) as Feed Material on the Growth of Tilapia (Oreochromis niloticus) Seed: Penggunaan Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) Terfermentasi sebagai Bahan Baku Pakan terhadap Pertumbuhan Benih Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Hasmirayanti; Aswad Eka Putra; Irawati Mei Widiastuti
Jurnal Ilmiah AgriSains Vol. 23 No. 2 (2022): Agustus
Publisher : Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.898 KB) | DOI: 10.22487/jiagrisains.v23i2.2022.101-112

Abstract

Eceng gondok (Eichhornia crassipes) sebagai pakan alternatif memiliki kadar mineral dan kandungan protein yang cukup tinggi yaitu 9,8–12,0 %, abu 11,9–23,9 %, lemak kasar 1,1–3,3 %. Penelitian ini bertujuan mengetahui penggunaan eceng gondok yang difermentasi menggunakan EM-4 dalam pakan terhadap pertumbuhan benih ikan nila (Oreochromis niloticus). Perlakuan yang diujikan adalah tepung eceng gondok terfermentasi dengan dosis perlakuan A=30%, B=40%, C=50%. Data hasil pengamatan diolah menggunakan program software Ms Excel 2010, Minitab 16. Hasil dari penelitian menunjukkan dosis terbaik dari tepung eceng gondok terfermentasi sebanyak 40% pada bahan baku pakan merupakan perlakuan yang terbaik dan menghasilkan pertumbuhan bobot mutlak sebesar 3,32 g dan rasio konversi pakan sebesar 0,41. Penggunaan eceng gondok (Eichhornia crassipes) terfermentasi sebagai bahan baku pakan berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan bobot mutlak benih ikan nila dan tidak berpengaruh nyata terhadap rasio konversi pakan (FCR) serta memberikan hasil kelangsungan hidup berkisar antara 50-52%. Hal ini masih tergolong baik bagi kelangsungan hidup benih ikan nila.
PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN GURAME (Osphronemus gouramy Lac. 1801) YANG DIBERI PAKAN CACING SUTERA (Tubifex sp.) DENGAN DOSIS YANG BERBEDA zulqifar Jusman; Andi Heryanti Rukka; Nur Hasanah; Eka Rosyida; Irawati Mei Widiastuti; Aswad Eka Putra
Journal of Fish Nutrition Vol. 2 No. 1 (2022): Journal of Fish Nutrition
Publisher : Journal of Fish Nutrition

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.4 KB) | DOI: 10.29303/jfn.v2i1.1376

Abstract

Gouramy (Oshpronemus gouramy Lac. 1801) is a native Indonesian fish that has a high market with relatively expensive prices. One of the obstacles commonly faced in the cultivation of gouramy is its slow growth. Silkworm (Tubifex sp.) is a type of natural feed with a high protein to support the accelerated growth of gouramy. The purpose of this study was to determine the absolute weight growth and survival of gouramy with different doses of silkworms. This study used a completely randomized design with 4 treatments and 5 replications. Giving silkworms in Treatment 1 (P1) was 10%, Treatment 2 (P2) 15%, Treatment 3 (P3) 20% and Treatment 4 (P4) 25% of the weight of the biomass. The results of the analysis of variance (ANOVA) showed that silkworm with different doses has significantly different results (P<0.05) on absolute weight growth of gouramy. Then, treatment 4 showed the highest absolute weight growth of 0.0444 g. Meanwhile, the survival of gouramy showed results that were not significantly different (P>0.05).
Fermentasi Bahan Baku Nabati Pakan dengan Cairan Rumen Sapi dalam Meningkatkan Pertumbuhan Ikan Mas (Cyprinus carpio) Muhammad Safir; Novalina Serdiati; Aswad Eka Putra; Yesaya Warisyu
Juvenil Vol 4, No 1: Februari (2023)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v4i1.18792

Abstract

ABSTRAKIkan mas adalah salah satu ikan air tawar yang bersifat herbivor. Pakan sebagai sumber nutrien dalam pembesaran ikan mas umumnya terbuat dari beberapa campuran bahan baku nabati. Penggunaan bahan baku nabati tanpa pengolahan dapat menurunkan pertumbuhan ikan karena kandungan serat dan zat antinutrisnya yang relatif tinggi. Cairan rumen sapi merupakan salah satu bahan kaya akan enzim dan mikroorganisme yang berperan dalam menurunkan serat kasar dan zat antinutrisi pada bahan nabati pakan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis cairan rumen sapi yang tepat sebagai bahan fermentasi pada seluruh bahan nabati pakan dalam meningkatkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan mas. Penelitian didesain menggunakan rancangan acak lengkap. Perlakuan yang diujikan yakni dosis penggunaan cairan rumen sapi (0%, 25%, 50% dan 75% dari bobot bahan nabati pakan). Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan cairan rumen sapi sebagai bahan fermentasi bahan nabati dalam pembuatan pakan memberikan pengaruh nyata (p0,05) terhadap laju pertumbuhan spesifik harian (LSPH), pertambahan bobot individu (PBI), rasio konversi pakan (RKP). LSPH dan PBI tertinggi serta RKP terendah diperoleh pada perlakuan dosis cairan rumen sapi 75% per bobot sampel bahan nabati yakni secara berurut sebesar 2,87 % hari-1, 1,18 g dan 1,77. Kelangsungan hidup selama pemeliharaan untuk semua perlakuan berkisar antara 66,67-80,0%. Kualitas air selama pemeliharaan meliputi pH (5,8-8,1), suhu (28-30 ºC), oksigen terlarut (5,0-6,8 ppm), dan amonia  (0,05-0,01 ppm) masih dalam kategori sesuai untuk pemeliharaan benih ikan mas. Dosis penggunaan cairan rumen sapi sebagai bahan fermentasi bahan baku nabati pakan yang memberikan nilai terbaik diperoleh pada perlakuan D (75% cairan rumen sapi).Kata Kunci: Bahan baku pakan, Kelangsungan hidup, Rasio konversi pakanABSTRACTThe carp (Cyprinus carpio) is a herbivorous freshwater fish. Feed as a source of nutrients in carp grow-out is generally made from a mixture of plant-based ingredients. The use of unprocessed plant materials can inhibit fish growth due to the relatively high fiber and anti-nutrient content. Bovine rumen fluid is rich in enzymes and microorganisms that can reduce crude fiber and anti-nutrient content in plant-based feed ingredients. This study aimed to determine the best dose of bovine rumen fluid used as a plant-based feed ingredient fermentation agent in terms of improving the growth and survival of carp fry. The study used a complete randomized design. The treatments trialed were various doses of bovine rumen fluid (0%, 25%, 50% and 75% of plant-based feed ingredients by weight). The results showed that using bovine rumen liquid to induce fermentation of plant-based feed ingredients during feed manufacturing had a significant effect (p0.05) on specific growth rate (SGR), individual weight gain (IWG), and feed conversion ratio (FCR). The highest SGR and IWG and the lowest FCR (2.87% day-1, 1.18 g and 1.77, respectively) were obtained under the bovine rumen fluid dose of 75% plant-based ingredient weight. Across all treatments, survival rate during the study period ranged from 66.67-80.0%. Water quality remained within suitable ranges for carp fry rearing, as follows: pH (5.8-8.1), temperature (28-30ºC), dissolved oxygen (5.0-6.8 ppm), and ammonia (0.05-0.01 ppm). The dosage of bovine rumen fluid that provided the best results when used as a fermentation agent for plant-based ingredients in carp fry feed was treatment D (75% bovine rumen fluid by weight).Key words: Feed ingredients, Survival, Feed conversion ratio.
Spawning potential ratio of comercially important spiny lobster in Donggala Waters Central Sulawesi Muh Saleh Nurdin; Salim Salim; Nur Hasanah; Aswad Eka Putra; Teuku Fadlon Haser; Akbar Marzuki Tahya; Novalina Serdiati; Kasim Mansyur; Madinawati Madinawati
Arwana: Jurnal Ilmiah Program Studi Perairan Vol 5 No 1: Mei 2023
Publisher : Program Studi Akuakultur, Fakultas Pertanian, Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/jipsbp.v5i1.1765

Abstract

Currently, spiny lobster fishery in Indonesia ranks third as an export commodity from the crustacean subphylum after shrimp and blue swimming crab – mud crab. Most of the spiny lobster export needs still rely on wild population resulting in fishing pressure. To ensure the sustainability of spiny lobster stocks, information of the Spawning Potential Ratio (SPR) is needed. This study aims to analyze SPR of spiny lobsters of Panulirus femoristriga and P. versicolor species. The research was conducted in May − November 2022 in Donggala Regency waters. SPR analysis uses the Length-Based SPR method. The results showed that the stock status of P. femoristriga and P. versicolor had experienced growth overfishing and recruitment overfishing with estimated SPRs of 17 and 11%, respectively. Fishing regulations are needed to maintain a sustainable spiny lobster fishery through increased participation of stakeholders in the implementation, monitoring and evaluation of the regulations set by the government. In addition, it is necessary to reduce of efforts 27 − 33% from the current exploitation rate to E50 0.28.
Pengaruh Filter Berbeda terhadap Parameter Kualitas Air Media Pemeliharaan Ikan Mas (Cyprinus carpio) Ainun Zahra; Kasim Mansyur; Aswad Eka Putra
Jurnal Ilmiah AgriSains Vol. 24 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah AgriSains
Publisher : Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jiagrisains.v24i2.2023.92-102

Abstract

Ikan mas (Cyprinus carpio) merupakan salah satu komoditas air tawar yang banyak digemari oleh masyarakat. Untuk memenuhi kebutuhan pasar, diperlukan penerapan sistem budidaya intensif agar membantu meningkatkan produksi akuakultur. Sistem  budidaya intensif yang banyak diterapkan yaitu sistem resirkulasi. Penelitian dilakukan pada bulan September-Oktober 2022. Kegiatan penelitian bertempat di Laboratorium Kualitas Air dan Biologi Akuatik, Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako. Penelitian menggunakan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan 5 ulangan sehingga terdapat 20 unit percobaan. Perlakuan yang diujikan adalah penggunaan filter yang berbeda dalam sistem resirkulasi dengan perlakuan A = tanpa  filter, B = menggunakan filter ijuk 150 g/wadah, C = menggunakan filter sabut kelapa 150 g/wadah, dan D = menggunakan filter kapas 150 g/wadah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas air pada perlakuan ijuk, sabut kelapa dan kapas pada parameter suhu yaitu 26,3-28 °C, pH 7,5-7,8, oksigen terlarut 4,6-5,4 mg/l, amonia 0,05-0,3 mg/l, TDS 390-780 mg/l dan TSS 0,15-0,62 mg/l.
Reproductive Biology of Two Species Spiny Lobster in Donggala Waters Central Sulawesi Nurdin, Muh. Saleh; Hasanah, Nur; Serdiati, Novalina; Putra, Aswad Eka
Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education Vol. 16 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/biosaintifika.v15i1.3504

Abstract

Spiny lobster species Panulirus versicolor and P. femoristriga in Donggala waters are reported to experience growth overfishing and recruitment overfishing. If this phenomenon continues, it will gradually reduce the spiny lobster population and result in an overall population decline. Information on reproductive biology is needed in the formulation of management and conservation policies for spiny lobsters in Donggala Waters, Central Sulawesi Province. The purpose of this study was to compare and analyze aspects of reproductive biology such as sex ratio, length-weight relationship, and spiny lobster condition factors. The research was conducted from July to December 2020 in the waters of Kabonga Village, Banawa Subdistrict, and Limboro Village, Central Banawa Subdistrict, Donggala District, Central Sulawesi Province. Reproductive biology data analysis applies several analytical models such as Chi-square, linear regression, Fulton condition factor, and Withney-Mann Test. The results showed no difference in sex ratio (balanced population) with negative allometric growth pattern and Fulton's condition factor in good condition (wellbeing) throughout the study in both P. versicolor and P. femoristriga. Population balance is important to ensure the continuity of recruitment, which is supported by adequate food availability, thus maintaining the stability of the spiny lobster population.
Analysis of Microplastic of Mackerel (Rastrelliger sp.) Ingestion from the Palu Bay: Kajian Mikroplastik pada Saluran Pencernaan Ikan Kembung (Rastrelliger sp.) di Teluk Palu Hermawan, Roni; Hasanah, Nur; Putra, Aswad Eka; Rukka, Andi Heryanti; Tis'in, Musayyadah; Salim, Salim
Jurnal Ilmiah AgriSains Vol. 25 No. 3 (2024): Jurnal Ilmiah AgriSains
Publisher : Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jiagrisains.v25i3.2024.192-202

Abstract

Keberadaan mikroplastik semakin meningkat seiring meningkatnya ketergantungan aktifitas manusia terhadap plastik. Limbah plastik yang terbuang dan luruh menjadi mikroplastik di laut meningkatkan konsentrasi mikroplastik di laut. Kandungan mikroplastik dalam ikan perlu diketahui mengingat tingginya konsumsi ikan laut lokal di Kota Palu. Tujuan dari penelitian ini adalah menghitung konsentrasi mikroplastik pada sistem pencernaan ikan kembung (Rastrelliger sp.) di Teluk Palu dan  mengkaji jenis kandungan plastik yang terdapat pada pencernaan ikan kembung Teluk Palu. Sampling ikan yang diambil adalah ikan hasil tangkapan nelayan lokal Teluk Palu, sampel yang diambil adalah ikan yang segar. Pengukuran mikroplastik dilakukan dengan metode destruksi bahan organik pada saluran pencernaan ikan menggunakan larutan KOH  10% dan H2O2 50%, perendaman antara 24 hingga 60 jam tergantung ukuran saluran pencernaan. Setelah bahan organik larut, sampel akan diamati menggunakan mikroskop untuk mengamati kandungan mikroplastik pada sampel, untuk memastikan bahwa objek yang dianalisa adalah mikroplastik dilakukan metode Hot Needle Test. Berdasarkan hasil analisa sampel mikroplastik di Teluk Palu dari 95 sampel ikan kembung  ditemukan 4 sampel ikan yang terpapar mikroplastik dengan konsentrasi rata-rata 1,66±0,35 partikel/g berat ikan yang terpapar mikroplastik.
Morphometric Analysis, Genetic Diversity, and Population Structure of Two Spiny Lobster Species from Palu Bay, Central Sulawesi, Indonesia Serdiati, Novalina; Nurdin, Muh Saleh; Hasanah, Nur; Putra, Aswad Eka; Mansyur, Kasim; Azmi, Fauziah; Haser, Teuku Fadlon; Islamy, Raden Adharyan
Makara Journal of Science Vol. 29, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia could potentially benefit significantly from economically important lobster species of the Panulirus genus, particularly the painted spiny lobster (P. versicolor) and the white-whiskered coral crayfish (P. femoristriga). Effective conservation decisions relating to these species require detailed knowledge of morphological variation and genetic relationships, especially in Palu Bay, Central Sulawesi, which is broadly considered pivotal for lobster conservation management. In this study, we conducted morphometric and genetic analyses to examine diversity and population structure of P. versicolor and P. femoristriga. From May to November 2021, a total of 72 specimens were collected in Kabonga Village, Donggala Regency, consisting of 53 P. versicolor and 19 P. femoristriga. Using the truss morphometric method, we divided the lobster body into four regions and measured 24 morphometric characters. Despite shared external traits, our truss morphometric analysis indicated that the two species represent distinct populations. Genetic analyses were performed on representative samples (n = 2) using mitochondrial COI sequences, confirming their identity as P. versicolor and P. femoristriga. Although haplotype analysis revealed genetic variability, the analysis of molecular variance (AMOVA) showed that the two populations shared genetic traits and had no significant genetic differences. Haplotype networks further indicated interconnections with more than one nucleotide substitution among haplotypes. Our findings demonstrate that although P. versicolor and P. femoristriga coexist in Palu Bay, they are morphologically distinct and require separate management and conservation strategies. These results provide baseline information for developing sustainable lobster fishery management in Central Sulawesi.