Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Perbandingan Latihan Otot Isotonik dan Isometrik terhadap Peningkatan Kekuatan Otot Quadriceps Femoris pada Mahasiswa Program Studi Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Jakarta Yanuarfiqri, Aldira Madyansyah; Purba, Ruliando Hasea; Dewanti, Rina Ambar
Jurnal Segar Vol. 6 No. 1 (2017): Jurnal SEGAR, Volume 6 Nomor 1, November 2017
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.34 KB) | DOI: 10.21009/segar.0601.06

Abstract

Abstrak.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan hasil peningkatan kekuatan otot quadriceps femoris mahasiswa program studi Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Jakarta angkatan 2015, yaitu dengan menggunakan metode latihan isotonik dan metode latihan isometrik. Selain itu, juga mencari dan menemukan metode mana yang lebih signifikan dalam memberikan kontribusi pada hasil peningkatan kekuatan otot quadriceps femoris. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen. Jumlah populasi pada penelitian ini adalah seluruh Mahasiswa Program Studi Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Jakarta Angkatan 2015 dan sampel pada penelitian ini adalah Mahasiswa Program Studi Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Jakarta Angkatan 2015 yang diambil dengan metode purposive sampling. Data dikumpulkan dan diolah menggunakan metode uji T-Independen. Sampel dilibatkan dalam prosedur eksperimen pre-post two group design dengan 16 kali sesi latihan menggunakan Leg Extension Machine. Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi peningkatan hasil kekuatan otot quadriceps femoris setelah diberikan latihan dengan mengunakan metode isotonik dengan nilai t-hitung 15,16 Lebih besar dari nilai t-tabel 2,262. Selain itu, juga terjadi peningkatan hasil kekuatan otot quadriceps femoris setelah diberikan latihan dengan menggunakan metode isometrik dengan nilai t-hitung 17,15 lebih besar dari nilai t-tabel 2,262. Selain itu juga terjadi peningkatan otot lebih besar pada metode latihan isotonik disbanding metode latihan isometrik dengan nilai t-hitung 2,375 lebih besar dari t-tabel 2,101. Kata Kunci : Kekuatan otot, Kontraksi otot, Metode latihan penguatan.
Hubungan Kadar Hemoglobin dan Denyut Nadi Istirahat terhadap Kapasitas Aerobik Siswa SMKN 58 Jakarta yang Mengikuti Ekstrakurikuler Futsal Amanuloh, Jamil Hudin; Purba, Ruliando Hasea; Setiakarnawijaya, Yasep
Jurnal Segar Vol. 2 No. 1 (2013): Jurnal SEGAR, Volume 2 Nomor 1, November 2013
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.522 KB) | DOI: 10.21009/segar.0201.04

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Kadar Hemoglobin dan Denyut Nadi Istirahat Terhadap Kapasitas Aerobik baik secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama. Penelitian dilakukan di laboratorium Klinik Mulya Farma, Setu Cipayung, Bambu Apus Jakarta Timur pada tanggal 13 dan 21 September 2012. Penelitian menggunakan metode survey dengan teknik korelasi, sampel adalah siswa SMK N 58 Jakarta yang mengikuti ekstrakurikuler futsal. Pengambilan sampel dengan menggunakan purposive sampling. Dari keseluruhan yang mengikuti ekstrakurikuler futsal diambil 18 orang untuk dijadikan sampel yang berdasarkan ciri-ciri, sifat-sifat dan karakteristik tertentu. Teknik pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan teknik analisis statistik korelasi sederhana dan korelasi ganda yang dilanjutkan dengan uji-t pada taraf signifikan α = 0,05. Hasil penelitian menggambarkan pertama, terdapat hubungan yang signifikan antara Kadar Hemoglobin terhadap Kapasitas Aerobik, dengan persamaan garis regresi linear Ỹ = 15,32 + 0,69 X1, koefisien korelasi (ry1) = 0,72 X2, koefisien korelasi (ry2) = 0,71 dan determinasi (ry2) = 0,5041, yang berarti variable Denyut Nadi Istirahat memberikan sumbangan terhadap Kapasitas Aerobik sebesar 50,41%. Ketiga, terdapat hubungan yang signifikan antara Kadar Hemoglobin dan Denyut Nadi Istirahat secara bersama-sama terhadap Kapasitas Aerobik dengan persamaan garis regresi linear ganda Ỹ =0,69 dan koefisien determinasi (ry2) = 0,4761, yang berarti variable Kadar Hemoglobin memberikan sumbangan terhadap Kapasitas Aerobik sebesar 47,61%. Kedua, terdapat hubungan yang signifikan antara Denyut Nadi Istirahat terhadap Kapasitas Aerobik, dengan persamaan garis regresi linear Ỹ = 14,07 + 3,5 + 0,44X1 + 0,49X2, koefisien korelasi ganda (Ry1-2) = 0,81 dan koefisien determinasi (Ry1- 2) = 0,6561, yang berarti bahwa variabel Kadar Hemoglobin dan Denyut Nadi Istirahat secara bersama-sama memberikan sumbangan terhadap Kapasitas Aerobik sebesar 65,61%. Kata kunci: Kadar haemoglobin, denyut nadi istirahat, kapasitas aerobik, ekstrakurikuler futsal.
Perbandingan Cedera Olahraga pada Atlet Beladiri Taekwondo dan Beladiri Judo selama Berada di Pusat Pelatihan dan Latihan Pelajar (PPLP) Ragunan Ardiyansyah, Ardiyansyah; Purba, Ruliando Hasea; Setiakarnawijaya, Yasep
Jurnal Segar Vol. 2 No. 1 (2013): Jurnal SEGAR, Volume 2 Nomor 1, November 2013
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.383 KB) | DOI: 10.21009/segar.0201.05

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan cedera olahraga pada atlet beladiri Taekwondo dan atlet beladiri Judo selama berada di Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Ragunan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari sampai selesai tahun 2012 di Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Ragunan. Adapun yang menjadi objek penelitian ini adalah atlet beladiri taekwondo, atlet beladiri judo, dan dokter poliklinik di Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Ragunan yang pernah mengalami cedera olahraga pada saat berolahraga. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan teknik survey, yaitu dengan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diperoleh kesimpulan yaitu: Atlet taekwondo yang mengalami cedera olahraga ada 22 atlet (95.65%), dan atlet judo yang mengalami cedera olahraga ada 18 atlet (100%). Dari 22 atlet taekwondo yang mengalami cedera olahraga, didapat 92 kasus cedera olahraga, dan dari 18 atlet judo yang cedera didapat 60 kasus cedera olahraga. Atlet taekwondo paling banyak mengalami cedera pada tubuh bagian bawah yaitu ada 66 kasus cedera (71.74%), dan pada atlet judo paling banyak mengalami cedera pada tubuh bagian atas yaitu ada 40 kasus (66.67%). Atlet taekwondo dan atlet judo paling banyak mengalami cedera olahraga pada saat latihan, pada atlet taekwondo ada 80 kasus (86.96%), dan pada atlet judo ada 48 kasus (80%).atlet taekwondo dan atlet judo paling banyak mengalami cedera olahraga karena faktor internal violence, pada atlet taekwondo ada 62 kasus 67.40%), dan pada atlet judo ada 30 kasus (50%). Atlet taekwondo dan atlet judo paling banyak menangani cedera olahraga dengan pergi ke poliklinik PPLP Ragunan, pada atlet taekwondo ada 80 kasus (86.96%) dan pada atlet judo ada 50 kasus (83.33%). Atlet taekwondo paling banyak mengalami jenis cedera otot & tendo yaitu ada 36 kasus (45%), dan atlet judo paling banyak mengalami jenis cedera ligament dan sendi, yaitu masing-masing ada 20 kasus (40%). Atlet taekwondo dan atlet judo paling banyak mengalami cedera ringan, pada atlet taekwondo ada 58 kasus (72.5%) dan pada atlet judo ada 30 kasus (60%). Atlet taekwondo dan atlet judo paling banyak mengalami cedera kronis, pada atlet taekwondo ada 46 kasus (57.5%) dan pada atlet judo ada 29 kasus (58%). Kata kunci : Cedera olahraga, atlet beladiri taekwondo, atlet beladiri judo, pusat pelatihan dan latihan pelajar.
Pemahaman Personal Trainer Tentang Cedera Olahraga dan Program Penurunan Berat Badan di Fitness Elite Club Epicentrum Kuningan Jakarta Haryawan, Tommy; Purba, Ruliando Hasea; Tangkudung, Albert Wolter Aridan
Jurnal Segar Vol. 6 No. 2 (2018): Jurnal SEGAR, Volume 6 Nomor 2, Mei 2018
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.661 KB)

Abstract

PEMAHAMAN PERSONAL TRAINER TENTANG CEDERA OLAHRAGA DAN PROGRAM PENURUNAN BERAT BADAN DI FITNESS ELITE CLUB EPICENTRUM KUNINGAN JAKARTA Tommy Haryawan1, Ruliando Hasea Purba2, Albert Wolter Aridan Tangkudung2 1Fakultas Ilmu Olahraga, 2 Universitas Negeri Jakarta Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman personal trainer tentang cedera olahraga dan program penurunan berat badan di fitness elite club kuningan jakarta. Penelitian ini dilaksanakan di Fitness Elite Club Epicentrum Kuningan Jakarta. Jl. Epicentrum Utara Raya, Kuningan Jakarta Selatan 12940 pada bulan juli 2017. Penelitian ini menggunakan metode survey penyebaran angket sebagai instrument dalam pengumpulan data, sampel yang digunakan yaitu personal trainer yang bekerja di fitness elite club kuningan jakarta. total PT di fitness tersebut berjumlah 14 orang. Pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrument penelitian menggunakan angket dalam bentuk penyataan dengan pilihan jawaban “benar atau salah” dan dengan metode penelitian skala Guttman. Hasil penelitian menunjukan: 9 personal trainer memiliki pengetahuan baik tentang pemahaman cedera olahraga dan ada 5 personal trainer memiliki pengetahuan yang cukup tentang program penurunan berat badan, sedangkan ada 12 orang personal trainer yang memiliki pengetahuan baik program penurunan berat badan dan 2 orang yang memiliki kemampuan cukup dalam pengetahuan cedera olahraga. Kata Kunci: Personal trainer, cedera, penurunan berat badan.
EDUKASI PENANGANAN CEDERA PADA PELATIH SELAM/DIVING DI KEPULAUAN SERIBU Ruliando Hasea Purba; Ela Yuliana; Dadan Resmana; Tridinda Aprilia
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The Thousand Islands are widely known by domestic and foreign tourists for their extraordinary charm, including for diving lovers. The region, which has eleven inhabited islands, has one island known as a diving paradise, Pramuka Island, which is also the center of the Thousand Islands Regency. As a dive trainer, your responsibilities include technical training and diver safety, but also preparedness for emergencies that may occur. This study aims to provide education on handling injuries that may be experienced by divers. The method of implementation of this training is starting with an initial knowledge test, material delivery, practice, discussion, final knowledge test. The number of participants was 25 people, all of whom were diving trainers. The results showed that there was an increase in the trainer's understanding during education, namely an increase in the initial knowledge test results by 28% and the final knowledge test results by 72%. In conclusion, educational activities can run smoothly and are greeted with enthusiasm by the education participants. So it can be concluded that this training activity is very successful and beneficial for the trainers in particular. This success is indicated by the suitability of the material with the evaluation results given to the participants. The positive response from participants is also a very good indicator of success that this education is the education expected by diving or diving coaches in the Thousand Islands, especially on Pramuka Island, because it can be useful both in handling and knowledge of the coaches on Pramuka Island as one of the competencies as a trainer. Keywords: Education, Thousand Islands, Pramuka Island, Injury Management, Diving Coach, Diving Abstrak Kepulauan Seribu sudah dikenal luas oleh wisatawan nusantara dan mancanegara memiliki pesona yang luar biasa, termasuk bagi para pecinta diving. Wilayah yang yang memiliki sebelas pulau penduduk ini ternyata memiliki satu pulau yang dikenal sebagai surga diving, yaitu Pulau Pramuka, yang juga menjadi pusat Kabupaten Kepulauan Seribu. Rata-rata pekerjaan di penduduk tersebut menjadi pelatih selam atau diving.Sebagai pelatih selam memiliki tanggung jawab yang mencakup pelatihan teknis dan keselamatan penyelam, tetapi juga kesiapan dalam menghadapi keadaan darurat yang mungkin akan terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai penanganan cedera yang mungkin dialami oleh penyelam. Metode pelaksanaan pelatihan ini yaitu diawali dengan tes pengetahuan awal, penyampaian materi, praktik, diskusi, tes pengetahuan akhir. Jumlah peserta 25 orang yang seluruhnya pelatih selam atau diving. Hasil diketahui bahwa terdapat peningkatan pemahaman pelatih saat edukasi yaitu mengalami peningkatan yaitu hasil tes pengetahuan awal sebesar 28 % dan hasil tes pengetahuan akhir sebesar 72%. Kesimpulannya kegiatan edukasi dapat berjalan dengan lancar dan disambut dengan antusias oleh para peserta edukasi. Jadi dapat disimpulkan kegiatan pelatihan ini sangat berhasil dan bermanfaat bagi para pelatih khususnya. Keberhasilan ini ditunjukkan dengan adanya kesesuaian materi dengan hasil evaluasi yang diberikan kepada para peserta. Respon positif dari peserta juga merupakan indikator keberhasilan yang sangat baik bahwa edukasi ini adalah edukasi yang diharapkan oleh para pelatih selam atau diving di kepulauan seribu khususnya di Pulau Pramuka, karena dapat bermanfaat baik dalam penanganan maupun pengetahuan terhadap para pelatih di Pulau Pramuka sebagai yang salah satu kompetensi sebagai Pelatih. Kata Kunci: Edukasi, Kepulauan Seribu, Pulau Pramuka, Penanganan Cedera, Pelatih Selam, Diving
Pengaruh Latihan Penetrasi (Deceive and Fly) terhadap Taktik Individu Menyerang Tim Futsal UNJ Adityawarman, Daffa; Irawan, Andri; Purba, Ruliando Hasea
Jurnal Pendidikan Jasmani dan Adaptif (JPJA) Vol. 6 No. 02 (2023): Jurnal Pendidikan Jasmani dan Adaptif, Volume 06, No. 02, November 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jpja.v6i02.55236

Abstract

Permasalahan yang mungkin muncul adalah kurangnya variasi dalam taktik individu pemain ketika menyerang.Metode penelitian yang digunakan dalam peneltian ini adalah metode eksperimen. Variabel-variabel yang diteliti termasuk variabel bebas dan variabel terikat sudah ditentukan secara tegas oleh peneliti sejak awal penelitian. Adapun variabel bebas dalam penelitian ini adalah latihan deceive dan fly, sedangkan variabel terikatnya adalah taktik individu menyerang.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan taktik individu menyerang setelah diberikan latihan penetrasi (deceive dan fly) dengan nilai thitung 2,96 yang lebih besar dari ttabel 2.16 dengan taraf signifikasi 0.05. Hal ini sesuai dengan kerangka berpikir dan teori serta hipotesis penelitian yang mengatakan bahwa terdapat pengaruh latihan penetrasi (deceive dan fly) terhadap kemampuan taktik individu menyerang futsal.Berdasarkan masalah yang ditemukan, yang didukung dengan tinjauan pustaka, kerangka berpikir dan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh latihan penetrasi (Deceive dan Fly) terhadap kemampuan taktik individu menyerang tim futsal UNJ.
EDUKASI PENANGANAN PERTAMA CEDERA OLAHRAGA PADA KLUB I CAN GYMNASTICS Ruliando Hasea Purba; Ela Yuliana; Dadan Resmana; Tridinda Aprilia
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Cedera olahraga merupakan salah satu risiko yang sering dialami oleh atlet senam, terutama pada klub olahraga dengan intensitas latihan yang tinggi. Penanganan pertama yang tepat sangat penting untuk mencegah terjadinya keparahan cedera serta dapat mempercepat proses pemulihan atlet. Namun, masih banyak pelatih, orang tua, maupun atlet yang memiliki keterbatasan pengetahuan mengenai prosedur pertolongan pertama pada cedera olahraga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efektifitas pengetahuan penanganan pertama cedera olahraga pada Klub I Can Gymnastics. Edukasi ini melibatkan sejumlah 49 orang tua sebagai responden. Edukasi diberikan melalui metode ceramah dan simulasi praktik pertolongan pertama cedera olahraga. Hasil edukasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada skor pengetahuan responden setelah diberikan edukasi yaitu sebesar 38 %. Temuan ini menegaskan bahwa edukasi penanganan pertama cedera olahraga berperan penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan penanganan cedera pada klub senam I Can Gymnastic. Oleh karena itu, program edukasi serupa direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan di klub olahraga lainnya. Abstract Sports injuries are a common risk for gymnasts, especially in high-intensity training clubs. Appropriate first aid is crucial for preventing injury severity and accelerating recovery. However, many coaches, parents, and athletes still lack knowledge of first aid procedures for sports injuries. This study aimed to determine the effectiveness of knowledge regarding first aid for sports injuries at the I Can Gymnastics Club. Forty-nine parents participated in the education program. The education was delivered through lectures and practical simulations of first aid for sports injuries. The results showed a significant increase in respondents' knowledge scores after the education, with a 38% increase. This finding confirms that first aid education for sports injuries plays a crucial role in improving preparedness and injury management skills at the I Can Gymnastics Club. Therefore, similar educational programs are recommended for ongoing implementation at other sports clubs.
Influence Nordic Hamstring Exercises on Increasing Hamstring Muscle Flexibility in Athletes Jakarta State University Futsal darmawan, Cahyadi; Yuliana, Ela; Diyananda, Dzulfiqar; Purba, Ruliando Hasea
Jurnal Segar Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Segar, Volume 14 Nomor 1, November 2025
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/segar/1401.03

Abstract

Flexibility muscle hamstrings for futsal athletes have role important to support performance physique like acceleration and running fast , and prevent injury . This study aims to determine influence Nordic Hamstring exercises against improvement flexibility hamstring muscles in futsal athletes at Jakarta State University. This study used approach one group test -posttest design. A total of 15 samples study get treatment exercise Nordic hamstring s as many as 16 meetings . To find out influence from exercise nordic hamstring against improvement flexibility hamstring muscles using instrument sit and reach with tool flexometer . Research results disclose there is significant difference​ in a way statistics on flexibility hamstring muscles before and after do exercise Nordic hamstring (p = 0.001 or p < 0.05). With thus can concluded that exercise nordic hamstring effect positive to improvement flexibility hamstring muscles in futsal athletes at Jakarta State University. This study recommends use exercise Nordic hamstring as part from exercise programs for flexibility extremities down and up performance in futsal athletes .
The relationship between subjective knee function and psychological readiness to return to sport after ACL injury: A cross-sectional study Yuliana, Ela; Purba, Ruliando Hasea; Migrha, Bazzar Ari; Oktafiranda, Nadya Dwi; Nurhidayah, Dewi
Journal Sport Area Vol 10 No 3 (2025): December
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/sportarea.2025.vol10(3).19470

Abstract

Background: Athletes with anterior cruciate ligament (ACL) injuries often reduce or stop sports participation due to fear of re-injury and low confidence in their injured knee. While most studies emphasize physical recovery, fewer explore how subjective knee function affects psychological readiness to return to sport. Objectives: This study aims to determine the contribution of self-reported knee symptoms and function (subjective assessment) to psychological readiness to return to sport after ACL injury with operative and non-operative treatment. Methods: This cross-sectional study involved 40 participants who met the inclusion criteria for post-ACL injury, both operative and non-operative. Data were collected using the International Knee Documentation Committee (IKDC 2000) questionnaire for subjective knee function and the Anterior Cruciate Ligament–Return to Sport after Injury (ACL-RSI) scale for psychological readiness. A simple linear regression test was conducted with a 95% confidence interval. Finding/Results: The mean IKDC score was 69.80 ± 12.53 and the mean ACL-RSI score was 58.43 ± 19.12. The regression analysis showed a significant positive relationship between subjective knee function and psychological readiness to return to sport (r = 0.61, p < 0.05), with a coefficient of determination (R2) of 0.373. Conclusion: Subjective knee function significantly influences psychological readiness to return to sport after an ACL injury. Enhancing knee function through targeted rehabilitation programs may improve athletes’ confidence and reduce fear of re-injury, facilitating a safer and more effective return to sport.