Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Pengaruh Konsep Terapeutik Arsitektur dalam Menurunkan Sindrom Burnout Aditya Christanto; Joyce Marcella Laurens; Agus Dwi Hariyanto
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture Vol. 6 No. 2 (2024): Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/acesa.v6i2.13898

Abstract

Para peserta pendidikan kedokteran, dalam menjalankan tugasnya di Rumah Sakit Pendidikan memerlukan usaha dan kerja keras hingga terkadang menyebabkan permasalahan kesehatan. Sindrom burnout merupakan kondisi yang menggambarkan respon terhadap stres yang berhubungan dengan pekerjaan dengan kelelahan fisik, mental dan emosional yang relatif lama. Menjadi pemicu bagi beberapa dokter melakukan penelitian tentang kesehatan dan keberlanjutan paramedis, dengan mengangkat kembali isu tentang pentingnya ruang istirahat. Pendekatan teori Therapeutic Architercture sebagai salah satu penanganan dengan memodifikasi lingkungan diharapkan dapat membantu para peserta pendidikan kedokteran dalam menghadapi sindrom burnout. Tujauan penelitian ini untuk mempelajari bagaimana peserta pendidikan kedokteran meredakan burnout yang mereka hadapi melalui restorasi perhatian berdasarkan kegiatan/aktivitas. Metode penelitian yang akan digunakan menggunakan pendekatan metode kualitatif, mengelolah data menggunakan konten analisis, menyunting dan mengkodekan selanjutnya di uji menggunakan perangkat lunak statistik JMP. Variabel yang paling berpengaruh dalam upaya mengatasi burnout ialah “soft fascination” yang berhubungan dengan relaksasi dan rekreasi, yang mendukung konsep Therapeutic Architecture. Menghadirkan suasana layaknya rumah, dengan variabel lingkungan arsitektur yang dapat di terapkan pada ruang istirahat dokter. Hingga dapat menurunkan burnout pada para peserta pendidikan kedokteran.
Komparasi Tektonika Arsitektur Empat Tiang Utama Pada Rumah Tradisional Madura Dan Jawa Fariz Hidayat; Asarias Ari Ayowembun; Derius Pekei; Lintu Tulistyantoro; Agus Dwi Hariyanto
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture Vol. 6 No. 2 (2024): Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/acesa.v6i2.14076

Abstract

Keberadaan empat tiang utama pada rumah Bangsal di Madura memiliki kemiripan dengan rumah tradisional Jawa, yaitu rumah Joglo. Kesamaan ini menarik perhatian untuk mengkomparasikannya. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan tektonika empat tiang utama pada rumah Bangsal dan rumah Joglo berdasarkan faktor-faktor tektonika klasik. Komparasi tektonika empat tiang utama dilakukan melalui analisis kualitatif. Hasil komparasi menunjukkan perbedaan dalam menciptakan kekuatan konstruksinya. Rumah Joglo menggunakan pemberat untuk menciptakan kekakuan pada bangunannya karena berada di daerah rawan gempa, sedangkan rumah Bangsal tidak. Selain itu, pemberat dirumah Joglo dapat menghasilkan konstruksi yang tidak stabil pada kondisi gempa tertentu. Detail tektonika mempunyai fungsi campuran selain untuk memberikan fungsi struktural juga keindahan arsitektural. Empat tiang utama memberikan kesan kuat dan kokoh pada ruang. Selain itu menciptakan center point dan terciptanya pembagian ruang secara semu pada rumah Bangsal dan masif pada rumah Joglo. Pada rumah Joglo juga untuk merepresentasikan area yang sakral.
Permanensi Kawasan Pusat Kota Banyuwangi Wijaya, Catherine Kirsten Eka; Sunaryo, Rony Gunawan; Hariyanto, Agus Dwi
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 22, No 1: January 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/sinektika.vi.5072

Abstract

Banyuwangi sebagai wilayah perkotaan memiliki perjalanan sejarah panjang,  dari wilayah Kerajaan Blambangan kemudian beralih menjadi  pos induk VoC di ujung timur Jawa di era kolonial. Banyuwangi selanjutnya menjadi kota pelabuhan dagang yang berlanjut hingga era kemerdekaan, hingga beralih kembali pada era pemerintahan Bupati Azwar Anas, Kota Banyuwangi ditetapkan salah satu visinya menjadi kota wisata. Hingga masa yang cukup lama elemen-elemen perkotaan Banyuwangi bersifat persisten, namun perubahan visi kota yang terakhir mendorong perubahan elemen-elemen perkotaan. Beberapa elemen persisten di pusat kota diubah dengan tren masa kini, sehingga karakter awalnya berubah atau hilang. Upaya pembaruan ini kontradiktif terhadap strategi pemanfaatan potensi sejarah perkotaan untuk pariwisata. Penelitian ini merupakan analisis urban tissue pusat kota Banyuwangi,  dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, mengidentifikasi elemen kota yang bertahan maupun yang punah. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi permanensi elemen perkotaan Banyuwangi agar elemen-elemen yang memiliki signifikansi dalam morfologi dan sejarah transformasi  kota Banyuwangi dapat dikenali. Hasil penelitian terdapat dua puluh lima yang persisten dan delapan elemen yang punah. Sebagian besar elemen perkotaan yang persisten bernilai historis signifikan dan potensial dikembangkan menjadi bagian srategi wisata sejarah dan budaya perkotaan Banyuwangi.
Sustainability Study on the Gadang House Envelope: Implementation Strategies in Contemporary Architeture Rares, Anthony Srestha; Arifin, Lilianny Sigit; Hariyanto, Agus Dwi
Lakar: Jurnal Arsitektur Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/lja.v8i1.27832

Abstract

Plagiarisme Karya Arsitektur dalam Perspektif Etika Profesi dan Kaidah Tata Laku Profesi Arsitek Pahlawan, Muhamad Reiza; Sunaryo, Rony Gunawan; Hariyanto, Agus Dwi
ATRIUM: Jurnal Arsitektur Vol. 11 No. 1 (2025): ATRIUM: Jurnal Arsitektur
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/atrium.v11i1.385

Abstract

Title: Plagiarism of Architectural Works from the Perspective of Professional Ethics and the Code of Conduct for Architects Plagiarism in the creative and academic world is a serious issue related to intellectual property rights violations, including in the field of architecture. Law No. 28 of 2014 concerning Copyright protects architectural works as part of copyright, while the code of professional ethics formulated by the Indonesian Architects Association (IAI) regulates ethical aspects in architectural practice. However, until now there have been no clear parameters to determine whether an architectural work can be categorized as plagiarism. This study examines the issue of plagiarism in architecture from the perspective of the code of ethics and rules of conduct for the architectural profession in Indonesia. The method used is a qualitative-interpretive approach with an analysis of literature studies and a study of regulations and cases of architectural plagiarism in Indonesia. The results of the study show that Law No. 28 of 2014 has guaranteed copyright protection, and the code of ethics for the architectural profession has regulated general ethical principles. However, there are no explicit boundaries that distinguish between inspiration and plagiarism in architectural works. This research is expected to be the basis for formulating clearer regulations in determining plagiarism in architecture.
ANALISIS PERAN DAN POSISI ARSITEK PADA PERENCANAAN MENARA SAIDAH, JAKARTA SELATAN Tjandra, Elizabeth; Sunaryo, Rony Gunawan; Hariyanto, Agus Dwi
Agora : Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah Arsitektur Usakti Vol. 23 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/agora.v23i1.21839

Abstract

Perencanaan merupakan tahap krusial dalam proyek konstruksi bangunan gedung, karena keputusan yang diambil berdampak langsung pada aspek teknis, hukum, lingkungan, dan keberlanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran dan tanggung jawab arsitek dalam kegagalan perencanaan proyek Menara Saidah, sebuah gedung perkantoran bertingkat tinggi di Jakarta Selatan yang ditinggalkan akibat permasalahan struktural. Metode yang digunakan adalah studi kasus kualitatif dengan analisis literatur, regulasi, dan observasi fisik bangunan. Fokus kajian mencakup tanggung jawab profesional, teknis, hukum, dan moral arsitek berdasarkan PP No. 15 Tahun 2021, PP No. 16 Tahun 2021, dan SNI 164:2017. Hasil menunjukkan adanya kesenjangan antara tanggung jawab normatif arsitek dan praktik di lapangan, khususnya dalam integrasi studi geoteknik dan pengawasan desain teknis. Penelitian ini menegaskan pentingnya reposisi arsitek sebagai pemimpin integrasi desain sejak tahap pra-desain hingga pengawasan pelaksanaan. Rekomendasi mencakup optimalisasi penggunaan Building Information Modeling (BIM), penguatan kompetensi lintas disiplin, serta pemutakhiran SOP kerja arsitek agar sesuai dengan standar profesi dan peraturan yang berlaku.
KUALITAS WALKABILITY PUSAT KOTA BANYUWANGI Wijaya, Catherine Kirsten Eka; Sunaryo, Rony Gunawan; Hariyanto, Agus Dwi
Agora : Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah Arsitektur Usakti Vol. 22 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/agora.v22i1.19524

Abstract

Banyuwangi lahir dari wilayah Kerajaan Blambangan, kerajaan Hindu terakhir di Jawa. VoC mendirikan pos induk dan dan selanjutnya pada periode kolonial wilayah ini berkembang menjadi kota pusat perdagangan di ujung timur Pulau Jawa. Pusat Kota Banyuwangi saat ini bertransformasi menjadi kawasan wisata, perdagangan dan jasa. Fenomena automobile dependency yang juga berlaku di Kota Banyuwangi kontradiksi dengan pentingnya walkability kawasan terutama pusat kota untuk mendukung rencana pengembangan potensi Kota Banyuwangi ke arah pariwisata dan kebudayaan. Riset dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif, bertujuan mendapatkan pemetaan yang dapat dipakai sebagai acuan dalam merancang pusat kota yang resilien melalui walkability kawasan. Riset mengupas lapisan morfologi Kawasan Pusat Kota Banyuwangi, mengidentifikasi transformasi elemen urban tissue dan tingkat permanensinya, pengaruh tipologi street & square serta aktivitas kawasan, dan melakukan analisis kualitas walkability kawasan melalui perbandingan pedshed di titik potensial Kawasan Pusat Kota Banyuwangi. Hasil riset menggambarkan elemen kota memiliki kemampuan cukup baik dalam mempertahankan signifikansinya walaupun ada pergeseran konsep urban tissue kawasan. Kawasan memiliki nilai pedshed ratio yang lebih baik di halaman Gedung Wanita (pedshed ratio = 0.9) dibandingkan taman Sritanjung (pedshed ratio = 0.8) akibat pengaruh persebaran titik poin wisata dan tipologi jalan yang ada di kawasan. Hal ini menunjukkan kawasan pusat kota Banyuwangi memiliki kualitas walkability yang sangat baik sehingga memungkinkan potensi pengembangan kawasan menjadi area klaster wisata yang walkable.
Corn Cob Absorption Rate As Acoustic Material Sidharta, Melissa; Sudarsono, Anugrah Sabdono; Hariyanto, Agus Dwi; Arifin, Liliany Sigit
Journal of Applied Science, Engineering, Technology, and Education Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : PT Mattawang Mediatama Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.626 KB) | DOI: 10.35877/454RI.asci984

Abstract

Reducing CO2 emission through innovation discovery is essential to respond to the global warming issue. The research states that construction material contributes 11% of CO2 emission on building. Agricultural waste in Indonesia is plentiful, but it has not been used optimally, one of examples is corncob waste. The study to theoretically identify the absorption level on acoustic panel of corncob waste using two kinds of panel thickness dimensions composed of natural corncob through literature study and laboratory test of impedance tube by identifying the absorption panel coefficient phenomenon of corncob waste. The physical characteristic of corncob is porous, and this study found that there was a good absorption level in two dimensions of panel thickness of 3 cm and 5 cm. It was strengthened by the finding of a frequency shift phenomenon of two dimensions of panel thickness due to resonance in air cavity/gap among corncobs.
From Concept to Community: Phased Modularity in a Participatory Public Space Design Redyantanu, Bramasta Putra; Budhiyanto, Aris; Hariyanto, Agus Dwi
ASEAN Journal of Community Engagement Vol. 9, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper examines the idea of modularity as an extensive framework within the participatory design approach. Modularity is explored not only as a design and construction method but also as a collaboration framework that allows architecture to evolve through collaboration. In exploring the idea, this paper elaborates modularity through a community service design project at Alun-Alun Cemara Miagan, an open space in Miagan Mojoagung, Indonesia, emphasizing a participatory approach that involved local stakeholders and architects in developing a multifunctional public space. Due to the phased funding from the government, the project adopted modular strategies to enable flexible, incremental development aligned with community input. Three modular prototypes were developed: a gate responding to budget and fabrication constraints; a canopy providing adaptable shaded areas; and a building offering spatial flexibility for public functions. Through collaborative ideation in the participatory process, the hands-on engagement and iterative refinement from the community directly informed these design outcomes. This study demonstrates that modularity also supported local industries and addressed funding rhythms, demonstrating its value in both technical and social dimensions. The study also concludes that modular design can foster resilient, adaptable, and resource-efficient public spaces. It contributes to the discourse on community-based architecture and suggests future exploration of digital tools to enhance participatory modular development.
Study of Sustainable Aspect in the Mbaru Niang Traditional House in Wae Rebo Village, East Nusa Tenggara Princess Griffith Serafim; Christopher Daniel Suprapto; Agus Dwi Hariyanto
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture Vol. 7 No. 2 (2025): Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/acesa.v7i2.14577

Abstract

This study examines the sustainability of the Mbaru Niang house in Wae Rebo Village, Indonesia, through a qualitative descriptive method. The analysis focuses on the spatial layout as well as supporting elements such as materials, climate responsiveness, and communal functions, using visual interpretation and thematic mapping based on environmental, social, and well-being dimensions. The findings reveal how the use of local materials, passive ventilation, communal spatial organization, and flexible design strategies reflect an integrated approach to sustainability. Mbaru Niang demonstrates how traditional architecture, grounded in ecological adaptation and cultural continuity, can inform contemporary sustainable design. While the study is limited by its reliance on secondary data and scope, it contributes to architectural discourse by emphasizing the value of traditional knowledge in creating resilient and context-sensitive built environments.