Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

KRITERIA DESAIN FASAD APARTEMEN DENGAN PENDEKATAN REGIONALISME DI SURABAYA Terrence Seymour Luntungan; Timoticin Kwanda; Agus Dwi Hariyanto
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture Vol. 4 No. 2 (2022): Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/acesa.v4i2.12940

Abstract

Fasad adalah elemen yang penting dalam penyampaian fungsi serta makna budaya dimana bangunan itu berdiri. Penerapan fasad yang buruk dapat memburuknya kualitas visual kawasan dan lunturnya identitas. Fenomena tersebut terjadi di seluruh dunia, dimana desain arsitektur yang bergaya internasional menjadi referensi umum dalam merancang bangunan tanpa peduli identitas kawasan dan budayanya. Fenomena tersebut juga terjadi di Surabaya dimana penerapan desain tanpa memperdulikan identitas lokal. Beberapa arsitektur di Surabaya sudah menerapkan desain yang merespon budaya dan identitas lokal, tetapi masih belum ada apartemen di Surabaya yang desain arsitekturnya belum melibatkan budaya dan identitas lokal dalam perancangannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik fasad pada sampel bangunan budaya di sekitar eksisting (Surabaya) dan juga sampel bangunan yang lain demi mendukung penelitian ini. Dari karakteristik yang di dapat dari sampel tersebut, diambil karakter pengikat yang dapat dijadikan kriteria desain fasad agar bangunan baru dapat dibangun selaras dan memperkuat identitas kawasan dengan pemikiran regionalisme.
Keragaman Bentuk dan Struktur Ume Kbubu di Pulau Timor Aditya Hanggara Timbulong; Christopher Daniel; Doni Chandra; Yvonne Krisna Putri; Agus Dwi Hariyanto
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture Vol. 5 No. 1 (2023): Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/acesa.v5i1.13393

Abstract

Provinsi NTT merupakan salah satu daerah yang memiliki berbagai suku, beragam rumah tradisional yang menyesuaikan dengan daerah tempat para suku berhuni. Salah satunya adalah suku Atoni yang merupakan penghuni asli pulau Timor yang menempati bagian barat dan bagian tengah pulau Timor. Keturunan dari suku Atoni adalah suku Boti yang mendiami Timor Tengah Selatan, dan juga mendiami desa Maslete dan Kaenbaun yang terletak di Timor Tengah Utara. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbedaan dan persamaan terhadap keaslian Ume Kbubupada desa ketiga melalui analisis bentuk dan struktur. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data menggunakan metode arsip dengan studi literatur. Data yang sudah dikumpulkan dianalisis lebih dalam dengan membuat model 3D. Adanya perbedaan letak geologis menyebabkan perbedaan bentuk, struktur, dan material Ume Kbubu dari berbagai desa, namun juga terdapat beberapa perjanjian. Perbedaan pada Ume Kbubu di tiga desa berbeda disebabkan oleh sumber daya alam, kebiasaan dan sifat masyarakat yang berbeda-beda.
Komparasi Tektonika Arsitektur Empat Tiang Utama Pada Rumah Tradisional Madura Dan Jawa Fariz Hidayat; Asarias Ari Ayowembun; Derius Pekei; Lintu Tulistyantoro; Agus Dwi Hariyanto
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture Vol. 6 No. 2 (2024): Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/acesa.v6i2.14076

Abstract

Keberadaan empat tiang utama pada rumah Bangsal di Madura memiliki kemiripan dengan rumah tradisional Jawa, yaitu rumah Joglo. Kesamaan ini menarik perhatian untuk mengkomparasikannya. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan tektonika empat tiang utama pada rumah Bangsal dan rumah Joglo berdasarkan faktor-faktor tektonika klasik. Komparasi tektonika empat tiang utama dilakukan melalui analisis kualitatif. Hasil komparasi menunjukkan perbedaan dalam menciptakan kekuatan konstruksinya. Rumah Joglo menggunakan pemberat untuk menciptakan kekakuan pada bangunannya karena berada di daerah rawan gempa, sedangkan rumah Bangsal tidak. Selain itu, pemberat dirumah Joglo dapat menghasilkan konstruksi yang tidak stabil pada kondisi gempa tertentu. Detail tektonika mempunyai fungsi campuran selain untuk memberikan fungsi struktural juga keindahan arsitektural. Empat tiang utama memberikan kesan kuat dan kokoh pada ruang. Selain itu menciptakan center point dan terciptanya pembagian ruang secara semu pada rumah Bangsal dan masif pada rumah Joglo. Pada rumah Joglo juga untuk merepresentasikan area yang sakral.
Pengaruh Konsep Terapeutik Arsitektur dalam Menurunkan Sindrom Burnout Aditya Christanto; Joyce Marcella Laurens; Agus Dwi Hariyanto
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture Vol. 6 No. 2 (2024): Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/acesa.v6i2.13898

Abstract

Para peserta pendidikan kedokteran, dalam menjalankan tugasnya di Rumah Sakit Pendidikan memerlukan usaha dan kerja keras hingga terkadang menyebabkan permasalahan kesehatan. Sindrom burnout merupakan kondisi yang menggambarkan respon terhadap stres yang berhubungan dengan pekerjaan dengan kelelahan fisik, mental dan emosional yang relatif lama. Menjadi pemicu bagi beberapa dokter melakukan penelitian tentang kesehatan dan keberlanjutan paramedis, dengan mengangkat kembali isu tentang pentingnya ruang istirahat. Pendekatan teori Therapeutic Architercture sebagai salah satu penanganan dengan memodifikasi lingkungan diharapkan dapat membantu para peserta pendidikan kedokteran dalam menghadapi sindrom burnout. Tujauan penelitian ini untuk mempelajari bagaimana peserta pendidikan kedokteran meredakan burnout yang mereka hadapi melalui restorasi perhatian berdasarkan kegiatan/aktivitas. Metode penelitian yang akan digunakan menggunakan pendekatan metode kualitatif, mengelolah data menggunakan konten analisis, menyunting dan mengkodekan selanjutnya di uji menggunakan perangkat lunak statistik JMP. Variabel yang paling berpengaruh dalam upaya mengatasi burnout ialah “soft fascination” yang berhubungan dengan relaksasi dan rekreasi, yang mendukung konsep Therapeutic Architecture. Menghadirkan suasana layaknya rumah, dengan variabel lingkungan arsitektur yang dapat di terapkan pada ruang istirahat dokter. Hingga dapat menurunkan burnout pada para peserta pendidikan kedokteran.
Perbandingan Sistem Struktur Rumah Gadang Koto Piliang dan Bodi Caniago Terhadap Gempa Elora Ivena; Reinaldo Nathanael William; Felicya Agustinanda; Agus Dwi Hariyanto
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture Vol. 6 No. 2 (2024): Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/acesa.v6i2.13478

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi perbandingan sistem struktur dari arsitektur vernakular rumah gadang Koto Piliang dan Bodi Caniago dalam merespon seismik lokal Minangkabau, yaitu kestabilan sistem struktur bangunan terhadap gempa. Metode penelitian dengan cara mengumpulkan data-data sekunder digunakan untuk menentukan landasan teori yang akan digunakan dalam penelitian, yaitu seismik lokal Minangkabau, sistem struktur vernakular rumah gadang, serta join yang mempengaruhi sistem struktur dalam merespon beban gempa. Interpretasi penyaluran beban gempa serta efektivitas sistem struktur dalam merespon beban gempa dilakukan dengan cara menganalisa dari data-data sekunder yang telah dikumpulkan.
Hubungan Sistem Adat dengan Tahapan Konstruksi dan Sistem Struktur pada Rumah Vernakular di NTT terhadap Gempa Edwin Hariadi Sundoro; I Putu Trisna; Felicia Ranita; Princess Griffith; Agus Dwi Hariyanto
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture Vol. 5 No. 2 (2023): Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/acesa.v5i2.13461

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki keanekaragaman budaya dan adat istiadat serta sering mengalami gempa bumi, baik itu tektonik maupun vulkanik. Salah satu daerah yang sering terjadi gempa bumi adalah NTT. Di NTT, terdapat beberapa arsitektur vernakular yang memiliki bentuk yang unik. Arsitektur vernakular yang dipilih adalah Wae Rebo, Ammu Hawu dan Sao Ria. Ada beberapa penelitian yang melihat sistem adat dan konstruksinya, namun belum banyak yang melihat keterkaitan adat dengan respon gempa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari hubungan sistem adat dengan tahapan konstruksi dan sistem struktur pada rumah vernakular di NTT terhadap gempa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan literatur review untuk menganalisis hubungan sistem adat dan respon gempa. Hasil dari analisis menyimpulkan bahwa tahapan konstruksi tidak ada kaitannya dengan respon gempa, melainkan sistem struktur dan detail konstruksi yang merespon terhadap konteks gempa.
Persepsi Penghuni Rusunawa Terkait Aspek Privasi Pada Bukaan Jendela di Unit Kamar Rusunawa Surabaya Reinaldo Nathanael William; Agus Dwi Hariyanto; Aris Budhiyanto
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture Vol. 5 No. 2 (2023): Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/acesa.v5i2.13455

Abstract

Kenyamanan privasi yang terdapat pada unit kamar rusunawa terbentuk melalui batasan ruang yang terdiri dari elemen vertikal dan horizontal. Bukaan jendela dan pintu sebagai bagian dari batasan ruang yang berperan penting dalam mengontrol interaksi antara bagian dalam dengan bagian luar unit kamar. Penerapan bukaan jendela dan pintu pada unit kamar mempengaruhi kuat atau lemahnya batasan ruang dan tingkat privasi yang terdapat pada ruangan tersebut. Berdasarkan teori Hall tentang batasan dan privasi ruang dipengaruhi oleh respon panca indera manusia. Bukaan jendela dan pintu diartikan sebagai bagian yang mengontrol respon indera manusia dalam pembentukan batasan ruang.  Hasil analisis menunjukkan bukaan jendela dan pintu memiliki pengaruh yang erat dalam pembentukan privasi dan kontrol akan parameter privasi ruang. Dalam analisis terdapat tiga dari lima indera yang secara dominan mempengaruhi batasan ruang dan privasi unit kamar rusunawa yaitu penglihatan, aksesibilitas dan proximity atau kedekatan.
Study of Sustainable Aspect in the Mbaru Niang Traditional House in Wae Rebo Village, East Nusa Tenggara Princess Griffith Serafim; Christopher Daniel Suprapto; Agus Dwi Hariyanto
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture Vol. 7 No. 2 (2025): Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/acesa.v7i2.14577

Abstract

This study examines the sustainability of the Mbaru Niang house in Wae Rebo Village, Indonesia, through a qualitative descriptive method. The analysis focuses on the spatial layout as well as supporting elements such as materials, climate responsiveness, and communal functions, using visual interpretation and thematic mapping based on environmental, social, and well-being dimensions. The findings reveal how the use of local materials, passive ventilation, communal spatial organization, and flexible design strategies reflect an integrated approach to sustainability. Mbaru Niang demonstrates how traditional architecture, grounded in ecological adaptation and cultural continuity, can inform contemporary sustainable design. While the study is limited by its reliance on secondary data and scope, it contributes to architectural discourse by emphasizing the value of traditional knowledge in creating resilient and context-sensitive built environments.