Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

HUBUNGAN LINGKUNGAN PERAWATAN DENGAN KUALITAS TIDUR PASIEN POST OPERASI MAYOR Sesrianty, Vera; Primal, Def
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.28962

Abstract

Tindakan operasi mayor merupakan pengalaman yang sulit hampir bagi semua pasien karena berhubungan dengan adanya insisi yang luas. Pasien post operasi mayor akan mengalami terganggunya kualitas tidur karena berbagai factor dimana salah satunya adalah kenyamanan lingkungan ruangan perawatan seperti pencahayaan, suhu ruangan, kebisingan. Kurang tidur memiliki dampak serius termasuk penurunan toleransi rasa sakit, peningkatan imunosupresi, lambatnya pemulihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lingkungan perawatan dengan kualitas tidur pasien post operasi mayor di Ruangan Rawat Inap Bedah RSUD Sungai Dareh Kabupaten Dharmasraya. Desain penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini berjumlah 110 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling pada pasien post operasi di Ruangan Bedah RSUD Sungai Dareh. Sampel pada penelitian ini berjumlah 52 orang. Pengolahan data dilakukan secara komputerisasi menggunakan program spss dengan analisa univariat dan bivariat, uji statistik yang dipakai adalah chi-square. Pada penelitian ini diperoleh hasil yaitu keluhan lingkungan perawatan yang tidak nyaman sebanyak (53,8%), lebih dari separoh responden mengalami kualitas tidur yang buruk sebanyak (75%) dan hasil analisis uji chi square didapatkan nilai p value 0,00. Berdasarkan hal tersebut disimpulkan bahwa adanya hubungan antara lingkungan perawatan dengan kualitas tidur pasien post operasi mayor di Ruangan Rawat Inap Bedah RSUD Sungai Dareh Kabupaten Dharmasraya. Oleh karena itu diharapkan rumah sakit melengkapi sarana dan prasarana serta pelayanan asuhan keperawatan sehingga pasien dapat merasakan kenyamanan selama dirawat dan kualitas tidur pasien dapat menunjukan hasil yang baik.
Penguatan Peran Ibu dan Kader Posyandu: Implementasi PHBS dan Inovasi Cemilan Bergizi dalam Pencegahan Stunting Widia Dara; Dewi Yudiana Shinta; Ikhwan Resmala Sudji; Def Primal; Melly Siska Suryani; Muhammad Diki Juliandi
CANANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : PELANTAR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52364/canang.v6i1.91

Abstract

Stunting remains a public health issue in many rural and urban areas of Indonesia, linked to hygiene practices, child-rearing practices, and children’s nutritional intake. Posyandu volunteers and homemakers play a key role in prevention through behavioral change and the provision of nutritious complementary foods. This activity aims to strengthen the capacity of mothers and posyandu cadres in implementing Clean and Healthy Living Behaviors (PHBS) and developing recipes for local nutritious snacks to reduce the risk of stunting in toddlers. The expected benefits of this activity include improved knowledge and practice of PHBS, enhanced skills in preparing nutritious snacks, and increased availability of nutritious complementary foods in households, which has the potential to reduce the incidence of stunting in the medium term. Methods: The program was implemented through a one-day integrated education session that included PHBS education, demonstrations of preparing nutritious snacks using local ingredients, recipe demonstrations, hands-on practice sessions, and nutrition counseling. There were 30 participants (30 mothers and toddlers and 8 Posyandu cadres) in Padang Sarai Village, at the Kenanga 13 Posyandu. Evaluation used pre- and post-tests for knowledge and skills, observations of PHBS practices, as well as taste tests and nutritional analysis of simple snacks. Results: Following the intervention, there was an average increase of 42% in PHBS knowledge scores and 55% in skills for preparing nutritious snacks compared to pre-intervention levels. Observations showed that 70% of households implementing at least three essential healthy lifestyle practices (handwashing, food sanitation, and safe food storage). The snack recipes developed meet local nutritional standards (energy, protein, and essential micronutrient content) and received high taste acceptance ratings in panel testing. Conclusion: Strengthening the roles of mothers and posyandu volunteers through PHBS training and nutritious snack innovations has been shown to improve knowledge, skills, and household practices that support stunting prevention