Santoso, Imam
Departemen Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Published : 90 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PERANCANGAN JARINGAN AKSES FIBER TO THE HOME DENGAN ALGORITMA K-MEANS CLUSTERING PADA PERUMAHAN TAMAN ANGGREK GRAHA PADMA Jasmine Firja Salsabila; Imam Santoso; Ajub Ajulian Zahra
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 9, NO. 3, SEPTEMBER 2020
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/transient.v9i3.309-316

Abstract

Jaringan Fiber to The Home (FTTH) merupakan salah satu solusi jaringan akses yang mampu mengakomodir kebutuhan manusia terhadap informasi dan layanan internet dengan kecepatan hinggan 10 Gbps yang dapat mendukung layanan triple play. Layanan FTTH merupakan jaringan akses yang menghubungkan server ke client dengan  titik konversi optik berada di rumah pelanggan. Dalam proses perencanaannya FTTH masih memiliki kendala dengan proses peletakan Optical Distribution Point (ODP). Peletakan ODP masih dilakukan secara manual tanpa metode yang sistematis, penggunaan K-Means dianggap mampu membantu kendala tersebut. Tulisan ini membahas perencanaan jaringan akses FTTH menggunakan algoritma K-means di Perumahan Taman Anggrek Graha Padma. Dalam analisisnya, parameter yang akan diamati adalah koreksi lokasi penempatan ODP, Penentuan penyesuaian pengelompokkan ONT, panjang kabel serat optik Nilai tertinggi link power budget yang diperoleh yaitu 21,878 dB yang telah memenuhi ketentuan link power budget.
IMPLEMENTASI DEEP LEARNING MENGGUNAKAN METODE CONVOLUTIONAL NEURAL NETWORK DAN ALGORITMA YOLO DALAM SISTEM PENDETEKSI UANG KERTAS RUPIAH BAGI PENYANDANG LOW VISION Kevin Maulana Azhar; Imam Santoso; Yosua Alvin Adi Soetrisno
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 10, NO. 3, SEPTEMBER 2021
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/transient.v10i3.502-509

Abstract

Penggunaan deep learning sudah diterapkan di berbagai sektor kehidupan karena memberikan dampak positif berupa kegiatan yang dikerjakan menjadi lebih efektif dan efisien. Implementasi deep learning dapat diterapkan untuk mendeteksi objek terntentu, salah satunya untuk mendeteksi objek uang kertas rupiah. Hal ini bertujuan untuk mempermudah penyandang low vision ketika akan menggunakan uang karena saat ini hanya menggunakan cara konvensional untuk membedakan nominal uang kertas rupiah seperti menyusun nominal ataupun membuat lipatan pada bagian uang. Pada tugas akhir ini, dirancang suatu sistem pendeteksian uang kertas rupiah pada citra bergerak menggunakan metode Convolutional Neural Network (CNN) untuk membantu penderita low vision. Algoritma untuk mendeteksi uang kertas rupiah menggunakan YOLO (You Only Look Once). Data latih yang digunakan berjumlah 1.260 gambar dengan 7.000 iterasi menghasilkan nilai mAP sebesar 97,65%. Hasil pengujian menggunakan data testing dengan jumlah data sebanyak 140 gambar bertujuan untuk mAP cross validation dan  diperoleh nilai mAP sebesar 97,5%. Sementara itu, hasil pengujian dengan variasi pada berbagai kondisi uang menghasilkan tingkat mAP sebesar 88%.
PERANCANGAN DUALBAND BANDPASS FILTER DENGAN METODE SQUARE OPEN LOOP RESONATOR PADA FREKUENSI 2100 MHz Agnes Yora Gracia Simatupang; Teguh Prakoso; Imam Santoso
Transmisi: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 20, No 3 Juli (2018): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.469 KB) | DOI: 10.14710/transmisi.20.3.133-137

Abstract

Tapis (filter) merupakan komponen yang berperan penting dalam suatu sistem telekomunikasi. Tapis digunakan untuk menyeleksi frekuensi yang akan dilewatkan dalam melakukan telekomunikasi. Perkembangan sistem telekomunikasi membuat penggunaan band frekuensi yang semakin meluas, sehingga frekuensi yang digunakan juga frekuensi yang tinggi pula. Tapis dapat dirancang secara sederhana menggunakan lumped element yang terdiri dari kapasitor, resistor, dan juga induktor. Namun tapis ini mempunyai keterbatasan yaitu hanya dapat digunakan pada frekuensi rendah saja dan tidak efektif untuk frekuensi tinggi. Tapis yang dapat digunakan pada frekuensi tinggi dapat dirancang menggunakan mikrostrip. Bentuk-bentuk tapis mikrostrip pun beranekaragam, salah satunya adalah square open loop resonator. Penelitian ini akan membahas tentang perancangan tapis dualband dengan metode square open loop resonator pada frekuensi 2100 MHz menggunakan software CST Studio Suite 2016. Respon frekuensi yang dihasilkan oleh desain akhir dari tapis ini dapat meloloskan frekuensi pada rentang 1927 MHz-2175 MHz dan 3021 MHz – 3296 MHz. Nilai insertion loss yang dihasilkan sebesar 1,4283 dB pada band bawah dan return loss sebesar 19,707 dB pada band bawah.
Analisis Perpindahan Kanal Komunikasi dalam Satu BSC pada Sistem GSM Berdasarkan Data Drive Test Menggunakan TEMS Investigation 4.1.1 Luluk Arifatul Chalida; Imam Santoso; Yuli Christyono
Transmisi: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 11, No 4 (2009): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.413 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.11.4.183-192

Abstract

Mobile communications system created to meet the communication needs that can be done anywhere either when user is motionless or moving. To maintain the quality of services in a wide service area, coverage area is divided into smallest geographic units called cells. If the user moves from one area of the cell to another, then it needs an algorithm that guarantees the continuity of communications services. These algorithm is called a handover to a dedicated mode and the cell reselection for idle mode. In observing handoff algorithm, the operator did a drive test using computer and handset, which each had been equipped with special software, and GPS. This research analyze the problems related to the handoff algorithm, both when in idle mode or dedicated mode, including the causes, processes and things that influence it. Data acquisition is carried out through a drive test using software TEMS Investigaions GSM 4.1.1 with routes in the downtown area of Semarang. Drive test held on every Thursday and Sunday for three consecutive weeks starting on August 23, 2009 and each of day divided into three time allocation, ie morning, noon and night. The observed event include: cell reselection, handover, handover (intracell), handover failure and intracell handover failure. In addition Information Element that effected on the event are also observed, path loss criteria and cell reselection criteria for cell reselection, and received power, bit error rate and timing advance for the four other events. From the analysis is known that the assignment channel is triggered by the Information Element value that reaches a certain threshold value. For cell reselection, the both Information Element having equal influence. Information Element of the most influential for the handover and the handover failure is received power, whereas for two other events the most influential is the received bit error. After the detected value of the Information Element reaches a certain threshold, MSC will instruct the candidate cell to monitor and serving mobile station. Different process going on for handover (intracell), which after the information element value is known at a certain threshold, MS will move to another traffic channel in the same cell. If handover (intracell) was requested but could not be performed then handover based quality is tried the next time (if criterion is still given). When this handover also fails then BS toggles back and tries again a handover (intracell). In this drive test result there are 15 handover failures that may because no available traffic channel in candidate cell. There is only once handover intracell failure happened which may be caused by full traffic in candidate channel, but no cell reselection failure is found because this event doesn’t need traffic channel but only signaling channel. Keywords: handover, cell reselection, intracell, IE, TEMS
IMPLEMENTASI DEKODER MIMO BERBASIS METODE K-BEST PADA WLAN 802.11n Ardea Satya Hasnanta; Wahyul Amien Syafei; Imam Santoso
Transmisi: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 16, No 4 (2014): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.779 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.16.4.175-181

Abstract

Abstrak   Wireless Local Area Network (WLAN) 802.11n adalah teknologi jaringan nirkabel yang digunakan untuk komunikasi data dengan throughput maksimum 600 Mbps. Ciri utama pada standar 802.11n adalah penerapan teknik Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) dan Multiple Input Multiple Output (MIMO). Kinerja dekoder linier pada 802.11n sangat rendah jika dibandingkan Maximum Likelihood Detection (MLD), yang merupakan dekoder dengan kinerja optimal tapi memiliki kompleksitas tinggi. Pada penelitian kali ini akan diimplementasikan metode deteksi K-best pada MIMO dekoder WLAN 802.11n untuk meningkatkan kinerja sistem sebelumnya yang menggunakan teknik Zero Forcing (ZF) dan Minimum Mean Square Error (MMSE). Simulasi sistem dilakukan pada kanal model TGn channel B pada konfigurasi antena 2x2, orde modulasi QPSK, 16QAM, 64QAM. Parameter pembanding adalah nilai BER dengan target   10-4 terhadap SNR, dan perbandingan kompleksitas tiap dekoder. Dari hasil simulasi didapat kesimpulan bahwa detektor K-best memiliki kinerja mendekati MLD, rata – rata berselisih 1 dB. Kinerja dekoder       K-best juga lebih baik dibanding dekoder ZF dan MMSE, yaitu rata-rata berselisih 12 dB terhadap ZF dan 8 dB terhadap MMSE. Rasio kompleksitas K-best terhadap MLD akan menurun secara signifikan tergantung jumlah antena pemancar (NTx) dan jenis modulasi yang digunakan, yaitu dari 46,9 % pada QPSK  hingga 5,27  % pada 64 QAM untuk NTx=2.   Kata Kunci : IEEE WLAN 802.11n, MIMO, OFDM, metode K-best.     Abstract   Wireless Local Area Network (WLAN) 802.11n is wireless network technology for data communication with 600 Mbps maximum throughput. The main feature of 802.11n standard are implementation of Orthogonal Ferquency Divison Multiplexing (OFDM) and Multiple Input Multiple Output (MIMO) technique. Performance of linear decoder on 802.11n  is very low than Maximum Likelihood detection (MLD),which has the most optimal performance but with very high complexity. This final project conduct research to implementing  K-best detection method on MIMO decoder of WLAN 802.11n to increase system performance of preceding MIMO decoding method i.e Zero Forcing (ZF), Minimum Mean Square Error (MMSE). Simulation is done under TGn channel B, 2x2 MIMO configuration in QPSK, 16QAM, 64QAM modulation order. Compared parameter are value of BER with target 10-4 versus SNR and  complexity of each decoder. The result shown, K-best detector gives near-MLD performance, and only degrade 1 dB. K-best decoder performance also better than ZF and MMSE decoder that has average odds of 12 dB to 8 dB against  ZF and MMSE. Complexity ratio of K-best to MLD  will significantly decrease as increasement of Transmitter antenna (NTx) and Modulation Scheme, that is from 46,9 %  for QPSK to 5,27 % for 64 QAM in NTx =2. Keyword : IEEE WLAN 802.11n, MIMO, OFDM, K-best Method
Pengontrolan Suhu Menggunakan Metode FUZZY-PID pada Model Sistem Hipertermia Tunjung Dwi Madyanto; Imam Santoso; Iwan Setiawan
Transmisi: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 12, No 1 (2010): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.764 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.12.1.21-26

Abstract

Hipertermia merupakan salah satu metode penyembuhan dengan menggunakan proses penaikan suhu beberapa derajat Celcius di atas suhu fisiologi normal, untuk manusia hal ini berarti suhu dari 41⁰C sampai 45⁰C. Tujuan terapi dengan hipertermia adalah untuk membangkitkan panas yang cukup untuk membunuh sel-sel tumor tanpa merusak sel-sel jaringan tubuh yang sehat. Menjaga kestabilan suhu di pada daerah terapi menjadi sesuatu yang sangat diperlukan. Hal ini dikarenakan, tanpa adanya pengontrolan suhu yang baik akan mengakibatkan sel-sel jaringan tubuh yang normal juga akan mengalami kerusakan. Dengan melihat kenyataan tersebut, maka pada tugas akhir ini dibuat suatu sistem pengendalian suhu dengan metode fuzzy-PID berbasis mikrokontroler ATmega32 pada pemodelan hipertermia. Sistem ini menggunakan sensor suhu non kontak MLX90247, yang berfungsi mengukur suhu permukaan objek yang diterapi. Potongan kulit sapi digunakan sebagai objek yang akan dikendalikan suhunya. Kulit sapi dipilih karena memiliki sifat yang hampir sama dengan kulit manusia. Berdasarkan pengujian yang dilakukan, dapat diketahui bahwa kendali fuzzy-PID mampu menghasilkan respon sistem yang cukup baik, hal ini ditandai dengan kemampuan sistem mengikuti referensi sampai  20 menit. Untuk nilai referensi 42⁰C-45⁰C, sistem memerlukan waktu ± 2 menit untuk mencapai kestabilan. Keyword :   hipertermia, Mikrokontroler Atmega32, fuzzy-PID, sensor suhu non kontak MLX90247.
IMPLEMENTASI DEKODER MIMO BERBASIS DETEKSI SPHERE PADA WLAN 802.11n Anky Setyadewa; Wahyul Amien Syafei; Imam Santoso
Transmisi: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 14, No 3 (2012): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.912 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.14.3.78-84

Abstract

Abstrak Wireless LAN adalah suatu teknologi nirkabel yang berbasis OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing) dan MIMO (Mutiple Input Multiple Output) yang dapat digunakan untuk komunikasi data. Peningkatan permintaan pengguna sistem Wireless LAN juga menyebabkan peningkatan pengembangan Wireless LAN. Standard dari Wireless LAN adalah IEEE802.11a/b/g dan IEEE802.11n yang menggunakan teknik OFDM dan MIMO untuk meningkatan laju data tanpa memerlukan tambahan bandwidth. Tujuan dari paper ini adalah untuk mengimplementasikan algoritma deteksi Sphere pada simulator WLAN 802.11n pada bagian MIMO blok decoder. Parameter yang diamati adalah nilai BER vs SNR (signal to Noise Ratio). Hasil yang diharapakan adalah kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan algoritma deteksi linear (MMSE, ZF) dan algoritma deteksi optimal, MLD. Pada MCS 13 untuk nilai BER 10-4, hasil simulasi menunjukkan bahwa metode ZF, MMSE, MLD dan SD mencapainya pada SNR 44 dB, 42 dB, 31 dB dan 33 dB. Sedangkan pada MCS 14, keempat metode mencapai nilai BER 10-4 pada SNR 46 dB, 44 dB, 31 dB dan 33 dB. Dan pada MCS 15 akan mencapai nilai BER 10-4 pada SNR 55 dB, 53 dB, 36,5 dB dan 39,5 dB. Dibandingkan dengan MLD, algoritma deteksi Sphere akan bernilai lebih besar tetapi dengan kompleksitas yang lebih sedikit. Kata Kunci : WLAN 802.11n, MIMO, OFDM, decoding, Sphere Detektor, BER
Aplikasi Sistem Parkir dengan Automatisasi Pembiayaan Berbasis RFID (Radio Frequency Identification) Velayati Habsyah; Yuli Christyono; Imam Santoso
Transmisi: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 13, No 3 (2011): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.276 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.13.3.108-113

Abstract

RFID ( Radio of Frequency Identification ) is technology base on the this wave radio. Technology able to identify without needed direct contact. RFID developed by in the place of barcode technology. Implementation RFID is among other things used for the approximation of last stream - pass by quickly at turnpike, system of applying of application RFID in that library area, and what is more there are also research RFID used for the university student card, library card and polyclinic card, application of transaction of voucher and fingerprint and breach-block electronic at smart home. In this final project, the writer do the simulation program with automatic park system by using RFID (Radio Frequency Identification).It is expected that using this tool, to help in arranging the park field that using auto identification technology which does not need direct contact in the usage. In this final project, besides making the parking transaction easier, RFID also used as the substitution of money during the transaction. This technology also offers safety. The using of RFID in parking managing gives significant advantages if it is compared with Barcode technology. The design starts with RFID to data input in database and will be used turn on LED like supplementary gate park. Examining process the park transaction include enter transaction park and exit transaction park. In the testing stage, the system can work well and it can be shown by RFID reading not a wrong. The output of this system is identified by LED (Light Emitting Diode) supplementary gate park which creates green color if the system is success and red color if the system cannot be continued. Keyword : Barcode, Identification, LED (Light Emitting Diode) ,RFID (Radio Frequency Identification), park system , tag RFID.
Simulasi Algoritma Rerouting dan Prosedur Contention Controller pada Sistem Penyambungan ATM Yudhitya Sorrenti; Wahyul Amien Syafei; Imam Santoso
Transmisi: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 11, No 3 (2009): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.996 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.11.3.129-133

Abstract

An ATM (Asyncronous Transfer Mode) switching system is designed to operate at high speeds and can serve a variety of traffic type with quality services. One of the technology could improve the performance of an ATM connection is rerouting algorithm include Controller Contention procedure as the procedure of operation. Rerouting algorithm is an algorithm that is able to overcome the routing conflict at a certain level, and restore the routing according to destination address. Contention Procedure Controller is a controller that is located in the connection element is used to determine the route, can proceed or not. This procedure is found on the rerouting algorithm using Banyan networks that have a single point in the framework of connections in ATM switching. In this research a simulation was designed to simulate the rerouting algorithm both without conflict and with conflict at various levels. Controller Contention Procedure aims to provide a detailed description when conflicts occur in switching elements and the duty to select ATM routing cells based on its RNS value. This procedure should refer to the rerouting algorithm and generate output according to the algorithm. Keywords: rerouting algorithm, Contention Controller, ATM switching, Banyan network.
Analisis Mekanisme Rehoming dan Reparenting pada Jaringan Komunikasi Seluler GSM Putrantyono Putrantyono; Imam Santoso; Sukiswo Sukiswo
Transmisi: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 12, No 3 (2010): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.018 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.12.3.113-119

Abstract

Kendala yang dialami suatu jaringan seluler umumnya adalah meluapnya trafik pada suatu area, pembatasan wilayah (border cluster) yang kurang optimal dan beberapa kendala lainnya. Mekanisme rehoming dan reparenting dapat menjadi solusi dari permasalahan tersebut. Rehoming adalah salah satu proses penyeimbangan kinerja BSC dan reparenting adalah salah satu proses penyeimbangan kinerja MSC. Beban trafik pada suatu area dapat diseimbangkan sehingga mengurangi resiko kegagalan panggilan,  pembatasan wilayah dapat dioptimalkan sehingga mengurangi banyaknya  proses handover pada suatu area dan beberapa hal lain.  Berdasarkan hal tersebut pada tugas akhir ini dilakukan analisis tentang mekanisme rehoming dan reparenting pada jaringan komunikasi seluler GSM. Analisis dilakukan pada satu operator seluler dengan sampel rehoming beberapa Base Station Controller (BSC) untuk area Solo dan Sragen, reparenting pada area Pancuran dan Karanganyar. Pengamatan dilakukan berdasarkan parameter indikator keberhasilan suatu rehoming dan reparenting seperti trafik TCH (Traffic Channel) dan SDCCH (Stand alone Dedicated Control Channel), TCH dan SDCCH Drop, TCH dan SDCCH Blocking, paging message sent, delete paging command dan CSSR (Call Setup Success Rate).  Berdasarkan  analisis tersebut maka dapat diketahui pengaruh mekanisme rehoming dan reparenting pada jaringan GSM , antara lain berubahnya  trafik  TCH pada BSC B_SRAGEN yang sebelumnya sebesar 509,74 erlang menjadi 605,12 erlang. Nilai SDCCH drop pada BSC B_Karanganyar yang sebelumnya 3,71 % menjadi 3,57 % . Pada BSC Pancuran, nilai paging message sent sebelumnya 94.932 unit menjadi 95.539 unit dan nilai paging delete command sebelumnya 1.512 unit menjadi 1.392 unit sedangkan nilai TCH drop sebelumnya 0,98 % menjadi 0,86 %, nilai TCH blocking sebelumnya 0,02 % menjadi 0 %, nilai SDCCH blocking sebelumnya 0,77 % menjadi 0,02%. Mekanisme rehoming dan reparenting dinyatakan berhasil bila nilai-nilai parameter tersebut dapat dipertahankan atau menjadi lebih baik daripada sebelumnya. Keyword :   rehoming, reparenting.
Co-Authors Abdul Hamid Alfauzi Achmad Chaerodin Achmad Hidayatno Adela Ika Anindita Adhi Susanto Afrian Ramadhan Afriandi Ferdinan Aghus Sofwan Agnes Yora Gracia Simatupang Agung Dwi Prastowo Ajub Ajulian Z Ajub Ajulian Zahra Ajub Ajulian Zahra Macrina Ajub Ajulian ZM Al Anwar Alia Rizkinawati Andrew Ishak Budiman Andrio Ghara Pratama Anky Setyadewa Antaresa Mayuda Apriliani Nabila Anjani Apriliani Sulistyoningrum Ardea Satya Hasnanta Ardhian Ainul Yaqin Ardianto Eskaprianda Arif Mustakim Ariyono Rohmadi Aulia Jasmine Ramadhanti Bambang Winardi Brilian Dermawan Budi Setiawan Budi Utomo Dane Kurnia Putra Dani Wijayanto Dania Eridani Darjat Darjat Dwi Anasthasia Pasaribu Enggar Hindami Hadyan Erizco Satya Wicaksono Erlin Dolphina Erna Supriyatna Fandi Yusuf Nugroho Farich Novriana Sandy Fiska Jelita Puspitasari Frans Sugiharto Hanardi Satrio Hana’ Ad’ha Rodhiah Hanitya Triantono Widya Putra Hayu Pratista Hutama Arif Bramantyo Ian Amri Dinina Ibrahim Ibrahim Ifki Arifatul Utami Iwan Setiawan Jasmine Firja Salsabila Kevin Maulana Azhar Khoerul Fajri Kresna Lita Maulana Lulu Maftukhatul Jannah Luluk Arifatul Chalida M. Fajri Fitrianto M. Lukmanul Hakim Melia Dewi Murni Mikail Ilham Bramantya Mirna Tria Pratiwi Mohammad Yanuar Siddiq Muhammad Arif Siddiq Muhammad Fatkhur Rahman Muhammad Rifqi Fadhilah Muhammad Salman Lubis Munawar Agus Riyadi Muthia Nur Fajrina Nafi Arrizqi Nicholas Audric Adriel Novita Sari Harianja Pinkan Dyah Putrantyono Putrantyono R Rizal Isnanto Rahmat Dwi Cahyo Rini Indah Sulistiyawati Riska Aristantya Aristantya Rivaldi MHS Riyadi, Munawar Rizal Yunan Rifai Rosalinda Tri Wahyuni Rosyid Haryadi Rudi Prasetio Samuel Pangihutan Hutagalung Seto Ayom Cahyadi Sri Widodo, Thomas Stefani Dian Hutami Sudjadi Suhardjo Suhardjo Sukiswo Sukiswo Sumardi . Teguh Dwi Prihartono Teguh Prakoso Tunjung Dwi Madyanto Umi Nur Hikmah Velayati Habsyah Wahyul Amien Syafei Wike Septi Fadhila Wildand Angesti Yama Aryadanangjaya Yosua Alvin Adi Soetrisno Yudhitya Sorrenti Yuli Christiyono Yuli Christyono Yuli Christyono Yuli Christyono Yusuf Septiawan Zuhrotul Maulida