Santoso, Imam
Departemen Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Published : 90 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Identifikasi Keberadaan Tumor Pada Citra Mammografi Menggunakan Metode Run Length Imam Santoso; Achmad Hidayatno; Andrio Ghara Pratama
Transmisi: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 10, No 1 (2008): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.049 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.10.1.43-48

Abstract

Breast cancer is one of the most cancer disease among women until now. This cancer was formed by abnormal cells in breast tissue. For early breast cancer detection the mammography is used by the radiologyst. In mammography the breast tissue is scanned by Xrays then a resulting  image called mammogram produce. The radiologyst manually examine the mammogram identifying which area of scanned breast tissue that could have cancer suspect. In medical term the cancer appear as a mass or microcalcification. Because of the quality of mammograms and small of cancer area in early stadium the radiologist sometime have the problem to decide if there is a cancer perform as a mass or microcalcification. According to mammograms that can be viewed as texture image, the image processing especially   texture analysis computerizely helped the radiologist to classify the texturize cancer area. In this research one of  the texture analysis methods named run length method use to get the features. With this features, k-NN (k-Nearest Neighbour) classifier then decide whether the suspect area is cancer according to the mass or microcalcification appeareance or just normal tissue. As the result there is 72% correct identification among the mammograms data that have been analyzed texturizely with run length method.
ANALISIS TEKNOLOGI GPON UNTUK PERLUASAN JARINGAN FIBER TO THE HOME (FTTH) Abdul Hamid Alfauzi; Imam Santoso; Teguh Prakoso
Transmisi: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 19, No 1 Januari (2017): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (908.542 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.19.1.8-14

Abstract

Untuk memenuhi kebutuhan pelanggan untuk mendapatkan layanan suara, video dan data, PT Telekomunikasi  Indonesia Tbk menawarkan serat optik pada jaringan lokal fiber optic (JARLOKAF) yang disebut Fiber to the Home (FTTH). Teknologi yang digunakan adalah teknologi Gigabit Passive Optical Network (GPON). Penelitian ini membahas tentang teknologi GPON untuk perluasan jaringan FTTH di Perumahan Manggis. Penelitian ini dimulai dengan memilih lokasi yang ingin diperluas, lalu dilakukan survei lokasi untuk dijadikan dasar dalam melakukan desain jaringan, setelah desain sudah dibuat maka dilakukan pemilihan perangkat dan spesifikasi, lalu membuat simulasi jaringan menggunakan Optisystem. Dari hasil simulasi didapatkan nilai rise time budget arah upstream sebesar 0,38 ns dan arah downstream sebesar 0,19 ns, nilai tersebut sudah sesuai kerena kurang dari 70% satu periode bit NRZ. Nilai link power budget sebesar 22,15 dB, sudah sesuai karena kurang dari standar yaitu 25 dB. Daya terima pada jarak terjauh untuk upstream sebesar -19,36 dBm dan downstream sebesar -20,91 sudah sesuai karena lebih dari standar yaitu -28 dBm. Nilai BER dan Q-factor untuk jarak terjauh arah upstream sebesar 8,28 x 10-19 dan 9,03 sedangkan arah downstream sebesar 4,40 x 10-46 dan 14,38 untuk panjang gelombang 1490 nm serta 2,81 x 10-47 dan 14,42 untuk panjang gelombang 1550 nm. Standar BER adalah lebih kecil dari 10-10 dan Q-factor lebih besar dari 6,3, sehingga hasil simulasi sudah sesuai standar. Dari hasil simulasi, jaringan yang dibuat sudah layak diterapkan karena sudah sesuai dengan standar (yang ditentukan oleh PT Telekomunikasi Indonesia Tbk dan ITU-T).
SIMULASI METODE CLIPPING-FILTERING, SELECTIVE MAPPING (SLM) DAN PARTIAL TRANSMIT SEQUENCE (PTS) UNTUK MEREDUKSI PAPR PADA SISTEM OFDM Ariyono Rohmadi; Imam Santoso; Ajub Ajulian ZM
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 1, NO. 3, SEPTEMBER 2012
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.502 KB) | DOI: 10.14710/transient.v1i3.107-113

Abstract

Abstrak Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) saat ini digunakan dalam komunikasi nirkabel. Sistem OFDM dapat memberikan kekebalan dalam multi-path fading dan mengurangi kompleksitas equalizer. Kerugian utama OFDM ialah mempunyai Peak to Average Power Ratio (PAPR) relatif tinggi. Sinyal yang mempunyai peak yang tinggi dapat diperoleh dari superposisi subcarrier-subcarrier. Intermodulasi terjadi karena efek distorsi nonlinear. Hal ini dapat diinterpretasikan sebagai Inter Carrier Interferences (ICI) dan out-of-band radiation. Oleh karena itu, PAPR yang tinggi harus direduksi. Dalam penelitian ini diamati berbagai variasi metode Clipping – Filtering (CF), Selective Mapping (SLM) dan Partial Transmit Sequence (PTS) untuk mereduksi PAPR dari sinyal OFDM. Grafik Complementary Cumulative Distribution Function (CCDF) digunakan sebagai tolok ukur  kinerja masing-masing metode pereduksi PAPR. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kinerja metode CF dengan CR = 2 diperoleh reduksi PAPR sebesar 3,78 dB pada CF 1 iterasi ; 5,23 dB pada CF 2 iterasi  dengan CCDF=10-4. Kinerja metode SLM dengan N=2 diperoleh reduksi PAPR sebesar 1,58 dB ; N=4  sebesar 2,82 dB  dengan CCDF=10-4. Kinerja metode PTS dengan M=128 diperoleh reduksi PAPR sebesar 1,78 dB ; M=256 sebesar 1,81 dB  dengan CCDF=10-4. Kata kunci : OFDM, PAPR, CF, SLM, PTS Abstract Orthogonal frequency division multiplexing (OFDM) has been recently seen rising popularity in wireless applications. An OFDM-based system can provide greater immunity to multi-path fading and reduce the complexity of equalizers. The main drawback of OFDM is its high  Peak to Average Power Ratio (PAPR). The signal with large peaks can be obtained by constructive superposition of subcarriers.  Peaks are distorted  nonlinearly due to amplifier imperfection. The intermodulation product occurs as effect of nonlinear distortion. They can be interpreted as inter carrier interferences (ICI) and out-of-band radiation. Therefore, high PAPR must be reduced. In this research, Clipping – Filtering (CF), Selective Mapping (SLM) and Partial Transmit Sequence ( PTS) method  is  proposed  to  reduce  PAPR  of  OFDM  signal. Complementary Cumulative Distribution  Function (CCDF) curve is used to measure the performance improvement of these  proposed  method.        From the experiment result, we get the result of CF method with CR=2,this value was according to reduction result of 3,78 dB of PAPR with CF 1 iteration; 5,23 dB with CF 2 iterations with CCDF=10-4.The test of SLM method that N=2 resulted 1,58 dB of  PAPR reductions, N=4 resulted 2,82 dB of  PAPR reductions with CCDF=10-4.The test of PTS method that M=128 resulted 1,78 dB of  PAPR reductions, M=256 resulted 1,81 dB of PAPR reductions with CCDF=10-4. Keyword : OFDM, PAPR, CF, SLM, PTS
PEMODELAN SISTEM KONTROL TERAPI KANKER TIPE HIPERTERMIA BERBASIS GAIN SCHEDULING Afrian Ramadhan; Imam Santoso; Sumardi Sumardi
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 2, JUNI 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (958.7 KB) | DOI: 10.14710/transient.v7i2.479-485

Abstract

Terapi hipertermia merupakan sebuah terapi yang digunakan pada pengidap penyakit kanker Tujuan dari terapi hipertermia adalah menaikan tingkat suhu pada bagian atau keseluruhan tubuh manusia di atas suhu rata-rata, biasanya berkisar antara 41℃ sampai dengan 45℃. Perancangan sistem kendali pada terapi hipertermia memiliki beberapa kendala yang disebabkan adanya gangguan berupa perubahan suhu dan sistem memiliki respon berbeda pada tiap-tiap titik kerja. Salah satu penyebab perubahan suhu adalah perubahan perfusi darah. Berdasarkan hal tersebut, dibutuhkan suatu model kendali modern yang mampu membuat respon sistem mengikuti perubahan setpoint pada beberapa titik kerja serta meminimalisir efek gangguan pada respon sistem sehingga keluaran suhu sesuai dengan yang diharapkan. Metode PID (Proportional Integral Derivative) Gain Scheduling merupakan salah satu jenis metode kendali modern yang mampu mengendalikan plant yang memiiliki beberapa titik kerja.Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan, pengendali PID (Proportional Integral Derivative) Gain Scheduling menggunakan metode tuning parameter Ziegler Nichols dengan tingkat perfusi darah sebesar  sampai pada sistem terapi hipertermia memiliki nilai rata-rata IAE (Integral Area Error) terkecil dibanding kedua metode tuning lainnya
PENGENALAN EKSPRESI WAJAH MANUSIA MENGGUNAKAN TAPIS GABOR 2-D DAN SUPPORT VECTOR MACHINE (SVM) Arif Mustakim; Imam Santoso; Ajub Ajulian Zahra
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 6, NO. 3, SEPTEMBER 2017
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (916.121 KB) | DOI: 10.14710/transient.v6i3.232-238

Abstract

 Ekspresi wajah adalah salah satu bentuk komunikasi non-verbal yang dapat menyampaikan keadaan emosi seseorang kepada orang yang mengamati. Manusia dapat mengetahui keadaan emosi seseorang hanya dengan melihat ekspresi wajahnya, sedangkan komputer tidak mempunyai kemampuan ini. Pengolahan citra digital memungkinkan komputer dapat mengetahui kondisi emosi seseorang dengan pengenalan ekspresi wajah. Pada pengenalan ini, dilakukan pengenalan ekspresi wajah untuk mengenali ekspresi dasar (jijik, marah, sedih, gembira, takut, terkejut) dan netral menggunakan basis data Japanese Female Facial Expression (JAFFE) dan Ekspresi Wajah Orang Indonesia. Metode ekstraksi ciri yang digunakan adalah metode tapis Gabor 2-D, menggunakan variasi 4 panjang gelombang dan 6 sudut orientasi, 5 panjang gelombang dan 8 sudut orientasi, kemudian menggunakan downsampling untuk mereduksi dimensi ciri hasil ekstraksi. Metode klasifikasi yang digunakan adalah Support Vector Machine (SVM), menggunakan jenis multikelas One-Against-One dan One-Against-All. Berdasarkan hasil pengenalan ekspresi wajah menggunakan JAFFE dan Ekspresi Wajah Orang Indonesia, dihasilkan kinerja sistem terbaik menggunakan variasi 5 panjang gelombang, 8 sudut orientasi dan multikelas One-Against-All. Hasil pengenalan pada basis data JAFFE memperoleh nilai akurasi, sensitivitas dan spesifisitas masing-masing sebesar 85,92%, 86,86% dan 97,66%. Hasil pengenalan ekspresi wajah pada basis data Ekspresi Wajah Orang Indonesia memperoleh nilai akurasi, sensitivitas, dan spesifisitas masing-masing sebesar 80,36%, 86,86% dan 96,73%.
Perancangan Band Pass Filter Mikrostrip Parallel Coupled Line pada Frekuensi 5,8 GHz Ifki Arifatul Utami; Teguh Prakoso; Imam Santoso
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 3, SEPTEMBER 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/transient.v7i3.715-720

Abstract

Pita frekuensi 5,8 GHz (5725 – 5825 MHz) telah ditetapkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informasika Republik Indonesia untuk layanan pita lebar nirkabel. Layanan Wireless Local Area Network (WLAN) juga menggunakan pita frekuensi ini. Sebagaimana layaknya sistem komunikasi nirkabel, perangkat keras pada pita frekuensi ini juga memerlukan tapis lolos rentang (band-pass filter, BPF) untuk memilih frekuensi serta menekan derau dan interferensi. Tugas Akhir ini merancang tapis mikrostrip parallel coupled line dengan tanggapan lolos rentang. Bahan yang digunakan adalah Rogers RO4350B (permitivitas relatif 3,66 pada frekuensi  8-40 GHz dan rugi-rugi dielektrik 0,0037 diukur pada frekuensi 10 GHz). Spesifikasi tapis diturunkan dari analisis terhadap datasheet tapis komersial yaitu lebar pita 100 MHz, nilai insertion loss <1 dB dan return loss ≥11 dB, orde tiga polynomial Chebyshev. Perangkat lunak yang digunakan adalah AWR Design Environment 10 untuk menentukan skematika rangkaian dan nilai komponen, serta simulator elektromagnetik CST Microwave Studio 2014 untuk verifikasi desain. Proses optimasi desain untuk mencapai spesifikasi dibantu dengan Design of Experiment (DOE). Hasil simulasi DOE diperoleh nilai komponen baru yaitu, W dan  masing-masing sebesar 1,61 mm dan 7,23 mm. Dengan nilai komponen baru tersebut diperoleh nilai insertion loss dan return loss masing-masing sebesar 1,51 dB dan 29,32 dB, dan lebar pita sebesar 67 MHz. 
DETEKSI PEMALSUAN COPY-MOVE PADA CITRA DIGITAL MENGGUNAKAN SCALE INVARIANT FEATURE TRANSFORM (SIFT) DAN GENERALIZED 2 NEAREST-NEIGHBOR (G2NN) Muhammad Salman Lubis; Ajub Ajulian Zahra; Imam Santoso
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 8, NO. 2, JUNI 2019
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (756.434 KB) | DOI: 10.14710/transient.v8i2.158-164

Abstract

Copy-move adalah jenis pemalsuan citra digital dengan cara menyalin suatu wilayah atau segmen pada citra lalu meletakkannya pada daerah lain pada citra yang sama. Oleh karena pentingnya citra sebagai media komunikasi bagi manusia, diperlukan metode deteksi pemalsuan copy-move untuk mengetahui tingkat keotentikan sebuah citra digital. Pada penelitian ini dirancang perangkat lunak simulasi sistem pendeteksi pemalsuan copy-move pada citra digital. Proses deteksi diawali dengan tahap prapengolahan dilanjutkan tahap ekstraksi ciri dari citra uji menggunakan Scale Invariant Feature Transform (SIFT). Tahap terakhir adalah proses deteksi pemalsuan dengan melakukan pencocokan ciri menggunakan Generalized 2 Nearest-Neighbor dengan 3 variasi nilai ambang T, yaitu 0,3, 0,4, dan 0,5. Berdasarkan pengujian dengan variasi jumlah titik kunci minimal yang cocok sebanyak 2, 5, dan 10, tingkat akurasi tertinggi pengujian tanpa serangan derau Gaussian adalah 100% dengan nilai ambang T sebesar 0,4 dan titik kunci minimal yang cocok  sebanyak 2 titik kunci. Pada pengujian dengan derau Gaussian didapat nilai persentase akurasi tertinggi sebesar 65% dengan nilai ambang T sebesar 0,4 dan 0,5 serta titik kunci minimal yang cocok sebanyak 2 titik kunci.
KINERJA SISTEM TRANSMISI DVB-T STANDAR ETSI EN 300 744 Erna Supriyatna; Imam Santoso; Ajub Ajulian Z
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 2, NO. 1, MARET 2013
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.789 KB) | DOI: 10.14710/transient.v2i1.195-201

Abstract

Abstrak DVB-T (Digital Video Broadcasting Terrestrial) merupakan sebuah standar teknis dari sistem yang digunakan untuk mentransmisikan siaran TV / video digital hingga sampai ke pengguna akhir dengan menggunakan pemancar terestrial bumi. Pada penelitian ini dibuat simulasi sistem DVB-T berdasarkan standar ETSI (European Telecommunications Standards Institute) yang beroperasi pada bandwidth kanal 6, 7, dan 8 MHz dengan dua pilihan jumlah sub-pembawa OFDM yaitu sebanyak 2048 dan 8192. QPSK, 16-QAM, dan 64-QAM digunakan sebagai teknik modulasinya. Untuk laju pengkodean konvolusi, dipilih laju 1/2, 2/3, dan 3/4. Jenis kanal yang digunakan adalah. Unjuk kerja sistem diamati dengan mengukur laju bit dan membandingkan nilai BER (Bit Error Ratio) terhadap SNR (Signal to Noise Ratio). Hasil pengujian menunjukkan bahwa simulasi dengan besar bandwidth 8 MHz, laju pengkodean konvolusi 3/4 dan modulasi 64-QAM mempunyai laju bit yang paling tinggi sebesar 27.97 Mbps. Sedangkan simulasi dengan besar bandwidth 6 MHz, laju pengkodean konvolusi 1/2 dan modulasi QPSK mempunyai laju bit yang paling rendah sebesar 4.655 Mbps. Pada pengujian pengaruh penggunaan  laju pengkodean konvolusi terhadap nilai BER yang dihasilkan dengan modulasi 64-QAM, BER bernilai nol pada saat SNR menunjukkan nilai 12 dB untuk laju 1/2, 15 dB untuk laju 2/3, dan 17 dB untuk laju 3/4. Dan untuk pengujian pengaruh penggunaan teknik modulasi terhadap nilai BER yang dihasilkan dengan laju pengkodean konvolusi 3/4, BER bernilai nol pada saat SNR menunjukkan nilai 5 dB untuk QPSK, 12 dB untuk 16-QAM, dan 17 dB untuk 64-QAM.   Kata kunci: DVB-T, Bandwidth, Modulasi, Laju Pengkodean Konvolusi Abstract DVB-T (Digital Video Broadcasting Terrestrial) is a technical standard of system that used for transmitting Television / digital video broadcast through to the end users using terrestrial transmitter. This research made simulation of DVB-T system based on ETSI (European Telecommunications Standards Institute)standard that could operate in 6, 7, 8 channel bandwidths along with two options of 2048 or 8192 OFDM subcarriers. QPSK, 16-QAM, and 64-QAM were used as modulation techniques. For convolutional code rate options, rate 1/2, 2/3, and 3/4 were choosen. AWGN channel was selected as a noise maker. The system’s performance was examined by measuring bit rate and comparing bit error ratio versus signal to noise ratio (SNR). The test result showed that simulation combined by 8 MHz bandwidth, convolutional code rate 3/4 and 64-QAM modulation possessed the highest bit ratei.e. 27.97 Mbps, and as the opposite, simulation combined by 6 MHz bandwidth, convolutional code rate 1/2 and QPSK modulation possessed the lowest bit rate i.e. 4.655 Mbps. For the BER value that obtained by variying convolutional code rates, the result showed that BER value was zero when the value of SNR was 12 dB for rate 1/2,15 dB for rate 2/3, and 17 dB for rate 3/4. And then for the BER value that obtained by variying modulation schemes, the result showed that BER value was zero when the value of SNR was 5 dB for QPSK,12 dB for 16-QAM, and 17 dB for 64-QAM.   Keywords : DVB-T, Bandwidth, Modulation, Convolutional Code Rate
PENERAPAN ALGORITMA K-NN SEBAGAI ALAT BANTU ANALISIS OPTIMALISASI PARAMETERCSSR (CALL SETUP SUCCESS RATE) PADA SISTEM KOMUNIKASI GSM Hutama Arif Bramantyo; Imam Santoso; Ajub Ajulian Zahra
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 3, NO. 1, MARET 2014
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.625 KB) | DOI: 10.14710/transient.v3i1.13-19

Abstract

Abstrak Pada sistem komunikasi seluler GSM (Global System for Mobile Communication), kinerja jaringan komunikasi GSM harus diperhatikan agar kualitas panggilan dapat terjaga dengan baik. Ada berbagai parameter yang menentukan kinerja jaringan GSM, salah satu parameternya adalah Call Setup Success Rate (CSSR), apabila nilai dari CSSR tersebut buruk, maka kinerja jaringan GSM juga akan turun. Nilai CSSR dipengaruhi oleh beberapa parameter yang tidak mempunyai rumus atau tidak saling berhubungan. Di lapangan, pihak operator atau engineer menentukan keputusan optimalisasi berdasarkan pengalaman. Tetapi bagi orang yang belum mempunyai pengalaman di bidang tersebut akan mengalami kesulitan dalam membuat keputusan optimalisasi parameter CSSR berdasarkan relasi/kaitan dari berbagai nilai yang ada pada parameter-parameter CSSR dan algoritma pengenalan pola diperlukan untuk membuat suatu keputusan optimalisasi CSSR, salah satunya yaitu k-Nearest Neighbor (k-NN). Secara keseluruhan, persentase keberhasilan optimalisasi CSSR terhadap keseluruhan data real adalah79, 72%. Kata kunci: GSM, CSSR, OMC-R, k-NN, Optimalisasi Abstract In the mobile communication system GSM (Global System for Mobile Communication), the performance of GSM communication network must be considered so that the quality of call in voice calls, video calls, and data communication can be maintained properly. There are various parameters that affect the performance of GSM network, one of its parameters is CSSR, if the value of CSSR is low, then GSM network performance will decrease. The value of CSSR is influenced by several parameters that have no formula or not interconnected. On the field, the operator or engineer determines the optimization decision based on experience. In the other hand, people who do not have experience in that field will have difficulty in making decisions for CSSR parameters optimization based on connection of various values in CSSR parameters, so, pattern recognition algorithms is needed to make a decision for CSSR optimization, and one of its algorithms is k-Nearest Neighbor (k-NN). Overall, percentage of successful for CSSR optimization with real data is 79,72 % . Keywords: GSM, CSSR, OMC-R, k-NN, Optimization
PERANCANGAN ANTENA CUBICAL QUAD UNTUK MENINGKATKAN DAYA TERIMA SINYAL GSM 900 BERLEVEL DAYA RENDAH Antaresa Mayuda; Yuli Christiyono; Imam Santoso
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 3, NO. 4, DESEMBER 2014
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (698.599 KB) | DOI: 10.14710/transient.v3i4.451-459

Abstract

Abstrak Teknologi komunikasi GSM (Global System for Mobile Communication) merupakan teknologi komunikasi seluler yang memungkinkan para pengguna dapat mengakses komunikasi berdasarkan cakupan BTS (Base Transceiver Station) terdekat, tetapi pada daerah tertentu terutama pada daerah pegunungan masih sering terdapat daerah yang memiliki sinyal dengan level daya yang rendah karena letaknya yang jauh dari pemancar GSMsehingga menyebabkan pengguna pada daerah tersebut tidak mendapatkan sinyal dengan kualitas yang baik.. Salah satu cara untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menambahkan suatu antena tambahan pada sisi pengguna (mobile station) yang mampu meningkatkan daya terima sinyal GSM dengan level daya yang rendah. Pada penelitian ini dirancang antena cubical quad dengan 3 variasi jumlah direktor yaitu tanpa direktor, 2 direktor dan 6 direktor yang mampu meningkatkan daya terima sinyal GSM dengan level daya renadah.Antena diujikan dalam skala laboratorium yang kemudian hasilnya dibandingkan dengan hasil simulasi menggunakan perangkat lunak CST Studio Suite 2011. Adapun parameter yang di analisis adalah frekuensi kerja, bandwidth, VSWR, penguatan, pola radiasi dan HPBW. Selain itu antena juga diaplikasikan langsung pada modem GSM untuk mengetahui kualitas antenanya.Berdasarkan hasil pengujian menunjukan bahwa antena cubical quad dengan 6 direktor memiliki kinerja paling baik karena mampu meningkatkan level daya terima hingga 8dB. Antena ini beroperasi pada frekuensi 860 MHz dengan VSWR =1,09, bandwidth = 12 MHz, HPBW = 190 dan termasuk jenis antena directional karena radiasinya hanya memancar pada satu arah tertentu.                                       .Kata kunci: GSM 900, antena, cubical quad,  frekuensi, VSWR Abstract Communication technology of GSM (Global System for Mobile Communication) is a mobile communications technology that allows users to access communications based on the coverage of the nearby BTS (Base Transceiver Station), however in certain areas, especially in mountain, there is area with  low power level signal because of the remoteness of GSM transmitter so users in that area can not receive good signal. One way to solve this problem is by adding an additional antenna in the user side (mobile station) which is able to increase the GSM received signal power with low power level.In this research had been designed cubical quad antennas with 3 variations of the director, those are no director, 2 directors and 6 directors which can enhance the GSM received signal. The antenna had been tested in the laboratory and then the results were compared with the results of the simulation using CST Studio Suite 2011. The parameters that had been analized were the operating frequency, bandwidth, VSWR, gain, radiation pattern and HPBW. In addition, the antenna was also applied directly to the GSM modem to determine the quality of the antenna.Based on the test results, it shows that the cubical quad antenna with 6 directors has the best performance because it can increase the received power level up to 8dB. This antenna operates at frequency 860 MHz with  VSWR = 1.09, bandwidth = 12 MHz, HPBW = 190and belong to directional antenna because of its radiation pattern that radiate only in one particular direction.. Keywords: GSM 900, antennas, cubical quad, frequency, VSWR
Co-Authors Abdul Hamid Alfauzi Achmad Chaerodin Achmad Hidayatno Adela Ika Anindita Adhi Susanto Afrian Ramadhan Afriandi Ferdinan Aghus Sofwan Agnes Yora Gracia Simatupang Agung Dwi Prastowo Ajub Ajulian Z Ajub Ajulian Zahra Ajub Ajulian Zahra Macrina Ajub Ajulian ZM Al Anwar Alia Rizkinawati Andrew Ishak Budiman Andrio Ghara Pratama Anky Setyadewa Antaresa Mayuda Apriliani Nabila Anjani Apriliani Sulistyoningrum Ardea Satya Hasnanta Ardhian Ainul Yaqin Ardianto Eskaprianda Arif Mustakim Ariyono Rohmadi Aulia Jasmine Ramadhanti Bambang Winardi Brilian Dermawan Budi Setiawan Budi Utomo Dane Kurnia Putra Dani Wijayanto Dania Eridani Darjat Darjat Dwi Anasthasia Pasaribu Enggar Hindami Hadyan Erizco Satya Wicaksono Erlin Dolphina Erna Supriyatna Fandi Yusuf Nugroho Farich Novriana Sandy Fiska Jelita Puspitasari Frans Sugiharto Hanardi Satrio Hana’ Ad’ha Rodhiah Hanitya Triantono Widya Putra Hayu Pratista Hutama Arif Bramantyo Ian Amri Dinina Ibrahim Ibrahim Ifki Arifatul Utami Iwan Setiawan Jasmine Firja Salsabila Kevin Maulana Azhar Khoerul Fajri Kresna Lita Maulana Lulu Maftukhatul Jannah Luluk Arifatul Chalida M. Fajri Fitrianto M. Lukmanul Hakim Melia Dewi Murni Mikail Ilham Bramantya Mirna Tria Pratiwi Mohammad Yanuar Siddiq Muhammad Arif Siddiq Muhammad Fatkhur Rahman Muhammad Rifqi Fadhilah Muhammad Salman Lubis Munawar Agus Riyadi Muthia Nur Fajrina Nafi Arrizqi Nicholas Audric Adriel Novita Sari Harianja Pinkan Dyah Putrantyono Putrantyono R Rizal Isnanto Rahmat Dwi Cahyo Rini Indah Sulistiyawati Riska Aristantya Aristantya Rivaldi MHS Riyadi, Munawar Rizal Yunan Rifai Rosalinda Tri Wahyuni Rosyid Haryadi Rudi Prasetio Samuel Pangihutan Hutagalung Seto Ayom Cahyadi Sri Widodo, Thomas Stefani Dian Hutami Sudjadi Suhardjo Suhardjo Sukiswo Sukiswo Sumardi . Teguh Dwi Prihartono Teguh Prakoso Tunjung Dwi Madyanto Umi Nur Hikmah Velayati Habsyah Wahyul Amien Syafei Wike Septi Fadhila Wildand Angesti Yama Aryadanangjaya Yosua Alvin Adi Soetrisno Yudhitya Sorrenti Yuli Christiyono Yuli Christyono Yuli Christyono Yuli Christyono Yusuf Septiawan Zuhrotul Maulida