Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

BUDAYA KERJA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN POLITEKNIK PELAYARAN MALAHAYATI ACEH Dedi Kurniawan
JURNAL CURERE Vol 6, No 1 (2022): VOL 6 NO 1 Tahun 2022
Publisher : Universitas Quality

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36764/jc.v6i1.717

Abstract

Politeknik Pelayaran Malahayati Aceh merupakan lembaga lembaga pendidikan dibawah Kementerian Perhubungan yang bertugas mendidik dan melatih Putra-Putri terbaik bangsa untuk menjadi pelaut yang mempunyai tupoksi melaksanakan pendidikan dan pelatihan teknis fungsional dan manajerial di bidang kepelautan tingkat dasar dan menengah.  Membangun manajemen mutu organisasi secara bertahap dengan peningkatan kapasitas seluruh sumber daya lembaga diklat secara terus menerus guna memperoleh kinerja pelayanan organisasi yang berkualitas dan membangun jejaring kerja dengan para stakeholder, dunia usaha dan industri subsektor transportasi laut dalam rangka pemberian kontribusi dunia usaha kepada pencapaian tujuan pendidikan dan pelatihan”                Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh secara bersama-sama budaya kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan lembaga di Politeknik Pelayaran Malahayati Aceh.                Penelitian ini dilakukan pada kinerja karyawan lembaga di Politeknik Pelayaran Malahayati Aceh. Objek penelitian ini adalah para karyawan yang secara nyata dan aktif melaksanakan tugas, dengan jumlah responden sebanyak 130 orang karyawan Politeknik Pelayaran Malahayati Aceh.                Hasil penelitian secara simultan menunjukkan bahwa budaya kerja dan motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan Politeknik Pelayaran Malahayati Aceh. Sedangkan hasil penelitian secara parsial juga menunjukkan bahwa budaya kerja dan motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan Politeknik Pelayaran Malahayati Aceh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya kerja mempunyai pengaruh dominan terhadap peningkatan kinerja karyawan Politeknik Pelayaran Malahayati Aceh, sedangkan motivasi kerja mempunyai pengaruh lebih kecil terhadap peningkatan kinerja karyawan pada Politeknik Pelayaran Malahayati Aceh.
MENGAJAR BAHASA INGGRIS MARITIM KEPADA MAHASISWA PROGAM STUDI PERMESINAN KAPAL: REFLEKSI DAN SRATEGI PRAKTIS Yuli Pera Fitria; Dedi Kurniawan
Jurnal Maritim Malahayati Vol. 6 No. 2, Juli (2025): Jurnal Maritim Malahayati
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Pelayaran Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70799/jumma.v6i2.144

Abstract

Penelitian ini merefleksikan praktik pengajaran Bahasa Inggris Maritim kepada mahasiswa jurusan Permesinan Kapal selama tujuh pertemuan awal semester di Politeknik Pelayaran Malahayati. Tujuan utama penelitian adalah mengevaluasi efektivitas pendekatan pembelajaran berbasis konteks kerja, serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi mahasiswa dalam penguasaan bahasa teknis. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui jurnal reflektif dosen, observasi kelas, dan dokumentasi hasil tugas mahasiswa. Hasil analisis menunjukkan bahwa strategi pembelajaran yang mengintegrasikan tugas kontekstual, media visual, dan simulasi mampu meningkatkan motivasi serta pemahaman mahasiswa terhadap kosakata teknis. Partisipasi aktif mahasiswa meningkat saat materi dikaitkan langsung dengan dunia kerja permesinan. Namun demikian, keterampilan berbicara dan menulis teknis masih menjadi tantangan utama, terutama dalam hal pelafalan, struktur kalimat, dan kepercayaan diri. Studi ini merekomendasikan pengembangan modul pembelajaran kontekstual, pelatihan guru dalam pendekatan English for Specific Purposes (ESP), serta penguatan fasilitas laboratorium bahasa berbasis simulasi. Penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan strategi pembelajaran Bahasa Inggris Maritim yang relevan dan aplikatif untuk pendidikan vokasi teknik di Indonesia.
POTENSI ENERGI GELOMBANG LAUT SEBAGAI SUMBER ENERGI TERBARUKAN : STUDI KASUS PESISIR UJONG BATEE POLITEKNIK PELAYARAN MALAHAYATI Alberto Rima; Dedi Kurniawan; Kelvin Yudhawastu; Yuli Pera Fitria; Muhammad Yani; Muhammad Aziz
Jurnal Maritim Malahayati Vol. 7 No. 1, Januari (2026): Jurnal Maritim Malahayati
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Pelayaran Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70799/jumma.v7i1.163

Abstract

Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki potensi besar energi terbarukan berbasis laut, khususnya energi gelombang laut yang hingga kini belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi energi gelombang laut di wilayah pesisir Ujong Batee Politeknik Pelayaran Malahayati, Aceh Besar, sebagai dasar pengembangan energi terbarukan lokal. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder dari ECMWF dan BMKG selama periode April 2024. Parameter yang dianalisis meliputi tinggi gelombang signifikan, periode gelombang, serta kecepatan dan arah angin. Hasil analisis menunjukkan bahwa tinggi gelombang signifikan berkisar antara 1,5–2,4 m dengan periode gelombang dominan 6–8 detik. Potensi energi gelombang berada pada kisaran 4,78–6,43 kW/m. Dengan asumsi pemanfaatan sepanjang 500 m garis pantai, potensi energi total yang dapat dikembangkan mencapai sekitar 2,805 MW. Hasil ini menunjukkan bahwa kawasan pesisir Ujong Batee memiliki potensi signifikan untuk dikembangkan sebagai sumber energi terbarukan berbasis laut.
UPAYA PENCEGAHAN TERJADINYA PENYUMBATAN LINE LOADING GUNA MENGOPTIMALKAN PROSES BONGKAR MUAT DI KAPAL Rizky Adrian; Akhmad Gifari; Muhammad Yani; Baihaqi; Dedi Kurniawan; Luri Krisnawati
Jurnal Maritim Malahayati Vol. 7 No. 1, Januari (2026): Jurnal Maritim Malahayati
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Pelayaran Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70799/jumma.v7i1.164

Abstract

Pada kapal semen, penyumbatan line loading adalah kondisi ketika semen curah (bulk cement) atau semen dalam karung (bagged cement) terkonsentrasi pada satu garis memanjang di pipa pemuat atau satu sisi pipa, sehingga beban tidak menyebar secara merata. Akibatnya dapat menyebabkan perbedaan tekanan pada pipa loading yang dapat mengakibatkan kerusakan atau patahnya satu titik pada pipa loading. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab terjadinya penyumbatan line loading dan pencegahannya di kapal MV. Eastern Fair. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif dan subjek penelitiannya adalah anak buah kapal serta beberapa perwira di kapal. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Temuan dari penelitian ini disimpulkan bahwa (1) Terdapat berbagai elemen yang mempengaruhi terjadinya penyumbatan line loading di kapal MV. Eastern Fair, salah satunya operasi muat yang menggunakan sistem pneumatic yang membuat muatan terisi pada satu titik yang menghasilkan penyebaran muatan pipa muat tidak merata berpusat pada satu titik saja. Hal ini disebabkan oleh kelembapan, rendahnya kecepatan udara, ketidakseimbangan tekanan, dan improper handling; dan (2) Langkah pencegahan yang dilakukan di kapal MV. Eastern Fair ketika terjadi penyumbatan line loading dengan segera menghentikan proses pemuatan untuk mencegah peningkatan tekanan di dalam pipa. Selanjutnya, operator melakukan pengecekan tekanan udara dan aliran semen guna memastikan tidak terjadi kelebihan tekanan yang dapat merusak sistem. Sistem blower dan katup udara diperiksa serta diatur ulang agar aliran udara tetap stabil dan sesuai prosedur. Awak kapal juga memastikan kondisi pipa dalam keadaan kering dan bebas dari sisa semen yang mengeras, karena kelembapan menjadi penyebab utama terjadinya penyumbatan
DESAIN KENDALI HALUAN BERBASIS ULTRASONIK MULTI-SUDUT UNTUK PROTOTIPE KAPAL TANPA AWAK Muhammad Ikhsan; Dedi Kurniawan; Muhammad Yani; Muhammad Aziz
Jurnal Maritim Malahayati Vol. 7 No. 2, Juli (2026): Jurnal Maritim Malahayati
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Pelayaran Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70799/jumma.v7i2, Juli.191

Abstract

Penelitian ini bertujuan merancang sistem kendali haluan kontinu yang hemat sumber daya menggunakan konfigurasi spasial simetris lima sensor ultrasonik yakni depan 0o, kiri 22.5o, kiri 45o, Kanan 22.5o, dan Kanan 45o. Penambahan sudut antara 22.5o diimplementasikan untuk mengeliminasi titik buta (blind spot) pada haluan. Integrasi pemodelan waktu kritis menyesuaikan dengan Model Kemudi Nomoto Orde Pertama. Persamaan yang digunakan mampu menghasilkan instruksi sudut kemudi yang berbanding terbalik terhadap sisa jarak aman rintangan tanpa memerlukan threshold statis. Hasil simulasi dan pengujian skenario menunjukkan bahwa pada kondisi aman, kemudi bergerak melandai secara normal, sementara pada kondisi kritis sebagian sisi lambung kapal sistem melakukan pembatasan (clamping) sudut pada 60o. Ketika menghadapi skenario blokade total sistem mengaktifkan mode mitigasi darurat dengan memutus fungsi kontinu, menurunkan motor ke level minimal untuk mereduksi inersia, dan mengunci kemudi pada sudut 60o kanan guna melakukan manuver poros (pivot turn). Kontribusi teoretis dari penelitian ini adalah hilangnya parameter kecepatan v dan waktu kritis dari persamaan final. System kendali ini tetap adaptif terhadap variasi kecepatan jelajah memanfaatkan fenomena kompensasi hidrodinamika alami lambung kapal, sehingga membebaskan mikrokontroler dari kebutuhan sensor kecepatan tambahan serta menghemat beban komputasi.
PENGARUH DUCT HEKSAGONAL TERHADAP PERFORMA HIDRODINAMIKA PROPELER RUMPON PADA VARIASI KECEPATAN ARUS Rizkiya Windy Saputra; Dedi Kurniawan; Andi Fiardi; Baihaqi; Muhammad Ikhsan; Putri Rizkiah
Jurnal Maritim Malahayati Vol. 7 No. 2, Juli (2026): Jurnal Maritim Malahayati
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Pelayaran Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70799/jumma.v7i2, Juli.194

Abstract

Rumpon modern membutuhkan kemampuan mempertahankan fungsi dan posisi pada lingkungan laut yang berubah, sehingga penggerak korektif berdaya rendah menjadi salah satu opsi untuk mengurangi simpangan tanpa menggantikan fungsi utama sistem tambat. Penelitian ini menganalisis pengaruh duct heksagonal terhadap performa hidrodinamika propeler rumpon melalui model numerik parametrik pada tahap penyaringan desain. Empat konfigurasi dibandingkan, yaitu propeler terbuka tiga sudu (C0), propeler enam sudu dengan duct sirkular (C1), sudu heksagonal dengan duct sirkular (C2), serta sudu dan duct heksagonal (C3). Diameter propeler ditetapkan 0,32 m, putaran 600 rpm, massa jenis air laut 1.025 kg/m³, dan kecepatan arus skenario 0,40–1,20 m/s. Koefisien thrust dan torque dihitung sebagai fungsi advance coefficient dan kemudian digunakan untuk memperoleh thrust, daya poros, dan efisiensi open-water. Pada titik desain 0,85 m/s (J=0,266), C3 menghasilkan thrust 83,88 N, daya poros 145,34 W, dan efisiensi 0,491, sedangkan C0 menghasilkan 66,03 N, 125,50 W, dan 0,447. Sepanjang rentang kecepatan yang diuji, peningkatan thrust C3 terhadap C0 berada pada 23,75–31,25%, peningkatan efisiensi 8,08–11,70%, dengan penalti daya 14,50–17,50%. Hasil menunjukkan bahwa duct heksagonal paling relevan pada kondisi advance coefficient rendah sampai menengah. Model ini dimaksudkan sebagai bukti numerik pra-CFD yang transparan; validasi CFD geometri penuh dan uji open-water tetap diperlukan sebelum klaim performa aktual
ANALISIS KESEIMBANGAN ENERGI DAN PENENTUAN KAPASITAS PV-BATERAI UNTUK RUMPON CERDAS BERPROPELER HEKSAGONAL Putri Rizkiah; Dedi Kurniawan; Andi Fiardi; Baihaqi; M. Ikhsan; Rizqiya Windy Saputra
Jurnal Maritim Malahayati Vol. 7 No. 2, Juli (2026): Jurnal Maritim Malahayati
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Pelayaran Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumpon cerdas memerlukan sumber energi mandiri untuk sensor, komunikasi, lampu navigasi, kontrol, dan penggerak korektif. Penambahan propeler heksagonal meningkatkan kemampuan station-keeping, tetapi juga menambah beban listrik yang harus dipenuhi sistem fotovoltaik dan baterai secara andal. Penelitian ini menyusun analisis keseimbangan energi dan menentukan kombinasi kapasitas PV-baterai untuk rumpon berpropeler heksagonal menggunakan metode perhitungan skenario. Daya poros propeler pada titik desain sebesar 145,34 W dikonversi menjadi kebutuhan listrik motor sekitar 180 W setelah memperhitungkan efisiensi motor dan pengendali. Beban non-propulsi terdiri atas sensor-kontrol, komunikasi, lampu navigasi, pelacak-keamanan, serta rugi-rugi sistem sebesar 724 Wh/hari. Tiga duty cycle motor (1, 2, dan 3 jam/hari), tiga kondisi peak-sun-hour (3,0; 4,2; dan 5,0 jam/hari), serta kapasitas PV 300, 400, dan 500 Wp dianalisis dengan performance ratio 0,75. Pada duty cycle 2 jam/hari, kebutuhan energi total adalah 1,084 kWh/hari. Pada kondisi desain konservatif 4,2 PSH, sistem 300 Wp mengalami defisit 139 Wh/hari, sedangkan 400 dan 500 Wp menghasilkan surplus masing-masing 176 dan 491 Wh/hari. Pada stress case 3,0 PSH, 500 Wp masih menghasilkan surplus 41 Wh/hari untuk duty cycle 2 jam. Baterai 2,4 kWh menyediakan otonomi sekitar 1,67 hari, sedangkan 3,6 kWh sekitar 2,50 hari. Konfigurasi 400 Wp–2,4 kWh layak untuk operasi moderat, sementara 500 Wp–3,6 kWh lebih sesuai untuk desain berketahanan tinggi
PENGEMBANGAN DAN VALIDASI INTERNAL KERANGKA PENGAWAKAN AMAN BERBASIS RISIKO UNTUK WING-IN-GROUND CRAFT Dedi Kurniawan; Andi Fiardi; Baihaqi; Muhammad David; Muhammad Yani
Jurnal Maritim Malahayati Vol. 7 No. 2, Juli (2026): Jurnal Maritim Malahayati
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Pelayaran Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70799/jumma.v7i2, Juli.197

Abstract

Wing-in-ground craft (WIG) menggabungkan manuver di permukaan air dengan penerbangan aerodinamis pada ketinggian sangat rendah, sehingga kebutuhan awaknya tidak dapat diturunkan secara langsung dari standar kapal atau pesawat udara. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan memvalidasi secara internal suatu metode berbasis fungsi, risiko, beban kerja, dan kompetensi untuk menentukan jumlah awak operasional inti WIG. Sebanyak 36 sumber regulasi dan ilmiah dipetakan menjadi enam fungsi keselamatan kritis, enam fase misi, matriks kapasitas kompetensi peran, dan beban tugas spesifik fase. Komposisi peran berbentuk bilangan bulat disaring melalui enumerasi eksak, uji alokasi max-flow/min-cut, cadangan rekayasa 20%, batas utilisasi fase, dan uji kelangsungan setelah satu orang pada setiap peran dihilangkan. Empat skenario operasi kemudian dievaluasi menggunakan 10.000 simulasi stokastik jaringan tugas serta pembanding yang dikurangi satu orang. Hasil menunjukkan komposisi robust sebanyak tiga awak untuk operasi Tipe A terbatas, empat awak untuk layanan penumpang Tipe A pesisir, lima awak untuk operasi Tipe B yang menuntut, dan enam awak untuk operasi Tipe C terpencil. Tim terpilih layak pada 100,00%, 100,00%, 100,00%, dan 99,99% percobaan, sedangkan tim yang dikurangi satu orang hanya mencapai 12,61%-70,57%. Fase transisi dan keadaan darurat menjadi sumber kegagalan dominan. Temuan menegaskan bahwa pengawakan WIG harus dibuktikan melalui cakupan fungsi simultan, kemampuan pengambilalihan yang berkualifikasi, pengelolaan gangguan teknis, dan ketahanan terhadap ketidakmampuan satu awak. Angka yang dihasilkan merupakan baseline rekayasa tervalidasi internal, bukan minimum hukum universal.
EVALUASI NUMERIK AWAL GAYA DORONG PROPELER HEKSAGONAL UNTUK RUMPON BERENERGI TERBARUKAN DI UJONG BATEE Dedi Kurniawan; Akhyar; Suriadi; Husni Husin
Jurnal Maritim Malahayati Vol. 7 No. 2, Juli (2026): Jurnal Maritim Malahayati
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Pelayaran Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumpon merupakan sarana bantu penangkapan ikan yang umumnya bekerja secara pasif dan sangat bergantung pada kekuatan sistem tambat. Penelitian ini mengevaluasi secara numerik dan terbatas satu aspek teknis, yaitu kemampuan propeler heksagonal menghasilkan gaya dorong korektif pada rumpon berenergi terbarukan. Dua konfigurasi dibandingkan pada kondisi operasi yang sama: propeler terbuka tiga sudu sebagai acuan dan propeler enam sudu dengan duct heksagonal sebagai rancangan usulan. Model menggunakan hubungan koefisien open-water untuk menghitung koefisien gaya dorong, koefisien torsi, efisiensi, daya poros, serta margin gaya dorong. Parameter desain meliputi diameter propeler 0,32 m, putaran 600 rpm, kecepatan aliran 0,85 m/s, dan massa jenis air laut 1.025 kg/m³, sehingga diperoleh advance coefficient sebesar 0,266. Hasil menunjukkan bahwa konfigurasi konvensional menghasilkan gaya dorong 66,02 N, efisiensi 0,447, dan daya poros 125,5 W. Konfigurasi heksagonal menghasilkan gaya dorong 83,90 N, efisiensi 0,491, dan daya poros 145,2 W. Dengan beban lingkungan desain 70,17 N, margin gaya dorong meningkat dari 0,94 menjadi 1,20. Peningkatan gaya dorong sebesar 27,08% dicapai dengan kenaikan daya 15,70%, sedangkan rasio gaya dorong terhadap daya meningkat sekitar 9,84%. Hasil ini menunjukkan bahwa geometri heksagonal layak dipertimbangkan sebagai penggerak korektif berdaya rendah. Namun, hasil masih berupa pembuktian numerik awal dan belum menggantikan simulasi CFD geometri penuh maupun pengujian open-water