Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Analisis Kemandirian Belajar Matematika Saat Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Pada Siswa SMA Annisa Nurjanah; Haerudin; Iyan Rosita Dewi Nur
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 8 No. 2 (2022): April-June
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v8i2.1961

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kemandirian belajar siswa. Jenis penelitian ini yaitu penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini diambil dengan teknik purposive sampling dan didapatkan 10 siswa yang menjadi subjek. Teknik pengumpulan data yaitu angket. Teknik analisis data dalam penelitian ini meliputi mereduksi data dan menentukan persentase data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian diperoleh 43,96% siswa memenuhi indikator percaya diri, 52% siswa memenuhi indikator bertanggung jawab, 58,33% siswa memenuhi indikator dapat memecahkan masalahnya sendiri, 49% siswa memenuhi indikator dapat merencanakan kegiatan belajar sendiri, 46,33% siswa memenuhi indikator bersikap aktif, 41,33% siswa memenuhi indikator tidak mudah terpengaruh oleh orang lain, dan 43% siswa memenuhi indikator kesadaran untuk belajar sendiri.
Kesulitan Guru Matematika Kelas VIII Dalam Menerapkan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Era New Normal Eulis Widyastuti; Haerudin Haerudin
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 8 No. 1 (2022): January-March
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v8i1.1965

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh diterapkannya kembali pembelajaran tatap muka terbatas setelah pembelajaran daring selama pandemic. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui kesulitan guru matematika dalam menerapkan pembelajaran tatap muka terbatas (TMT) era new normal di SMPN 1 Karawang Timur dan upaya untuk mengatasinya. Metode penelitian ini yaitu metode penelitian kualitatif dengan pendeketan deskriptif. Subjek penelitian ini yaitu guru matematika kelas VIII SMPN 1 Karawang Timur yang berjumlah 2 orang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah Kesulitan guru matematika kelas VIII dalam menerapkan pembelajaran tatap muka terbatas yaitu kesulitan guru dalam membuat alat bantu pembelajaran karena kurangnya penguasaan IT, sulit untuk meningkatkan keaktifan siswa karena kurangnya interaksi dengan siswa, dan sulit untuk mendesain pembelajaran dengan waktu yang terbatas. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi kesulitan guru matematika Kelas VIII yaitu, guru memberikan motivasi pada siswa, sering berkomunikasi dengan siswa ketika dikelas maupun diluar kelas, dan menggunakan model pembelajaran yang tidak berpusat kepada guru.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa dalam Menyelesaikan Soal TIMSS Materi Geometri Aditya Kusuma Wardhani; Haerudin; Ramlah
Didactical Mathematics Vol. 4 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (644.403 KB) | DOI: 10.31949/dm.v4i1.2017

Abstract

This study aims to analyze the mathematical problem solving ability of students in working on TIMSS questions on geometry material. This qualitative study using student subjects aged 13─15 years as many as 5 students were selected by purposive sampling.The analytical technique used is descriptive analysis, the data from the problem solving ability test results are analyzed using a problem-solving assessment rubric that has been determined by referring to the problem-solving steps according to Polya. The results showed that the re-examination stage is the stage that is most often forgotten as a result, errors often occur both in the results of the settlement and the formula used. So it can be concluded that the students mathematical problem solving ability in solving the TIMSS questions on geometry material is quite good.
PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SMP MELALUI MODEL PEMBELAJARAN TEAM GAME TOURNAMENT (TGT) Lutfi Nursyifa; Haerudin Haerudin; Yusi Ardiyanti
Prosiding Sesiomadika Vol 1 No 1b (2019)
Publisher : Prosiding Sesiomadika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) menelaah peningkatan kemampuan pemecahan matematis siswa yang menggunakan model pembelajaran TGT lebih baik daripada siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional. 2) menelaah perbedaan motivasi belajar antara siswa yang menggunakan model pembelajaran TGT dibandingkan dengan siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional. Untuk menjawab rumusan penelitian yang telah dirumuskan, penulis menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen. Sedangkan desain penelitian yang digunakan adalah quasi-experimental. Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas VII pada salah satu SMP Negeri di Kabupaten Karawang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian adalah teknik nonprobability sampling, dengan pengambilan sampel yang dilakukan secara purposivesampling dipilih dua kelas yaitu kelas VII B (N = 40) sebagai kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran TGT dan kelas VII E (N = 38) sebagai kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran konvensional.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang menggunakan model pembelajaran TGT lebih baik daripada siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional berdasarkan nilai signifikansi yang diperoleh dengan uji Mann-Whitney sebesar 0,0005 <?= 0,05. 2) terdapat perbedaan motivasi belajar antara siswa yang menggunakan model pembelajaran TGT dibandingkan dengan siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional yang diperoleh dengan uji Mann-Whitney sebesar 0,0000 <?= 0,05.
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA DENGAN MEDIA PEMBELAJARAN POP-UP PADA SISWA SMP Latifah Tazkiyatunnisa; Rika Mulyati Mustika Sari; Haerudin Haerudin
Prosiding Sesiomadika Vol 1 No 1b (2019)
Publisher : Prosiding Sesiomadika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa SMP dengan media pembelajaran pop-up. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini yaitu praktisi pendidikan 1 guru mata pelajaran matematika dan 24 peserta didik kelas VIII di SMPIT At-Taubah Karawang. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa tes tulis kemampuan berpikir kreatif matematis siswa, angket untuk peserta didik, wawancara untuk siswa dan guru, dan dokumentasi. Data yang dihasilkan adalah data deskriptif yang berupa kata-kata tertulis atau lisan. Terdapat tiga tahapan analisis pada penelitian ini yaitu reduksi, penyajian data, penarikan kesimpulan (verifikasi). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran dengan media pop-up dapat membantu siswa menyelesaikan soal kemampuan berpikir kreatif, siswa mampu berada pada level tertinggi yaitu level 4. Siswa lebih tertarik belajar dengan media pembelajaran pop-up karena dianggap lebih efektif dalam proses pembelajaran untuk mengetahui kemampuan berpikir kreatif matematis pada materi bangun ruang sisi datar. Implementasi media pembelajaran pop-up membantu penyampaian materi yang disampaikan oleh guru karena penampilannya yang menarik, sehingga siswa dapat memahami materi dengan lebih mudah.Kata kunci: Kemampuan berpikir kreatif matematis, media pembelajaran pop-up
PENGARUH LITERASINUMERASI TERHADAP PERUBAHAN KARAKTER SISWA Haerudin Haerudin
Prosiding Sesiomadika Vol 1 No 1a (2019)
Publisher : Prosiding Sesiomadika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Literasi numerasi satu diantara cara bagaimana menjadikan matematika itu mudah dan sekaligus memberikan agar siswa mampu berkolaboratif, berpikir kritis dan kreatif, mampu berkomunikatif dengan baik, berkarakter serta mampu menghadapi tantangan dunia yang semakin global dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologinya. Memiliki kemampuan literasi numerasi akan berdampak pada pola dan kebiasaan berpikir yang baik yang senantiasa mengaitkan suatu bilangan atau perhitungan-perhitungan tertentu dengan permasalahan yang ada. Sehingga permasalah menjadi lebih mudah dan sederhana. Kebiasaan berpikir seperti ini akan berdampak juga pada perubahan karakter berpikir seseorang yang selalu kecenderungannya positif terhadap situasi dan permasalahan yang ada, sehingga berimbas pula padaperubahan  karakter berupa sikap dan kebiasaan yang baik dalam menyikapi kehidupannya.Kata kunci: Literasi numerasi, kemampuan berpikir kreatif dan kritis, dan karakter.
Kemampuan Kognitif Matematika Ditinjau Dari Karakteristik Kepribadian Keirsey Meitha Arinindya Putri; Haerudin Haerudin
Prosiding Sesiomadika Vol 2 No 1a (2020)
Publisher : Prosiding Sesiomadika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan kognitif matematika ditinjau dari sisi psikologi, yaitu karakteristik kepribadian sehingga dapat menjadi salah satu solusi agar proses pembelajaran matematika yang diselenggarakan mampu memberikan ruang yang cukup bagi peserta didik, khususnya dalam meningkatkan kemampuan kognitif matematika siswa.. David West Keirsey yang adalah seorang psikologi California menjelaskan klasifikasi karakteristik kepribadian manusia menjadi empat, yakni artisan, guardian, idealist dan rational. Berdasarkan studi literatur pada berbagai sumber buku dan hasil penelitian, diperoleh informasi mengenai beberapa kemampuan kognitif matematis dalam sudut pandang karakteristik kepribadian artisan, guardian, idealist dan rational. Hasil penelitian ini adalah perbedaan karakteristik kepribadian memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri pada kemampuan kognitif matematis. Artisan unggul dalam kemampuan representasi matematis tetapi lemah pada kemampuan berpikir kritis matematis. Guardian unggul dalam kemampuan pemecahan masalah matematis tetapi lemah pada kemampuan representasi matematis. Idealist cukup baik dalam beberapa kemampuan kognitif matematis tetapi lemah pada kemampuan pemecahan masalah matematis dan kemampuan analisis matematis. Dan rational unggul dalam beberapa kemampuan representasi matematis tetapi lemah pada kemampuan pemecahan masalah matematis  Kata kunci: Artisan, Guardian, Idealist, Kemampuan Representasi Matematis, Rational.
Analisis Kesalahan Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Cerita Berdasarkan Kriteria Watson oktavia yusni kurniasih; haerudin haerudin
Prosiding Sesiomadika Vol 2 No 1a (2020)
Publisher : Prosiding Sesiomadika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesalahan yang sering terjadi dan dilakukan oleh siswa dalam menyelesaikan soal cerita berdasarkan kriteria watson. Pada kenyataannya masih banyak siswa yang melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal dalam bentuk cerita. Analisis kesalahan siswa ini diharapkan mampu menganalisis kesalahan yang dilakukan siswa agar meminimalisir kesalahan-kesalahan terulang yang dilakukan oleh siswa. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif dan teknik pengumpulan data berdasarkan kajian pustaka. Berdasarkan hasil kajian pustaka yang dilakukan oleh peneliti diketahui bahwa masih banyak kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh siswa.
ANALISIS KESULITAN BELAJAR SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN PENDEKATAN SAINTIFIC Heni Septianti; haerudin haerudin
Prosiding Sesiomadika Vol 2 No 1d (2020)
Publisher : Prosiding Sesiomadika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui permasalahan kesulitan belajar siswa menggunakan pendekatan saintific, Penelitian ini berfokus pada upaya untuk menggambarkan kesulitan yang dialami siswa dalam proses pembelajaran matematika khususnya menggunakan pendekatan saintific. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII A di salah satu sekolah SMP yang ada di Kab. Karawang. Adapun pengambilan data pada penelitian ini diperoleh dengan cara melakukan test, test dilakukan dengan cara memberikan soal dengan materi relasi dan fungsi kepada siswa di sekolah tersebut,  yang kemudian dianalisis untuk mengetahui kesulitan belajar siswa dalam pembelajaran matematika. Hasil penelitian ini adalah siswa masih  mengalami kesulitan dalam hal Mengamati terkait materi yang disajikan,  Menanyakan materi yang sedang di bahas atau yang belum dipahami, Menalar atau berfikir  dengan mengkaitkan persoalan yang sudah disajikan, Mencoba mengerjakan persoalan secara mandiri, dan Mengkomunikasikan atau menyimpulkan secara materi yang sudah dipelajari. 
Kemampuan Pemecahan Masalah di tinjau dari Self Efficacy Nadia Ika Siwi; Haerudin Haerudin
Prosiding Sesiomadika Vol 2 No 1c (2020)
Publisher : Prosiding Sesiomadika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah adalah aturan atau urutan yang dilakukan oleh siswa dalam memecahkan soal atau tugas yang diberikan dan dilakukan secara terararah untuk menemukan suatu permasalahan yang spesifik dan self efficacy merupakan keyakinan pada diri seseorang dalam menyelesaikan suatu permasalahan untuk mendapakan hasil yang memuaskan. Artikel ini membahas tentang kemampuan pemecahan masalah matematika pada siswa yang memiliki self efficacy tinggi, sedang, dan rendah. Tujuan artikel deskriptif ini adalah untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah siswa jika ditinjau dari self-efficacy dalam menyelesaikan soal pemecahan masalah, metodologi yang digunakan adalah kajian pustaka. Berdasarkan jurnal Widiastuti dkk 2018, jurnal Novferma tahun 2016, jurnal Trivanila Noviza tahun 2019, bahwa pada kenyataannya banyak ditemukan kemampuan pemecahan masalah masih yang rendah dan self efficacy merupakan salah satu pengaruh terhadap siswa dalam menyelesaikan permasalahan matematika khususnya pada kemampuan pemecahan masalah