Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Analisis Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa SMP pada Materi Segitiga Novita Andika Pramuswara; Haerudin
Prosiding Sesiomadika Vol 4 No 1 (2023): Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Prosiding Sesiomadika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan komunikasi matematis merupakan salah satu ketetampilan yang berpengaruh dalam kegiatan pembelajaran matematika. Melalui komunikasi, siswa dapat bertukar pikiran atau pendapat dan mengklarifikasikan pemahamannya dalam pembelajaran di waktu yang sama. Oleh karena itu, penelitian ini bermaksud untuk menganalisis kemampuan komunikasi matematis siswa dalam menyelesaikan soal cerita yang berkenaan dengan materi segitiga di tingkat SMP. Dalam penelitian ini melibatkan 39 siswa kelas VIII pada salah satu SMP Negeri di Karawang. Teknik pengambilan sample dilakukan dengan teknik sampling purposif. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini diadopsi dari peneliti terdahulu berupa tes uraian berjumlah dua butir soal cerita yang mencakup indikator kemampuan komunikasi matematis siswa. Analisis data menggunakan analisis deskriptif yang disajikan dalam bentuk penyajian statistik deskriptif untuk memperoleh gambaran umum terkait kemampuan komunikasi matematis siswa pada materi segitiga. Hasil dari tes kemampuan komunikasi matematis siswa menunjukkan bahwa kecakapan siswa secara keseluruhan dalam komunikasi matematis termasuk rendah. Disamping itu, secara umum penguasaan siswa dalam memodelkan suatu masalah matematika, lalu merepresentasikan ke dalam rumus matematika hingga menyusun kesimpulan tergolong cukup baik.
Analisis Motivasi Belajar Siswa Terhadap Pembelajaran Matematika Annisaa Kossahdasabitah; Haerudin
Prosiding Sesiomadika Vol 4 No 1 (2023): Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Prosiding Sesiomadika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan bagaimana motivasi belajar siswa digambarkan dengan menggunakan indikator motivasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif jenis deskriptif. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik quota sampling dan populasi utama penelitian ini adalah siswa kelas IX SMP Islam Teratai Putih Global tahun ajaran 2022/2023. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen non tes yaitu angket yang terdiri dari 21 item dengan menggunakan skala likert, dimana penggunaan angket ini bertujuan untuk mengetahui motivasi belajar matematika siswa yang didasari oleh indikator. Dari penelitian yang telah dilakukan ditunjukan bahwa motivasi belajar matematika siswa yang didasarkan pada indikator ditunjukan dalam bentuk rata-rata skor sebagai berikut: 1) tujuan orientasi internal dengan rata-rata skor sebesar 3,73; 2) tujuan orientasi eksternal dengan rata-rata skor sebesar 3,52; 3) catatan penugasan dengan rata-rata skor sebesar 3,74; 4) manajemen keyakinan pembelajaran dengan rata-rata skor sebesar 3,54; 5) kepercayaan diri dengan rata-rata skor sebesar 3,25; dan 6) kecemasan saat tes dengan rata-rata skor sebesar 3,42. Rata-Rata total indikator menunjukkan motivasi belajar matematika siswa rata-rata 3,53 yang berarti dapat dikategorikan motivasi yang dimiliki siswa sudah baik.
STUDI ETNOMATEMATIKA PADA AKTIVITAS MASYARAKAT DALAM MEMBUAT PAKAIAN SEHARI – HARI. Irma Siti Rohimah; Agung Prasetyo Abadi; Haerudin Haerudin
JURNAL SAINTIKA UNPAM Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Matematika FMIPA Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jsmu.v4i1.10914

Abstract

Matematika dan budaya memiliki kaitan yang sangat dekat. Salah satu hasil dari budaya adalah pakaian yang digunakan sehari – hari. Proses dalam membuat pakaian memerlukan keterampilan yang memuat konsep matematika. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi konsep matematika yang ada dalam aktivitas masyarakat dalam membuat pakaian sehari – hari. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan etnografi.  Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Bandung Kulon Kota Bandung karena terdapat masyarakat yang bekerja sebagai penjahit.  Subjek penelitian dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat konsep matematika dalam aktivitas membuat pakaian sehari – hari, seperti : logika, pengukuran, skala, operasi hitung bilangan, simetri lipat dan geometri.
Implementasi Prinsip Layanan Bimbingan dan Konseling Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Sutirna; Haerudin Haerudin; Kamal Prihandani
Jurnal Bimbingan dan Konseling Indonesia Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Bimbingan dan Konseling Indonesia
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jurnal_bk.v7i1.1072

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of the implementation of the principle of guidance and counseling services in learning mathematics as a solution to the low learning outcomes of mathematics that have occurred so far. The instrument used was a written test in the form of multiple choice, and to strengthen the results of the study it was connected with the results of interviews with students and learning observation assessment sheets by mathematics teachers as observers. The results showed that the positive direction of the simple linear regression equation, namely Y = 2.019 + 0.901 X, so that the hypothesis test had a significant effect on the treatment given to student learning outcomes as indicated by the percentage increase in learning outcomes. Implementation of the principles of integrated guidance and counseling services in the implementation of the teaching and learning process is very effective, because the learning atmosphere will be warmer, hormonal, and encouraging so that student learning outcomes, student perceptions of the subject and teacher and high student motivation to learn will be created. Abstrak Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh implementasi prinsip layanan bimbingan dan konseling dalam pembelajaran matematika sebagai solusi menjawab rendahnya hasil belajar matematika selama ini yang terjadi. Instrumen yang digunakan berupa tes tertulis berbentuk pilihan banyak, dan untuk memperkuat hasil penelitian dihubungkan dengan hasil wawancara dengan peserta didik dan lembar penilaian observasi pembelajaran oleh para guru matematika sebagai observer. Hasil penelitian diperoleh bahwa arah positif persamaan regresi linear sederhana, yaitu Y = 2,019 + 0,901 X, sehingga uji hipotesis pengaruhnya signifikan dari perlakuan yang diberikan terhadap hasil belajar siswa yang ditunjukkan dengan adanya persentase kenaikan hasil belajar. Implementas prinsip layanan bimbingan dan konseling yang terintegrasi dalam pelaksanaan proses belajar mengajar sangat efektif, karena suasana pembelajaran akan lebih hangat, hormonis, dan menggembirakan sehingga hasil belajar peserta, persepsi peserta didik terhadap mata pelajaran maupun gurunya serta motivasi peserta didik yang tinggi untuk belajar akan tercipta.
Analisis Tingkat Kecemasan Matematis Siswa Madrasah Aliyah Naila Zahra; Haerudin Haerudin
Jurnal Fibonaci: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4, No 1 (2023): JURNAL FIBONACI: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FMIPA Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jfi.v4i1.45931

Abstract

Kecemasan matematis dianggap sebagai salah satu kendala serius dalam dunia pendidikan karena dapat memberikan dampak negatif bagi siswa. Tingkat kecemasan yang sangat tinggi dapat menyebabkan siswa kehilangan kendali diri dan kesulitan berkonsentrasi ketika proses  pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat kecemasan matematis siswa di salah satu Madrasah Aliyah di Kabupaten Karawang menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui angket tertutup yang terdiri dari 32 pernyataan dan 4 indikator yaitu kognitif, afektif, psikomotor dan somatik. Data kemudian dikategorikan menjadi lima kategori yaitu kategori sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah dan sangat rendah. Satu siswa yang mewakili setiap kategori dipilih untuk dianalisis secara deskriptif berdasarkan hasil jawaban angket. Hasil penelitian menunjukan bahwa 12% siswa termasuk dalam kategori sangat tinggi, 18% siswa termasuk dalam kategori tinggi, 47% termasuk dalam kategori sedang, 23% siswa termasuk dalam kategori rendah, dan tidak ada siswa yang termasuk dalam kategori sangat rendah. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa tingkat kecemasan matematis di Madrasah Aliyah tersebut termasuk dalam kategori sedang.
Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SMP Berdasarkan Kecemasan Matematika Jasmine Ramadhani Lasdianto; Haerudin; Agung Prasetyo Abadi
Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 14 No. 1 (2023): January 2023
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jpm.v14i1.17

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan pemecahan masalah siswa. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat kecemasan belajar siswa dan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kecemasan belajar siswa SMP kelas VII terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis pada materi segi empat. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini yaitu 3 siswa VIII A SMP Negeri Cirebon. Pengambilan subjek menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data terdiri deskripsi hasil angket, tes tertulis dan wawancara, lalu dianalisis dan ditarik kesimpulan. Hasilnya menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMP dari kategori tinggi memiliki persentase sebesar 33,33%, kategori sedang sebesar 23,80%, dan kategori rendah sebesar 42,87%, artinya kemampuan pemecahan masalah matematis yang dimiliki siswa masih rendah. Hal ini disebabkan oleh ketidakmampuan siswa dalam memahami soal dengan baik dan tidak menguasai materi segiempat, serta memiliki rasa cemas yang berlebih saat menjawab soal yang diberikan. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu siswa tingkat kecemasan matematika rendah mampu melewati semua indikator yang ditetapkan yaitu mampu memahami masalah yang ada pada soal, mampu membuat rencana penyelesaian sesuai dengan apa yang diketahui pada soal, serta mampu untuk melaksanakan rencana penyelesaian dan memeriksa kembali jawaban yang diperoleh sehingga mendapatkan hasil yang tepat. Siswa dengan tingkat kecemasan sedang dan rendah hanya mampu melewati beberapa indikator kemampuan pemecahan masalah yaitu mampu untuk memahami masalah dan membuat rencana penyelesaian sesuai dengan apa yang diketahui, namun tidak mampu melaksanakan rencana penyelesaian dan memeriksa kembali jawaban sehingga mendapatkan hasil yang tidak tepat.
Minat Belajar Matematika di Sekolah Menengah Pertama pada Penerapan Kurikulum Merdeka Hamdhani Dhani; Haerudin Haerudin
Didactical Mathematics Vol. 5 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/dm.v5i2.6071

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis minat belajar matematika peserta didik pada penerapan Kurikulum Merdeka di Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pada penelitian ini menggunakan kualitatif dengan metode deskriptif. Populasi pada penelitian ini adalah Sekolah Menengah Pertama 2 Telukjambe Timur Karawang tahun ajaran 2022/2023. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Sampel yang digunakan yaitu peserta didik kelas VIIIC dengan total 41 peserta didik. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah pemberian instrumen non tes berupa angket terkait minat belajar matematika. Instrumen non-tes angket yang diberikan berjumlah 34 pernyataan dengan memuat 4 indikator minat belajar yaitu perasaan senang, ketertarikan untuk belajar, perhatian saat belajar, dan keterlibatan dalam belajar.  Teknik analisis data yang digunakan adalah rumus persentase hasil jawaban peserta didik pada indikator minat belajar matematika. Hasil penelitian ini menunjukkan hampir setengah peserta didik memiliki minat belajar matematika dengan rata-rata persentase sebesar 32%. Dengan demikian peserta didik pada Sekolah Menengah Pertama 2 Telukjambe Timur Karawang memiliki hampir setengahnya minat belajar matematika.
Kesalahan Siswa Menyelesaikan Soal PISA Berdasarkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Sherly Rosehana; Haerudin Haerudin
Didactical Mathematics Vol. 5 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/dm.v5i2.6279

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah matematis merupakan salah satu kemampuan yang penting dimiliki siswa dalam pembelajaran matematika Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bagaimana kekeliruan yang dialami siswa dalam usaha mencari solusi suatu permasalahan PISA seperti letak, jenis dan penyebabnya yang ditinjau dari kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa SMP di Bekasi dengan pengambilan sample menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah memberikan tes berupa tiga soal PISA Matematika 2009 yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Teknis analisis data pada penelitian ini adalah melakukan kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah rata-rata skor kemampuan pemecahan masalah matematis sebesar 22,2. Kemampuan pemecahan masalah matematis siswa tergolong pada kategori tinggi memenuhi seluruh indikator pemecahan masalah, yaitu memahami masalah, menyusun rencana, melaksanakan rencana dan memeriksa kembali. Kemampuan pemecahan masalah matematis siswa tergolong pada kategori sedang memenuhi tahap memahami masalah, menyusun rencana dan melaksanakan rencana. Kemampuan pemecahan masalah matematis siswa tergolong pada kategori rendah hanya memenuhi dua dari empat tahap menyusun rencana dan melaksanakan rencana.
MINAT BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DI KARAWANG Winda Widiyanti; Haerudin Haerudin
JUDIKA (JURNAL PENDIDIKAN UNSIKA) Vol. 11 No. 2 (2023): JUDIKA (JURNAL PENDIDIKAN UNSIKA)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/judika.v11i2.8463

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis minat belajar matematika siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Karawang. Subjek penelitian ini yaitu sebanyak 37 siswa. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Instrumen dalam penelitian ini ialah instrumen non-tes yang berupa angket dengan 34 pernyataan yang didalamnya memuat pernyataan positif dan pernyataan negatif. Instrumen angket yang digunakan berdasarkan 4 indikator minat belajar siswa yaitu perasaan senang, perhatian, ketertarikan, dan ketertiban sistem. Hasil penelitian menyatakan bahwa hampir seluruhnya siswa memiliki perasaan senang dalam pembelajaran matematika dan juga hampir seluruhnya siswa menunjukkan perhatian saat belajar matematika. Rata-rata persentase data angket secara keseluruhan didapatkan sebesar 40% yang berarti bahwa hampir setengahnya siswa SMP pada salah satu sekolah di Kabupaten Karawang memiliki minat belajar matematika.