Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Optimalisasi Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Melalui Penyuluhan Tumbuh Kembang Anak Usia Dini 0-5 tahun di Puskesmas Pandanwangi Vivi Andika Sari; Nikmatur Rosidah; Fika Ertitri
Health Care : Journal of Community Service Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/5h2h3a59

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan merupakan proses yang berkesinambungan, bersifat kontinyu dan pertumbuhan merupakan bagian dari proses perkembangan. Pertumbuhan yang meliputi perubahan tinggi badan, berat badan, gigi, struktur tulang, dan karakteristik seksual. Pertumbuhan ini bersifat kuantitatif. Sedangkan perkembangan seperti perkembangan motorik, sensorik, kognitif dan psikososial bersifat kualitatif. Golden age atau periode emas adalah tahapan pertumbuhan dan perkembangan yang paling penting pada masa awal kehidupan anak. Golden age meliputi 1000 hari pertama kehidupan anak yang dihitung dari masa dalam kandungan sampai dengan usia anak mencapai dua tahun.World Health Organization (WHO)  tahun  2018  melaporkan bahwa  data prevalensi balita yang mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan adalah 28,7%   dan   Indonesia   termasuk kedalam Negara ketiga dengan prevalensi tertinggi di  regional  Asia  Tenggara/South-East  Asia Regional (SEAR). Metode penelitian berupa penyuluhan dan pemberian pre-test dan post-test sebanyak 5 soal. Hasil penelitian terjadi peningkatan pengetahuan ibu setelah dilakukan penyuluhan tentang tumbuh kembang anak dimana rata-rata sebelum dilakukan penyuluhan adalah 50 meningkat menjadi 90 setelah dilakukan penyuluhan.
GAMBARAN PERAN ORANG TUA TENTANG AUTISME DETEKSI SEJAK USIA DINI DI POSYANDU BALITA PUSKESMAS PANDANWANGI KECAMATAN BLIMBING KOTA MALANG Azhar Ihza Pamedar Sabda; Nikmatur Rosidah; Fika Ertitri
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 4 No 2 (2023): Desember
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jabi.v4i2.559

Abstract

Setiap manusia berkembang dengan kecepatan yang berbeda, tetapi perkembangan mulai dari kemampuan dasar hingga kemampuan sempurna. Sedangkan autisme adalah gangguan perkembangan pervasif yang ditandai dengan adanya abnormalitas perkembangan yang muncul usia dini sebelum usia 3 tahun dan anak dengan autisme biasanya tidak memiliki gangguan otak yang dapat disembuhkan. Namun, gangguan otak dapat ditanggulangi melalui terapi yang dimulai sejak dini, terpadu, dan intensif. Untuk menilai pengetahuan dilakukan pre-test dan post-test Bertujuan untuk menunjukan bahwa peran orang tua terhadap perkembangan anak autisme yaitu, bagaimana orang tua mengenal masalah pada anak, mencari informasi, upaya pengobatan, melakukan terapi dan pemenuhan nutrisi. Penyuluhan berjalan dengan baik dan mudah dipahami oleh caregiver dari 0% menjadi 97% setelah diberikan materi definisi, penyebab, tanda gejala, Bagaimana peran orang tua pencegahan, dan Bagaimana terapi latihan.
Edukasi Pijat Laktasi Pada Ibu Hamil Dan Menyusui Untuk Meningkatkan Produksi Asi Di Desa Torjun Kabupaten Sampang Setiani, Intan Febby; Nikmatur Rosidah
JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v6i2.2378

Abstract

Menyusui memiliki dua pengertian yakni Produksi ASI dan Pengeluaran ASI yang terjadi dibawah pengaruh kelenjar endokrin terutama hormon prolaktin dan oksitosin. ASI adalah salah satu makanan alami bagi bayi yang disalurkan dari alveoli kedalam saluran-saluran kecil yang disebut dengan duktus. Permasalahan terkait dengan ASI adalah salah satu hal yang wajar terjadi pada ibu menyusui terutama pada 24 jam pertama pasca melahirkan. Oleh karena itu, diperlukan edukasi untuk dapat mengatasi permasalahan produksi ASI dengan pijat laktasi. Untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil dan menyusui dalam mengatasi permasalahan produksi ASI dengan pijat laktasi di desa Torjun. Metode promosi kesehatan yang akan digunakan berupa ceramah dan demonstrasi terkait edukasi pijat laktasi dengan menggunakan leaflet sebagai media edukasi pijat laktasi. Sehingga didapatkan hasil Adanya peningkatan pengetahuan oleh ibu hamil dan menyusui dalam mengatasi permasalahan produksi ASI. Dimana presentase posttest menunjukkan hasil 100% pada semua poin materi dari yang awalnya hanya 30% dari 3 poin materi.
Penyuluhan Fisioterapi K3 dan Ergonomi Meningkatkan Pemahaman Pegawai Bengkel B-Garage Batu Tentang Pencegahan Nyeri Leher dan Punggung Bawah Halief Rahmadillah Akbar; Nikmatur Rosidah
ARDHI : Jurnal Pengabdian Dalam Negri Vol. 3 No. 5 (2025): Oktober : ARDHI : Jurnal Pengabdian Dalam Negri
Publisher : Asosiasi Riset Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/ardhi.v3i5.1498

Abstract

Work activities in workshops often require static and repetitive body positions, such as bending over, lifting heavy loads, or reaching into narrow areas of vehicles. These habits can gradually cause muscle tension and lead to neck and lower back pain. Given the high risk, physiotherapy counseling on occupational safety and health (OSH) and ergonomics was conducted to provide practical understanding to B-Garage, Batu City workshop workers. The counseling was delivered interactively through material presentations, direct discussions, and demonstrations of stretching exercises that can be easily applied in daily activities. The results of the activity showed a very significant increase in knowledge; participants who initially did not understand the principles of ergonomics and musculoskeletal pain prevention were able to identify work risks and practice stretching exercises correctly after the education session. This change was clearly evident from the post-test results, which showed a significant overall improvement compared to the pre-test. These findings indicate that physical therapy education not only enhances knowledge but also promotes behavioral changes toward safer, more comfortable, and more productive work patterns.
Edukasi Pencegahan Nyeri Bahu pada Pekerja Rumah Makan di Dapur Potre Koneng Fitkiyah Nurul Khuzaimah; Nikmatur Rosidah
Natural: Jurnal Pelaksanaan Pengabdian Bergerak bersama Masyarakat. Vol. 3 No. 4 (2025): November : Natural: Jurnal Pelaksanaan Pengabdian Bergerak bersama Masyarakat
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/natural.v3i4.1803

Abstract

Introduction Shoulder pain is one of the most common complaints of Musculoskeletal Disorders (MSDs) experienced by workers due to non-ergonomic working postures, repetitive movements, and excessive workloads. This condition can reduce productivity and overall quality of life. Objective To increase restaurant workers’ knowledge about shoulder pain prevention through ergonomic education and simple stretching exercises that can be performed independently. Methods A descriptive observational study was conducted involving 20 kitchen workers at Potre Koneng Restaurant. The program consisted of permission procedures, workplace observation, questionnaire distribution, and health education using a leaflet. The educational material included the definition of shoulder pain, signs and symptoms, risk factors, preventive measures, and simple stretching techniques. Results The Form revealed that most workers experienced shoulder pain related to bending postures, lifting loads >5 kg, and limited rest breaks. Following the education session, participants demonstrated improved understanding of proper working posture and the importance of regular stretching, and expressed willingness to practice it during work breaks. Conclusion Ergonomic education and stretching exercises were effective in improving awareness of shoulder pain prevention among informal sector workers. Similar programs are recommended as promotive and preventive measures in high-risk workplaces.
Edukasi dan Penanganan Fisioterapi Nyeri Punggung Bawah pada Kelompok Ibu Hamil di Praktek Mandiri Bidan I Gusti Agung Yuda Paradita Cahyana; Nikmatur Rosidah; Sumiati, I Gusti Ayu Nyoman
BERBAKTI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 04 (2025): ISSUE APRIL
Publisher : PT. Mifandi Mandiri Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehamilan adalah periode unik yang dialami oleh wanita, saat baru dinyatakan hamil dari TW1 sampai TW3 berbagai macam keluhan yang dialami oleh ibu hamil yaitu mual muntah, pusing, tidak ada nafsu makan, dan yang paling sering dikeluhkan saat TW3 adalah nyeri punggung bawah. Nyeri punggung bawah pada ibu hamil diakibatkan karena perubahan hormonal, peningkatan berat badan, perubahan postur tubuh, perubahan sistem musculoskeletal biasanya terjadi pada umur kehamilan yang semakin bertambah yaitu pada TW3. Metode Penelitian: pemberian penyuluhan dan penerapan terapi latihan senam hamil yang dilakukan tanggal 9 Maret 2025 jam 09.00 WITA sampai selesai di Praktek Mandiri Bidan, Jalan K.H. Samanhudi, Lingkungan Gede, Kelurahan Subagan, Kecamatan dan Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali dengan 11 responden. Promosi kesehatan pada kegiatan ini menggunakan leaflet dan pengisian kuesioner terdiri dari 5 pertanyaan. Hasil: Terdapat pada evaluasi pre-test dan post-test peningkatan pengetahuan dan penurunan nyeri punggung bawah yang dibuktikan dengan hasil kuesioner. Pembahasan: Peningkatan pemahaman terjadi setelah diberikan penyuluhan dan penerapan latihan senam hamil membuat nyeri pada punggung bawah berkurang.
Utilization Community-Based Rehabilitation Methods to Improve Independence and Quality of Life for Patients with Disabilities in Nara Phirom Health Promoting Hospital, Thailand Dwi Rosella Komalasari; Umi Budi Rahayu; Suryo Saputra Perdana; Pakaratee Chaiyawat; Nikmatur Rosidah
Warta LPM WARTA LPM, Vol. 27, No. 2, Juli 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v27i2.4782

Abstract

The disability community activity, Nara Phirom Health Promoting Hospital in Banglen District, Nakhon Pathom, Thailand, collaborated with the Faculty of Physiotherapy, Mahidol University to support the disability community. Using the Community-based rehabilitation (CBR) method, the aim to enhance independence and quality of life. Evaluation includes IADL for independence and WHOQoL Bref-100 for quality of life. Education on health, immobilization, and exercise was provided to patients, families, and caregivers. Therapists teached physical exercises, to be repeated 2-3 times daily by caregivers and family. The 1-month program, supervised by therapists, includes standing and walking for patients with lower extremity strength of 3/5 (measured by manual muscle testing). Rehabilitation involves crafting items like wallets and bags, stamps, and flowers from bottles. Results, patients with low function status (very dependent on other people) decreased by 64.3%, moderate function increased by 116.7% and independence increased by 111.1%. There was a significant improvement in quality of life (WHOQoL) and all domains after CBR program.
PERBANDINGAN KUALITAS HIDUP ANTARA MAHASISWA PEROKOK DAN NON PEROKOK DI KOTA MALANG: A Comparative Study of Quality of Life Between Smoking and Non-Smoking Students in Malang City M. Raiz Muthohiry; Nikmatur Rosidah; Arys Hasta Baruna
Media Fisioterapi Politeknik Kesehatan Makassar Vol 18 No 1 (2026): Media Fisioterapi Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/fis.v18i1.2202

Abstract

Perilaku merokok merupakan fenomena yang umum ditemukan pada kalangan mahasiswa dan sering dikaitkan dengan gaya hidup, mekanisme koping stres, serta interaksi sosial, namun berpotensi berdampak negatif terhadap kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kualitas hidup antara mahasiswa perokok dan non-perokok. Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional yang dilakukan di Malang. Sampel penelitian berjumlah 72 mahasiswa laki-laki yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan dibagi secara seimbang antara kelompok perokok dan non-perokok. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner WHOQOL-BREF untuk mengukur kualitas hidup serta Glover-Nilsson Smoking Behavioral Questionnaire untuk menilai perilaku merokok. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Uji normalitas menggunakan Shapiro-Wilk menunjukkan data berdistribusi normal, sehingga dilanjutkan dengan uji Independent t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada usia dewasa muda dan tingkat merokok didominasi oleh kategori ringan. Secara umum, kualitas hidup responden berada pada kategori baik hingga sangat baik. Namun, mahasiswa non-perokok lebih banyak berada pada kategori sangat baik dibandingkan mahasiswa perokok. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan signifikan kualitas hidup antara kedua kelompok, yang menunjukkan bahwa kebiasaan merokok memengaruhi kualitas hidup mahasiswa. Mahasiswa perokok cenderung mengalami penurunan kondisi fisik dan kesejahteraan psikologis dibandingkan non-perokok. Kesimpulannya, mahasiswa non-perokok memiliki kualitas hidup yang lebih baik dibandingkan mahasiswa perokok. Kata Kunci : kualitas hidup, mahasiswa, perokok, aktifitas fisik Smoking behavior is commonly found among university students and is often associated with lifestyle, stress coping, and social interaction, but it may negatively affect quality of life. This study aimed to compare the quality of life between smoking and non-smoking students. This research used a quantitative analytic design with a cross-sectional approach conducted at the Malang City. The sample consisted of 72 male students selected using purposive sampling, divided equally into smoking and non-smoking groups. Data were collected using the WHOQOL-BREF questionnaire to measure quality of life and the Glover-Nilsson Smoking Behavioral Questionnaire to assess smoking behavior. Data analysis included univariate and bivariate analysis. Normality was tested using Shapiro-Wilk and showed normal distribution, followed by an independent t-test to compare both groups. The results indicated that most respondents were in early adulthood and that smoking intensity varied, with the majority categorized as light smokers. Overall, the quality of life of respondents was in the good to very good category. However, non-smoking students tended to have a higher proportion in the very good category compared to smoking students. Statistical analysis showed a significant difference in quality of life between the two groups, indicating that smoking behavior influences students' quality of life. Smoking students were more likely to experience decreased physical condition and psychological well-being compared to non-smokers. In conclusion, non-smoking students have better quality of life than smoking students, highlighting the negative impact of smoking behavior on overall well-being. Keywords : quality of life, smoking behavior, behavioral, students activity
PENYULUHAN MENGENAI BAHAYA PENGGUNAAN BABY WALKER DI POSYANDU KIDUL DALEM RW 4 KOTA MALANG Prasasti Millennia Seputri; Nikmatur Rosidah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol 7 No 2 (2024): Februari
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jpm.v7i2.4041

Abstract

Baby walkers are promoted to parents as tools that can help children learn to walk. However, research shows that this is not true. Baby walkers have been shown to slow gross motor skills and increase the incidence of injuries. This counseling was conducted with the aim of providing education to parents, especially mothers who often accompany children in health post activities regarding the dangers of using baby walkers. The counseling method uses leaflet media and there is a pretest and post-test by giving a questionnaire containing several questions about baby walkers to assess the effectiveness of counseling. The evaluation results showed an increase in knowledge with a value of 97.5% of respondents able to answer perfectly and only 2.5% who could not answer the question perfectly. This value shows that counseling on the dangers of using baby walkers has the effectiveness of increasing parents' knowledge about the effects of using baby walkers on children's motor development. In this case, the risk of children's motor development problems can be avoided.
Perbandingan Pengaruh Walking Exercise dan Aerobic Exercise Terhadap Kualitas Tidur Pasien Diabetes di Kota Malang Fatihah Aqso Kamilah; Nikmatur Rosidah; Safun Rahmanto
Jurnal Nasional Fisioterapi Vol. 4 No. 2 (2026): Juni (2026)
Publisher : Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64974/jnf.v4i2.123

Abstract

Diabetes Melitus merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan hiperglikemia dan dapat menyebabkan gangguan kualitas tidur. Intervensi aktivitas fisik yang diketahui seperti olahraga jalan kaki dan olahraga aerobik dapat membantu meningkatkan kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas olahraga jalan kaki dan olahraga aerobik dalam meningkatkan kualitas tidur pasien diabetes di Kota Malang. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan pendekatan dua kelompok pre-test dan post-test. Sampel penelitian bagian menjadi dua kelompok intervensi. Intervensi diberikan selama 8 minggu dengan frekuensi 3 kali per minggu dan durasi 30 menit per sesi. Kualitas tidur diukur menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Analisis data dilakukan untuk mengetahui perbedaan sebelum dan sesudah intervensi serta perbandingan antar kelompok. Hasil penelitian diharapkan menunjukkan adanya peningkatan kualitas tidur pada kedua kelompok serta perbedaan efektivitas antara kedua intervensi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan alternatif intervensi fisioterapi yang sederhana dan efektif untuk meningkatkan kualitas tidur pasien diabetes. Kata kunci: Diabetes Melitus, kualitas tidur, olahraga jalan kaki, olahraga aerobik