Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

SOSIALISASI DAN PELATIHAN PEMBIBITAN TANAMAN STROBERI PADA KARANG TARUNA 86 DESA SEMANDING-PARE-KEDIRI Dwi Apriyanti Kumalasari; CHITRA DEWI YULIA CHRISTIE; NIA AGUS LESTARI; Novi Priyambodo; Hasbi Ashshiddiqi W K; Khusniyah Khusniyah; Imam Suhaimi
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Abdikmas
Publisher : LPPM Universitas Kahuripan Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/abdikmas.v1i2.517

Abstract

Abstrak Tanaman stroberi merupakan tanaman buah herba, dimana tanaman ini dahulunya sulit dikembangkan didaerah tropis seperti di Indonesia, tanaman ini menyukai suhu dingin. Akan tetapi seiring dengan perkembangan keilmuan dan teknolologi, tanaman stroberi dapat dibudidayakan didaerah tropis dan di Indonesia sekarang ini sudah banyak yang melakukan pembudidayaan terhadap tanaman ini. Pembudidayaan tanaman ini tidaklah terlepas dari pembibitan, untuk pembibitan tanaman ini dapat dilakukan melalui vegetative maupun generative. Sosialisasi dan pelatihan terhadap masyarakat mengenai pembibitan ini akan menjadi penting dan dapat menambah pengetahuan serta lebih mendekatkan tanaman stroberi pada masyarakat, dalam hal ini masyarakat disini ialah Karang Taruna 86 Desa Semanding-Pare-Kediri. Semua peserta mampu mempraktekkan pembibitan strawberi baik menggunakan persemaian biji, maupun menggunakan tunas baru. Peserta mengaku senang dengan acara PKM tersebut karena menambah wawasan pengetahuan dan menambah keahlian pemuda pemudi karang taruna. Kata kunci: Sosialisasi Pembibitan, Tanaman Stoberi, Pelatihan Pembibitan, Karang Taruna. Abstract Strawberry plant is a herbaceous fruit plant, where this plant was previously difficult to develop in tropical areas such as Indonesia, this plant likes cold temperatures. However, along with scientific and technological developments, strawberry plants can be cultivated in the tropics and in Indonesia now many have cultivated this plant. Cultivation of this plant can not be separated from nurseries, for breeding this plant can be done through vegetative or generative. Socialization and training to the community regarding this nursery will be important and can increase knowledge and bring strawberry plants closer to the community, in this case the community here is Karang Taruna 86 Semanding-Pare-Kediri Village. All participants were able to practice breeding strawberries either using seed nurseries or using new shoots. Participants admitted that they were happy with the PKM event because it added insight to knowledge and increased the skills of youth and youth organizations. Keyword: Nursery Socialization, Strawberry Plants, Nursery Training, Youth Organizations.
PELATIHAN STRATEGI PEMASARAN ONLINE BAGI UMKM BAWANG GORENG DI KECAMATAN GROGOL Choirul Hana; Dwi Apriyanti Kumalasari; Rico Anggriawan
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal Abdikmas
Publisher : LPPM Universitas Kahuripan Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/abdikmas.v2i1.632

Abstract

Bawang Merah (allium cepa L. Var. aggregratum) adalah salah satu bumbu masak utama dunia yang berasal dari Iran, Pakistan dan pegunungan – pegunungan di sebelah utaranya, tetapi kemudian menyebar di berbagai penjuru dunia, baik sub tropis maupun tropis. Wujudnya berupa ubi yang dapat dimakan mentah, untuk bumbu masak, acar, obat tradisional, zat pewarna dan campuran sayuran. Daerah sentral penghasil bawang di Indonesia yaitu Brebes, Probolinggo, Tegal, Nganjuk, Cirebon, Kediri, Bandung, Malang, dan Pemalang. Kabupaten Nganjuk memiliki potensi utama penghasil padi dan bawang merah. Bawang merah biasanya dipanen beserta daunnya. Umur panen bawang merah cukup bervariasi, tergantung varietas, tempat penanaman, tingkat kesuburan, dan tujuan penanaman. Seperti petani bawang merah di Desa Setren – Kecamatan Rejoso – Kabupaten Nganjuk mulai panen bawang merah di usia 3-4 bulan, dalam setiap tahunya mereka panen sebanyak 3 sampai 4 kali. Bawang merah dipanen beserta daun. Untuk bawang merah yang digunakan untuk bibit masa panen lebih lama 10 hari dari bawang merah yang dikonsumsi. Perlakuan pasca panen bawang merah untuk bibit dan konsumsi berbeda. Untuk bawang merah yang dijadikan bibit setelah dipanen diletakan menggantung diatas jagrak tanpa dipotong daunya. Sedangkan untuk bawang merah yang dikonsumsi setelah dipanen dari sawah dibiarkan selama 10 hari untuk menghilangkan kadar air, dibawa ketempat pemotongan daun kemudian dijual. Banyak permasalahan yang dihadapi petani bawang merah baik sebelum maupun sesudah panen seperti serangan hama, naiknya biaya tenaga kerja pada saat panen, Sulit mencari pestisida, turunya harga bawang merah. Dari permasalahan tersebut yang pengabdi memberikan solusi untuk menanggulangi turunya harga bawang merah dengan mengadakan Pelatihan Strategi Pemasaran Bagi UMKM Bawang Goreng di Kecamatan Grogol. Tujuan yang ingin dicapai dari pengabdian ini adalah pendidikan pada masyarakat khususnya kepada UMKM bawang goreng. Luaran wajib dari pengabdian ini adalah publikasi di jurnal nasional ber ISSN, Peningkatan pemberdayaan mitra dalam pengetahuan, ketrampilan dan semakin luasnya area pemasaran. Abstract Shallots (Allium cepa L. Var. aggregratum) is one of the world's main cooking spices originating from Iran, Pakistan and the mountains to the north, but then spread to various parts of the world, both sub-tropical and tropical. Its form is in the form of sweet potatoes that can be eaten raw, for cooking spices, pickles, traditional medicines, coloring agents and mixed vegetables. The central onion-producing regions in Indonesia are Brebes, Probolinggo, Tegal, Nganjuk, Cirebon, Kediri, Bandung, Malang, and Pemalang. Nganjuk Regency has the main potential for producing rice and shallots. Shallots are usually harvested along with the leaves. The harvesting age of shallots is quite varied, depending on the variety, the place of planting, the level of fertility, and the purpose of planting. For example, shallot farmers in Setren Village – Rejoso District – Nganjuk Regency start harvesting shallots at the age of 3-4 months, each year they harvest 3 to 4 times. Shallots are harvested along with the leaves. For shallots used for seeds, the harvest period is 10 days longer than the shallots consumed. The post-harvest treatment of shallots for seeds and consumption is different. For onions that are used as seeds after being harvested, they are placed hanging over the jagrak without cutting the leaves. Meanwhile, shallots that are consumed after being harvested from the fields are left for 10 days to remove the moisture content, taken to a leaf cutting site and then sold. There are many problems faced by shallot farmers both before and after harvest, such as pest attacks, rising labor costs at harvest, difficulty finding pesticides, falling prices of shallots. From these problems, the service provider provides a solution to overcome the fall in the price of shallots by holding a Marketing Strategy Training for Fried Onion SMEs in Grogol District. The goal to be achieved from this service is education for the community, especially for fried onion SMEs. The mandatory outputs of this service are publications in national journals with ISSN, Increased partner empowerment in knowledge, skills and the wider marketing area
SOSIALISASI DAN PELATIHAN PENGOLAHAN MANGGA MENJADI SARI BUAH MANGGA MILENIAL PADA KARANG TARUNA DAN IBU-IBU PKK RT 68 DESA SEMANDING KECAMATAN PARE KABUPATEN KEDIRI Dwi Apriyanti Kumalasari; Nia Agus Lestari; Chitra Dewi Yulia Christie; Hasbi Ashshiddiqi W.K; Khusniyah Khusniyah; Novi Dwi Priambodo; Imam Suhaimi
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal Abdikmas
Publisher : LPPM Universitas Kahuripan Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/abdikmas.v2i1.639

Abstract

Mangga merupakan buah favorit yang banyak dikonsumsi masyarakat baik dalam bentuk segar maupun dalam bentuk jus. Kandungan gizi yang ada dalam buah mangga juga dinilai cukup tinggi untuk dikonsumsi setiap harinya. Mangga podang urang merupakan salah satu jenis mangga lokal dari daerah Kediri yang menjadi potensi unggulan daerah. Keberlimpahan hasil buah mangga podang urang serta menurunnya distribusi penjualan dari mangga akibat pandemi covid19 menjadi salah satu masalah yang harus dipecahkan. Solusi yang ditawarkan oleh tim pengabdian masyarakat Fakultas Pertanian Universitas Kahuripan Kediri adalah dengan melakukan pengolahan manga podang urang menjadi minuman sari buah milenial. Sehingga dilakukan pengabdian masyarakat dengan melakukan sosialisasi dan pelatihan dalam pengolahan mangga podang urang menjadi minuman sari buah milenial yang dapat meningkatkan pengetahuan karang taruna dan ibu-ibu PKK RT 68 Desa Semanding serta dapat menjadi solusi dalam menambah pendapatan masyarakat yang terkena dampak dari pandemi covid19 ini. Abstract Mango is a favorite fruit that is consumed by many people, both in fresh from and in the form of juice. The nutritional content in mangoes is also considered high enough to be consumed every day. Manggo of podang urang is one of the local mango species from Kediri area which is a regional superior potential. The abundance of podang urang mango fruit and the declining distribution of sales of mangoes due to the pandemic of covid19 are among the problems that must be solved. The solution offered by the community service team of the Faculty of Agriculture University of Kahuripan Kediri is to process mango of podang urang into millenial fruit juice drinks. So that community service is carried out by conducting socialization and training in processing mango podang urang into millennial fruit juice which can increase the knowledge of youth groups and PKK women RT 68 Semanding village and can be a solution in increasing the income of people affectes by ths pandemic of covid19.
SOSIALISASI DAN PELATIHAN PENGOLAHAN SAMPAH RUMAH TANGGA DAN KOTORAN TERNAK MENJADI PUPUK ORGANIK PADA KARANG TARUNA 86 DESA SEMANDING KECAMATAN PARE KABUPATEN KEDIRI Dwi Apriyanti Kumalasari; Nia Agus Lestari; Chitra Dewi Yulia Christie; Hasbi Ashshiddiqi W.K; Khusniyah Khusniyah; Novi Dwi Priambodo; Imam Suhaimi; Adi Luqman Hakim; Sussanti Sussanti; M. Nurul Khusnun
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Abdikmas
Publisher : LPPM Universitas Kahuripan Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/abdikmas.v2i2.763

Abstract

Sampah rumah tangga adalah sisa pembuangan dari aktifitas rumah tangga berupa sisa makanan, kemasan, dan bahan-bahan lain sisa konsumsi manusia. Sedangkan kotoran ternak adalah sisa olahan makanan ternak yang berasal dari sapi, ayam, kambing, dan bebek. Kotoran ternak dan sampah rumah tangga mampu menimbulkan bau tidak sedap dan merusak pemandangan bahkan mampu menimbulkan penyakit. Umumnya sampah tersebut dibuang tanpa mengalami pengolahan lebih lanjut untuk dimanfaatkan. Tim pengabdian masyarakat Fakultas Pertanian Universitas Kahuripan Kediri memberikan tawaran solusi pengolahan sampah rumah tangga dan kotoran ternak menjadi bermanfaat. Sehingga kami melakukan kegiatan pengabdian masyarakat dengan melakukan sosialisasi dan pelatihan dalam pengolahan sampah rumah tangga dan kotoran ternak menjadi kompos yang bermanfaat sebagai media pemupukan tanaman sekitar rumah untuk karang taruna dan ibu-ibu PKK RT 68 Desa Semanding. Selain itu upaya ini bisa meningkatkan pendapatan masyarakat di era covid 19.
The Role of Bumdesa in Efforts to Increase Msme Income for Traditional Snacks Khusniyah, Khusniyah; Kumalasari, Dwi Apriyanti; Lestari, Nia Agus ; Sussanti   , Sussanti   ; Ramadhani W , Bagus
AGRITEPA: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 11 No 1 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Dehasen University Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/agritepa.v11i1.5629

Abstract

Purpose: This study aims to determine the role of BUM Desa (village-owned enterprises) in increasing the income of small traditional snack businesses. Methodology: The research was conducted in Kedungsumur Village, Krembung District, Sidoarjo Regency, using a qualitative approach. The study was carried out from January 2023 to April 2023. The research location was selected using a perceptive method with key informants. Informants included all elements related to village governance and MSME actors. Results and Findings: The results indicate that BUM Desa can increase MSME income in traditional snacks by enhancing skills through training. This includes financial management training, product quality improvement training, digital marketing training in collaboration with external parties, and facilitating MSME legal permits. Novelty and Originality: This study provides evidence of BUM Desa’s effectiveness in boosting MSME incomes and community welfare through targeted training and support. Conclusions: The development of BUM Desa enterprises leads to increased MSME income and improved community welfare. Type of Paper: Empirical Research Article
Analisis Daya Saing Porang di Pasar Global (Studi Kasus: Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun) Putra, Demmy Filsafa Ratna; Kumalasari, Dwi Apriyanti; Trisulo, Trisulo
Manajemen Agribisnis: Jurnal Agribisnis Vol 25 No 2 (2025): Manajemen Agribisnis: Jurnal Agribisnis
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/agribisnis.v25i2.7682

Abstract

Abstract Porang is a tuber commodity that has a high selling value in the global market so that many farmers do farming in Indonesia. One of the porang centers in Indonesia is Saradan District, Madiun Regency. The main challenge that porang farmers complain about is the volatility of output prices due to the closure of the Indonesian porang export market by China. The reason is that the quality of porang in Indonesia is not worth trading in the global market. In addition, farmers also face problems with financing, especially in terms of purchasing bulbils (seeds). In order to assist farmers in overcoming these challenges. The objectives of the study are 1) to determine the comparative advantage and competitive advantage of porang in Saradan District, Madiun Regency and 2) to determine whether there arechanges in input-output prices on the comparative advantage and competitive advantage of porang in Saradan District, Madiun Regency. The approachused is Policy Analysis Matrix. The results of the above analysis can be concluded that the competitive advantage and comparative advantage of porang are very good, this is because the value of KP and KPE is less than 1.
Benefit-Cost Ratio and Payback Period of Palm Oil Plantation Business in Kalimantan Susanto, Anton; Kumalasari, Dwi Apriyanti
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 8, No 3 (2025): July, Social Studies, Educational Research and Humanities Research.
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v8i3.48995

Abstract

This study aims to analyze the cost structure and financial feasibility of oil palm farming in Buana Mustika Village, Telaga Antang Subdistrict, East Kotawaringin Regency. The research employed a qualitative approach using purposive sampling based on land size: 1.5 ha, 7.25 ha, and 25 ha. Data were collected through interviews, observations, and documentation, and analyzed using financial feasibility indicators such as R/C Ratio, B/C Ratio, NPV, IRR, and Payback Period. The results show that all scales of oil palm farming are financially feasible with R/C Ratios above 2 (ranging from 2.11 to 2.58), B/C Ratios greater than 1, and IRRs ranging from 50% to 81%. The payback period is achieved in less than 2 years. Additionally, contribution margins and NPV results are highly positive. The study concludes that oil palm farming in Buana Mustika Village is profitable and feasible for sustainable development.
Kajian food waste untuk meningkatkan ekonomi keluarga Khusniyah, Khusniyah; Muis, Zeni Zainal; Kumalasari, Dwi Apriyanti
Jurnal Agrotek Ummat Vol 9, No 3 (2022): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jau.v9i3.8649

Abstract

Indonesia is the second largest contributor to food waste in the world. The Global Hunger Index said that the level of hunger in Indonesia is at a serious level but processing food waste can have a positive impact on the family economy. This study first aims to determine the factors that influence the behavior of preparing food, secondly to determine the factors that influence the behavior of wasting food, and thirdly to find out that food waste can improve the family's economy. This type of qualitative descriptive research was carried out in Jiken Village, Tulangan District, Sidoarjo Regency, East Java purposively using primary and secondary data. Data were taken by sampling with household interviews and analyzed to obtain answers to the research objectives. The results showed that the behavioral factors of the household preparing food include the number of family members, planning to prepare food, the amount of food preparation costs, the intensity of cooking a day, and whether or not they have ever learned to cook. Factors that influence household behavior in disposing of food include inappropriate menus, number of menus, schedule of eating more than twice a day, appearance of ordinary food, and inappropriate taste of food. Food waste can improve the family's economy, namely 60% food waste can be used to animal feed. It is hoped that this research method will produce patterns of household behavior in preparing food and reducing the amount of food waste and the family economy will increase from food waste processing.
Performa Produksi Dan Kelayakan Usaha Peternakan Ayam Pedaging Yang Ditambahkan Probiotik Bakteri Asam Laktat Anggriawan, Rico; Candra, Diyah Ayu; Kumalasari, Dwi Apriyanti; Hanna, Choirul
Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/fillia.v10i2.7706

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan probiotik berbasis bakteri asam laktat dalam air minum terhadap performa produksi dan kelayakan usaha ayam pedaging pada sistem kandang open house. Penelitian dilaksanakan pada empat kandang, masing-masing berisi 5.000 ekor ayam pedaging, dengan empat perlakuan: tanpa probiotik (kontrol), penambahan probiotik dosis 0,5 ml/liter, 1 ml/liter, dan 2 ml/liter air minum. Parameter yang diamati meliputi bobot badan akhir, feed conversion ratio (FCR), indeks performa, deplesi, Break Even Point (BEP) harga dan unit, R/C ratio, dan Payback Period (PP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan probiotik dosis 1 ml/liter menghasilkan performa terbaik, ditandai dengan bobot badan tertinggi (2.31 g), FCR terendah (1,43), indeks performa tertinggi (434), serta tingkat deplesi terendah (2,70%). Selain itu, kelayakan usaha juga meningkat, dengan nilai R/C ratio sebesar 1,34 dan Payback Period tercepat yaitu 1,71 tahun. Berdasarkan hasil tersebut, disimpulkan bahwa penggunaan probiotik dosis 1 ml/liter air minum merupakan strategi yang efektif untuk meningkatkan efisiensi produksi dan profitabilitas usaha peternakan ayam pedaging pada sistem kandang open house.