Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Upaya Mengatasi Kecemasan Berbicara Di Depan Kelas Melalui Pengimplementasian Kombinasi Strategi Systematic Desensitization dan Strategi Cognitive Restructuring Siswa Kelas VIII-D SMP Negeri 3 Nganjuk Purnomo Purnomo
Dharma Pendidikan Vol 16 No 1 (2021): Dharma Pendidikan
Publisher : STKIP PGRI Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69866/dp.v16i1.157

Abstract

Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Siswa merupakan sentral dalam keseluruhan pendidikan. Pada proses penyelenggaraan pendidikan ditengarai tidak sedikit siswa yang menghadapi permasalahan dan perlu untuk diselesaikan terutama yang berkaitan dengan psikologis siswa. Salah satu masalah yang pada akhir-akhir ini muncul terkait dengan pelaksanaan kurikulum baru yang meminta siswa lebih aktif untuk mengekspresikan dan mengaktualisasikan diri dengan banyak tampil di depan kelas tampak bahwa banyak siswa yang mengalami kecemasan untuk tampil di depan kelas Sebagai tindak lanjut, maka peneliti memilih judul : Upaya Mengatasi Kecemasan Berbicara Di Depan Kelas Melalui Pengimplementasian Kombinasi Strategi Systematic Desensitization Dan Strategi Cognitive Restructuring Siswa Kelas VIII-D SMP Negeri 3 Nganjuk. Dalam usaha membantu mengatasi permasalahan yang dihadapi siswa tersebut, dicoba dengan menggunakan kombinasi antara Strategi Systematic desensitization (SD) dengan Strategi Cognitive Restructuring (CR). Asumsi yang mendasari digunakannya Strategi Systematic desensitization (SD) untuk mengatasi berbicara di depan kelas adalah bahwa kemampuan stimuli, khususnya yang menimbulkan kecemasan dapat dikurangi atau diperlemah jika terjadi suatu respon antagonistik terhadap kecemasan. Sedangkan asumsi digunakannya Strategi Cognitive Restructuring (CR) adalah perasaan dan perilaku individu sebagian besar ditentukan oleh cara dia memandang dunia. Kecemasan berbicara di muka (depan kelas) disebabkan oleh adanya keyakinan-keyakinan individu yang tidak rasional tentang suatu peristiwa yang ada hubungannya dengan berbicara di muka. Metode penelitian yang digunakan adalah PTK (Penelitian Tindakan Kelas). Penelitian dilakukan dalam tiga siklus, diawali dengan menyusun rencana dan jadwal kegiatan, merancang instrumen penelitian dan merancang langkah-langkah pembimbingan yang akan diterapkan selama penelitian berlangsung, kemudian dilakukan pelaksanaan tindakan, diteruskan dengan analisis dan refleksi untuk menentukan tindakan pada siklus berikutnya. Hasil yang didapatkan dari penelitian adalah terjadinya penurunan tingkat kecemasan berbicara di depan kelas dengan mengimplemantasikan Kombinasi Strategi Systematic Desensitization Dan Strategi Cognitive Restructuring.
Model Pelatihan Tari: Penguatan Kompetensi Pedagogik & Profesionalisme Guru Agus Budiman; Ria Sabaria; Purnomo Purnomo
PANGGUNG Vol 30 No 4 (2020): Kearifan Lokal dalam Metode, Model dan Inovasi Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v30i4.1370

Abstract

penting. Keberadaannya memiliki peran sentral dalam mewujudkan suatu kualitas mutupendidikan, termasuk dalam penyelenggaran pendidikan seni tari di sekolah dasar. Tujuanpenulisan ini adalah ingin memberikan data dan informasi mengenai kegiatan pelatihantari pada guru-guru seni budaya yang dilaksanakan di Kabupaten Tasikmalaya dalammengembangkan kemampuan pedagogik dan profesionalisme guru Seni Budaya. Penelitianini menerapkan metode pengumpulan data kuantitatif deskriptif dengan menyebarkanangket kepada 170 responden. Metode pelatihan tari yang dikembangkan dalam kegiatan inimenggunakan konsep model pelatihan empat langkah dari Crone Hunter dengan melaluitahapan pembentukan kelompok/peserta pelatihan, identifikasi kebutuhan belajar, penentuankurikulum atau program pelatihan, dan mengevaluasi pelaksanaan dari hasil pelatihan. Hasilkegiatan pelatihan ini menunjukan adanya peningkatan kompetensi pedagogik dan kompetensiprofesional, melalui hasil pengukuran evaluasi kegiatan yang disebarkan melalui instrumenangket evaluasi pelaksanaan pelatihan.Kata Kunci: Model Pelatihan, Tari, Kompetensi Pedagogik, Profesionalisme Guru
Comparative Analysis of Business Judgment Rules in Civil Law and Common Law Systems Sugiarto Sugiarto; Sapta Eka Yanto; Sudiyanto Sudiyanto; Panji Riyadi; Purnomo Purnomo; Royan Siagian; Zainal Arifin Hosein
Mandub : Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora Vol. 2 No. 4 (2024): Desember : Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora
Publisher : STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59059/mandub.v2i4.1753

Abstract

This study examines the comparative regulation of the Business Judgment Rule (BJR) between countries adopting Civil and Common Law systems. BJR is a principle that grants corporate decision-makers the discretion to make business decisions without fear of legal liability, provided that the decisions are made in good faith, are reasonable, and free from conflicts of interest. This research aims to identify the similarities and differences in the regulation of BJR between civil law and common law countries and analyze the factors contributing to these differences. This research employs a normative juridical method with a legislative and comparative law approach. These approaches are utilized to analyze relevant national and international legislation and compare the application of BJR in Indonesia with that of other countries, such as the United States and European nations. The findings are expected to provide insights into the philosophical and practical differences in the regulation and implementation of BJR across these two legal systems.
Effectiveness of Administrative Sanctions in Overcoming Fraud by Health Facilities on JKN Participants Purnomo Purnomo; Zainal Arifin Hosein
Desentralisasi : Jurnal Hukum, Kebijakan Publik, dan Pemerintahan Vol. 2 No. 1 (2025): Desentralisasi : Jurnal Hukum, Kebijakan Publik, dan Pemerintahan
Publisher : Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/desentralisasi.v2i1.426

Abstract

This study discusses the effectiveness of implementing administrative sanctions to overcome fraud practices by health facilities against National Health Insurance (JKN) participants in Indonesia. Fraud practices involving claim manipulation, bill inflation, and falsification of diagnoses result in losses for JKN participants and reduce the quality of health services. This study identifies challenges in supervision, regulatory weaknesses, and obstacles in law enforcement that affect the effectiveness of the administrative sanctions imposed. Based on the analysis, this study recommends regulatory reforms that include the implementation of stricter sanctions, strengthening supervision with information technology, and increasing outreach programs to raise awareness of the impacts of fraud. It is expected that with this reform, the JKN system can run more effectively and reduce fraud practices that are detrimental to all parties.
Analysis of Green Manufacturing Approach in SDGs-Based Tempeh Waste Management Purnomo Purnomo; Nanta Sigit; Samgar
International Journal of Technology and Education Research Vol. 4 No. 01 (2026): January- March, International Journal of Technology and Education Research (IJ
Publisher : International journal of technology and education research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/ijeter.v4i01.2912

Abstract

Small and Medium Industries (SMEs) have an important role in the local economy, but often face challenges in environmentally friendly waste management. This study aims to examine tempeh waste in Tempe Sanan IKM and its management based on the principles of green manufacturing and SDGs, in order to formulate sustainable management recommendations for tempeh SMEs in Sanan Village, Malang, with reference to the principles of the Sustainable Development Goals (SDGs), especially the 6th goal (clean water and sanitation), the 12th (responsible consumption and production), and the 13th (handling climate change). The research method used is a qualitative case study with data collection techniques through in-depth interviews, direct observation, and documentation. The results of the analysis show that most of the Tempe Sanan SMEs have not fully implemented the principle of green manufacturing, especially in the aspect of liquid and solid waste treatment. However, there is great potential for the development of more sustainable waste treatment technology, such as the use of tempeh pulp waste into animal feed or organic fertilizer. This study recommends the need for support from local governments and related institutions in the form of training, incentives, and supporting infrastructure to encourage the transformation of SMEs towards greener and more sustainable industries.
Upaya Mengatasi Kecemasan Berbicara Di Depan Kelas Melalui Pengimplementasian Kombinasi Strategi Systematic Desensitization dan Strategi Cognitive Restructuring Siswa Kelas VIII-D SMP Negeri 3 Nganjuk Purnomo Purnomo
Dharma Pendidikan Vol 16 No 1 (2021): Dharma Pendidikan
Publisher : STKIP PGRI Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69866/dp.v16i1.157

Abstract

Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Siswa merupakan sentral dalam keseluruhan pendidikan. Pada proses penyelenggaraan pendidikan ditengarai tidak sedikit siswa yang menghadapi permasalahan dan perlu untuk diselesaikan terutama yang berkaitan dengan psikologis siswa. Salah satu masalah yang pada akhir-akhir ini muncul terkait dengan pelaksanaan kurikulum baru yang meminta siswa lebih aktif untuk mengekspresikan dan mengaktualisasikan diri dengan banyak tampil di depan kelas tampak bahwa banyak siswa yang mengalami kecemasan untuk tampil di depan kelas Sebagai tindak lanjut, maka peneliti memilih judul : Upaya Mengatasi Kecemasan Berbicara Di Depan Kelas Melalui Pengimplementasian Kombinasi Strategi Systematic Desensitization Dan Strategi Cognitive Restructuring Siswa Kelas VIII-D SMP Negeri 3 Nganjuk. Dalam usaha membantu mengatasi permasalahan yang dihadapi siswa tersebut, dicoba dengan menggunakan kombinasi antara Strategi Systematic desensitization (SD) dengan Strategi Cognitive Restructuring (CR). Asumsi yang mendasari digunakannya Strategi Systematic desensitization (SD) untuk mengatasi berbicara di depan kelas adalah bahwa kemampuan stimuli, khususnya yang menimbulkan kecemasan dapat dikurangi atau diperlemah jika terjadi suatu respon antagonistik terhadap kecemasan. Sedangkan asumsi digunakannya Strategi Cognitive Restructuring (CR) adalah perasaan dan perilaku individu sebagian besar ditentukan oleh cara dia memandang dunia. Kecemasan berbicara di muka (depan kelas) disebabkan oleh adanya keyakinan-keyakinan individu yang tidak rasional tentang suatu peristiwa yang ada hubungannya dengan berbicara di muka. Metode penelitian yang digunakan adalah PTK (Penelitian Tindakan Kelas). Penelitian dilakukan dalam tiga siklus, diawali dengan menyusun rencana dan jadwal kegiatan, merancang instrumen penelitian dan merancang langkah-langkah pembimbingan yang akan diterapkan selama penelitian berlangsung, kemudian dilakukan pelaksanaan tindakan, diteruskan dengan analisis dan refleksi untuk menentukan tindakan pada siklus berikutnya. Hasil yang didapatkan dari penelitian adalah terjadinya penurunan tingkat kecemasan berbicara di depan kelas dengan mengimplemantasikan Kombinasi Strategi Systematic Desensitization Dan Strategi Cognitive Restructuring.
Pengembangan Sistem Irigasi Cerdas Bertenaga Surya dengan Monitoring Kelembaban Tanah untuk Pertanian Berkelanjutan Purnomo Purnomo; Sahabman Tua Pardamean Naibaho; Nabila Adelia Putri; Muhammad Fadhil Dzaki
ARMATUR : Artikel Teknik Mesin & Manufaktur Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Armatur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/armatur.v7i1.10493

Abstract

Water availability is essential for agricultural productivity in Indonesia, especially in addressing climate change and the inefficiency of conventional irrigation systems. This study presents the design and testing of a solar-powered smart irrigation system that integrates Internet of Things (IoT) technology for efficient and sustainable water management. The system consists of an Arduino Uno, YL-69 soil moisture sensor, YF-S201 water flow sensor, 12V DC pump, and a 120 Wp solar panel as an independent energy source. It operates automatically by activating the pump when soil moisture falls below a set threshold and stopping it when optimal moisture is achieved. Test results show that the YL-69 sensor effectively detects soil moisture levels ranging from 31–81%RH, with an average increase of 40.6%RH after irrigation. The YF-S201 sensor demonstrated high accuracy with an average flow rate of 20 L/min and an error rate of only 0.89%. The pump operated steadily with an average current of 6.34A and power of 74.2W, while the solar panel produced an average of 11.88V and the battery 11.64V. Overall, the system efficiently optimizes water and energy use, supporting sustainable agriculture. Future improvements should focus on increasing battery capacity and calibrating the soil moisture sensor for more stable and accurate performance.
Hubungan Kualitas Pelayanan Dan Kepuasan Pasien Dengan Jumlah Kunjungan Di Poli Gigi Puskesmas Wara Kota Palopo nasirah Gassing; Muh. ilyas; Fredy Chandra; Purnomo Purnomo
Jurnal Berita Kesehatan Vol 17 No 2 (2024): Special Edition
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v17i2.187

Abstract

Kualitas pelayanan dapat mempengaruhi tingkat kepuasan pasien,karena jika pasien merasa puas dengan kualitas pelayanan maka ia akan berkunjung kembali ke fasyankes dalam hal ini puskesmas. Pengukuran tingkat pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan ditunjukkan dengan besarnya jumlah kunjungan pasien ke puskesmas tersebut. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui adanya hubungan antara kualitas pelayanan dan kepuasan pasien terhadap jumlah kunjungan pasien di poli gigi Puskesmas Wara kota Palopo.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif penelitian survei, dengan tipe explanatory research yaitu penelitian yang menjelaskan hubungan kualitas pelayanan dan kepuasan pasien dengan kunjungan pasien di poli gigi puskesmas Wara Kota.Populasi dalam penelitian ini yaitu pasien gigi yang berkunjung selama 3 bulan yaitu 1201 orang,sedangkan sampel hanya 80 orang,dengan menggunakan rumus slovin. Dari hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara kelima aspek kualitas pelayanan yaitu, wujud (tangible),kehandalan (reability),cepat tanggap (responsiveness),kepastian (assurance) dan empati (emphaty) terhadap kepuasan pasien dalam pelayanan di poli gigi dimana didapatkan nilai p = 0,000 Dari kelima aspek kualitas pelayanan,ada 3 aspek yang tingkat kepuasan pasien dalam penilaian baik yaitu wujud (tangible),cepat tanggap (responsiveness),kepastian (assurance).Sedangkan 2 aspek lainnya yaitu kehandalan (reability) dan empati (emphaty) dalam penilaian kurang baik bagi pasien. Adapun saran untuk penelitian ini sebaiknya semua pihak yang terkait dalam proses pelayanan lebih meningkatkan mutu pelayanan terhadap pasien,agar mereka merasa puas terhadap pelayanan yang mereka dapatkan di puskesmas.