Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Perubahan Kepadatan Bangunan PermukimanTerdampak Perkembangan Aglomerasi Industri di Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar Sirotulmustaqim, Dikri; Andini, Isti; Widodo, Candraningratri Ekaputri
Konstruksi: Publikasi Ilmu Teknik, Perencanaan Tata Ruang dan Teknik Sipil Vol. 3 No. 2 (2025): April: Konstruksi: Publikasi Ilmu Teknik, Perencanaan Tata Ruang dan Teknik Sip
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/konstruksi.v3i2.808

Abstract

The 2013-2031 Karanganyar Regency RTRW directs Gondangrejo District as an area designated for medium to large-scale industries, although on the other hand there are rural settlement areas in existing conditions. The industry in Gondangrejo District is growing and developing which is agglomerated along the Solo-Purwodadi Road. The development of this agglomeration has an impact on the increasing density of rural settlements around the industry. Therefore, this study aims to measure changes in the density of residential buildings affected by the development of industrial agglomeration in Gondangrejo District, Karanganyar Regency between 2004-2024. The research method used is quantitative with regional relative comparison analysis techniques, average nearset neighbors, and kernel density analysis. The results of the study show that industrial agglomeration in Gondangrejo District has experienced low-level development. The density of residential buildings has also increased to 25 units/ha. The growth of residential buildings, boarding houses, shops/stalls, and parking facilities around the industry is a direct impact of the development of industrial agglomeration on the density of residential buildings.
Faktor yang Mempengaruhi Penggunaan Trayek 15 Trans Jogja Miftahurrahmah, Miftahurrahmah; Pujantiyo, Bambang S.; Andini, Isti
Journal of Comprehensive Science Vol. 4 No. 6 (2025): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v4i6.3364

Abstract

Sentralisasi aktivitas di wilayah perkotaan Yogyakarta mendorong pergerakan penduduk dari daerah sekitarnya ke kota, yang berpotensi menambah kemacetan lalu lintas. Kepemilikan kendaraan meningkat pesat sebesar 4% setiap tahun, sehingga kebutuhan akan layanan transportasi publik yang lebih baik menjadi sangat penting. Sebagai respons, pemerintah memperluas layanan Trans Jogja dengan meluncurkan Trayek 15 yang menghubungkan daerah-daerah utama, termasuk Palbapang dan Malioboro. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan trayek baru ini. Survei dilakukan dengan menggunakan kuesioner pada populasi yang berada dalam jangkauan area 1000 meter, dengan sampel masyarakat setempat. Analisis data menggunakan analisis faktor, dengan mempertimbangkan 10 variabel: usia, kepemilikan kendaraan, pendapatan, pendidikan, jarak, waktu, biaya, keamanan, kenyamanan, dan keteraturan. Hasil penelitian menunjukkan terbentuknya tiga faktor utama yang memengaruhi pemilihan moda, yaitu kualitas pelayanan, kondisi sosial-ekonomi, dan karakteristik perjalanan. Di antara ketiga faktor tersebut, kenyamanan, pendapatan, dan waktu perjalanan terbukti memiliki pengaruh yang paling signifikan. Temuan ini menyarankan agar pemerintah meningkatkan kualitas pelayanan, terutama kenyamanan, dan memperhatikan faktor sosial-ekonomi untuk mendorong penggunaan transportasi publik di wilayah ini.
Partisipasi Masyarakat dalam Program Pelestarian Lingkungan di Kawasan Bendhung Lepen Kampung Mrican, Kota Yogyakarta Dewanti, Isabell Nur Fadhilla; Permana, Raden Chrisna Trie Hadi; Andini, Isti; Kusumastuti
Konstruksi: Publikasi Ilmu Teknik, Perencanaan Tata Ruang dan Teknik Sipil Vol. 3 No. 3 (2025): Juli: Konstruksi: Publikasi Ilmu Teknik, Perencanaan Tata Ruang dan Teknik Sipi
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/konstruksi.v3i3.997

Abstract

Community participation refers to the active involvement of citizens in various stages of the development process, especially at the village level. A concrete example of community participation can be seen in the case study of Bendhung Lepen, located in Mrican Village, Yogyakarta. Bendhung Lepen is an irrigation canal that stems from the Gajah Wong River. Before its revitalization, the area faced numerous environmental problems, primarily due to household waste and pollution that contaminated the waterway and negatively affected the environment and public health. In response to these issues, local residents, along with relevant stakeholders, initiated an environmental conservation program. The main goal of this initiative was to restore the ecological function of Bendhung Lepen and transform it into a clean, green, and beneficial public space for the community. This study aims to measure the level of community participation in the environmental conservation program. Data collection methods included questionnaires for quantitative analysis and in-depth interviews for qualitative insights into community involvement. The results of the study show that community members were actively involved in various phases of the program, including planning, implementation, and evaluation. Stakeholders involved in the program included community leaders, youth groups, environmental organizations, and village officials. The forms of participation extended beyond voicing aspirations to contributing labor (through mutual cooperation) and materials (such as donations or supplies). According to Arnstein’s ladder of participation, the level of community participation in this conservation program falls under the category of "delegated power," which represents a high degree of participation. This means that the community was not merely involved as passive participants but was given real authority in decision-making and program management. These findings indicate that genuine and sustained community involvement plays a crucial role in the success of local environmental conservation efforts.
Dampak Konversi Lahan Pada Daerah Peri-Urban Terhadap Perubahan Mata Pencaharian Petani Tahun 2004-2024: Studi Kasus Desa Gentan, Baki, Sukoharjo Margareta, Lauren Adellia; Andini, Isti; Rahayu, Paramita
Jurnal Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan Vol. 5 No. 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) ITERA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35472/jppk.v5i2.2166

Abstract

Land conversion is a phenomenon of land conversion that causes a decrease in the proportion of a land area to other functions. In peri-urban areas that are dominated by agricultural land, its function changes to non-agricultural land due to land conversion for the construction of public facilities for the community. Especially at the location of this research study located in Gentan Village, Baki District, Sukoharjo Regency, Central Java. The existence of land conversion causes the loss of productive agricultural land so that farmers experience decreased productivity and affects farmers' livelihoods which change from agriculture to non-agriculture such as opening boarding houses, rental houses, shops, stalls and so on. This study uses a deductive quantitative approach with GIS analysis, Likert scale and Wilcoxon test to determine changes in farmers' livelihoods due to agricultural land conversion as the purpose of the study. The use of the snowball sampling technique with a quota of 32 farmers whose land was converted is based on the limitations of secondary data in the search for respondents. So that from this study it was found that land conversion causes significant changes in livelihoods that can affect socio-economic and environmental conditions.
Pemetaan Potensi Diversifikasi Wisata di Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten Permana, Chrisna Trie Hadi; Rahayu, Paramita; Andini, Isti; Mukaromah, Hakimatul; Rini, Erma Fitria; Audyna, Fadhila Sandra; Najwa, Azka Fauzia
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 3 No. 1 (2025): November
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/ymbkcx75

Abstract

Desa Ponggok, yang terletak di Kecamatan Ponggok, Kabupaten Klaten, adalah desa yang berkembang dengan berbasis wisata air. Namun, perkembangan wisata air di Desa Ponggok masih mengalami tantangan seperti belum oprimalnya pengendalian terhadap pemanfaatan sumber daya alam, pencemaran mata air dan permasalahan pengelolaan sampah. Sehingga, diperlukan perkembangan wisata yang beorientasi terhadap keberlanjutan lingkungan. Solusi permasalahan tersebut dilakukan melalui berbagai kegiatan seperti pembentukan platform berbasis peta trail wisata berkelanjutan, video wisata berkelanjutan ponggok, poster atraksi wisata dan melaksanakan mini-workshop. Data didapatkan melalui proses survei lapangan dan focus group discussion (FGD) antara Tim HGR Pengabdian dan pihak BUMDes Ponggok.  Hasil luaran berupa peta trail wisata dilakukan dengan tujuan untuk memperkenalkan berbagai atraksi wisata di Desa Ponggok melalui bentuk rangkaian trail wisata dan transportai penunjangnya serta memberikan edukasi kepada wisatawan melalui poster edukatif. Kegiatan ini dilakukan untuk mendukung pariwisata keberlanjutan di Desa Ponggok sebagai hasil kolaborasi pemikiran antara tim HGR Pengabdian sebagai akademisi dan pihak BUMDes sebagai pengelola wisata desa.
Kesesuaian Karakteristik Rusunawa-rusunawa di Kecamatan Cakung Jakarta Timur terhadap Preferensi Masyarakat Berpenghasilan Rendah Isanjaya, Alfanto Kurneryo; Astuti, Winny; Andini, Isti
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 8, No 1 (2026)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v8i1.90918.26-40

Abstract

Pembangunan infrastruktur di Jakarta sebagai ibu kota negara menyebabkan meningkatnya permintaan lahan untuk tempat tinggal, sementara ketersediaan lahan terbatas dan mahal. Hal ini menjadikan sulit bagi penduduk yang berpenghasilan rendah untuk memiliki hunian yang layak dan menyebabkan banyaknya permukiman kumuh yang tidak sehat. Untuk mengatasi masalah ini, Pemerintah Provinsi Jakarta membangun Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian karakteristik Rusunawa-rusunawa di Kecamatan Cakung, Jakarta Timur terhadap preferensi MBR. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan mengumpulkan data melalui survei dan wawancara terhadap penghuni empat Rusunawa di Cakung, Jakarta Timur, yaitu Rusunawa Rawa Bebek, Rusunawa Cakung Barat, Rusunawa Pinus Elok, dan Rusunawa Penggilingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik Rusunawa-rusunawa di Cakung secara keseluruhan sesuai dengan preferensi MBR, dengan rata-rata persentase kesesuaian sebesar 97%. Aksesibilitas dan keamanan mendapat nilai sempurna, sementara kenyamanan dan fasilitas juga mendapat nilai tinggi meskipun terdapat sedikit perbedaan dengan preferensi MBR. Di sisi lain, harga sewa menunjukkan adanya kesenjangan yang signifikan, yang memerlukan perhatian lebih lanjut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa karakteristik Rusunawa-rusunawa di Cakung telah berhasil memenuhi kebutuhan dan preferensi MBR dalam banyak aspek penting meskipun perlu evaluasi kebijakan harga untuk memastikan kesesuaian dapat maksimal.
Preferensi Bermukim Buruh Industri Besar di Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo Octavia, Fiki; Mukaromah, Hakimatul; Andini, Isti
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v5i2.72229.38-50

Abstract

Hinterland Kota Surakarta merupakan wilayah yang strategis dalam pengembangan sektor industri, dimana salah satunya adalah di Kabupaten Sukoharjo. Menurut Rencana Pembangunan Industri Kabupaten Sukoharjo Tahun 2018-2038, di Kabupaten Sukoharjo terdapat kawasan yang perkembangannya sangat pesat, yaitu Kecamatan Grogol. Perkembangan pesat di Kecamatan Grogol ini ini mengundang banyak pendatang untuk bekerja sebagai buruh industri yang kemudian tidak dapat mengakses perumahan formal sebagai akibat kurangnya penyediaan rumah formal bagi buruh industri. Dengan latar belakang dan karakteristik yang berbeda-beda, para pendatang mengakses perumahan dengan preferensi yang berbeda sesuai dengan kebutuhan dan keinginan mereka. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang menjadi pengaruh dalam preferensi untuk bermukim pada buruh industri besar di Kecamatan Grogol. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif  dengan pengumpulan data primer melalui observasi dan kuesioner, serta pengumpulan data sekunder melalui pengumpulan data instansional dan studi literatur. Teknik analisis yang dipakai adalah analisis faktor. Hasil analisis yang mendapatkan bahwa faktor yang mempengaruhi buruh industri dalam menentukan lokasi bermukim adalah faktor kondisi rumah dan kualitas lingkungan, faktor kenyamanan lingkungan dan jarak tempat kerja, faktor keamanan mengakses layanan umum, serta yang terakhir adalah faktor sarana dasar. Faktor dominan yang mempengaruhi buruh industri besar di Kecamatan Grogol dalam memilih tempat tinggal adalah faktor kondisi rumah dan kualitas lingkungan.
Penilaian Kualitas Permukiman Perkotaan Berdasarkan Konsep Livable Settlement (Studi Kasus: Permukiman Kumuh Danukusuman) Rifiona, Frinka Salma Nanda; Astuti, Winny; Andini, Isti
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 8, No 1 (2026)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v8i1.91906.62-74

Abstract

Kota Surakarta dinobatkan menjadi Kota Paling Layak Huni atau the Most Livable City berdasarkan survey Indonesian Most Livable City Index (MLCI) pada tahun 2022 yang diselenggarakan oleh Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) Indonesia. Namun, sesungguhnya masih banyak dapat ditemui permukiman-permukiman kumuh atau tidak layak huni di Kota Surakarta. Pemerintah Kota Surakarta juga masih menetapkan sejumlah kawasan permukiman kumuh perkotaan. Salah satu kawasan kumuh perkotaan yang mempunyai aktivitas pergerakan yang tinggi di Kota Surakarta adalah permukiman kumuh kawasan Danukusuman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kualitas permukiman pada permukiman kumuh kawasan Danukusuman berdasarkan konsep livablesettlement dengan menggunakan analisis skoring dan metode deskriptif kuantitatif. Pengambilan data dilakukan melalui observasi lapangan, studi literatur, dan penyebaran kuesioner kepada masyarakat dengan kriteria yang ditentukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kualitas permukiman berdasarkan konsep livable settlement pada permukiman kumuh kawasan Danukusuman mempunyai skor sebesar 82,4% yang termasuk ke dalam kategori sangat tinggi. Kategori yang sangat tinggi tersebut menunjukkan bahwa kawasan Danukusuman tidak termasuk ke dalam permukiman kumuh jika dinilai berdasarkan konsep livable settlement.
Globally Connected Fake Eyelash Industry in Relation to the Increase of Local Income per Capita (Case of Kutasari, Purbalingga Regency) Seto, Galih Nur; Andini, Isti; Mukaromah, Hakimatul
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v6i2.88275.16-28

Abstract

The impact of the global economy on foreign investment in various locations has a profound influence on the growth of local industries, including the fake eyelash industry, thereby stimulating local economic development. The emergence of local industries also brings about changes in the economic structure of local communities. This study aims to determine the extent to which local industries contribute to the rise in per capita income within these communities. To achieve this objective, the research initially identifies the characteristics of the industry and subsequently examines their impact on per capita income growth. The results demonstrate that the industry exhibits favorable conditions in terms of workforce, products, and relationships. Moreover, the industry has a high likelihood of positively influencing the increase in per capita income of local communities. In conclusion, local industries play a significant role in bolstering per capita income and even enhancing other aspects related to the community's quality of life.
Identifikasi Karakteristik Kawasan Permukiman Pesisir dalam Menghadapi Bencana Banjir Rob di Pantai Utara Kota Pekalongan Husna, Tsabita Aqila; Astuti, Winny; Andini, Isti
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v7i1.83737.70-88

Abstract

Kebertahanan permukiman pesisir merupakan kapasitas adaptasi yang dimiliki kawasan permukiman di wilayah pesisir. Kebertahanan pada permukiman pesisir menjadi pertimbangan dalam merencanakan pembangunan di suatu wilayah pesisir yang terkena dampak perubahan iklim. Kawasan permukiman di pesisir Kota Pekalongan yang berlokasi di pantai utara pulau Jawa ditetapkan menjadi salah satu kawasan minapolitan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan karena memiliki potensi sumber daya kelautan dan sarana prasarana penunjang wilayah pesisir yang memadai. Namun demikian, kawasan permukiman pesisir Kota Pekalongan menjadi salah satu kota di pesisir yang kerap mengalami bencana banjir rob setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat kebertahanan permukiman pesisir terhadap bencana banjir rob. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi lapangan, kuesioner, wawancara, dan studi literatur. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat kebertahanan permukiman pesisir terhadap bencana banjir rob di pantai utara Kota Pekalongan memiliki klasifikasi kebertahanan tingkat sedang. Nilai klasifikasi kebertahanan tingkat sedang dapat diartikan bahwa karakteristik pada kawasan permukiman pesisir di pantai utara Kota Pekalongan belum sepenuhnya memenuhi kriteria dari beberapa indikator.