Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Analisis Demografi Urbanisasi Berbasis Geographic Information System di Kota Kupang Kevin, Kevin; Larasati, Lintang; Salsabila, Nisrina; Tallo, Amandus Jong
Angkasa: Jurnal Ilmiah Bidang Teknologi Vol 16, No 1 (2024): Mei
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/angkasa.v16i1.1961

Abstract

Urbanisasi merupakan fenomena global yang dihadapi oleh beberapa wilayah perkotaan di Indonesia, termasuk Kota Kupang yang terdiri dari Kecamatan Alak, Kelapa Lima, Kota Lama, Kota Raja, Oebobo, dan Maulafa. Urbanisasi terjadi karena dipengaruhi oleh faktor-faktor yang mendorong terjadinya migrasi dari desa ke kota. Penelitian ini menggunakan analisis geospasial dengan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk mengidentifikasi faktor pendorong urbanisasi di Kota Kupang. Penelitian ini menganalisis hubungan antara kepadatan penduduk dengan lapangan pekerjaan, akses terhadap pendidikan, dan ketersediaan fasilitas umum seperti sarana ibadah, layanan internet, kesehatan, dan transportasi umum di setiap kecamatan tempat terjadinya urbanisasi. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan overlay peta tematik demografi, ekonomi, infrastruktur, dan penggunaan lahan, hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor kepadatan penduduk, lapangan pekerjaan, akses pendidikan, dan fasilitas umum berdampak pada keragaman demografi dan sosial di Kota Kupang
Identifikasi Daerah Rawan Banjir di Kabupaten Sikka Menggunakan Geographic Information System (GIS) Zulkifli, Bari; Ihsan, Fatur; Makkawaru, Muhammad Arung; Fadhalna, Mhd; Tallo, Amandus Jong
Angkasa: Jurnal Ilmiah Bidang Teknologi Vol 16, No 1 (2024): Mei
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/angkasa.v16i1.1966

Abstract

Banjir telah berdampak signifikan pada Kabupaten Sikka dari tahun 2020 hingga 2022 akibat curah hujan ekstrem dan badai. Penelitian ini menggunakan metode berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG), termasuk pembobotan dan penilaian, untuk memetakan daerah yang rentan terhadap banjir dengan menggunakan indikator curah hujan, kemiringan, dan penggunaan lahan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa 11,45% dari total area tidak rentan terhadap banjir, 55,41% cukup rentan, dan 33,13% sangat rentan, terutama di daerah pesisir. Daerah yang sangat rentan mencakup Tana Wawo, Paga, Alok, Nelle, Alok Barat, Talibura, Mangapanda, Waigete, dan Wai Lama, yang membutuhkan perhatian segera untuk pengembangan strategi mitigasi banjir dan respons bencana; penelitian ini mengintegrasikan data OpenStreetMap untuk memvisualisasikan distribusi bangunan, meningkatkan akurasi perencanaan bencana banjir dan upaya mitigasi di Kabupaten Sikka
Edukasi Kemampuan Geospasial Badan Pengawas Tenaga Nuklir Tallo, Amandus Jong; Khairunisa, Khalisha Meirilia; Tallo, Maria Gratiana Yudith
Jurnal SOLMA Vol. 12 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v12i3.13134

Abstract

Background: Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) memiliki tanggungjawab dalam melakukan pengawasan pemanfaatan nuklir di Indonesia berkolaborasi dengan Linkeu Pemda melakukan proses belajar Geospasial. Tujuan kegiatan tersebut adalah menyusun peta dasar dan peta analisis kemampuan lahan guna pembangunan Pembangkit Listik Tenaga Nuklir. Metode: Kegiatan pelatihan berjalan selama 2 hari (2-3 Agustus 2023) di Jakarta dengan Software Arc GIS 10.8. Peta yang digunakan dalam pembuatan peta dasar adalah Peta Wilayah Kabupaten Madiun, sedangkan peta analisis menggunakan wilayah Kabupaten Kendal. Hasil: Peserta mampu melaksanakan pembuatan peta dasar dengan target layout peta dasar sesuai kaidah kartografi. Peta analsis kesesuaian lahan disusun peserta berbasakan kriteria dari beberapa peta tematik dengan proses Weighted Overlay. Kesimpulan: Kegiatan ini menghasilkan peta dasar dan peta kesesuaian lahan yang memenuhi aspek kartografis. Peserta sangat memahami proses pemetaan hal ini terbukti dari nilai post-test diatas 80, tingkat kepuasan peserta 100% terhdap kegiatn tersebut.