Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG DEMAM BERDARAH DENGUE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BASUKI RAHMAD KOTA BENGKULU Vike Pebri Giena; Okta Riyani; Effendi Effendi
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 9 No 1 (2020): Al-Asalmiya Nursing: Jurnal Ilmu Keperawatan (Journal of Nursing Sciences)
Publisher : STIKes Al-Insyirah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (742.74 KB) | DOI: 10.35328/keperawatan.v9i1.611

Abstract

Pada hakekatnya penularan DBD tidak terlepas dari pengetahuan, pendidikan dan perilaku serta kondisi lingkungan tempat tinggal masyarakat yang bersangkutan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh Penyuluhan Kesehatan terhadap Tingkat Pengetahuan masyarakat tentang demam berdarah dengue di wilayah kerja puskesmas basuki rahmad kota bengkulu tahun 2019. Penelitian ini menggunakan desain one group pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang berobat di wilayah kerja Puskesmas Basuki Rahmad kota Bengkulu. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik accidental sampling diperoleh sampel sebesar 48 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik wawancara menggunakan kuesioner yang dibagikan dan di isi langsung oleh responden. Teknik analisa data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian ini didapat nilai significancy (sig) sebesar 0,000 (p<0,05). Hasil penelitian didapatkan: dari 48 orang tingkat pengetahuan masyarakat tentang DBD sebelum diberikan perlakuan yaitu sebanyak 17 orang (35.4%) dengan pengetahuan kurang, sebanyak 25 orang (52.1%) dengan pengetahuan cukup, dan sebanyak 6 orang (12.5%) dengan pengetahuan baik; dari 48 orang tingkat pengetahuan masyarakat tentang DBD setelah diberikan perlakuan yaitu sebanyak 14 orang (29.2%) dengan pengetahuan cukup, dan sebanyak 34 orang (70.8%) dengan pengetahuan baik; ada pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan masyarakat tentang demam berdarah dengue diwilayah kerja puskesmas Basuki Rahmad Kota Bengkulu. Diharapkan kepada petugas kesehatan untuk melakukan upaya dalam penyebaran infomasi melalui penyuluhan yang berkaitan dengan pencegahan penyakit endemik guna meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan khususnya tentang demam berdarah dengue
BILANGAN KROMATIK LOKASI GRAF TAK TERHUBUNG DENGAN GRAF LINGKARAN SEBAGAI KOMPONEN-KOMPONENNYA Fadhila Radiah Anas; Des Welyyanti; Effendi Effendi
Jurnal Matematika UNAND Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.8.2.33-36.2019

Abstract

Misalkan G = (V, E) suatu graf terhubung dan c suatu k-pewarnaan dari G. Kelas warna pada G adalah himpunan titik-titik yang berwarna i, dinotasikan dengan Si untuk 1 ≤ i ≤ k. Misalkan Π = {S1, S2, · · · , Sk} adalah partisi terurut dari V (G) berdasarkan pewarnaan titik, maka representasi v terhadap Π disebut kode warna dari v, dinotasikan dengan cΠ(v). Kode warna cΠ(v) dari suatu titik v ∈ V (G) didefinisikan sebagai vektor-k:cΠ(v) = (d(v, S1), d(v, S2), · · · , d(v, Sk))dimana d(v, Si) = min{d(v, x) | x ∈ Si)}, untuk 1 ≤ i ≤ k. Jika setiap titik yang berbeda di G memiliki kode warna yang berbeda untuk suatu Π, maka c disebut pewarnaan lokasi untuk G. Jumlah warna minimum yang digunakan pada pewarnaan lokasi dari graf G disebut bilangan kromatik lokasi untuk G, dinotasikan dengan χL(G). Pada penelitian ini akan dibahas tentang penentuan bilangan kromatik lokasi pada graf prisma berekor.Kata Kunci: Bilangan Kromatik Lokasi, Graf Tak Terhubung, Graf Lingkaran, Komponen
PELABELAN TOTAL SISI-AJAIB SUPER PADA GRAF KORONA Cn J Km ANDRI YUNADI; SYAFRIZAL SY; EFFENDI EFFENDI
Jurnal Matematika UNAND Vol 8, No 4 (2019)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.8.4.13-17.2019

Abstract

Misalkan G(V, E) adalah suatu graf dengan himpunan titik V dan sisi E. Banyaknya titik di G adalah |V (G|, dan banyak sisi di G adalah |E(G)|. Pelabelan total sisi-ajaib pada graf G dengan himpunan titik V(G) dan himpunan sisi E(G) adalah suatu pemetaan fungsi bijektif f : V (G) ∪ E(G) → {1, 2, · · · , |V (G)| + |E(G)|} dengan sifat bahwa untuk setiap sisi xy di G berlaku f(x) + f(xy) + f(y) = k, untuk suatu konstanta tetap k. Jika f(V (G)) → {1, 2, · · · , |V (G)|} maka disebut pelabelan total sisiajaib super. Dalam tulisan ini diperoleh bahwa graf Cn JKm mempunyai pelabelan total sisi-ajaib super dengan konstanta ajaib k = 5 2 n + 2nm + 3 2 .Kata Kunci: Pelabelan graf, pelabelan total sisi-ajaib super, graf korona
Bilangan Kromatik Lokasi pada Graf Prisma Berekor Eka Rahayu Nengsih A; Des Welyyanti; Effendi Effendi
Jurnal Matematika UNAND Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.8.1.56-61.2019

Abstract

Misalkan G = (V, E) suatu graf terhubung dan c suatu k-pewarnaan dari G. Kelas warna pada G adalah himpunan titik-titik yang berwarna i, dinotasikan dengan Si untuk 1 ≤ i ≤ k. Misalkan Π = {S1, S2, ..., Sk} adalah partisi terurut dari V (G) berdasarkan pewarnaan titik. Kode warna cΠ(v) dari suatu titik v ∈ V (G) didefinisikan sebagai vektor-k: cΠ(v) = (d(v, S1), d(v, S2), ..., d(v, Sk)) dimana d(v, Si) = min{d(v, x) | x ∈ Si)}, untuk 1 ≤ i ≤ k. Jika setiap titik yang berbeda di G memiliki kode warna yang berbeda untuk suatu Π, maka c disebut pewarnaan lokasi untuk G. Jumlah warna minimum yang digunakan pada pewarnaan lokasi dari graf G disebut bilangan kromatik lokasi untuk G, dinotasikan dengan χL(G). Pada penelitian ini akan dibahas tentang penentuan bilangan kromatik lokasi pada graf prisma berekor.Kata Kunci: Bilangan Kromatik Lokasi, Graf Prisma Berekor, Kode warna
PENENTUANBILANGANKROMATIKLOKASIGRAF PRISMA C n;n;n YOZA DELLA SYAUMI; NARWEN NARWEN; EFFENDI EFFENDI
Jurnal Matematika UNAND Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.9.1.62-69.2020

Abstract

Misalkan G = (V, E) graf terhubung. Bilangan kromatik dari graf G adalah bilangan asli terkecil k sedemikian sehingga G mempunyai suatu pewarnaan-k titik sejati. Bilangan kromatik dari G dinotasikan dengan χ(G). Misalkan χ(G) = k, ini berarti titiktitik di G paling kurang diwarnai dengan k warna dan tidak dapat diwarnai dengan k − 1 warna. jika titik-titik di G diwarnai dengan k warna maka tidak ada titik yang bertetangga mempunyai warna yang sama. Kelas warna pada G dinotasikan dengan Si, merupakan himpunan titik-titik yang berwarna i dengan 1 ≤ i ≤ k. Misalkan Π = {S1, S2, · · · , Sk} merupakan partisi terurut dari V (G). Berdasarkan suatu pewarnaan titik, maka representasi v terhadap Π disebut kode warna dari v, dinotasikan dengan cΠ(v). Kode warna cΠ(v) dari suatu titik v ∈ V (G) didefinisikan sebagai k-vektor, cΠ(v) = (d(v, S1), d(v, S2), · · · , d(v, Sk)) dimana d(v, Si) = min{d(v, x)|x ∈ Si} untuk 1 ≤ i ≤ k. Jika setiap titik yang berbeda di G memiliki kode warna yang berbeda untuk suatu Π, maka c disebut pewarnaan lokasi dari G. Minimum dari banyaknya warna yang digunakan pada pewarnaan lokasi dari graf G disebut bilangan kromatik lokasi. Pada tulisan ini akan dibahas bilangan kromatik lokasi graf prisma Cn,n,n yang dibentuk dari tiga graf lingkaran Cn, untuk n ≥ 3.Kata Kunci: kelas warna, kode warna, bilangan kromatik lokasi
PELABELAN TOTAL TITIK AJAIB SUPER PADA GRAF C(7, N) ASEP TRI SAPUTRA; NARWEN NARWEN; EFFENDI EFFENDI
Jurnal Matematika UNAND Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.10.1.54-61.2021

Abstract

Pelabelan merupakan pemetaan bijektif yang memasangkan unsur-unsur graf (titik atau sisi) dengan bilangan bulat positif. Pelabelan ajaib adalah pelabelan yang mengakibatkan bobot semua titik sama. Bobot titik merupakan jumlah label titik tersebut dengan semua sisi yang terkait dengan titik tersebut. Salah satu jenis graf yang paling umum yaitu graf reguler, yaitu graf dengan derajat semua titiknya sama. Graf reguler berderajat tiga juga biasa disebut dengan graf kubik. Graf C(7, n) dikontruksi dengan cara menghubungkan tujuh buah graf siklus sedemikian sehingga membentuk graf kubik. Dalam tulisan ini akan dibahas pelabelan total titik ajaib super untuk graf kubik C(7, n).Kata Kunci: Pelabelan Total Ajaib, Graf Reguler
BILANGAN KROMATIK LOKASI GRAF TAK TERHUBUNG DENGAN GRAF LINTASAN DAN LIMA BINTANG GANDA SEBAGAI KOMPONEN-KOMPONENNYA MUHAMMAD AZHARI; DES WELYYANTI; EFFENDI EFFENDI
Jurnal Matematika UNAND Vol 9, No 3 (2020)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.9.3.256-261.2020

Abstract

Misalkan H adalah graf tak terhubung dan c adalah pewarnaan-k titik pada H yang menginduksi partisi Π = {C1, C2, · · · , Ck} dari V (H). Kode warna dari titik v ∈ V (G) adalah (d(v, C1), d(v, C2), · · · , d(v, Ck)) dengan d(v, Ci) = min{d(v, x)|x ∈ Ci} dan d(v, Ci) < ∞ untuk 1 ≤ i ≤ k. Pewarnaan c dikatakan pewarnaan k-lokasi jika semua kode warna dari semua titik di H berbeda. Bilangan kromatik lokasi dari graf tak terhubung H yang dinotasikan sebagai χ 0 L (H), adalah bilangan bulat terkecil k sedemikian sehingga H mempunyai k-pewarnaan lokasi. Pada tulisan ini akan dibahas bilangan kromatik lokasi graf tak tehubung dengan graf lintasan dan lima graf bintang ganda sebagai komponen-komponennya.Kata Kunci: Bilangan Kromatik Lokasi, Graf tak Terhubung, Graf Lintasan, Graf Bintang Ganda
BILANGAN RAMSEY MULTIPARTIT HIMPUNAN UNTUK KOMBINASI GRAF LINTASAN $P_3$ DENGAN GRAF POHON Asyraf Mardhiyah; EFFENDI EFFENDI; SYAFRIZAL SY
Jurnal Matematika UNAND Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.11.1.25-31.2022

Abstract

Misalkan K_{k x j} notasi dari graf multipartit seimbang lengkap yang terdiri dari k himpunan partit yang setiap partit memuat j titik, setiap titik bertetangga kecuali pada himpunan partit yang sama. Misalkan j>= 2 adalah bilangan asli. Untuk graf G dan H, bilangan Ramsey multipartit himpunan M_j(G,H) adalah bilangan asli terkecil p sedemikian sehingga setiap pewarnaan merah-biru pada sisi K_{kx j} senantiasa terdapat G berwarna merah atau H bewarna biru sebagai subgraf. Dalam penulisan ini, penulis menentukan nilai-nilai dari bilangan Ramsey multipartit himpunan M_j(G,H) dimana G adalah graf lintasan P_3 dan H adalah graf pohon T_n.
Antioxidant Activity of “Kolang Kaling” Jam which is added with “Pucuk Merah” (Syzygium oleana) Fruit Juice Kesuma Sayuti; Neswati Neswati; Reza Hijra; Effendi Effendi
AJARCDE (Asian Journal of Applied Research for Community Development and Empowerment) Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Asia Pacific Network for Sustainable Agriculture, Food and Energy (SAFE-Network)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.713 KB) | DOI: 10.29165/ajarcde.v4i1.36

Abstract

“Kolang kaling” is the endosperm of Arenga pinnata seed that contains galactomannan so it can be made into jam. This research was aimed to study the effect of “Pucuk merah” fruit juice as a natural colorant and antioxidant sources on antioxidant activity of the jam. This research used an experimental design with different levels of the juice of “Pucuk merah” fruit (6%, 8%, 10%, and 12%). Observations were anthocyanin level (pH differential method), total phenol (by Follin-Ciocalteu method) and antioxidant activity (by DPPH method) of the jam. It was found that the addition of the concentration level of “Pucuk merah” fruit juice had a statistically significant effect on the anthocyanin and total phenol level of the jam. The more the juice was added, the higher the anthocyanin level (2.82 ± 0.13 ppm; 3.76 ± 0.29 ppm; 3.88 ± 0.11 ppm; and 4.20 ± 0.52 ppm, respectively) and the higher the total phenol level (382 ± 1.53 mg GAE/100g; 431 ± 3.06 mg GAE/100g; 540 ± 1.53 mg GAE/100g and 547 ± 6.43 mg GAE/100g, respectively). By using sensory evaluation, the best product was the addition of 12% of the juice; the antioxidant activity was 628 ppm.
Disain dan Implementasi Inverter Satu Fasa Dengan Output Sinusoidal Menggunakan Metode Modulasi SPWM effendi effendi; Intan Nurul Fajri
J-Innovation Vol. 11 No. 1 (2022): Jurnal J-Innovation
Publisher : Politeknik Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.405 KB) | DOI: 10.55600/jipa.v11i1.129

Abstract

Single-phase inverter with sinusoidal output in this research was arranged by using Arduino Uno that aim as pulse wave generator, where the ON and OFF pulse times are obtained by using the SPWM (Sinusoidal Pulse Width Modulation) modulation method. This modulation compare a sinusoidal reference wave that has frequency 50 Hz with a carrier wave in form of triangular with a frequency of 2 KHz. To get the time of each pulse, formerly a simulation is carried out using a computer (PSIM Program), furthermore by using the programming language on Arduino this pulse wave is used to trigger the H-Bridge circuit which is composed of components in the form of MOSFETs by using with help four TLP 250 circuits. The output wave from the H-Bridge circuit futhermore connected to a filter circuit that consist of inductor and capacitor components to get the output in the form of a sinusoidal wave at a resistive load of 44 Ohms.