Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

KAJIAN BIOLOGI IKAN TEMBAKANG (Helostoma temminckii) DI RAWA BAWANG JUYEUW KABUPATEN TULANG BAWANG BARAT Johanes Tarigan; Rara Diantari; Eko Efendi
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.821 KB)

Abstract

Kajian perikanan pada tembakang (Helostoma temminckii) di Rawa Bawang Juyeuw Kabupaten Tulang Bawang Barat dilakukan untuk mempelajari potensi biologinya. Kajian ini diperlukan sebagai data dasar domestikasi tembakang sebagai ikan budidaya dan konservasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu terbaik untuk penangkapan tembakang ukuran benih sampai dewasa adalah pada Maret sampai April dengan menggunakan jaring tancap yang tidak mematikan tembakang. Morfologi tembakang pada ukuran yang berbeda menunjukkan stok yang belum tereksploitasi dan layak dijadikan plasma nutfah perikanan tangkap dan budidaya yang berkelanjutan. Pada ukuran benih sampai dewasa isi pencernaan tembakang didominasi oleh plankton sebagai makanan utamanya. Masyarakat lokal disarankan untuk menjadikan tembakang sebagai alternatif sumber protein hewani selain ikan eksotis yang mulai banyak berkembang di Rawa Juyeuw.
Panduan Untuk Penulis Eko Efendi
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.995 KB)

Abstract

UTILIZATION OF TOFU AND TAPIOCA INDUSTRIAL LIQUID WASTE FOR NILE TILAPIA (Oreochromis niloticus) CULTURE WITHIN DIFFERENT BIOFLOC SYSTEMS Suryo Kunindar; Eko Efendi; Supono Supono
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.627 KB) | DOI: 10.23960/jrtbp.v7i1.p763-774

Abstract

Liquid waste produced by tofu and tapioca industry was approximately 1,5-2 m3 and 4-6 m3 per day respectively. Tapioca liquid waste has concentration of carbon around 119,11 mg/l, while tofu liquid waste has around 133,03 mg/l of nitrogen in concentration. Therefore both of these waste have the potential to be used as biofloc that utilized as additional feed with high protein content for nile tilapia. The aim of this research was to know interaction between C/N ratio and place of biofloc production to the growth of nile tilapia. This research used completely randomized design based on factorial experiment which consisted of two level of each factor and three repetition. Level of C/N ratio were 15 and 20 whereas level of place of biofloc production were inside and outside fish culture container. The result of this research showed that interaction between place of biofloc production and C/N ratio affected the growth of nile tilapia. The treatment inside biofloc production with 20 C/N ratio gave provided the highest absolute growth (3,26 g) and daily growth rate (0,082 g per day).
Pemindahan Hak Milik Eko Efendi
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.703 KB)

Abstract

Pemindahan Hak Milik Eko Efendi
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.703 KB)

Abstract

PENGARUH DEBIT AIR TERHADAP PERBAIKAN KUALITAS AIR PADA SISTEM RESIRKULASI DAN HUBUNGANNYA DENGAN SINTASAN DAN PERTUMBUHAN BENIH IKAN GURAME (Oshpronemus gouramy) Ahmad Jumaidi; Herman Yulianto; Eko Efendi
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.776 KB)

Abstract

Kendala dalam kegiatan budidaya ikan gurame adalah ketersediaan benihyang kurang. Tingkat Kematian yang tinggi pada tahap pembenihan ikan guramemenjadi kendala yang sering dihadapi dalam industrialisasi komoditi ini. Sistemresirkulasi dengan perlakuan debit air dapat menjadi salah satu pemecahan masalah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui debit yang paling optimal dalam memperbaiki kualitas air dan hubungannya dengan pertumbuhan dan sintasan benih ikan gurame pada sistem resirkulasi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 3 perlakuan yaitu debit 0,03 L/detik, debit 0,025 L/detik dan 0,02 L/detik dengan 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa debit air yang berbeda memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan tingkat kualitas air, pertumbuhan dan kelangsungan hidup. Perlakuan terbaik ditunjukkan oleh perlakuan ketiga (debit 0,03 L/detik), yaitu nilai pertumbuhan panjang 1,28±0,15 cm, nilai pertumbuhan berat 0,58±0,07 dan nilai kelangsungan hidup mencapai 85%. 
Pemindahan Hak Milik Eko Efendi
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.703 KB)

Abstract

Efek Pelarut Yang Berbeda Terhadap Toksisitas Ekstrak Akar Tuba (Derris elliptica) Oktarinaldi Irawan; Eko Efendi; Mahrus Ali
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.558 KB)

Abstract

Akar tuba (Derris elliptica) digunakan sebagai racun pada penangkapan ikan air tawar. Rotenon sebagai bahan aktif dari akar tuba sangat efektif untuk membunuh ikan tetapi penelitian tentang toksisitasnya masih sangat terbatas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat toksisitas ekstrak akar tuba menggunakan pelarut etanol, heksan dan akuades dengan menggunakan dua hewan uji yaitu artemia (Artemia sp.) dan ikan mas (Cyprinus carpio). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 tingkat konsentrasi yang berbeda. Jumlah rendemen hasil ekstraksi pada pelarut etanol, heksan dan akuades berturut-turut 5; 3,6; 2,5%. Hasil penelitian pada artemia menunjukkan bahwa tingkat mortalitas 100% pelarut heksan terjadi pada konsentrasi 63 dan 100 mg/l; etanol 100 mg/l dan akuades 1000 mg/l.  Hasil analisis probit pada artemia menunjukkan nilai LC50 (Lethal Concentration) 24 jam pada heksan, etanol dan akuades berturut-turut 37,03; 46,77; 307,47 mg/l. Hasil penelitian pada ikan mas menunjukkan bahwa tingkat mortalitas 100% pelarut heksan terjadi pada konsentrasi 3,979; 6,30 dan 9,96 mg/l dan pelarut etanol 9,96 mg/l. Hasil analisis probit pada hewan uji ikan mas menunjukkan nilai LC50-96 jam heksan dan etanol berturut-turut 3,83 dan 6,85 mg/l. Penelitian ini diharapkan mampu menjadi data awal untuk penggunaan akar tuba baik untuk meracuni ikan maupun untuk membius ikan.
Panduan Untuk Penulis Eko Efendi
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.995 KB)

Abstract

kover depan Eko Efendi
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract