Ratih Sari Wardani
Unknown Affiliation

Published : 28 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

ANALISIS SPASIAL FAKTOR RISIKO KEJADIAN PENYAKIT KUSTA DI KABUPATEN JEPARA Winarsih W; Ratih Sari Wardani; Sayono S
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 8. No. 1. Tahun 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1330.968 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.8.1.2013.63-77

Abstract

Latar Belakang: Permasalahan dalam pemberantasan penyakit kusta di Kabupaten Jepara adalah rendahnya cakupan penemuan (case finding) penderita kusta. disebabkan karena : 1) keterbatasan sumber daya manusia. 2) Sebagian besar (85%) penderita kusta adalah masyarakat miskin. 3) Bertambahnya jumlah penduduk. 4) Stigma terhadap kusta yang berlebihan. Tujuan : untuk mengetahui faktor risiko kepadatan penduduk, kemiskinan dan keberadaan sarana pelayanan kesehatan dengan kejadian kusta dan distribusi kusta secara spasial menggunakan sistem informasi geografik di kabupaten Jepara. Metode : jenis penelitian adalah survai dengan metode Case control melalui observasi dan pengambilan data koordinat lokasi penderita menggunakan Global Positioning System. Populasi adalah seluruh penderita kusta sejumlah 90 kasus di Kabupaten Jepara kemudian diambil 42 kasus dan 42 kontrol dengan tehnik pemilihan sampel menggunakan simple random sampling atau acak. Variabel bebas personal hygiene, kemiskinan,kepadatan hunian, jarak tempat tinggal dengan Puskesmas sedangkan variabel terikat kejadian kusta. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan uji chi square dengan derajat kemaknaan 0,05 dan menghitung nilai odds ratio ( OR ) serta analisis spacial menggunakan sofware sistem informasi geografik untuk membuat peta tematik penyebaran kusta. Hasil : faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian kusta yaitu umur 22,6%, jenis kelamin 59,5%, pendidikan 88,1%, Personal hygiene 59,5% ( nilai p 0,001), (OR) = 5,392), Kemiskinan 23,8%, (nilai p 0,034), (OR) = 3,188 ), Kepadatan hunian 69% (nilai p 0,034), (OR) = 3,188). Kesimpulan: Ada hubungan personal hygiene,kemiskinan,kepadatan hunian dengan kejadian kusta dan memperoleh peta tematik kejadian kusta yang di overlay dengan kemiskinan, kepadatan penduduk,dan jarak tempat tinggal dengan Puskesmas.Kata kunci : spasial, faktor risiko, kusta
BASIS DATA SISTEM INFORMASI SURVEILANS TUBERKULOSIS Ratih Sari Wardani
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 6. No. 1. Tahun 2010
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.071 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.6.1.2010.%p

Abstract

Background : Tuberculosis (TB) is a global health problem that must be controlled, one of the problems of recording and reporting of TB control. The weakness in the completeness, accuracy, speed time, timeliness, not recorded, it's hard and difficult monitoring in clinical decision making. The problem can be solved with electronic TB surveillance systems using data base. Objective : obtaining the database information system of TB surveillance Methode : Type of research is Qualitative research, the object under investigation is a process - the process of information, information structure and procedure for information on Tuberculosis program. Subjects Research are Head of Infectious Diseases and Wasor TB of Distric Health Office of Yogyakarta, TB managers of Bethesda hospital, Panti Rapih hospital, Mantri Jeron of TB health center manager and BP4 Yogyakarta as many as 9 peoples. Collecting data through observation, interview and literature study. Data was analyzed using content analysis method Result : database design using the basic recording and reporting TB control program applicable to all health care units in Indonesia, which consists of reports of TB with TB 01 to 06, namely: a). TB 01 TB treatment card, b). TB 02 TB Patient Identity Card, c). 03 TB Register District, d). TB 04 TB Laboratory Register, e). TB 05 TB Report Application Form for sputum examination, f). TB patients in 2006 List of suspects (suspect) who examined Sputum TB SPS. After going through the design of the ERD and normalization is obtained 17 files are equipped with a data dictionary. Conclusion : Getting a TB surveillance data base consists of 17 tables are tables of pasien, dokter, desa, kec, kab_kota, prop, kk, upk, lab, radiologi, obat, tim_surveilans, periksa, periksa_tunjang, pengobatan, survey dan periksa_serumah. Keywords: database, surveilasns, Tuberculosis   ABSTRAK Latar Belakang : Tuberkulosis(TB) menjadi masalah kesehatan global sehingga harus dikendalikan, salah satu masalah pengendalian TB recording dan reporting. Kelemahan pada kelengkapan, keakuratan, kecepatan waktu, ketepatan waktu, tidak tercatat, sulit monitoring dan sulit dalam pengambilan keputusan klinis. Masalah dapat diatasi dengan sistem surveilans TB elektronik menggunakan basis data. Tujuan memperoleh basis data sistem informasi surveilans TB Metode Jenis Penelitian kualitatif, obyek yang diteliti adalah proses - proses informasi yaitu struktur informasi dan prosedur informasi pada pengelola program Tuberkulosis. Subyek Penelitian Kepala Bagian Penyakit Menular dan Wasor TB Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, pengelola TB rumah sakit Bethesda, pengelola TB rumah sakit Panti Rapih, pengelola TB Puskesmas Mantri Jeron dan BP4 Kota Yogyakarta sebanyak 9 orang. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan studi pustaka. Data dianalisis menggunakan metode content analisis Hasil penelitian Perancangan basis data menggunakan dasar recording dan reporting program penanggulangan Tuberculosis yang diberlakukan untuk semua unit pelayanan kesehatan (UPK) di Indonesia yang terdiri dari laporan TB 01 sampai dengan TB 06, yaitu : a). TB 01 Kartu pengobatan TB, b). TB 02 Kartu Identitas Pasien TB, c). TB 03 Register Kabupaten/Kota, d). TB 04 Register Laboratorium TB, e). TB 05 Formulir Permohonan Laporan TB untuk pemeriksaan dahak, f). TB 06 Daftar tersangka pasien (suspek) TB yang diperiksa Dahak SPS. Setelah melalui perancangan ERD dan normalisasi diperoleh 17 file yang dilengkapi dengan kamus data. Kesimpulan Memperoleh basis data surveilans TB terdiri dari 17 tabel yaitu tabel pasien, dokter, desa, kec, kab_kota, prop, kk, upk, lab, radiologi, obat, tim_surveilans, periksa, periksa_tunjang, pengobatan, survey dan periksa_serumah.   Kata Kunci : basis data, surveilasns, Tuberkulosis
PENGARUH JUMLAH AIR YANG DI TAMBAHKAN PADA KEMASAN SERBUK BUNGA SUKUN (Artocarpus communis) SEBAGAI PENGGANTI ISI ULANG (Refill) OBAT NYAMUK ELEKTRIK TERHADAP LAMA WAKTU EFEKTIF DAYA BUNUH NYAMUK Anopheles aconitus LAPANGAN. Margo Utomo; Ratih Sari Wardani; Shidqon Amri
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 6. No. 1. Tahun 2010
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.169 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.6.1.2010.%p

Abstract

Background: Malaria is spread by female mosquito Anopheles bite. Malaria destroy is by cutting off the contagious chain. The mechanical and biological destroy is better for environment than chemical. It is because most anti-mosquito medicine contains synthetic chemical substance with high concentration (propoxur and transfluthrin). Live insect from the plants have potency to control the vector. Because it is made from natural substance, this insect is bio-degradable so it will not dirty the invironment, and relatively safe for human and cattle. The extinguish skill of insect come from toxic substance within. Besides it is cheaper and more economics. Objective: This research objective is to know the influence of water amount (I ml, 4 ml, 8 ml, 12 ml, 16 ml ) at sukun flower dust as the substitution of electric mosquito medicine refill against the effective long time of mosquito Anopheles aconitus extinguish skill. Method : The researches type is true experiment with control group posttest design. The research sample is female An.aconitus mosquito with simple random sampling technique. The amount of samples are 2400. Independent variable is water amount (1 ml, 4 ml, 8 ml, 12 ml, 16 ml) at sukun flower dust as the substitution of electric. Dependent variable is the effective long time of sukun flower extinguish skill in dust packed. Intruder variables are physical environment : temperature, wind direction, damp, and light are controlled by glass chamber size and put into the same room, long time of contact, controlled by stop watch when refill is described, while mosquito’s age can not be contrrolled because mosquito is coming from the nature. Univariate analysis is using frequency distribution. Bivariate analysis is using Kruskall Wallis test. The data is then examined the normality with Kolmogorov Smirnov test. Result: The most mortality rate are 20 (100%) at 16 ml water added. The fewest mortality are 14,8 ( 74%) at I ml water added, at the control did not find the An.aconitus mortality (0%). The average effecive of time long at every implementation after described ± 6 hours depend on the dead mosquito the most is at the most 16 ml (6,298 hours) water added and the fewest at I ml (6,106 hours) water added. There is significant influence water amount added to dust packed of sukun flower (Arocarpus communis) as the electric mosquito medicine refill with the effective time long of extinguish skill  An.aconitus mosquito( p  = 0,019) (p < 0,05). Conclusion : There is significant influence between water amount added to dust packed of sukun flower (Arocarpus communis) as the electric mosquito medicine refill with the effective time long of extinguish skill An. aconitus mosquito. Keyword: Malaria, insect, sukun flower ABSTRAK Latar Belakang: Malaria ditularkan oleh gigitan nyamuk Anopheles betina. Pemberantasan malaria adalah dengan memutus rantai penularan. Pemberantasan mekanik dan biologi lebih ramah lingkungan dari pada kimia. Dikarenakan sebag/an besar obat antinyamuk mengandung bahan kimia sintetis konsentrasi tinggi (propoxur dan transfluthrin). Insektisida hayati dari tumbuhan mempunyai potensi untuk mengendalikan vektor. Oleh karena terbuat dari bahan alami/nabati maka insektisida ini bersfat mudah terurai (bio- degradable) di alam sehingga tidak mencemari lingkungan, dan relatif aman bagi manusia dan binatang ternak. Daya bunuh insectisida hayati berasal dari zat toksik yang dikandungnya. Selain itu lebih ekonomis dan terjangkau semua kalangan. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh berbagai jumlah air yang ditambahkan (lml,4m1,8m1,12m1,16m1) pada serbuk bunga sukun sebagai Refill obat nyamuk elektrik terhadap lama waktu efektif daya bunuh pada nyamuk An.aconitus. Metode: Jenis penelitian adalah eksperimen murni dengan rancangan Postes dengan kelompok kontrol. Sampel penelitian adalah nyamuk An. aconitus betina lapangan dengan teknik pengambilan simple random sampling. Besar sampel sebanyak 2400 ekor. Vaiabel bebas adalah jumlah air yang di tambahkan pada serbuk bunga sukun (Iml,4m1,8m1,12m1,16m1) sebagal Refill obat nyamuk elektrik Variabel Terikat adalah lama waktu efektif daya bunuh kemasan serbuk bunga sukun. Variabel Pengganggu terdiri dari lingkungan fisik: suhu, arah angin, kelembaban, dan cahaya dikendalikan dengan ukuran glass chamber dan di tempatkan pada ruang yang sama, lama waktu kontak, dikendalikan dengan alat bantu stop watch saat pemaparan Refill, sedangkan umur nyamuk tidak dapat dikendalikan karena nyamuk berasal dari alam . Analisis Univariat menggunakan distnibusi frekuensi. Analisis Bivariat dengan Uji Kruskall Wallis. Setelah data di uji kenormalannya dengan Uji Kolmogorov Smirnov. Hasil: Rata-rata kematian terbesar 20 ekor (I00%) pada penambahan air 16m1. Dan rata-rata kematian terkecil 14,8 ekor(74%) pada penambahan air 1ml,pada kontrol tidak ditemukan kematian (0%) nyamuk An,Acontus. Rata-rata lama waktu efektf pada masing-masing perlakuan setelah dipaparkan ± 6jam berdasarkan nyamuk yang mati paling banyak pada penambahan air 16ml (6,298 jam). dan paling sedikit pada penambahan air 1ml (6,106 jam), sedangkan kontrol tidak ada nyamuk An. aconitus lapangan yang mati sejak jam pertama pengujian. Ada pengaruh yang bermakna antara jumlah air yang ditambahkan pada kemasan serbuk bunga sukun (Artocarpus communis) sebagai isi ulang (Refill) obat nyamuk elektrik terhadap lama waktu efektif daya bunuh pada nyamuk An. aconitus lapangan, (p=O, 019) (p< 0,05). Kesimpulan: Ada pengaruh yang bermakna antara jumlah air yang ditambahkan pada serbuk bunga sukun (Artocarpus communis) sebagai isi ulang (Refill) obat nyamuk elektrik terhadap .ama waktu efe kqf daya bunuh pada nyamuk An Aconitus. Kata Kunci           : Malaria, insektisida, bunga sukun.
PENGARUH BERBAGAI KONSENTRASI LARUTAN JAHE DAN LAMA WAKTU PERENDAMAN TERHADAP JUMLAH TOTAL MIKROBA PADA IKAN BANDENG Rhena Justitia Octovrisna; Rahayu Astuti; Ratih Sari Wardani
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 8. No. 1. Tahun 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.395 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.8.1.2013.26-35

Abstract

Latar belakang : Ikan merupakan bahan makanan yang banyak mengandung protein tinggi dan mengandung asam amino essensial yang diperlukan oleh tubuh, hal yang penting dari ikan adalah ikan mudah sekali cepat rusak. Salah satu cara untuk memperpanjang masa simpan ikan adalah dengan menambahkan bahan pengawet. Bahan pengawet makanan yang berasal dari rempah-rempah salah satunya adalah jahe.Tujuan Penelitian : Mengetahui pengaruh berbagai konsentrasi larutan jahe dan lama waktu perendaman terhadap total mikroba pada Ikan Bandeng. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan rancangan percobaan faktorial 4 x 3 menggunakan rancangan acak lengkap. Sampel penelitian adalah Ikan Bandeng yang telah diberi berbagai konsentrasi dari larutan jahe yaitu (0,10%,15% dan 20%) yang dilakukan pengamatan 0 jam, 3 jam dan 4 jam. Dengan 3 kali pengulangan pada masing-masing perlakuan Variabel bebas dalam penelitian ini adalah konsentrasi larutan jahe dan lama waktu perendaman, sedangkan variabel terikat total mikroba. Analisis data menggunakan uji two way anova dengan tingkat kemaknaan 5% . Hasil: Hasil pemeriksaan total mikroba pada konsentrasi jahe 0 % (kontrol) adalah 61 x 103 kuman/ml, pada konsentrasi 10% adalah 5 x 103 kuman/ml, pada konsentrasi larutan 15% adalah 4 x 103 kuman/ml, dan pada konsentrasi 20% jumlah total mikroba menjadi 2,5 x 103 kuman/ml. Pada hasil pemeriksaan total mikroba berdasarkan lama perendaman (0 jam, 3jam dan 4 jam) terhadap total mikroba dengan nilai rata-rata 26,3 x 103 kuman/mlpada lama perendaman 0 jam, pada lama perendaman 3 jam rata-rata jumlah total mikroba sebesar 32,3 x 103 kuman/ml, dan pada lama perendaman 4 jam rata-rata jumlah total mikroba menjadi 25,5 x 103 kuman/ml. Simpulan : Ada pengaruh lama perendaman (0 jam, 3 jam dan 4 jam) terhadap total mikroba pada Ikan Bandeng (p=0,000). Ada pengaruh konsentrasi larutan jahe (0%, 10%, 15% dan 20%) terhadap totalmikroba pada Ikan Bandeng (p=0,000). Ada pengaruh interaksikonsentrasi larutan jahe dan lama waktu perendaman terhadap total mikroba pada Ikan Bandeng (p=0,000).Kata Kunci : konsentrasi larutan jahe, lama perendaman, total mikroba
PENGARUH WARNA KASA PENUTUP AUTOCIDAL OVITRAP TERHADAP JLMLAH JENTIK NYAMUK AEDES AEGYPTI YANG TERTANGKAP Joko Santoso; Retno Hestiningsih; Ratih Sari Wardani; Sayono -
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 4. No. 1. Tahun 2007
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (716.469 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.4.1.2007.%p

Abstract

Background: Aedes aegypti mosquito is one of the vectors which is able to infect Dengue Hemoryhagic Fever disease mechanically. The examination offree rate of mosquito lat-va in Putwotladi ttist-rict, Grobogai rege,cy,is amounting 86 o/o. One of the techniques to control the population of Aedes aegypti mechaiicallll i, iy installing autocidal ovitrap simply and economically. objective of the research is ti inow the effect i1 ,ori, gauze color autocidal ovitrap on the number of Aedes Aegypti lar-vie which are trappetl. Type of ie resiarch is explanatory research by using experimental research design with post-test only tlisrgn approach. The researchsubject is conductecl in the surroundings of Purwodacti dtitrict seitlement *tti olrrr"e repetition. The measured variable consists of cover gauze color autocidal ovitrap antl the number of Aetles Aegtpti lat-vae which aretrapped. Collected data are analyzed with statistical test of one-way anovct rutth srgnifiilit level 5,%. Result of the research is that the numbers of Aedes aegtpti lar-vae, which ari trapped nrrr,:rliig to the categoD,of covet. gat:ze color autocidal ovitrap, are l9 black-colored larvae, l7 pink-cotored larvae, l2 white-colot-ed larttae, and S light blue-colored larvae. Result of the study of one-way inova is p:0, 5gg. In conclusion, there is noeffect of cover gauze color autocidal ovitrap on the number of Aecles aegypti larvee which are trappecl.Keywords : cover color, autocidal ovitrap, larvae, Aedes aegypti
PENILAIAN RISIKO KEBAKARAN GEDUNG BERTINGKAT Sika Widya Mustika; Ratih Sari Wardani; Diki Bima Prasetio
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 13. No. 1. Tahun 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.637 KB)

Abstract

Latar Belakang: Kebakaran merupakan suatu peristiwa yang diakibatkan oleh adanya tiga unsur nyala api yang dapat memebahayakan keselamatan jiwa ataupun harta benda.Kebakaran di gedung bertingkat lebih mematikan dan merugikan jika tidak memenuhi komponen keselamatan kebakaran..Metode: .Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan metode survei melalui wawancara dan observasimenggunakan checklist penilaian risiko kebakaran di Kampus I Universitas Muhammadiyah Semarang dengan pendekatan cross sectional. Hasil: Manajemen proteksi risiko extreme pada manajemen, perencanaan prosedur serta pengunjung dan penyandang disabilitas sedangkan kesadaran staf dan pelatihan risiko high. Sarana penyelamatan risiko extreme yaitu pintu darurat dan pintu keluar semua gedung, sedangkan jalur evakuasi, jalan keluar dan penerangan darurat gedung NRC risiko low. Sarana proteksi risiko extreme meliputi alarm kebakaran gedunglab.terpadu dan rektorat, sedangkan risiko low pada alarm kebakaran gedung NRC serta APAR, hidran, sprinkler gedung rektorat dan lab.terpadu. Pencegahan kebakaran risiko extreme pada penyimpanan bahan mudah terbakar gedung rektorat dan instalasi listrik gedung rektorat dan NRC. Kesimpulan : Kategori risiko extreme meliputi manajemen proteksi pada manajemen, prosedur, perencanaan serta pengunjung.Kata kunci : Kebakaran, Penilaian Risiko, Gedung Bertingkat
PENGARUH WARNA KASA PENUTUP AUTOCIDAL OVITRAP TERHADAP JUMLAH JENTIK NYAMUK AEDES AEGYPTI YANG TERTANGKAP Joko Santoso; Retno Hastiningsih; Ratih Sari Wardani; Sayono -
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 4. No. 1. Tahun 2007
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.008 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.4.1.2007.%p

Abstract

ABSTRAK Latar belakang : Nyamuk Aedes aegypti merupakan salah satu vektor yang dapat memindahkan penyakit Demam Berdarah Dengue secara mekanik. Pemeriksaan Angka Bebas Jentik ( ABJ ) di Kelurahan Purwodadi Kabupaten Grobogan serbesar 86 %. Salah satu tehnik untuk pengendalian populasi nyamuk Ae. aegypti dengan cara mekanik yaitu pemasangan autocidal ovitrap yang mudah dan ekonomis.Tujuan : Mengetahui pengaruh warna kasa penutup autocidal ovitrap terhadap jumlah jentik nyamuk Ae. aegypti yang tertangkap.Metode : Jenis penelitian explanatory research, menggunakan desain penelitian eksperimen dengan pendekatan posttest only design. Subyek penelitian di lingkungan pemukiman Kelurahan Purwodadi, dengan 6 kali pengulangan. Variabel yang diukur meliputi warna kasa penutup autocidal ovitrap dan jumlah jentik nyamuk Ae. aegypti yang tertangkap. Data yang didapat dianalisis dengan uji statistik varian klasifikasi tunggal ( One way anova ), dengan tingkat kepercayaan 5 %. Hasil : Jumlah jentik nyamuk Ae. aegypti yang tertangkap menurut kategori warna kasa penutup autocidal ovitrap adalah warna hitam 19 ekor; warna merah muda 17 ekor; warna putih 12 ekor; dan warna biru muda 8 ekor. Hasil uji ststistik varian klasifikasi tunggal didapat p= 0,588. Kesimpulan : Tidak ada pengaruh warna kasa penutup autocidal ovitrap terhadap jumlah jentik nyamuk Ae. aegypti yang tertangkap. Kata kunci : Warna kasa, autocidal ovitrap, jentik, Ae.aegypti
SISTEM INFORMASI SURVEILANS INFEKSI LUKA OPERASI UNTUK MEMBANTU PENGAMBILAN KEPUTUSAN KLINIS DAN ADMINISTRASI DI KAMAR OPERASI BADAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH dr. H. SOEWONDO KENDAL (MANFAAT UNTUK PERBAIKAN MUTU PELAYANAN TINDAKAN BEDAH) Ratih Sari Wardani; Bambang Shofari
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 2. No. 2. Tahun 2005
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (12757.036 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.2.2.2005.%p

Abstract

Latar belakang: Pengendalian infeksi nosokomial merupakan salah satu upaya mengembangkan kualitas pelayanan rumah sakit. Salah satu pengendalian infeksi nosokomial adalah surveilens infeksi luka operasi.Penelitan pendahuluan menunjukan bahwa surveilen luka operasi di BRSUD Kendal belum maksimal karena keterlambatan dan ketidakakuratan pengolahan data yang berimbas pacla ketidaklengkapan dan kesulitan akses data dan informasi. Tuiuan penelitian ini adalah untuk mengetahui disain system informasi surveilens infeksi nosokomial luka operasi yang sesuai dengan kebutuhan pembuatan keputusan klinis clan administrative di ruangoperasi. Metode. Penelitian ini menggunakan disain eksperimen kuasi dengan perlakuan berulang. Analisis data dikerjakan dengan content analysis dari data hasil interview, analisis diskriptif untuk data hasil ujicoba. dan analisis kuantitatif untuk menemukan perbedaan tampilan antara system lama dan baru. Subjek penelitian adalah direktur rumah sakit, ketua komite medis, ketua komite pengendalian infeksi nosokomial, kepala instalasi operasi, dokter bedah, dan staf surveilens. Objek penelitian adalah system informasi surveilens infeksi luka operasi untuk mendukung pembuatan keputusan klinis dan administrative di ruang operasi. Hasil; penelitian ini menghasilkan sebuah disain system informasi surveilens infeksi luka operasi termasuk disain basis data masukan dan keluaran dan intedace. Penerapan system ini dirasakan dapat membuat pengelolaan system informasi lebih sederhana, mudah, lengkap, cepat, dan mendukung kebutuhan pembuatan keputusan klinis dan administratiye.Simpulan : system surveilens infeksi luka operasi yang diterapkan dapat mengatasi kelernahan system lama khususnya dalam hal kesederhanaan, kemudahan, kecepatan, dan kerepresentatifan tlata.Katakunci: system informasi. surveilens, infeksi luka operasi
UJI ANTIDIABETIK INFUSA KELOPAK BUNGA ROSELLA (Hibiscus sabdariffa Linn.) PADA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR YANG DIINDUKSI GLUKOSA Hanik Atiqoh; Ratih Sari Wardani; Wulandari Meikawati
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 7. No. 1. Tahun 2011
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.317 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.7.1.2011.%p

Abstract

ABSTRACT Background. Diabetes Mellitus (DM) occurred do to inability of using and over product of glucose Various types of treatment have been done by using synthetic and traditional medicine. One them with flower petals  of rosella (Hibiscus sabdariffa Linn.) as a traditional medicine. Objective. Know impact of rosella petals infuse concentrate to decrease level of glucose. Methode. Type of  research is pure experiment with design One Group Pre and Post Test With Control Design. The subjects were  twenty five of white male rat of wistar strain, two month old, and weight between 150-200 grams. Independent variable is infuse rosella flower petals, dependent variable is reduction  level of glucose. Data analysis was done by Anova and  followed by LSD test . Result. Average reduction of blood glucose levels with the highest concentration of 250 mg/200 g BB of 41,86 and the lowest concentration of  62,5 mg/ 200 g BB of 10,96. ANOVA test showed that p value = 0,000 (p <0,05), meant that there were significant differences in various concentrations of infuse rosella petals to decrease level of glucose on the white male rat of wistar strain . LSD test suggested the pair of positive control - 62,5 mg/200 gBB had p value = 0,515 (p > 0,05), meant of no significant decrease on the white male rat of wistar strain. Conclusion. There were significant impact in various concentrations of infuse roselle petals to decrease level of glucose on the white male rat of wistar strain . Key words.  Infuse, rosella petals, decreasing level of glucose, white male rat of wistar strain. ABSTRAK Latar Belakang : Diabetes Mellitus (DM) terjadi akibat ketidakmampuan menggunakan dan over produksi glukusa (hiperglikemik). Berbagai jenis pengobatan sudah dilakukan yaitu dengan menggunakan obat sintesis maupun tradisional. Salah satunya dengan memanfaatkan kelopak bunga rosella (Hibiscus sabdariffa Linn.) sebagai obat tradisional. Tujuan :Mengetahui pengaruh konsentrasi infusa kelopak bunga rosella (Hibiscus sabdariffa Linn.) terhadap penurunan kadar glukosa. Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen murni dengan desain penelitian One Group Pre and Post Test With Control Design. Subjek penelitian adalah 25 ekor  tikus putih jantan galur wistar  yang berumur 2 bulan, dengan berat badan antara 150-200 gram. Variabel bebas adalah infusa kelopak bunga rosella, variabel terikat adalah penurunan kadar glukosa. Analisis data dengan uji Anova dilanjutkan uji LSD. Hasil : Rata - rata penurunan kadar glukosa darah tertinggi pada konsentrasi 250 mg/200 gBB sebesar 41,86 dan terendah pada konsentrasi 62,5 mg/200 gBB sebesar 10,96. Berdasarkan uji Anova dapat diketahui bahwa p value = 0,000 (p <0,05) artinya ada perbedaan yang bermakna pada berbagai konsentrasi infusa kelopak bunga rosella terhadap penurunan kadar glukosa darah pada tikus putih jantan galur wistar. Uji LSD menunjukkan bahwa pasangan konsentrasi kontrol positif - 62,5 mg/200 gBB mempunyai nilai p value = 0,515 (p >0,05) artinya pasangan tersebut menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan penurunan kadar glukosa darah pada tikus putih galur wistar. Kesimpulan : Ada pengaruh yang bermakna berbagai konsentrasi infusa kelopak bunga rosella terhadap penurunan kadar glukosa darah pada tikus putih jantan galur wistar. Kata kunci : Infusa, kelopak bunga rosella, penurunan kadar glukosa, tikus putih jantan galur wistar.
PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU REMAJA TENTANG SEKS PRA NIKAH - Pawestri; Ratih Sari Wardani; - Sonna
Jurnal Keperawatan Maternitas Vol 1, No 1 (1): Jurnal Keperawatan Maternitas
Publisher : Jurnal Keperawatan Maternitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.685 KB)

Abstract

Masalah seksualitas pada remaja karena faktor-faktor perubahan-perubahan hormonal yang meningkat hasrat seksualnya. Tingkat perubahan dalam sikap dan perilaku selama masa remaja sejajar dengan dengan tingkat perubahan fisik. Perilaku seks pra nikah nampaknya menjadi salah satu permasalahan yang terbesar dari berbagai kasus kenakalan remaja. Kasus dari tahun-ketahunmenunjukkan peningkatan kejadian seks pra nikah di kalangan remaja. Perilaku-perilaku seks yang terjadi tidak diiringi dengan pengetahuan yang memadai pada diri remaja. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan pengetahuan tentang seks pra nikah dan sikap terhadap seks pra nikah dengan perilaku seks pranikah pada remaja SMA Negeri 1 Godong. Jenis penelitian ini adalah eksplanatory research dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa SMA Negeri 1 Godong kelas XI sebanyak 369. Teknik sampling yang digunakan adalah proportional random sampling dengan jumlah 79 siswa.Variabel bebasadalah pengetahuan dan sikap sedangkan variabel terikat adalah perilaku.Hasil uji statistik penelitian mendapatkan bahwa pengetahuan siswa sebagian besar dalam kategori baik (96,2%), sikap siswa sebagian besar negatif (54,4%) dan perilaku seks pranikah sebagian besar kurang baik (48,1%). Terdapat adanya hubungan yang bermakna pengetahuan dengan sikap seks (p=0,000). Terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan perilaku seksual pranikah (p=0,000). Terdapat hubungan yang bermakna sikap dengan perilakuseksual pada siswa (p=0,017) di SMA Negeri 1 Godong. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka dapat disimpulkan ada hubungan pengetahuan dansikap dengan perilaku seks pra nikah.Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Perilaku, Seks Pranikah