Ratih Sari Wardani
Unknown Affiliation

Published : 28 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PERANCANGAN SISTEM PELAPORAN UNTUK PEMANTAUAN KASUS PENYAKIT MENULAR POTENSIAL WABAH BERBASIS JARINGAN DENGAN SHORT MESSAGE SERVICE (SMS) Ratih Sari Wardani; Sayono -
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2008: CONTINUING MEDICAL AND HEALTH EDUCATION (CMHE) | Peran Biomolekuler dalam Penegakan Diagnosis
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.365 KB)

Abstract

Latar Belakang : Permasalahan yang terdapat dalam pelaksanaan pemantauan penyakit menular potensial wabah antara lain : a) Keterlambatan data yang berasal dari Puskesmas, meskipun DKK sudah mengembangkan Sistem Informasi Puskesmas (SIMPUS) akan tetapi belum dikembangkan sistem komunikasi data lokal atau Local Area Network (LAN) sehingga data/informasi dari Puskesmas tidak bisa on-line dengan sistem yang ada di DKK Semarang. b). Keterlambatan data yang bersumber dari pelayanan kesehatan swasta maupun pemerintah seperti Rumah Sakit, Poliklinik, Praktek Dokter swasta dan lain-lain disebabkan karena data.informasi belum on-line dengan sistem di DKK. c).Kesulitan dalam proses penggabungan data yang berasal dari pelayanan kesehatan swasta maupun pemerintah disebabkan perbedaan di dalam format maupun penyimpanan data serta tidak semua pelayanan kesehatan sudah terkomputerisasi sehingga pembuatan laporan menjadi tidak lengkap dan membutuhkan waktu lama. Sehingga diperlukansistem pelaporan berbasis jaringan dengan SMS yang dapat menyajikan informasi dengan cepat, tepat dan akuratagar dapat digunakan untuk membantu pengambilan keputusan.Tujuan Merancang model sistem pelaporan untuk pemantauan kasus penyakit menular potensial wabah berbasis jaringan dengan SMS.Metode Penelitian Jenis Penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan System Development Life Cycle/SDLC yang terdiri studi pendahuluan, analisi masalah, analisis kebutuhan, analisis keputusan dan, desai. Obyek yang diteliti adalah proses - proses informasi yaitu struktur informasi dan prosedur informasi di subdin P2P. Subyek Penelitian staf subdin P2P, Rumah-Sakit dan Puskesmas di lingkungan Dinas KesehatanKota Semarang sebanyak 12 orang. Pengumpulan data melalui observasi,wawancara/focus Grup Diskusi dan studi pustaka. Data dianalisis menggunakan metode content anakisisHasil penelitian adalah spesifikasi sistem yang akan dikembangkan, yang dimodelkan dalam diagram konteks dan data flow diagram sehingga dapat diperoleh basis data, rancangan input, output dan interface.Kesimpulan 1). Kendala sistem pelaporan penyakit menular potensial wabah tidak tepat waktu, tidak lengkap dan tidak akurat, 2).Kebutuhan informasi untuk sistem pelaporan terdiri dari perangkat keras dan perangkat lunak sesuai dengan spesifikasi minimal yang ditetapkan, 3).Memperoleh basis data yang terdiri dari 10 tabel yaitu tabel kecamatan, tabel kelurahan, tabel puskesmas, tabel rumah Sakit, tabel penyakit, tabel sensus, tabel kasus, tabel kejadian, tabel pejabat dan tabel SMS dan 4).Memperoleh rancangan sistem pelaporan penyakit menular potensial wabah terdiri dari rancangan antarmuka, rancanganinput dan rancangan outputKata Kunci : Sistem pelaporan, Penyakit Menular, SMS
IDENTIFIKASI PERANAN KADER DALAM PENCEGAHAN DBD DI KELURAHAN SRONDOL KULON KECAMATAN BANYUMANIK KOTA SEMARANG Trixie Salawati; Ratih Sari Wardani
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2008: CONTINUING MEDICAL AND HEALTH EDUCATION (CMHE) | Peran Biomolekuler dalam Penegakan Diagnosis
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.944 KB)

Abstract

Latar Belakang : Kelurahan Srondol Kulon, Kecamatan Banyumanik Kota Semarang merupakan salah satu kelurahan endemis tinggi DBD. Menurut DKK Semarang tahun 2005 di kelurahan tersebut terdapat 28 kasus, tahun 2006 turun menjadi 18 kasus, namun tahun 2007 naik menjadi 51 kasus. Bahkan pada bulan Februari 2007 Kecamatan Banyumanik ditetapkan dalam status KLB DBD. Mengingat wilayah tersebut merupakan daerah endemis dan KLB DBD, maka peran kader dan puskesmas dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pencegahan DBD di wilayah tersebut sangat diperlukan. Apalagi Depkes RI telah menetapkan peran kader kesehatan dalam PSN-DBD untuk pencegahan dan pemberantasan penyakit DBD. Tujuan : Mengidentifikasi Peranan Kader kesehatan dalam pencegahan DBD di Kelurahan Srondol Kulon Kecamatan Banyumanik Kota Semarang. Metode : Jenis penelitian ini Kualitatif. Lokasi penelitian ialah wilayah RT 3 RW VIII Kelurahan Srondol Kulon Kecamatan Banyumanik Kota Semarang. Sumber data penelitian ini diperoleh melalui DKT dengan ibu-ibu warga (15 – 60 tahun) yang bertempat tinggal RT 3 RW VIII di Kelurahan Srondol Kulon Kecamatan  Banyumanik yang terpilih dan bersedia untuk diteliti serta ada di rumah pada saat penelitian dilakukan. Selanjutnya dilakukan pula wawancara mendalam dengan kader jumantikyang menangani pencegahan DBD di RT 3 RW VIII, pihak Puskesmas setempat, pihak kelurahan dan tokoh masyarakat, observasi sekilas di wilayah tersebut serta literatur, dan sumber-sumber lain yang mendukung penelitian.Hasil : Peranan kader jumantik dalam pencegahan DBD di RT 3 sudah cukup baik, terutama pada saat diberlakukannya PSN Pendampingan. Namun ternyata tujuan program belum tercapai, karena setelah program berakhir warga belum  mampu melakukan PSN secara mandiri dan teratur. Sebagian besar warga dalam DKT menyatakan bahwa untuk sementara mereka ingin istirahat dahulu karena ‘capek’ dan rencananya PJB akan diganti menjadi sore hari. Hal tersebut pun diakui oleh kader jumantik. Warga memaklumi bahwa kader banyak merangkap tugas sehingga kesibukannya cukup tinggi. Namun reinforcing dari kader jumantik kepada warga sangatlah diperlukan, terbukti warga masih berharap untuk “dioyak-oyak”, karena paling tidak akan membuat warga merasa “pekewuh” sehingga mau melaksanakan PSN. Reinforcing penting yang lain ialah dari ibu ketua RT setempat. Dari hasil penelitian terungkap pula bahwa pengetahuan kader jumantik seputar PSN belum sepenuhnya baik, oleh karena itu kader jumantik masih perlu memperoleh binaan agar beperani secaralebih optimal. Kader jumantik mengaku belum pernah memperoleh pelatihan khusus sebagai jumantik, namun sebagai kader posyandu beliau mengaku memperoleh binaanpukesmas secara rutin. Pihak puskesmas juga menyatakan bahwa selama ini kader jumantik dawis belum pernah mendapatkan pelatihan.
PENGARUH KETEBALAN DIAMETER ZEOLIT DIGUNAKAN SEBAGAI MEDIA FILTER TERGHADAP PENURUNAN KESADAHAN AIR SUMUR ARTETIS DI KELURAHAN SENDANGGUWO KECAMATAN TEMBALANG KOTA SEMARANG Mifbakhuddin -; Ratih Sari Wardani; Atfis Prihandono Rozaq
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 4. No. 2. Tahun 2008
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.265 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.4.2.2008.%p

Abstract

The Influence of Zeolite Diameter Thickness Used As Filter Media on the Decrease of the Lime Content of Deep Well Water (xiii+ 40 page + 8 tables + 1 graph + 5 picture + 7 appendices) Background : Based on the survey that was made it was found that 90% of the population in RW(Community Unit) II, Kelurahan Sendangguwo use of deep well water as clean water and drinking water. They assume that the deep well water is cleaner and better in quality compared to shallow well water or tap water, so that the deep water water is also used for cooking and drinking. Based on the examination of the deep well water, the level of lime content is 512.7 mg CaCO3 / l which is above the tolerable minimum threshold of 500 mg/l. Based on the problem, the researcher conducted a research on zeolite as filter media to reduce of the level content of CaCO3 with a different size of diameter i.e., 2 mm, 1 mm and 0.5 mm. Objective : To find out the influence of the diameter size of the zeolite on the decrease of the CaCo3 level content of the deep well water Method : The type of research being used was a True Experiment with randomized experimental design, or is also called randomized pretest-posttest control group design. The diameter sizes of zeolite used in this research as water ion change media were 2 mm, 1 mm, 0.5 mm diameter respectively, and used nine times with the test results. The total sample being examined was 27 samples. Independent variable in this research is the diameter variation of the zeolite used, and the dependent variable is the decrease level content of CaCO3 hardness and confounding variables are pH and temperature. The research used descriptive analysis to determine the percentage reduction of CaCO3 level content and statistical analysis using Kruskal-Wallis test to determine the influence of the size of the different diameter of zeolite. Result : The percentage decrease of content level of CaCO3 of the deep well water after passing the zeolite filter is in average 84.57% in the treatment with ziolite of 2 mm in diameter and 77.38% in the treatment with zeolite of 1 mm, and flat - average 95.95% in the treatment with 0.5 mm diameter zeolite. The most effective Zeolit in lowering level content of CaCO3 of deep well water is on the size of 0.5 mm diameter. Results of Kruskal-Wallis test showed p value = 0.000 which means that it is smaller than the value of α 0.05, so there is significant influence of the different size in diameter of ziolite on the decline of the level content of CaCO3 of the deep well water. Conclusion: There is significant influence of the different size in diameter of zeolite used as filter media, on the decline of level content of CaCO3 of deep well water (P = 0.000). The most effective Zeolit in lowering level content of CaCO3 of deep well water is the 0.5 mm size in diameter of zeolite.   Key word : Level content of CaCO3, Ziolite Diameter, Level Content Decrease
RISIKO RIWAYAT PAJANAN PESTISIDA TERHADAP UKURAN TUBUH BAYI BARU LAHIR Dayu Yunita Putri; Ratih Sari Wardani
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 10. No. 1. Tahun 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.446 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.v10i1.2371

Abstract

Background : Brebes Regency in the highest of utilizing pesticides in Indonesia. But theoverwhelming utilizing pesticides have potentially for causing many adverse effects which can make damage for the human health and the environment, especially for the pregnant women who work and live in that area. Pesticides exposure potentially make some adverse effect for fetal growth during the pregnancy and causing the abnormal of pregnant outcome such as head circumference, birth length and birth weight are less than the normal standard.Method: This type of research was explanatory and used cohort retrospective apporoach.The samples of this research consist of 60 gave birth mothers from three different villages in Tanjung District there were Tanjung, Lemahabang and Sengon. The independent variables were risk of pesticides exposure, times of work and periods of work. The dependent variables were the new born baby body size consist of head circumference, birth length and birth weight. Data analyzed by Chi Square, independent sample t test and Mann Whitney.Result: There was no correlation between the risk of pesticides exposure history and headcircumference p=0,068 but there was significant difference of head circumferences average in exposure and not exposure group p=0,016. There was no correlation between risk of pesticides exposure history and birth length p=0,103, but there was significant difference of birth length average in exposure and not exposure group. There was significant difference of birth weight average in exposure and not exposure group p=0,019. There was no correlation between times of work and head circumference p=0,288. There was no correlation between times of work and birth length p=0,088 and also there was no significant difference of birth weight in exposure and not exposure group p=0,278. This research also reveal there was no correlation between period of work and head circumference p=0,288. There was no correlation between period of work and birth length p=0,088 and also there was no significant difference of birth weight in exposure and not exposure groups p=0,278.Conclusion: There were no correlation between risk of pesticides exposure history and headcircumference, birth length and birth weight. There were no correlation between times of work and head circumference, birth length and birth weight. There were no correlation between period of work and head circumference, birth length and birth weight, but this research reveal there were significant difference of head circumference and birth weight in exposure and not exposure groups.
Hubungan Pendidikan dan Mutu Pelayanan dengan Kepuasan (Studi pada Pasien Rawat Jalan Puskesmas Poncol Kota Semarang) Dyah Sukma Jati Pamungkas; Ratih Sari Wardani; Heni Rusmitasari
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 5 (2022): Inovasi Riset dan Pengabdian Masyarakat Guna Menunjang Pencapaian Sustainable Developm
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang:  Meningkatnya Pendidikan dan kesadaran masyarakat terhadap Kesehatan menuntut peningkatan mutu pelayanan Kesehatan. Pelayanan kesehatan yang bermutu  di Puskesmas akan memberikan kepuasan pada pasien yang selanjutnya berdampak pada penambahanjumlah kunjungan pasien dan peningkatan keuntungan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pendidikan dan mutu pelayanan dengan kepuasan pasien Rawat Jalan di Puskesmas Poncol Kota Semarang. Metode Penelitian: Jenis penelitian adalah explanatory research, menggunakan metode survei melalui kuesioner dan wawancara dengan pendekatan cross sectional. Populasi  pasien rawat jalan Puskesmas Poncol Kota Semarang sebesar 687 dan diambil sampel 97. Data yang dikumpulkan terdiri dari pendidikan, mutu pelayanan (tangible, reliability, responsiveness,assurance, empathy) dan Kepuasan pasien. Data dianalisis menggunakan uji Chi Square dan uji Rank Spearman Hasil: Pendidikan paling banyak SMA 48,5%, mutu tangible semua baik,  mayoritas mutu pelayanan baik ( reliability 96,6%, responsiveness  94,8%, assurance 94,8% dan empathy 95,9%) dan mayoritas responden puas sebesar 97,9%. Pendidikan tidak berhubungan dengan kepuasan (p=0,475). Mutu pelayanan berhubungan dengan kepuasan (tangible p=0,00, reliability  p=0,00, responsiveness p=0,00, assurance p=0,00 dan empathy p=0,00). Kesimpulan: Pendidikan tidak berhubungan dengan kepuasan, tetapi mutu pelayanan berhubungan dengan kepuasan pada pasien rawat jalan Puskesmas Poncol Kota Semarang Kata Kunci : Pendidikan, mutu pelayanan, kepuasan, Puskesmas,  pasien rawat jalan
Penyuluhan Bahaya Kesehatan Akibat Gadget pada Anak dan Remaja di Wilayah Kelurahan Purwosari Kota Semarang Ulfa Nurullita; Ratih Sari Wardani; Wulandari Meikawati; Riausah Anjani; Salsabela Ratna Duhita Alri; Avista Ayu Sulistyawati
Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK) Vol 5, No 2 (2023): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Baiturrahim Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jak.v5i2.549

Abstract

A gadget is a small electronic device that has many functions, is designed with high technology, is practical to use, and is constantly undergoing updates. The use of gadgets is growing very quickly in all age groups, especially children and adolescents. The dangers of using gadgets can have an impact on the physical and psychological condition of the child. In 2019 and 2020 there was an increase in the number of children who had to be referred to psychiatric hospitals related to gadget addiction, soit was necessary to socialize about the dangers of gadgets in health. The purpose of this community service is to increase children's knowledge about the health hazards caused by the use of gadgets. Activities in the form of socializationabout gadgets and their dangers to health, with material in the form of understanding, types of gadgets, health impacts caused, and how to control and prevent them.  The methods used are socialization, giving leaflets, and interactive discussions. The subjects targeted were children and adolescents assisted by the Nareswari Thematic Village, Purwosari Village, North Semarang District. The results of community service showed a higher knowledge score after socialization than before counseling.
PENGARUH PENYULUHAN TERHADAP PENGETAHUAN IBU TENTANG PERAWATAN TALI PUSAT BAYI DI RUMAH BERSALIN NURHIKMAH DESA KUWARON GUBUG GROBOGAN Tri Hartini; Ratih Sari Wardani; Nuke Devi Indrawati
Jurnal Kebidanan Vol 2, No 2 (2013): August 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.837 KB) | DOI: 10.26714/jk.2.2.2013.77-82

Abstract

Latar belakang: Salah satu cara untuk mencegah infeksi Tetanus Neonatarum, meka tali pusat yaitu menjaga agar luka tali pusat tetap bersih, tidak terkena air kencing, kotoran bayi atau nanah. Di Rumah Bersalin Nurhikmah Desa Kuwaron 2 bayi ( 5%) dari 40 bayi mengalami infeksi pada tali pusat dikarenakan ibu membubuhkan ramu-ramuan tradisional pada tali pusat bayi. Dari 40 ibu bersalin tersebut 21 ibu (52,5%) menyatakan masih kebingungan dalam merawat tali pusat bayi berdasarkan hal itu perlu dilakukan penyuluhan sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang perawatan tali pusat pada bayi.Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh penyuluhan terhadap pengetahuan ibu tentang perawatan tali pusat bayi di Rumah Bersalin Nurhikmah Desa Kuwaron Gubug Grobogan.Metode : Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dan menggunakan rancanganone group pre test – post test. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang mempunyai bayi yang bersalin di Rumah Bersalin Nurhikmah Desa Kuwaron Gubug Grobogan sebanyak 56 orang, besar sampel adalah 37 orang dan pengambilan teknik sampel yang dipakai adalahsampling quota sampling. Analisis bivariat menggunakan uji Wilcoxson’s.Hasil : Hasil penelitian diperoleh mayoritas pengetahuan ibu tentang perawatan tali pusat sebelum penyuluhan adalah cukup sebanyak31 orang (83,8%). Mayoritas pengetahuan ibu tentang perawatan tali pusat setelah penyuluhan adalah baik sebanyak 31 orang (83,8%). Ada perbedaan yang signifikan antara pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan (p=0,000) Simpulan : Ada perbedaan yang signifikan rata-rata pengetahuan ibu tentang perawatan tali pusatbayi sebelum dan sesudah penyuluhan.
PERBEDAAN PENGETAHUAN DAN SIKAP WANITA USIA SUBUR TENTANG PRAKTIK SADARI(PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI) SEBELUM DAN SESUDAH PENYULUHAN DI RW 03 KELURAHAN BULUSTALAN SEMARANG Wahyu Umiyati; Ratih Sari Wardani; Novita Nining Angraini
Jurnal Kebidanan Vol 4, No 1 (2015): February 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.599 KB) | DOI: 10.26714/jk.4.1.2015.65-73

Abstract

Latar Belakang: Kanker payudara merupakan salah satu jenis penyakit yang dapat menyebabkan kematian terbesar pada kaum wanita di dunia termasuk di Indonesia, namun penyakit kanker payudara merupakan keganasan yang dapat dicegah sedini mungkin dengan berbagai cara, salah satunya yang paling efektif yaitu dengan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Studi pendahuluan yang dilakukan pada 10 orang wanita usia subur (WUS) di RW 03 Kelurahan Bulustalan ditemukan 6 orang tidak tahu dan 4 orang tahu tentang SADARI. Hal ini dikarenakan belum pernah ada sosialisasi dari tenaga kesehatan, oleh karna itu perlu dilakukan penyuluhan tentang SADARI. Tujuan : Mengetahui perbedaan pengetahuan dan sikap WUS tentang praktik sadari terkait kejadian kanker payudara sebelum dan sesudah penyuluhan RW 03 Kelurahan Bulustalan. Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Quasi Experiment atau eksperimen semu, dengan rancangan yang digunakan adalah “One Group Pre Test dan Post Test Design”. Populasi dalam penelitian ini wanita usia subur di RW 03 Kelurahan Bulustalan sebanyak 50 orang. Sampel yang digunakan sebanyak 40 orang. Variabel bebas adalah Penyuluhan tentang praktik SADARI dan Variabel terikat adalah pengetahuan dan sikap WUS tentang praktik SADARI. Analisis Bivariat menggunakan uji (wilcoxon). Hasil : sebelum dilakukan penelitian WUS memiliki pengetahuan tentang SADARI sebanyak (57,5%), dan sikap yang dimiliki WUS sebelum penyuluhan juga tidak mendukung sebanyak (60%), dan setelah dilakukan penyuluhan tentang pengetahuan SADARI pada WUS meningkat menjadi baik yaitu (100%), dan  sikap WUS terhadap SADARI setelah penyuluhan menjadi mendukung sebanyak (52,5%). Ada perbedaan pengetahuan tentang praktik SADARI sebelum dan sesudah penyuluhan p-value 0,000, dan ada perbedaan sikap tentang praktik SADARI sebelum dan sesudah penyuluhan p-value 0,000. Kesimpulan : Ada perbedaan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap WUS tentang Praktik SADARI sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan tentang SADARI. Kata Kunci : pengetahuan, sikap, SADARI, Penyuluhan.