Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

HUBUNGAN REGIMEN TERAPI TERHADAP KUALITAS HIDUP PASIEN KANKER MENGGUNAKAN KUESIONER EORTC QLQ C-30 DI RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA Fitri ayu wahyuni; Woro Supadmi; Endang Yuniarti
PHARMACIA Vol. 1 No. 2 (2023): Pharmacy
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker merupakan suatu kondisi sel yang telah mengalami kehilangan pengendalian dan mekanisme normalnya sehingga mengalami pertumbuhan sel yang tidak normal, cepat dan tidak terkendali. Efek kemoterapi berkaitan dengan penurunan kualitas hidup. Kualitas hidup pasien diukur menggunakan kuesioner EORTC QLQ-C30. Kualitas hidup merupakan persepsi setiap individu terhadap fungsinya dalam kehidupan. Kualitas hidup dipengaruhi oleh rejimen kemoterapi dan dapat dipengaruhi oleh jenis kanker , jenis kanker dalam hal ini berkaitan dalam menentukan rejimen kemoterapi. Pemilihan dan penentuan jenis rejimen kemoterapi didasarkan atas profil imunohistokimia dan hispatologi masing-masing pasien. Penelitian ini bertujuan utuk mengetahui hubungan rejimen kemoterapi dengan kualitas hidup pasien kanker di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan subjek penelitian semua pasien kanker yang menjalani kemoterapi periode September-Oktober 2020 dan memenuhi kriteria inklusi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Kruskal Wallis. Dari hasil analisis diperoleh tidak terdapat hubungan yang bermakna antara karakteristik pasien dan rejimen kemoterapi dengan nilai kualitas hidup pasien kanker (p>0,05).
INTERAKSI OBAT PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DI BANGSAL HEMODIALISIS RUMAH SAKIT HAPPYLAND YOGYAKARTA Jumiati; Woro Supadmi
Jurnal Kefarmasian Akfarindo Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37089/jofar.v0i0.22

Abstract

Latar belakang: Pasien gagal ginjal kronik menyebabkan penurunan fungsi ekskresi sehingga dapat menyebabkan kadar obat dalam darah meningkat. Penggunaan obat lebih dari satu meningkatkan kemungkinan terjadinya interaksi obat. Interaksi obat dapat menyebabkan kerugian pada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase pasien hemodialisa yang mengalami kejadian interaksi obat potensial, obat-obat yang sering berinteraksi, serta kajian interaksi obat berdasarkan tingkat signifikansi, onset, dan severity. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pengumpulan data secara prospektif. Subjek penelitian adalah rekam medik pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialysis di Rumah Sakit Happyland Yogyakarta. Data diperoleh dengan cara survei langsung terhadap data terapi dan hasil pemeriksaan pasien Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 8,7% (8 pasien) dari 92 pasien hemodialisis berpotensi mengalami interaksi obat. Jenis obat yang sering berinteraksi adalah ranitidine dan antasida. Kejadian interaksi obat yang paling banyak terjadi adalah pada tingkat signifikansi 4 terdapat 4 kasus (50%), onset yaitu delayed sebesar 7 kasus (87,5%), dan severity yaitu moderate sebesar 5 kasus (62,5%). Kesimpulan: Persentase potensi interaksi obat pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis sebesar 8,7%, dengan interaksi yang sering terjadi adalah obat ranitidin dan antasida, dan kejadian interkasi terbanyak adalah pada tingkat signifikansi 4.
HUBUNGAN KETEPATAN TERAPI DENGAN OUTCOME KLINIS PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN HIPERTENSI DI RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH GAMPING Rizqiana Tri Aryaningrum; Saputri, Ginanjar Zukhruf; Akrom; Lalu M Irham; Woro Supadmi; Joko Sudibyo
Jurnal Kefarmasian Akfarindo Vol 11 No 1 (2026)
Publisher : Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37089/jofar.vi0.1221

Abstract

Prevalensi Diabetes Melitus tipe 2 disertai hipertensi masih tinggi, mencapai 50-75% secara global. Kejadian Medication error masih menjadi problem di beberapa negara, mencapai sekitar 70%, sehingga mempengaruhi kegagalan dalam pencapaian target terapi. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan ketepatan terapi dengan outcome klinis pada pasien diabetes melitus tipe 2 dengan hipertensi di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping. Metode penelitian menggunakan non-eksperimental berupa kajian deskriptif dan analitik dengan pendekatan retrospektif dengan 37 rekam medik pasien DMT2 -hipertensi rawat jalan periode Januari - Desember 2024 di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping. Analisis ketepatan terapi mengacu pada guideline JNC VIII, PERHI, PERKENI, dan ADA. Analisis statistik dilakukan dengan analisis chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan analisis terapi antidiabetes meliputi tepat indikasi (100%), tepat pasien (100%), tepat dosis (100%), tepat frekuensi (100%), dan tepat rute pemberian (100%). Adapun pada analisis terapi antihipertensi menunjukan tepat indikasi (100%), tepat pasien (97,3%), tepat dosis (100%), tepat frekuensi (100%), dan tepat rute pemberian (100%). Hasil perbaikan outcome klinis rata-rata kadar GDS dan/atau GDP baik pada pemeriksaan bulan pertama dan kedua sebanyak 37 pasien (100%) mengalami penurunan dan terkontrol, begitu juga pada hasil perbaikan outcome klinis rata-rata tekanan darah diastole 37 pasien (100%) mengalami penurunan dan terkontrol, namun berbeda dengan rata-rata tekanan darah sistol, beberapa pasien masih belum terkontrol. Kesimpulan penelitian ini yaitu tidak terdapat hubungan antara ketepatan terapi dengan outcome klinis berupa GDS dan/GDP maupun tekanan darah dengan nilai p-value sebesar 1,000 (p>0,05).