Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Analisis Proses Interaksi dan Perilaku Komunikasi dalam Kelompok Tarekat Tijaniyah di Zawiyah Serang Kabupaten Bekasi Pratiwi, Ellya; Ismail, Asep Usman; Sukmawati, Lilis
INTERAKSI PERADABAN: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Program Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/interaksi.v2i1.26287

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses interaksi dan perilaku komunikasi dalam kelompok tarekat Tijaniyah di Zawiyah Serang Kabupaten Bekasi. Pesan-pesan yang dipertukarkan dalam proses interaksi kelompok dapat membentuk peran dan kepribadian anggota kelompok serta karakter atau sifat kelompok secara keseluruhan. Proses interaksi dan dinamika komunikasi kelompok tarekat Tijaniyah ini dianalisis berdasarkan teori analisis proses interaksi oleh Robert Bales. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan bersifat deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses interaksi pada kelompok Tijaniyah di Zawiyah Serang Kabupaten Bekasi membentuk peran dan kepribadian anggota kelompok secara keseluruhan. Muqaddam yang berperan sebagai pemimpin kelompok lebih dominan secara signifkan dibandingkan peran pemimpin sosioemosional. Baik para anggota kelompok (ikwhan Tijaniyah) maupun muqaddam menunjukkan tindakan positif yang dapat dilihat kategori pesan dan situasi komunikasi. Proses interaksi tersebut membuat permasalahan komunikasi pada kelompok ini secara umum terkendali dengan baik.
Efektivitas Public Speaking Presenter Dalam Menarik Penonton PAL TV Palembang Sepriansyah, Nanda; Sukmawati, Lilis
INTERAKSI PERADABAN: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 4 No. 1 (2024): Interaksi Peradaban Januari-Juli 2024
Publisher : Program Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/interaksi.v4i1.38513

Abstract

Skripsi ini mengkaji secara mendalam dampak kemampuan Public Speaking presenter terhadap daya tarik penonton PAL TV Palembang, penelitian ini mencakup analisis aspek verbal dan non-verba komunikasi presenter dalam konteks  televisi lokal. Metode penelitian yang digunakan ialah metode kualitatif, yang melibatkan observasi, wawancara, dan dokumentasi, untuk mendalami pemahaman tentang pengalaman, persepsi, terhadap Public Speaking presenter. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan Public Speaking presenter dalam berbicara didepan umum, kepercayaan diri, keterampilan berbicara, mengelola ekspresi, wajah, penggunaan gerakan bahasa tubuh, kecepatan berbicara, artikulasi dan pengucapan, nada saat berbicara, aturan Ketika berbicara, cara mengatasi kegugupan saat presentasi, kemampuan menyampaikan materi secara menarik, serta membangun koneksi emosional memiliki implikasi positif pada partisipasi dan keterlibatan penonton, dan persiapan presenter sebelum dan setelah membaca pemberitaan, temuan ini menggaris bawahi pentingnya keterampilan Public Speaking sebagai faktor utama dalam menetukan kesuksesan sebuah program televisi lokal. Penelitian ini juga menyoroti perlunya pelatihan dan pengembangan terus menerus bagi presenter guna meningkatkan kualitas komunikasi mereka agar semakain menarik saat presentasi kedepannya, dengan kata kunci Public Speaking, Presenter, dan PAL TV Palembang. Penelitian ini memberikan kontribusi  penting dalam pemahaman lebih  lanjut tentang bagaimana peningkatan kemampuan komunikasi presenter, agar dapat menjadi dasar bagi pengembangan strategi dan pelatihan bagi presenter agar dapat lebih efektif dalam menyampaikan pesan, meningkatkan daya tarik saat presentasi dalam konteks media  televisi lokal.
Efektivitas Efektivitas Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Kewirausahaan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Oleh Dinas Sosial Kabupaten Bintan Amalia, Dinda; Lestari, Andi Karmila; Sukmawati, Lilis
Jurnal Administrasi Politik dan Sosial Vol 5 No 1 (2024): JAPS April 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46730/japs.v5i1.122

Abstract

The government has made various efforts to eradicate poverty. One of the efforts is to carry out community empowerment through an entrepreneurship program called a joint business group (KUBE). KUBE was formed with the aim of being able to reduce poverty through joint and cooperative efforts. In this research, measuring effectiveness is seen from several indicators, namely, target accuracy, program socialization, program objectives, and program monitoring. The aim of this research is to understand and analyze the effectiveness of community empowerment implemented through the Joint Business Group (KUBE) program in Sungai Lekop Village, East Bintan District, Bintan Regency. This research uses qualitative methods and the type of research is descriptive and data is obtained through direct interviews with informants and observation. The results of the research show that the effectiveness of community empowerment through the Joint Business Group Entrepreneurship (KUBE) program in Sungai Lekop Village, East Bintan District, Bintan Regency shows
Gender Inequality in Endogamous Marriage Practices: : A Study of the Arab Community in Palembang Sukmawati, Lilis; Tuhuteru, Ajuan
Al-MUNZIR Vol. 18, No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/am.vi.11493

Abstract

The world is now entering the 5.0 era where humans are required to think forward and be innovative in facing the challenges of the times. Gender equality is an important issue, but the gender gap is still evident, especially in terms of women's rights. Although many Indonesian women have occupied public positions, patriarchal perspectives are still widely found, one of which is in the practice of endogamous marriage. The purpose of this article is to analyze the gender perspective of Palembang Arabs who practice endogamous marriage. The approach used in this article is descriptive qualitative. The informants interviewed totaled five people, two women and three men. The data collection techniques used are observation, interview and documentation. The results showed that men consider women (sharifah) of Arab ethnicity to be submissive so that things that are prohibited such as not being highly educated, not being allowed to have other activities outside the home, and limiting their duties to only taking care of the house and children are things that make them appropriate or not to be used as wives. on the other hand, for women, education is something that is allowed in religion as the hadith which means "pursue knowledge from the mother's cradle to the grave", kitchen affairs are not only women's affairs but also men's affairs, so there is a need for communicationKeywords: Gender issues; Endogamous marriage; Gender inequality, Palembang Arab Village
Pola Komunikasi Body Neutrality Sebagai Bentuk Perlawanan Patriarkal Dalam Film Imperfect Maharani Maharani; Nuraida Nuraida; Lilis Sukmawati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6003

Abstract

Komunikasi merupakan istilah akrab dalam kehidupan sehari-hari, namun sulit didefinisikan secara ilmiah karena sifatnya yang abstrak dan memiliki banyak makna. Dalam konteks sosial budaya, komunikasi menjadi sarana penting untuk memahami relasi kekuasaan, termasuk dalam budaya patriarki yang menempatkan laki-laki sebagai pusat otoritas dan perempuan dalam posisi subordinat. Sistem ini membentuk konstruksi sosial mengenai tubuh perempuan yang sering kali dinilai berdasarkan standar kecantikan sempit. dalam kerangka inilah, penelitian berjudul “Pola Komunikasi Body Neutrality Sebagai Bentuk Perlawanan Patriarkal dalam Film Imperfect” hadir untuk menganalisis bagaimana konsep body neutrality digunakan sebagai strategi perlawanan terhadap konstruksi patriarkal tersebut. Salah satu bentuk perlawanan terhadap hegemoni patriarki adalah konsep body neutrality, yakni pemahaman bahwa nilai diri tidak ditentukan oleh penampilan fisik. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola komunikasi body neutrality yang muncul dalam film tersebut sebagai strategi melawan konstruksi patriarkal. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini memanfaatkan teori feminisme tubuh dan interaksionisme simbolik. Data diperoleh melalui observasi, pengamatan, dan analisis dokumentasi, kemudian diolah melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Imperfect menggambarkan kuatnya pengaruh standar kecantikan patriarkal terhadap cara perempuan memandang tubuhnya. Konsep body neutrality menegaskan bahwa tubuh adalah bagian fungsional yang menopang kehidupan, bukan objek estetis yang harus memenuhi tuntutan publik. Kebahagiaan tidak ditentukan oleh kecantikan, sementara penerimaan diri tidak mensyaratkan perubahan fisik, melainkan kestabilan emosi dan hubungan yang sehat dengan diri sendiri. Sikap netral terhadap tubuh berarti menghargai tubuh apa adanya, tanpa menghakimi perubahan bentuk maupun berat badan.
Analisis Framing Pemberitaan Khilafatul Muslimin Tentang Ideologi Bernegara Yudha Saputra; Muslimin Muslimin; Lilis Sukmawati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7266

Abstract

Penelitian ini mengkaji framing media daring nasional terhadap pemberitaan Khilafatul Muslimin dalam konteks ideologi bernegara di Indonesia. Kemunculan kelompok ini memicu perdebatan publik karena ideologi khilafah yang diusung kerap dipersepsikan bertentangan dengan Pancasila. Media massa berperan penting dalam membentuk pemahaman publik melalui proses framing. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan framing pemberitaan Khilafatul Muslimin pada Kompas.com dan Republika.co.id menggunakan model framing Robert N. Entman. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, berdasarkan berita yang terbit pada Juni 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kompas.com membingkai Khilafatul Muslimin sebagai ancaman terhadap Pancasila, stabilitas nasional, dan keamanan negara dengan penekanan pada penegakan hukum dan risiko radikalisme. Sementara itu, Republika.co.id menampilkan framing yang lebih moderat dengan menempatkan isu khilafah dalam konteks keagamaan dan sosial serta menekankan pendekatan dialogis dan deradikalisasi. Perbedaan framing ini mencerminkan orientasi editorial media dan menunjukkan bahwa pemberitaan turut membangun makna serta realitas sosial
Communicating Resistance: A Narrative Analysis of Women’s Struggle Against Tyranny Alensky Perlika; Sukmawati, Lilis
Al-MUNZIR Vol 18 No 2 (2025): November 2025
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/am.v17i2.11531

Abstract

Women's resistance against the authoritarianism of the New Order is the socio-political context of Indonesia during the leadership of President Soeharto. In the book "Berjuang Melawan Tiran" written by 42 authors, it provides motivation from the side of resistance to fight oppression. This study aims to find out how the analysis of women's resistance against the authoritarianism of the New Order is described in the book entitled "Berjuang Melawan Tiran" using Tzetan Todorov's narrative theory, namely, conditions of balance, disturbance, awareness of disturbance, to repair the disturbance, new balance. The research method uses literature studies. The results of the study obtained equilibrium (initial balance) starting from the normal life of women before the conflict as students or workers, disruption (disruption) from the New Order regime created injustice and violence, recognition (awareness of disturbance) awareness that the struggle also concerns gender inequality and patriarchy, repair (efforts to repair disturbances) building organizations and continuing after the reform, new equilibrium (new balance) formed a new awareness even though the struggle is now more individual and full of challenges. This research demonstrates the author's real-life experiences, demonstrating how feminist theory and narrative analysis of the New Order can be used together to gain a better understanding of the complexities of resistance that motivated other women to defend social equality.
Dualisme Moral dalam Film “Sheriff: Narko Integrity” Keberpihakan antara Hukum dan Vigilantisme Amalia, Sari Ifhada; Nuraida, Nuraida; Sukmawati, Lilis
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang representasi konflik antara hukum dan vigilantisme dalam film Sheriif: Narko Integrity dengan fokus pada relasi moral antara karakter Sheriff dan Nazri. Film ini dipilih karena menghadirkan persoalan keadilan secara kompleks dan tidak hitam-putih, melalui pertarungan batin antara aparat penegak hukum ditengah kegagalan sistem hukum melindungi korban. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis semiotika Roland Barthes melalui tahapan denotasi, konotasi, dan mitos. Teori representasi Stuart Hall digunakan sebagai kerangka utama untuk membaca pembentukan makna hukum dan vigilantisme dalam film, sedangkan teori konflik sosial digunakan sebagai pendukung untuk memahami pertentangan antara individu dan struktur institusional. Metodologi penelitian ini bersifat interpretatif-deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi teks visual dan naratif terhadap adegan-adegan kunci yang merepresentasikan hukum, vigilantisme dan konflik moral antar tokoh. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hukum direpresentasikan sebagai institusi yang sah secara prosedural tetapi lambat dan terbatas dalam menghadirkan keadilan secara substantif. Vigilantisme Nazri ditampilkan sebagai respons emosional atas kegagalan hukum, bukan sebagai solusi ideal. Sheriff direpresentasikan sebagai simbol hukum yang berjuang menjaga integritas institusi, sementara Nazri sebagai figur yang terjebak antara trauma dan profesinya sebagai polisi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa film tidak memihak secara mutlak pada hukum maupun vigilantisme, tetapi menempatkan keduanya sebagai dua kutub moral yang sama-sama problematis hingga keadilan dipahami sebagai konflik antara aturan dan nurani manusia.
Exploration of Gender Issues in the Practice of Endogamous Marriage: Phenomenological Study on the Meaning of Endogamous Marriage for Women in Arab Villages of Palembang Lilis Sukmawati; Ajuan Tuhuteru; Nazayla Putri
Al Huwiyah: Journal of Woman and Children Studies Vol. 6 No. 1 (2026): Al Huwiyah: Journal of Woman and Children Studies
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/yd25fv52

Abstract

The practice of endogamous marriage is still maintained by a number of communities in Indonesia, a social and cultural tradition, one of which is the Arab community in Palembang. This tradition is often associated with efforts to maintain the purity of lineage (family line), family honor, and the continuity of kinship. This article aims to analyze the meaning of endogamous marriage for women in the Arab community of Palembang. A qualitative approach using phenomenological methods was used to explore women's experiences and subjective meanings of endogamous marriage through interviews, observations, and relevant literature reviews. The results of the study show that endogamous marriage is interpreted as a social mechanism to maintain lineage identity and strengthen family solidarity. This marriage practice places women in a relatively limited position in determining their partners. Nevertheless, women in the Palembang Arab community show a more reflective meaning by negotiating their roles as housewives, educators, and social relations with their partners (husbands). These findings indicate that the practice of endogamy is not only related to cultural traditions but also to the dynamics of gender relations in society.
Representasi Simbol Budaya Ulos Batak dalam Branding Instagram @tobatenun sebagai Citra Budaya Pop Kontemporer Widyah Malika; Nuraida .; Lilis Sukmawati
Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Sosial Politik Vol. 3 No. 4 (2026): April - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jiksp.v3i4.4586

Abstract

This research is entitled "Representation of Batak Ulos Cultural Symbols in Instagram Branding @tobatenun as a Contemporary Pop Culture Image". This research discusses how the ulos cultural symbol is represented in digital media which has experienced a shift in the meaning of ulos which not only functions as a symbol of customs and rituals, but is also present in the modern realm through the creative industry and social media. Digital branding becomes a new space for local culture to be re-presented in a form that is more relevant to the times. This research uses a qualitative method with a Roland Barthes semiotic analysis approach, with data in the form of ten Instagram posts @tobatenun for the period June 2025 - March 2026 which were analyzed through three stages, namely denotation, connotation, and myth. Based on the analysis that has been done, it shows that ulos is represented as a cultural symbol that has experienced an expansion of meaning. Denotatively, ulos is displayed as a woven cloth with a typical Batak motif. Connotatively, ulos represents identity, elegance, and cultural aesthetic values. At the myth level, ulos is interpreted as a modern, flexible cultural symbol and has become part of a contemporary lifestyle without losing its traditional values. Overall, this research shows that the Instagram branding of @tobatenun has successfully shaped the image of ulos as contemporary pop culture through modern and communicative visuals. Ulos is not only preserved as a cultural heritage but also revived as a relevant identity in the digital age.