Claim Missing Document
Check
Articles

Tindak Ilokusi dalam Naskah Teater Le Jeu de l’Amour et du Hasard Nuraeni, Citra; Mutiarsih, Yuliarti; Racmadhany, Ariessa
PRANALA: Jurnal Pendidikan Bahasa Prancis Vol. 8 No. 2 (2025): PRANALA: Jurnal Pendidikan Bahasa Prancis
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/pranala.v8i2.860

Abstract

Penelitian ini menganalisis jenis dan fungsi tindak ilokusi dalam bidang pragmatik. Tujuan penelitan ini adalah untuk mendeskripsikan dan mengidentifikasi jenis dan fungsi tindak tutur ilokusi yang terdapat dalam naskah teater “Le jeu de l’amour et du hasard” karya Pierre de Marivaux. Tindak ilokusi merupakan tuturan yang mengandung sebuah makna untuk melakukan sesuatu. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengidentifikasi dan mengklasifikasikan tindak ilokusi dalam naskah teater berdasarkan teori tindak tutur oleh George Yule. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam naskah teater “Le jeu de l’amour et du hasard” mengandung berbagai fungsi tindak ilokusi, seperti representatif, direktif, komisif, dan ekspresif. Selain fungsi, dalam naskah teater ini juga terdapat jenis tindak ilokusi, seperti tindak tutur langsung dan tindak tutur tidak langsung. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami makna secara pragmatik dalam sebuah karya sastra, khususnya naskah teater.
Representasi Budaya Prancis dalam Lagu Les Champs-Élysées oleh Joe Dassin Suhana, Niakita Alnesia; Mutiarsih, Yuliarti; Amalia, Farida
PRANALA: Jurnal Pendidikan Bahasa Prancis Vol. 8 No. 2 (2025): PRANALA: Jurnal Pendidikan Bahasa Prancis
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/pranala.v8i2.960

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi unsur budaya Prancis yang direpresentasikan secara tersurat dan menganalisis seperti apa representasi tersebut dikonstruksi dalam lirik lagu Les Champs-Élysées oleh Joe Dassin. Penelitian ini menggunakan teori representasi Stuart Hall untuk analisis konstruksi makna dan konsep unsur budaya Koentjaraningrat untuk kategorisasi unsur budaya. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik analisis isi. Diperoleh hasil yang menunjukkan bahwa lirik lagu secara eksplisit mengkonstruksi berbagai unsur budaya Prancis yang termasuk dalam Organisasi Sosial, Sistem Pengetahuan, Kesenian, Sistem Mata Pencaharian Hidup, dan Sistem Peralatan Hidup dan Teknologi. Unsur-unsur tersebut menggambarkan kehidupan sosial yang menunjukkan nilai-nilai budaya, ekspresi seni, kegiatan ekonomi, pengetahuan akan ruang, serta penggunaan teknologi. Oleh karena itu, lagu Les Champs-Élysées tidak hanya sebagai hiburan, tetapi berfungsi juga sebagai media yang mengkonstruksi budaya Prancis yang kaya akan kehidupan sosial yang aktif, ekspresi seni yang beragam, kegiatan ekonomi, pengetahuan akan ruang, serta penggunaan teknologi dalam keseharian.
Analisis Metode Penerjemahan Bahasa Slang dalam Takarir Film Les Intouchables Maharani, Deandra Naja; Mutiarsih, Yuliarti; Amalia, Farida
PRANALA: Jurnal Pendidikan Bahasa Prancis Vol. 8 No. 2 (2025): PRANALA: Jurnal Pendidikan Bahasa Prancis
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/pranala.v8i2.961

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metode penerjemahan yang digunakan pada bahasa slang dalam takarir film Les Intouchables (2011) dan serta jenis slang yang terkandung dalam film ini. Teori yang digunakan yakni teori jenis bahasa slang dari Allan dan Burridge (2006) serta teori metode penerjemahan dari Peter Newmark (1988). Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan dengan teknik observasi dan simak catat serta terkumpul berupa kata atau frasa slang yang terdapat pada film Les Intouchables, kemudian dianalisis jenis slang dan metode penerjemahannya berdasarkan teori yang digunakan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 100 data kata serta frasa slang yang terbagi ke dalam lima jenis slang berdasarkan teori Allan dan Burridge namun hanya ditemukan empat jenis yaitu fresh and creative slang sebanyak 57 data, flippant slang sebanyak 4 data, imitative slang sebanyak 37 data, clipping slang sebanyak 2 data, dan tidak ditemukan acronym slang. Kemudian dari delapan metode penerjemahan berdasarkan teori Newmark ditemukan lima metode yaitu faithful translation sebanyak 9 data, adaptation sebanyak 3 data, free translation sebanyak 6 data, idiomatic translation sebanyak 6 data, dan communicative translation sebanyak 76 data, tidak ditemukan word-for-word, literal translation, dan semantic translation. Slang yang bersifat baru dan kreatif mendominasi di film Les Intouchables, serta penerjemah mengutamakan penyampaian yang jelas dan alami kepada audiens BSa meskipun kurang mempertahankan bentuk aslinya.
Analisis Makna Konotatif dalam Terjemahan Lagu-Lagu Indila dari Bahasa Prancis kedalam Bahasa Indonesia Marsyanda Ratu Ayu Alya Ramadhan; Yuliarti Mutiarsih; Farida Amalia
Lingua Franca:Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 10 No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/lf.v10i1.27824

Abstract

This study discusses the analysis of connotative meaning in the translation of Indila’s song lyrics from Frenc to Bahasa Indonesia. Connotative meaning plays an important role in conveying emotional and aesthetic messages. The aim of this research is to identify the forms of connotative meaning in the translated lyrics and to classify them based on Peter Newmark’s translation methods. This study employs a descriptive qualitative approach with purposive sampling on three songs by Indila from the Mini World (2014) album: Dernière Danse, Tourner Dans Le Vide, and Love Story. The results show that connotative meaning plays a crucial role in expressing emotional messages in there songs. A total of 51 lines containing connotative meaning were found, with the dominant translation methods being the idiomatic translation (25 data), semantic translation (19), and communicative translation (5 data).
Pengembangan sektor kepariwisataan melalui peningkatan profesionalisme tenaga dan pengelola kepariwisataan di daerah Jawa Barat Yuliarti Mutiarsih
Jurnal Abmas Vol. 3 No. 1 (2003): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v3i1.60

Abstract

Tulisan ini mengetengahkan hasil Pengabdian Masyarakat di lokasi wisata Pangandaran, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Dari hasil survei diketahui bahwa para pedagang hanya memiliki kemampuan bahasa asing yang terbatas, dan cenderamata yang dihasilkan oleh perajin lokal masih dalam bentuk desain yang sederhana. Dalam upaya meningkatkan kemampuan dan kesejahteraan para pelaku pariwisata, Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis FPBS Universitas Pendidikan Indonesia merasa perlu dan berkepentingan membantu masyarakat melalui tiga kegiatan, yaitu: penyuluhan bahasa Prancis bagi para pemandu wisata amatir, pedagang tetap dan asongan cenderamata; pelatihan desain cenderamata bagi para perajin; dan penyusunan serta sosialisasi buku saku survival language dalam bahasa Prancis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini memiliki beberapa tujuan. Pertama, memberikan keterampilan bahasa Prancis kepada para pemandu wisata amatir dan pedagang cenderamata agar mampu berkomunikasi dalam bahasa tersebut. Kedua, meningkatkan kemampuan perajin cenderamata, terutama dalam menciptakan dan mengembangkan desain. Ketiga, membantu Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia bidang kepariwisataan. Keempat, meningkatkan peranan perguruan tinggi, dalam hal ini Program Studi Bahasa Prancis UPI, dalam masyarakat melalui kegiatan pengabdian pada masyarakat. Disadari benar bahwa kegiatan pengabdian dalam periode yang singkat ini tidak akan mampu mengakomodasi seluruh permasalahan yang ada di lapangan. Namun, diyakini pula bahwa kerja lapangan ini telah memberikan banyak pemecahan terhadap hal-hal yang sifatnya kognitif, afektif, maupun manajerial.
Analisis Materi Pembelajaran Bahasa Perancis Niveau A2 Pada Situs https://francaisfacile.net/  Syafira Arsellyn Dinova; Yuliarti Mutiarsih; Farida Amalia
Kode : Jurnal Bahasa Vol. 15 No. 2 (2026): Kode: Edisi Juni 2026
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/n5nkz064

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian sumber daya bahasa Perancis yang tersedia di situs web https://francaisfacile.net/ dengan Cadre européen commun de référence pour les langues (CECRL) tingkat A2. Situs ini berfungsi sebagai salah satu sumber belajar bagi para pemelajar bahasa Perancis. Materi bahasa Perancis yang disediakan harus sesuai dengan kerangka CECRL guna memastikan kredibilitas konten yang digunakan baik untuk pengajaran maupun pembelajaran mandiri. Analisis ini menggunakan metode kualitatif berdasarkan model analisis interaktif karya Miles, Huberman, dan Saldana (kondensasi data, penyajian data, serta penarikan/verifikasi kesimpulan). Materi-materi di situs ini, khususnya 28 konten yang berfokus pada keterampilan mendengarkan, telah dianalisis sesuai dengan CECRL tingkat A2. Namun, cakupan bagian menulis masih sangat terbatas, kurangnya pemisahan tingkat secara otomatis berpotensi menimbulkan kebingungan bagi pemelajar. Secara keseluruhan, bagian berbicara sesuai dengan CECRL tetapi masih memerlukan beberapa elemen komunikatif dan produktif yang autentik. Oleh karena itu, situs web https://francaisfacile.net/ dapat digunakan sebagai sumber daya tambahan atau pendukung, bukan sebagai sumber belajar utama.  Kata Kunci: Analisis materi, Pembelajaran, Bahasa Perancis A2, Situs https://francaisfacile.net/ 
Jenis Dan Faktor Perubahan Makna pada Album Mini World: Kajian Semantik Afina Al Arimi; Yuliarti Mutiarsih; Farida Amalia
Kode : Jurnal Bahasa Vol. 15 No. 2 (2026): Kode: Edisi Juni 2026
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/nxhysr78

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis makna yang ada pada lirik lagu Indila dan faktor perubahan makna yang memengaruhi. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik dokumentasi, simak catat, dan studi pustaka. Data penelitian berupa lirik-lirik lagu dalam album Mini World. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 80 jenis makna leksikal dan sebanyak 67 makna gramatikal pada lagu S.O.S, Run Run, dan Mini World. Selain itu, muncul beberapa faktor yang mempengaruhi perubahan makna, yaitu: a.) perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sebanyak 1 data; b.) perkembangan sosial dan budaya sebanyak 6 data; c.) perkembangan pemakaian kata sebanyak 4 data; d.) perbedaan tanggapan indra sebanyak 4 data; e.) adanya asosiasi sebanyak 21 data. Kajian semantik dalam analisis lirik lagu terutama pada album Mini World sangat cocok karena banyak ujaran yang kaya akan makna untuk digali lebih dalam. Dengan mengetahui  makna pada lirik lagu, sebuah pesan atau maksud dari lagu tersebut akan tersampaikan dengan baik kepada pendengar. Kata Kunci: linguistik, semantik, album, lirik lagu
Analisis Kesepadanan Unsur Humor dalam Terjemahan Novel Arsène Lupin Gentleman-Cambrioleur Tiara Rahayu Putri Tjahjono; Yuliarti Mutiarsih; Farida Amalia
PRANALA: Jurnal Pendidikan Bahasa Prancis Vol. 9 No. 1 (2026): PRANALA: Jurnal Pendidikan Bahasa Prancis
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/pranala.v9i1.1528

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan dalam menerjemahkan unsur humor yang sering kali terikat erat dengan budaya dan bahasa asal, sehingga berisiko kehilangan efek lucunya saat dialihkan ke bahasa sasaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis humor, strategi penerjemahan, serta tingkat kesepadanan unsur humor dalam novel Arsène Lupin: Gentleman-Cambrioleur karya Maurice Leblanc versi terjemahan bahasa Indonesia. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 48 data humor dengan jenis ironi sebagai yang paling dominan (25%). Strategi penerjemahan mapping & prioritizing merupakan teknik yang paling sering digunakan (60,42%) untuk menjaga esensi humor. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan kesepadanan dinamis sangat mendominasi (95,83%), yang mengindikasikan bahwa penerjemah lebih memprioritaskan ketersampaian efek fungsional dan respon emosional pembaca sasaran agar karakter cerdas dan jenaka Arsène Lupin tetap terjaga dalam bahasa Indonesia.
Denotasi Dan Konotasi Jenis Simbol Dalam Film Animasi “Le Magasin Des Suicides”: Pendekatan Semiotika Teori Barthes Andina Noviyanti Putri; Yuliarti Mutiarsih; Rika Widawati
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol. 5 No. 2 (2025): Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Bale Literasi: Lembaga Riset, Pelatihan & Edukasi, Sosial, Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/alinea.v5i2.1778

Abstract

Animated films serve not only as entertainment but also as a medium for conveying social criticism through symbolic representation. This study aims to examine the denotative and connotative meanings of verbal and nonverbal symbols in the animated film Le Magasin des Suicides using Barthes semiotic approach. A descriptive qualitative method was employed, with observation and note-taking techniques to identify scenes containing symbolic representations of death. Data were selected purposively from key scenes that illustrate death-related symbolism and analyzed through Barthes theory of signs. The findings reveal that symbols such as hanging ropes, poison, knife, promotional slogans, and coffin-shaped birthday cakes not only carry literal meanings but also convey ideological critiques related to nihilism, consumerism, and the commodification of death in modern society. The film reflects how death is normalized and commodified within daily routines through dark humor. Thus, this animated film functions not merely as entertainment but as a form of social commentary, revealing how modern culture constructs and interprets the concept of death.
Analisis Strategi Penerjemahan Istilah Kuliner Perancis dalam Film La Passion De Dodin Bouffant Gumiwang Arkadia Putra Permana; Farida Amalia; Yuliarti Mutiarsih
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 2 (2026): Mei-Agustus, Sustainable Development Goals (SDGs): Multidisciplinary Perspectiv
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/7m448z39

Abstract

Penelitian ini menganalisis strategi penerjemahan istilah kuliner Prancis dalam takarir (subtitle) bahasa Indonesia pada film La Passion de Dodin Bouffant. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan data yang terdiri dari istilah-istilah kuliner Prancis beserta terjemahannya dalam takarir bahasa Indonesia. Analisis didasarkan pada prosedur penerjemahan Newmark dan ideologi penerjemahan Venuti, serta didukung oleh model analisis data kualitatif Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 183 istilah kuliner yang diidentifikasi dan diklasifikasikan ke dalam delapan prosedur penerjemahan: calque, transferensi, padanan fungsional, padanan deskriptif, padanan budaya, naturalisasi, modulasi, dan transposisi. Prosedur yang paling dominan adalah calque dengan 53 data, diikuti oleh transferensi dengan 42 data dan padanan fungsional dengan 33 data. Dari segi ideologi, domestikasi muncul lebih sering dibandingkan foreignisasi, dengan 123 data berbanding 60 data. Temuan ini mengindikasikan bahwa penerjemah cenderung mengutamakan keterbacaan dan pemahaman penonton, namun tetap mempertahankan istilah kuliner Prancis tertentu untuk menjaga nuansa budaya film tersebut