Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Penggunaan Bahasa Argot Dalam Film Banlieusards Karya Kery James dan Leïla Sy Reni Rahmayani; Yuliarti Mutiarsih; Farida Amalia
PRANALA: Jurnal Pendidikan Bahasa Prancis Vol. 8 No. 1 (2025): PRANALA: Jurnal Pendidikan Bahasa Prancis
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/pranala.v8i1.845

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan bahasa argot dalam film Banlieusards karya Kery James dan Leïla Sy. Dengan menggunakan teori jenis-jenis bahasa argot dari Calvet dan teori fungsi bahasa argot dari Goudaillier, penelitian ini berfokus pada identifikasi jenis argot serta fungsi kosakata yang digunakan dalam film tersebut. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif, dengan menggunakan teknik pengumpulan data simak dan catat. Data berupa kosakata dan frasa bahasa argot dalam dialog dalam film Banlieusards dan dianalisis secara mendalam untuk mengidentifikasi jenis-jenis argot dan fungsinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 81 data kosakata dan frasa argot yang terbagi dalam enam jenis argot berdasarkan teori Calvet, yaitu la troncation, la suffixation, le verlan, l’emprunt, la substitution de sens, dan la création pure. Sedangkan berdasarkan fungsi bahasa argot menurut Goudaillier, argot dalam film ini berfungsi sebagai penanda identitas (identitaire), bahasa rahasia (cryptique), dan alat bermain-main (ludique). Temuan ini menggambarkan bagaimana bahasa argot digunakan untuk menciptakan identitas kelompok sosial, menjaga kerahasiaan, serta membangun hubungan sosial dalam lingkungan pinggiran kota di Prancis. Hasil penelitian ini juga dapat diimplementasikan dalam mata kuliah sosiolinguistik untuk membantu mahasiswa memahami hubungan antara bahasa dan masyarakat serta memperkaya bahan ajar dalam mempelajari ragam bahasa dalam bahasa Prancis di kehidupan sehari-hari.
Tindak Ilokusi dalam Naskah Teater Le Jeu de l’Amour et du Hasard Citra Nuraeni; Yuliarti Mutiarsih; Ariessa Racmadhany
PRANALA: Jurnal Pendidikan Bahasa Prancis Vol. 8 No. 2 (2025): PRANALA: Jurnal Pendidikan Bahasa Prancis
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/pranala.v8i2.860

Abstract

Penelitian ini menganalisis jenis dan fungsi tindak ilokusi dalam bidang pragmatik. Tujuan penelitan ini adalah untuk mendeskripsikan dan mengidentifikasi jenis dan fungsi tindak tutur ilokusi yang terdapat dalam naskah teater “Le jeu de l’amour et du hasard” karya Pierre de Marivaux. Tindak ilokusi merupakan tuturan yang mengandung sebuah makna untuk melakukan sesuatu. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengidentifikasi dan mengklasifikasikan tindak ilokusi dalam naskah teater berdasarkan teori tindak tutur oleh George Yule. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam naskah teater “Le jeu de l’amour et du hasard” mengandung berbagai fungsi tindak ilokusi, seperti representatif, direktif, komisif, dan ekspresif. Selain fungsi, dalam naskah teater ini juga terdapat jenis tindak ilokusi, seperti tindak tutur langsung dan tindak tutur tidak langsung. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami makna secara pragmatik dalam sebuah karya sastra, khususnya naskah teater.
Representasi Budaya Prancis dalam Lagu Les Champs-Élysées oleh Joe Dassin Niakita Alnesia Suhana; Yuliarti Mutiarsih; Farida Amalia
PRANALA: Jurnal Pendidikan Bahasa Prancis Vol. 8 No. 2 (2025): PRANALA: Jurnal Pendidikan Bahasa Prancis
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/pranala.v8i2.960

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi unsur budaya Prancis yang direpresentasikan secara tersurat dan menganalisis seperti apa representasi tersebut dikonstruksi dalam lirik lagu Les Champs-Élysées oleh Joe Dassin. Penelitian ini menggunakan teori representasi Stuart Hall untuk analisis konstruksi makna dan konsep unsur budaya Koentjaraningrat untuk kategorisasi unsur budaya. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik analisis isi. Diperoleh hasil yang menunjukkan bahwa lirik lagu secara eksplisit mengkonstruksi berbagai unsur budaya Prancis yang termasuk dalam Organisasi Sosial, Sistem Pengetahuan, Kesenian, Sistem Mata Pencaharian Hidup, dan Sistem Peralatan Hidup dan Teknologi. Unsur-unsur tersebut menggambarkan kehidupan sosial yang menunjukkan nilai-nilai budaya, ekspresi seni, kegiatan ekonomi, pengetahuan akan ruang, serta penggunaan teknologi. Oleh karena itu, lagu Les Champs-Élysées tidak hanya sebagai hiburan, tetapi berfungsi juga sebagai media yang mengkonstruksi budaya Prancis yang kaya akan kehidupan sosial yang aktif, ekspresi seni yang beragam, kegiatan ekonomi, pengetahuan akan ruang, serta penggunaan teknologi dalam keseharian.
Analisis Metode Penerjemahan Bahasa Slang dalam Takarir Film Les Intouchables Deandra Naja Maharani; Yuliarti Mutiarsih; Farida Amalia
PRANALA: Jurnal Pendidikan Bahasa Prancis Vol. 8 No. 2 (2025): PRANALA: Jurnal Pendidikan Bahasa Prancis
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/pranala.v8i2.961

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metode penerjemahan yang digunakan pada bahasa slang dalam takarir film Les Intouchables (2011) dan serta jenis slang yang terkandung dalam film ini. Teori yang digunakan yakni teori jenis bahasa slang dari Allan dan Burridge (2006) serta teori metode penerjemahan dari Peter Newmark (1988). Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan dengan teknik observasi dan simak catat serta terkumpul berupa kata atau frasa slang yang terdapat pada film Les Intouchables, kemudian dianalisis jenis slang dan metode penerjemahannya berdasarkan teori yang digunakan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 100 data kata serta frasa slang yang terbagi ke dalam lima jenis slang berdasarkan teori Allan dan Burridge namun hanya ditemukan empat jenis yaitu fresh and creative slang sebanyak 57 data, flippant slang sebanyak 4 data, imitative slang sebanyak 37 data, clipping slang sebanyak 2 data, dan tidak ditemukan acronym slang. Kemudian dari delapan metode penerjemahan berdasarkan teori Newmark ditemukan lima metode yaitu faithful translation sebanyak 9 data, adaptation sebanyak 3 data, free translation sebanyak 6 data, idiomatic translation sebanyak 6 data, dan communicative translation sebanyak 76 data, tidak ditemukan word-for-word, literal translation, dan semantic translation. Slang yang bersifat baru dan kreatif mendominasi di film Les Intouchables, serta penerjemah mengutamakan penyampaian yang jelas dan alami kepada audiens BSa meskipun kurang mempertahankan bentuk aslinya.