Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PENGGUNAAN SISTEM AIR CYCLE SEBAGAI SISTEM AC MOBIL TOYOTAKIJANG INNOVA Agus Suprihadi; Syarifudin Syarifudin
Nozzle : Journal Mechanical Engineering Vol 6, No 1 (2017): Nozzle : Journal Mechanical Engineering
Publisher : Politeknik Harapan Bersama Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/nozzle.v6i1.819

Abstract

AbstrakKebutuhan akan kondisi udara yang nyaman pada saat ini nampaknya sudah merupakan kebutuhan yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia, terutama pada kendaraan seperti pada mobil, bus, kereta, pesawat, dll. Upaya manusia untuk menciptakan kondisi yang nyaman diantaranya dengan menggunakan sistem Air Conditioning (AC). Definisi dari AC adalah suatu proses pengkondisian udara dimana udara itu didinginkan, dikeringkan, dibersihkan dan disirkulasikan yang selanjutnya jumlah dan kualitas dari udara yang dikondisikan tersebut di kontrol. Pengontrolan itu meliputi temperatur, kelembaban danvolume udara pada setiap kondisi yang diinginkan. Pemakaian sistem AC pada mobil bertujuan untuk mempertahankan temperatur udara di dalam mobil pada kondisi nyaman khususnya bagi pengemudi dan penumpang. Selain itu, pemasangan AC mobil juga dapat bermanfaat untuk menghindari terjadinya pengembunan pada kaca mobil ketika musim hujan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan sistem refrigerasi siklus udara (air cycle) sebagai sistem AC mobil pada kendaraan penumpangAnalisis komponen sistem bertujuan untuk menentukan spesifikasi dari komponen utama sistem yaitu kompresor, penukar kalor, turbin dan kipas penghisap dengan mempertimbangkan keterbatasan ruang dalam kendaraan penumpang. Kajian ini meliputi analisis jenis siklus yang sesuai beserta komponen-komponennya, beban pendinginan, serta konsumsi energi dari sistem yang digunakan. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh daya teoritis sistem sebesar 1821,6 W dan COP sebesar 2,44. Kata Kunci : Air Cycle, Kijang Inova
The Relationship between Nurse Workload and Attitudes in Fulfilling Spiritual Needs in Hospital Inpatient Rooms Bhakti Husada Cikarang Farozi Farozi; Septiwiyarsi Septiwiyarsi; Rini Nurdini; Syarifudin Syarifudin
Journal of Educational Innovation and Public Health Vol. 2 No. 3 (2024): Juli : Journal of Educational Innovation and Public Health
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/innovation.v2i3.3111

Abstract

Nurses are professional health workers who, in carrying out their duties and responsibilities, are required to be able to fulfill their spiritual needs while working. This is because health services are a basic human need that is provided through health services not only in the form of physical aspects , but also psychological aspects. High spirituality will have an impact on intrapersonal, interpersonal and transpersonal relationships in overcoming various life problems. This research aims to determine the relationship between nurse workload and attitudes towards fulfilling spiritual needs in hospital inpatient rooms. Bhakti Husada Cikarang. The research design used cross sectional . The population is inpatient nurses who work in health services, namely at the Bhakti Husada Cikarang Hospital. The total population in this study was 84 nurses . The sampling technique used was accidental sampling , totaling 47 respondents. The statistical test used is the Chi Square test. The research results showed that the majority of respondents had a moderate workload, 27 people (57.4%) and 33 people (70.2%) had their spiritual needs met. The statistical test results obtained a p value of 0.89, meaning there is no relationship between nurses' workload and the fulfillment of spiritual needs. It is hoped that nurses will always improve their professionalism in carrying out nursing care.
PROBLEMATIKA PENDIDIKAN DI ERA GLOBALISASI (Telaah dari Aspek Lingkungan) Syarifudin Syarifudin
Mitra PGMI: Jurnal Kependidikan MI Vol. 1 No. 1 (2015): Januari - Juni 2015 Mitra PGMI: Jurnal Kependidikan MI
Publisher : Program Studi PGMI STAI Auliaurrasyidin Tembilahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46963/mpgmi.v1i1.29

Abstract

Untuk mencapai suatu tujuan pendidikan tidak bisa terlepas dari faktor-faktor yang saling berkaitan satu sama lain. Salah satunya adalah faktor lingkungan di mana lingkungan sendiri masih saling memberi pengaruh antara satu dengan lainnya. Lingkungan keluarga yang merupakan tempat pertama anak mendapat pendidikan diharapkan dapat membentuk aspek afektif (sikap metal dan moral). Lingkungan sekolah diharapkan dapat membentuk aspek kognitif (intelektual) dan lingkungan masyarakat diharapkan dapat membentuk aspek psikomotorik (skill/keterampilan) anak. Maka ketiga aspek tersebut ada dalam lingkungan pendidikan. Penyelenggaraan pendidikan adalah menjadi tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat dan pemerintah, karena itu pendidikan berlangsung seumur hidup (long life education) dan dilaksanakan di dalam lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat. Pendidikan kita terdiri atas tiga bagian. Pertama, pendidikan informal (keluarga), formal (sekolah) dan nonformal (masyarakat). Sasaran yang ingin dicapai dari pendidikan kita adalah pembentukan aspek kognitif (intelektual), afektif (sikap mental atau moral) dan psikomotorik (skill/keterampilan). Idealnya, pembentukan aspek kognitif menjadi tugas dan tanggung jawab para pendidik (guru) di sekolah, pembentukan aspek efektif menjadi tugas dan tanggung jawab orang tua dan pembentukan aspek psikomotorik menjadi tugas dan tanggung jawab masyarakat (lembaga-lembaga kursus, dan sejenisnya). Kata Kunci: Problematika Pendidikan, Aspek Lingkungan
Pengaruh Penerapan Absensi Fingerprint dan Motivasi Kerja terhadap Disiplin Kerja Pegawai pada MAN 3 Bener Meriah Kabupaten Bener Meriah Syarifudin Syarifudin; Sabri Sabri; Erna Erna; Masri Ramadhan; Rahmita Dini
Manajemen Kreatif Jurnal Vol. 2 No. 2 (2024): Mei: Manajemen Kreatif Jurnal
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/makreju.v2i2.3326

Abstract

The purpose of this study was to measure the effect of fingerprint attendance and work motivation on employee work discipline at Man 3 Bener Meriah. The number of respondents in the study was 45 people using saturated sampling techniques. The data collected through the questionnaire were expressed in the form of a Likert scale, then tabulated and processed using multiple linear regression techniques using the SPSS version 27 application. The results of the multiple linear regression equation Y = 2.507 + 0.583 + 0.422, indicate that there is a partial effect of fingerprint attendance on employee work discipline with a significance level of 0.000 <0.05 with a t-count value of 4.316, there is also a partial effect of work motivation on employee work discipline with a significance level of 0.002 <0.05 with a t-count value of 3.252. The results of the study also showed an influence between fingerprint attendance and work motivation simultaneously on the work discipline of Man 3 Bener Meriah employees with a significance level of 0.000 <0.05 with a calculated f value of 14,634. The R square Determinant Coefficient shows a figure of 0.411, this means that the work discipline variable is influenced by the fingerprint attendance variable and work motivation by 41.1% and 58.9% is influenced by other variables not examined in this study.
NEED ANALYSIS OF DIGITAL TEACHING MATERIALS WITH STEM APPROACH AND FLIP BOOK-FORMED TO IMPROVE SELF-REGULATED SKILLS FOR PRE-SERVICE TEACHERS Apit Fathurohman; Lintang Auliya Kurdiati; Syarifudin Syarifudin; Esti Susiloningsih; Rani Mega Putri
SPEKTRA: Jurnal Kajian Pendidikan Sains Vol. 10 No. 2 (2024): SPEKTRA: Jurnal Kajian Pendidikan Sains
Publisher : Physics Education Study Program, Faculty of Education and Teacher Training, UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/spektra.v10i2.7732

Abstract

Technology-integrated teaching resources are a valuable tool for enhancing the teaching and learning process. Students attain less than optimal learning objectives and master competencies when innovative approaches to using technology-integrated instructional materials are not taken. In order to improve the self-regulated learning skills of students in pre-service teacher professional education programs, this research aims to identify the need for opportunities to develop interactive digital teaching materials with a STEM approach in New Technology in Teaching and Learning courses that are integrated with flip book-formed technology. A qualitative design was employed in the conduct of this study. A requirements analysis questionnaire is used in conjunction with interviews as part of the data collection method. The study's findings demonstrate that students in pre-service teachers' professional education programs typically read lecturer-provided reference books and use instructional materials from the Ministry of Education. The study's findings also demonstrate that students' opinions about the possibility of creating and using flip books to support the use of interactive digital teaching resources with a STEM approach are favorable. It is intended that the findings of this study will serve as a foundation for future research as it relates to creating and utilizing flip book-formed STEM interactive digital teaching materials to support pre-service teachers' professional development.
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN ENERGI TERBARUKAN DI SMK MA’ARIF NU TALANG KOTA TEGAL mukhamad khumaidi usman; Syarifudin Syarifudin; Sigit Setijo Budi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 3 No. 2 (2020): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Berkurangnya produksi energi fosil terutama minyak bumi serta komitmen global dalam pengurangan emisi gas rumah kaca, mendorong Pemerintah untuk meningkatkan peran energi baru dan terbarukan secara terus menerus sebagai bagian dalam menjaga ketahanan dan kemandirian energi. Sesuai PP No. 79 Tahun 2014 tentang Kebijakan Energi Nasional, target bauran energi baru dan terbarukan pada tahun 2025 paling sedikit 23% dan 31% pada tahun 2050. Daerah kota tegal memiliki garis pantai sekitar 10,2 Km yang belum dimanfaatkan untuk energi listrik, tujuan dari sosialisai ini adalah agar siswa mengenal potensi yang ada disekitar untuk bisa dijadikan energi listrik yang ramah lingkungan. Tujuan untuk memberikan pengetahuan akan energi terbarukan salah satunya pemanfaatan energi matahari, Hasil pengabdian pada masyarakat dalam bentuk Iptek bagi Masyarakat (IbM) yang telah dilaksanakan terdapat peningkatan pengetahuan siswa SMK tentang konversi energi terbarukan dan siswa mampu mempraktikkan instalasi panel surya serta mampu mempraktikkan penggunaan alat ukur arus dan tegangan yang keluar dari panel surya sehingga bisa membuat instalasi panel surya sesuai dengan kebutuhan. Kata Kunci : Energi Listrik, Energi Matahari, Panel Surya
Challenges and Prospects of Differentiated Learning in Mathematics: Evaluation at Junior High Schools in Bima Regency Hendrawansyah Hendrawansyah; Adi Saputra; Purnama Purnama; Syarifudin Syarifudin
JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol. 9, No. 2: November 2025
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/kontinu.9.2.350-367

Abstract

This study aims to evaluate the implementation of differentiated instruction within the Merdeka Curriculum in mathematics learning at junior high schools in Bima Regency, Indonesia. A qualitative approach was employed, using in-depth interviews with teachers and school principals as the primary data collection technique. The findings reveal that teachers' understanding of differentiated instruction remains varied, with the majority focusing on content differentiation, while process differentiation is still limited, and product differentiation is barely implemented. The main challenges identified include limited instructional time, inadequate facilities, administrative burdens, and insufficient training. Nevertheless, even simple applications of differentiation were found to increase student participation, reduce achievement gaps, and foster learning motivation. These results highlight the positive prospects of differentiated instruction as a strategic approach to improving the quality of mathematics education, provided that teacher capacity is strengthened and supported by school policies as well as contextualized regional education policies. This study contributes to the discourse on inclusive teaching practices and offers recommendations for policy development tailored to local educational needs. Keywords: Differentiated Instruction; Merdeka Curriculum; Mathematics; Inclusive Educatio