Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

The Importance of Integrating Observation Data as Input to Weather Models in Europe and Indonesia During-Early the Covid-19 Pandemic Giarno, Giarno; Muflihah, Muflihah; Manuhung, Suparman
Journal of Mathematics and Applied Statistics Vol. 2 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Yayasan Insan Literasi Cendekia (INLIC) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/mathstat.v2i2.195

Abstract

The Covid-19 pandemic that occurred throughout the world caused tremendous losses and reduced the intensity of human activities, especially in cities that had the potential to reduce the number of pollutants in the atmosphere. The purpose of this article is to see the relationship between pollutant fluctuations with weather factors and the reliability of weather models. Elaboration of pollutant data, weather models, and government policies is used to see the extent to which a decrease in pollutant concentration is detected by a weather model. The results obtained show that a decrease in pollutant intensity is very visible in almost all European cities, but for Indonesia, a significant decrease is only in Jakarta and Tangerang, while in Semarang City an increase has been detected. Sophisticated weather modeling can be used to monitor pollutant fluctuations, but this model still requires field observation data. The same condition certainly applies to other parameters, especially maritime observations for which data have not been obtained.
Karakterisasi Prototipe Heater Element System pada Untai Uji RCCS-RDNK menggunakan Kamera Infra Merah HARYANTO, DEDY; GIARNO, GIARNO; WITOKO, JOKO PRASETIO; KUSNUGROHO, GREGORIUS BAMBANG HERU; KUSUMASTUTI, RAHAYU; JUARSA, MULYA
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 8, No 2: Published May 2020
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v8i2.313

Abstract

ABSTRAKReactor Cavity Cooling System (RCCS) adalah salah satu sistem keselamatan pada Reaktor Daya Non Komersial (RDNK). Untuk mensimulasikan keadaaan tersebut, dibuat prototype Heater Element System (HES) yang merupakan sistem pemanas listrik dan berfungsi untuk memberikan kalor pada simulator dinding RPV (wall) seperti pada acuan RPV tipe HTGR. Tujuan penelitian adalah untuk memperoleh karakteristik temperatur selama pemanasan prototype HES hingga mencapai temperature 400°C berdasarkan posisi vertikal dan horizontal HES. Metode pengamatan dilakukan dengan menggunakan kamera infra merah NEC tipe TH9100ML sebagai alat ukur temperatur dan alat visualisasi ditribusi temperatur. Hasil pengamatan menunjukkan, bahwa kehilangan kalor pada prototipe HES pada posisi vertikal lebih kecil dibandingankan pada posisi horizontal hal ini disebabkan karena luas permukaan pada posisi horizontal sebesar 7,260 cm2 lebih memungkinkan untuk kehilangan kalor lebih besar. Posisi vertikal temperatur yang dicapai pada wall prototipe HES lebih tinggi dibandingkan pada posisi horizontal.Kata Kunci: RCCS, Heater Element System, kamera infra merah, temperatur ABSTRACTReactor Cavity Cooling System (RCCS) is one of the safety systems in Non-Commercial Power Reactors (RDNK). To simulate this situation, a prototype Heater Element System (HES) was made using electric heating system as a heat sources and it serves to provide radiation heat to the RPV wall simulator as the reference of the RPV of HTGR type. The purpose of this study was to obtain the temperature characteristics during the heating of the HES prototype to reach temperatures of 400°C base on HES position, horizontal and vertical positions. The observation method was carried out using a TH9100ML infrared camera NEC type as a temperature measurement and a temperature distribution base on visualization. The observations show that the heat loss in the HES prototype in the vertical position is smaller than in the horizontal position because this is because the surface area in the horizontal position 7.260 cm2 is more likely to lose more heat. The vertical position the temperature achieved on the HES prototype wall is higher than in the horizontal position.Keywords: RCCS, Heater Element System, infrared camera, temperature
Pengaruh Jenis Restraint pada Kekuatan Mekanik Support Untai FASSIP 03 NT HARYANTO, DEDY; GIARNO, GIARNO; KUSNUGROHO, GREGORIUS BAMBANG HERU; ROSIDI, AINUR; PAMUNGKAS, ADHIKA ENGGAR; JUARSA, MULYA
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 10, No 2: Published April 2022
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v10i2.394

Abstract

ABSTRAKKegiatan penelitian yang dilakukan dilatarbelakangi oleh kejadian kecelakaan pada PLTN Fukushima Dai-Ichi Jepang. Untai Fasilitas Simulasi Sistem Pasif-03 Nanobubbles Transparent (FASSIP 03 NT) menggunakan fluida Nanobubbles sebagai fluida kerja. Support untai FASSIP 03 NT merupakan salah satu komponen di untai FASSIP-03 NT, berfungsi sebagai penopang seluruh komponen untai FASSIP 03 NT sehingga perlu diketahui kekuatan mekaniknya meliputi tegangan mekanik dan translational displacementnya. Metode pengujian dilakukan secara simulasi menggunakan software CATIA yang merekomendasikan penggunaan restraint jenis slider pada keempat kaki support untai FASSIP 03 NT. Dengan adanya penelitian sistem pasif ini maka kondisi ketiadaan catu daya listrik bagi pompa pendingin teras reaktor PLTN tidak berakibat fatal, karena sistem pendingin pasif dapat mengambil alih fungsi pendinginan pada teras reaktor.Kata kunci: FASSIP 03 NT, tegangan mekanik, translasional displacement, restraint, clamp, slider  ABSTRACTThe research activity was carried out against the background of an accident at the Fukushima Dai-Ichi Nuclear Power Plant in Japan. Passive System Simulation Facility Strand-03 Nanobubbles Transparent (FASSIP 03 NT) uses Nanobubbles fluid as the working fluid. The FASSIP 03 NT strand support is one of the components in the FASSIP-03 NT strand, it functions as a support for all FASSIP 03 NT strand components so it is necessary to know its mechanical strength including mechanical stress and translational displacement. Methodology has been done through simulation testing using CATIA software, it is recommended to use a slider type restraint on the four legs of the FASSIP 03 NT strand support. With this passive system research, the condition of the absence of an electric power supply for the nuclear power plant reactor core cooling pump is not fatal, because the passive cooling system can take over the cooling function in the reactor core.Keywords: FASSIP 03 NT, mechanical stress, translational displacement, restraint, clamp, slider
KARAKTERISASI LAJU ALIRAN MASSA PADA PIPA BAGIAN HEATER BERDASARKAN PERUBAHAN DAYA DI UNTAI (FASSIP-01) MOD.1 Fauzi, Ahmad; Juarsa, Mulya; Giarno, Giarno; Heru, Gregorius Bambang; Haryanto, Dedy; Irianto, Ignatius Djoko
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 5 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.455 KB) | DOI: 10.32832/ame.v5i1.2331

Abstract

Kecelakaan reaktor nuklir di Fukushima Daiichi Jepang pada 11 Maret 2011, menyebabkan dilakukannya penelitian ini di berbagai negara termasuk Indonesia yang sedang mengembangkan sistem  keselamatan pasif dengan alat Untai FASSIP-01 Mod.1 di PTKRN-BATAN Serpong. Ada beberapa komponen pada Untai FASSIP-01 Mod.1 yaitu komponen pemanas yang dinamakan Blanket Ceramic Heater (BCH-02), komponen pendingin dengan sistem refrigerant cooling  system (RCS), dan tabung  ekspansi. Sistem pasif menerapkan hukum alami untuk mengamati kondisi yang tidak stabil pada  reaktor. Perlu dilakukannya eksperimen untuk mengetahui karakterisasi distribusi temperatur pada pemanas BCH-02 di Untai FASSIP-01 Mod.1 dengan memvariasikan daya dan tegangan 20 volt – 160 volt. Pengujian dilakukan selama 120 menit dan tegangan dinaikkan sebesar 20 volt selama 15 menit,  eksperimen pada BCH-02 dilakukan dengan posisi vertikal dan horizontal. Hasil eksperimen  pada BCH-02, semakin besar daya yang diberikan maka temperaturnya semakin tinggi. Temperatur yang berada di permukaan ceramic-brick lebih tinggi dibandingkan dengan temperatur di dalam pipa section, hal ini disebabkan karena terjadi heat loss pada celah celah ruang di dalam BCH-02 sebelum mencapai pipa section.
Changes in Rainfall Intensity, Rising Air Temperature, Wind Speed, and Its Relationship with Land Use in Makassar City D., Didiharyono; Giarno, Giarno; Sapareng, Sukriming
JST (Jurnal Sains dan Teknologi) Vol. 11 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (775.399 KB) | DOI: 10.23887/jstundiksha.v11i2.45604

Abstract

Makassar City is one of the big cities that is growing very rapidly in Indonesia which has a large coastal area. This city is very vulnerable to the impact of changes in climate variables such as rainfall, temperature and wind speed, especially when there are indications of massive land use changes. The aim of the research is to identify changes in the trend of high-intensity rainfall, changes in air temperature, wind speed, and their relationship to changes in land use in Makassar City which have an impact on climate change. Observation data at Maritime Meteorological Station of Paotere, Makassar for 30 years is used to detect changes in climate variables by using slope calculations on linear equations, line graphs, and boxplots. The results showed that the air temperature in Makassar has a lower increasing (0.06oC/year) than Indonesian region which is around 0.3 oC. The slope values at 07.00 WITA, 13.00 WITA, and 18.00 WITA representing temperatures in the morning, afternoon, and evening are 0.0387, 0.0476, and 0.0417. While the average slope of air temperature is 0.042. However, Rising of air temperature is followed by a decrease in the accumulation of annual rainfall to below 3000 mm/year. In addition, heavy rains that cause flooding, increasing the maximum wind speed also need to be observed because wind speed is one of the causes of hydrometeorological disasters that often occur.
Analisis Dinamika Atmosfer Pada Kejadian Banjir, Tanah Longsor, dan Angin Kencang Di Semarang dan Demak Tanggal 13 Maret 2024 Amri, Sayful; Giarno, Giarno
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience-Tropic) Vol 10 No 1 (2024): Agustus 2024
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/ejbst.v10i1.594

Abstract

Pada tanggal 13 Maret 2024 terjadi bencana banjir, tanah longsor, dan angin kencang di wilayah Semarang dan Demak. Bencana ini disebabkan oleh cuaca ekstrim berupa hujan ekstrim disertai badai guntur dan angin kencang. Beberapa penelitian sebelumnya yang mengkaji analisis cuaca ekstrim masih belum detail menjelaskan seluruh faktor yang dapat menjadi penyebab cuaca ektrim tersebut. Oleh karena itu, kajian ini menganalisis seluruh faktor global, regional, hingga lokal, serta analisis fisis awan, sehingga dapat bermanfaat untuk operasional peringatan dini cuaca, terutama saat terjadi gangguan cuaca yang sejenis. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode analisis deskriptif kuantitatif, terhadap analisis ENSO, DM, MJO, CENS, SST, MSLP, streamline angin gradien, LLMT serta divergensinya, labilitas udara atas, fisis awan, curah hujan dan pasang surut air laut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya MJO dan gelombang Rossby Ekuator meningkatkan moisture di wilayah Indonesia. Selain itu, adanya bibit siklon tropis 91S di perairan selatan Jawa memicu penguatan aliran monsun Asia dan menyebabkan cross-equatorial flow dan meningkatkan transpor kelembapan dari LCS ke wilayah pesisir Utara Jawa. SST yang hangat, udara atas yang labil, serta konvergensi LLMT di wilayah Semarang dan sekitarnya semakin memicu terbentuknya MCS yang menjadi penyebab hujan ekstrim yang disertai badai guntur dan angin kencang, sehingga memicu terjadinya bencana hidrometeorologi di Semarang dan Demak pada tanggal 13 Maret 2024.
Analisis Regresi Fase Kuat El-Niño dan La-Niña Terhadap Curah Hujan di Ekuatorial Pulau Kalimantan An-Nizami, Muhammad Subhan; Jaya Taruna, I Wayan Jyesta; Rahmadani, Nur Fitri; Disera, Tiara Emanuella; Giarno, Giarno
Jurnal Penelitian Sains Vol 27, No 3 (2025)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v27i3.1233

Abstract

Penelitian ini mengkaji dampak fase kuat El-Niño dan La-Niña terhadap curah hujan bulanan di wilayah ekuatorial Pulau Kalimantan, Indonesia. Analisis dilakukan menggunakan data deret waktu selama 30 tahun (1991–2020) dari delapan stasiun meteorologi serta indeks Niño 3.4. Metode yang digunakan meliputi regresi linier berganda dan perhitungan anomali curah hujan untuk mengevaluasi pengaruh ENSO. Hasil menunjukkan bahwa fase kuat El-Niño secara konsisten menurunkan curah hujan di seluruh lokasi, dengan penurunan terbesar terjadi di SM Nangapinoh (-1035,28) dan SM Pangsuma (-909,19). Sebaliknya, fase kuat La-Niña menunjukkan dampak yang bervariasi secara spasial: SM Maritim Pontianak dan SM Tebelian mengalami peningkatan signifikan (1141,26 dan 308,55), sedangkan SM Nangapinoh dan SK Kalbar mencatat penurunan curah hujan. Variasi ini mengindikasikan sensitivitas lokal yang berbeda terhadap kejadian ENSO. Temuan ini menunjukkan bahwa respons iklim di Kalimantan tidak seragam dan kemungkinan dipengaruhi oleh faktor geografis dan dinamika atmosfer lokal. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman variabilitas hidroklimat lokal dan mendukung pengembangan sistem peringatan dini serta strategi pengelolaan sumber daya air yang lebih adaptif.