Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENGARUH TEMPERATUR TERHADAP MODULUS ELASTISITAS DAN ANGKA POISSON BETON ASPAL LAPIS AUS DENGAN BAHAN PENGISI KAPUR Arselina Wood Ward Wiyono; Arief Setiawan
Jurnal Transportasi Vol. 15 No. 3 (2015)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.223 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v15i3.1757.%p

Abstract

Abstract Temperature affects the density of asphalt concrete which will ultimately affect the performance of the asphalt concrete. The purpose of this study was to determine the effect of temperature variation on the modulus of elasticity and Poisson ratio of asphalt concrete wearing course using hydrated lime as filler material. Lime content variations used in this study were 0 %, 25 %, and 50 %, with temperature of 20 °C, 30 °C, 40 °C, 50 °C, and 60 °C. The modulus of elasticity and the Poisson ratio were measured using the indirect tensile strength test. The results showed that higher temperatures decrease the elastic modulus of asphalt concrete. But the higher the temperature the higher the Poisson ratio, which means asphalt concrete mixtures become more flexible. Keywords: wearing course, asphalt concrete, fillers, elasticity modulus, Poisson ratio  Abstrak Temperatur mempengaruhi tingkat kerapatan beton aspal yang pada akhirnya akan mempengaruhi kinerja beton aspal tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi temperatur terhadap modulus elastisitas dan angka Poisson beton aspal lapis aus yang menggunakan bahan pengisi kapur. Variasi kadar kapur yang digunakan pada penelitian ini adalah 0 %, 25 %, dan 50 %, dengan variasi temperatur adalah 20 °C, 30 °C, 40 °C, 50 °C, dan 60 °C. Pengujian modulus elastisitas dan angka Poisson menggunakan alat uji kuat tarik tidak langsung. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa semakin tinggi temperatur uji, semakin menurun nilai modulus elastisitas beton aspal. Tetapi semakin tinggi temperatur, semakin tinggi pula nilai angka Poisson, yang berarti campuran beton aspal lebih fleksibel. Kata-kata kunci: lapisan aus, beton aspal, bahan pengisi, modulus elastisitas, angka Poisson
INDEKS GRADASI SEBAGAI PARAMETER UNTUK MENENTUKAN GRADASI AGREGAT BETON ASPAL Arief Setiawan; Latif Budi Suparma; Agus Taufik Mulyono
Jurnal Transportasi Vol. 17 No. 1 (2017)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.872 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v17i1.2700.%p

Abstract

Abstract Usually selected aggregate gradation is the mid range of specification. Gradation Index is a new parameter to predict aggregate gradation based on performance of asphalt concrete. The purpose of this study is to formulate the relationship between gradation index and aggregate gradation. The aggregate gradation of asphalt concrete was determined according to Indonesian Highway Specification (2010). Five gradations were selected and made the relationship between sieve size and  percent passing cumulatif to get five equations. The result showed that the models of five aggregate gradation are power function with coefficient of determination greater than 0.9 and the two contants (a and b) can be used to obtain aggregate gradation. Keywords: gradation index, asphalt concrete, aggregate gradation, sieve size  Abstrak Gradasi agregat pada campuran beraspal umumnya dipilih berada di tengah rentang spesifikasi. Indeks Gradasi merupakan parameter yang diusulkan untuk digunakan dalam memprediksi gradasi agregat berdasarkan kinerja campuran beton aspal. Tujuan penelitian ini adalah merumuskan hubungan antara Indeks Gradasi dan gradasi agregat. Spesifikasi gradasi ditentukan berdasarkan persyaratan yang terdapat pada Spesifikasi Umum Direktorat Jenderal Bina Marga (2010). Lima jenis gradasi dipilih dan dibuat hubungan antara ukuran saringan serta persen lolos kumulatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model untuk lima gradasi agregat memberikan koefisien determinasi lebih besar daripada 0,9 serta konstanta a dan b yang dapat digunakan untuk menentukan gradasi agregat. Kata-kata kunci: indeks gradasi, beton aspal, gradasi agregat, ukuran saringan
PEMANFAATAN APLIKASI SMARTPHONE UNTUK MENGUKUR KEMANTAPAN PERMUKAAN JALAN BERDASARKAN INTERNATIONAL ROUGHNESS INDEX Arief Setiawan; Novita Pradani; Ferra Claudia Masoso
Jurnal Transportasi Vol. 19 No. 3 (2019)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.698 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v19i3.3673.205-214

Abstract

Abstract An assessment of road surface conditions is needed to determine an appropriate road evaluation program. One of the parameters used is the International Roughness Index or IRI. Currently, technological developments encourage the use of smartphone applications as a tool to determine the value of IRI. Comparisons between IRIs obtained using tools, such as roughometers, and IRIs obtained from software applications have not been made. The purpose of this study was to analyze the relationship between the results of the measurement of the roughometer and the results of the Android application Roadbump Pro. This research was carried out on the Sam Ratulangi Road in Palu City, with a segment length of 600 meters and analyzed per 100 meters. The results of this study indicate that smartphone applications provide good IRI measurement results, so they can be used in road stability assessments. In addition, the type of survey vehicle did not have a significant effect on IRI measurements. Keywords: smartphone, International Roughness Index, roughometer, Roadbump, road stability  Abstrak Penilaian kondisi permukaan jalan diperlukan untuk menentukan program evaluasi jalan yang tepat. Salah satu parameter yang digunakan adalah International Roughness Index atau IRI. Saat ini, perkembangan teknologi mendorong penggunaan aplikasi smartphone sebagai alat bantu untuk menentukan nilai IRI. Perbandingan antara IRI yang diperoleh dengan menggunakan alat bantu, seperti roughometer, dan IRI yang diperoleh dari aplikasi perangkat lunak belum dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara hasil pengukuran alat roughometer dan hasil aplikasi android Roadbump Pro. Penelitian ini dilakukan di ruas Jalan Sam Ratulangi di Kota Palu, dengan panjang segmen 600 meter dan dianalisis per 100 meter. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aplikasi smartphone memberikan hasil pengukuran IRI yang baik, sehingga dapat digunakan dalam penilaian kemantapan jalan. Selain itu, jenis kendaraan survei tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pengukuran IRI. Kata-kata kunci: smartphone, International Roughness Index, roughometer, Roadbump, kemantapan jalan
DAMPAK TARIKAN PERJALANAN GEDUNG PERTEMUAN TERHADAP KINERJA RUAS JALAN DAN SIMPANG TAK BERSINYAL DI KOTA PALU Arief Setiawan; Ni Putu Ayu Khrisna Murti; Syavira Ayuningsih
Jurnal Teknik Sipil Vol. 15 No. 3 (2019)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1594.383 KB) | DOI: 10.24002/jts.v15i3.3733

Abstract

Salah satu pusat kegiatan yang perlu analisis dampak lalu lintas adalah gedung pertemuan. Namun, standar tarikan perjalanan belum ada dan akan memberi dampak pada ruas jalan di sekitarnya. Oleh karena itu penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui besaran tarikan perjalanan serta dampak lalu lintas yang terukur akibat adanya gedung pertemuan pada ruas jalan dan simpang tak bersinyal di Kota Palu. Penelitian dilakukan pada gedung Mary Glow (MG) sebagai salah satu gedung pertemuan terbesar di Kota Palu. Perhitungan tarikan perjalanan menggunakan analogi dari Gedung MG sebelumnya. Survei tarikan perjalanan dilakukan dengan menghitung traffic movement per 15 menit di pintu masuk Gedung MG dan simpang tak bersinyal selama event dan tidak ada event kemudian dibandingkan. Kinerja ruas jalan dan simpang tak bersinyal berdasarkan MKJI 1997. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besaran tarikan perjalanan dapat ditentukan berdasarkan kendaraan yang keluar-masuk area gedung pertemuan dengan menggunakan analogi terhadap kapasitas gedung. Kasus pembangunan Gedung MG untuk lima tahun mendatang menunjukkan bahwa pengoperasian gedung pertemuan dapat menurunkan tingkat pelayanan secara signifikan pada simpang tidak bersinyal yaitu dari tingkat pelayanan C menjadi D, sedangkan pada ruas jalan tidak signifikan yaitu tingkat pelayanan tetap B.
Pengembangan Metode Pengujian Kuat Tekan dan Modulus Elastisitas Pada Campuran Aspal Edi Yusuf Adiman; Tommy Iduwin; Arief Setiawan
Jurnal Teknik Sipil Unaya Vol 7, No 2 (2021): Juli 2021
Publisher : Center for Research and Community Service (LPPM) University of Abulyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30601/jtsu.v7i2.2040

Abstract

This research is a development of testing methods for compressive strength and elastic modulus in asphalt mixture. The test used is the Unconfined Compressive Strength (UCS) method. The test specimens shall be cylinders 3.0 inches in diameter and 6.0 inches in height. The asphalt mixture used is the AC-WC. The asphalt content was obtained based on the optimum asphalt content, which was 5.56%. The test results showed that the compressive strength of the AC-WC ranges 5.81 MPa - 6.26 MPa, and then the elastic modulus ranges 899 MPa - 1,295 MPa. For good test results, it is necessary to pay attention to the temperature test and the flatness of the specimen’s surface.
PENGARUH PENGGUNAAN KAPUR SEBAGAI BAHAN PENGISI (FILLER) TERHADAP KARAKTERISTIK CAMPURAN BETON ASPAL LAPIS AUS (AC- WC) Andri Andri; Arief Setiawan; Novita Pradani
Jurnal REKAYASA dan MANAJEMEN TRANSPORTASI Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal REKAYASA dan MANAJEMEN TRANSPORTASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.427 KB)

Abstract

Increased population growth boosted road transport infrastructure. So it takes a good pavement structure. Efforts to increase the hot asphalt mix with the new specification implies the use of hydrated lime as an anti stripping agent in the mix asphalt. This study aimed to investigate the characteristics of the use of hydrated lime as a filler that uses a mixture of asphalt with aggregate filler composition arrangement between a stone dust and hydrated lime on Asphaltic Concrete - Wearing Course (AC - WC). The composition is lime: stone dust is 0%: 100%, 25%: 75%, 50%: 50%, and 75%: 25%.  The results of this research indicate that the lime filler significantly affects the quality of the mix, the value of stability, flexibility, durability, density, VIM, VMA, VFB, and flow with the value of F table greather than F arithmetic based on Anova two factor analysis. From the research lime used 0%, 25%, and 50%, due to the variation of 75% lime can not set the value of the optimum bitumen content. Stability values obtained at optimum bitumen content in lime variation of 0%, 25% and 50% is 1114,862 kg, 1243,425 kg, and 1167,645 kg. And for Retained Marshall Stability value of 94,303%, 98.301% and 99.202%. The quality of the mix with hydrayed lime as a filler is better. Based on the value of Marshall Stability and durability, it can be stated that the addition of hydrated lime as a filler can improve the quality of the mix. Keyword: Lime, filler, Asphaltic Concrete - Wearing Course(AC-WC)
KAJIAN BANGKITAN–TARIKAN PERJALANAN BERDASARKAN DATA PARKIR DI GEDUNG PERBANKAN KOTA PALU Desi Salsa Ramdani; Arief Setiawan
Jurnal Sains dan Teknologi Tadulako Vol 8 No 1 (2022): April 2022
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.047 KB) | DOI: 10.22487/jstt.v8i1.386

Abstract

Salah satu peningkatan pelayanan publik adalah perbankan. Gedung perbankkan mempunyai peran penting sebagai pusat pelayanan jasa keuangan dan merupakan salah satu guna lahan yang cukup banyak menimbulkan arus pergerakan berupa bangkitan dan tarikan perjalanan. Berdasarkan dimensi waktu harian, suatu tata guna lahan yang pada pagi hari membangkitkan perjalanan, maka pada sore hari tata guna lahan tersebut akan menarik perjalanan. Begitu pula sebaliknya, tata guna lahan yang di pagi hari berfungsi menarik perjalanan, pada sore hari akan berubah fungsi menjadi daerah bangkitan perjalanan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui modelbangkitan tarikan berdasarkan data parkir. Penelitian dilakukan pada gedung perbankan di kota palu yakni, PT. Bank Sulteng Jl.Sultan Hasanuddin. Pengambilan data penelitian dilakukan survei secara langsung di lapangan pada hari Senin dan Jumat. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan metode analisa regresi untuk memodelkan bangkitan tarikan perjalanan. Dari hasil analisis diperoleh bangkitan perjalanan untuk sepeda motor (Y = 11,25x0,2956, R² = 0,6703) ,untuk tarikan perjalanan sepeda motor ( Y = 2,8991x0,7091, R² = 0,8153 ) , bangkitan perjalanan Mobil (Y = 8,0735x0,3388,R² = 0,7072) dan untuk tarikan perjalanan Mobil (Y = 3,8457x0,583,R² = 0,8091).
ESTIMATING HOUSE CONSTRUCTION COMPLETION TIME WITH PROBABILISTIC ACTIVITIES DURATION USING THE PROGRAM EVALUATION AND REVIEW TECHNIQUE (PERT) METHOD Adnan Fadjar; Amar Akbar Ali; Arief Setiawan
Jurnal Sains dan Teknologi Tadulako Vol 9 No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jstt.v9i1.449

Abstract

Construction housing projects involve many risks and uncertainties that can affect their completion time. To ensure a construction housing project is completed on time, an accurate duration estimate is required for each activity. Deterministic duration methods, such as the Critical Path Method (CPM), are commonly used in project scheduling for construction projects. However, this method may not always produce a realistic schedule as it uses only a single duration estimation for each activity. As an alternative, this study uses the Program Evaluation and Review Technique (PERT) which utilizes three duration estimates namely optimistic duration, most likely duration, and pessimistic duration. A house construction project with 23 activities was analyzed using CPM to find the critical activities which produced 59 days of completion time. The critical path duration was then analyzed using PERT. PERT calculations found that there was only a 15% probability to complete the project in 59 days, and the project needed 66 days of completion time with a 95% level of confidence. The findings of this study indicate that PERT can assist project managers in creating a more realistic project schedule by considering the risks and uncertainties in estimating the duration of its activities.
Pengaruh Penambahan Plastik High Density Polyethylene (HDPE) dan Low Density Polyethylene (LDPE) Terhadap Karakteristik Campuran Aspal AC-WC Menggunakan Metode Kering Abd Latif; Arief Setiawan
Sainteks Vol 20, No 2 (2023): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v20i2.17200

Abstract

Perkerasan lentur memiliki beberapa kelemahan diantaranya mengalami deformasi permanen yang disebabkan adanya tekanan terlalu berat serta frekuensi lalu lintas berlebih, sehingga dibutuhkan bahan tambahan dalam campuran aspal, salah satu bahan tambahan yang dapat digunakan adalah polimer. Penelitian ini menggunakan polimer bekas dari jenis plastik High Density Polyethylene (HDPE) dan Low Density Polyethylene (LDPE) dengan metode pencampuran cara kering (Dry Process). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui lebih lanjut dampak dari penggunaan limbah plastik pada campuran Laston AC-WC terhadap karakteristik campuran aspal, adapun manfaatnya yaitu untuk mengurangi beban limbah dengan memperluas pemakaian limbah plastik serta meningkatkan karakteristik campuran aspal.. Pembuatan benda uji aspal Modifikasi dibuat dengan mencampurkan agregat terselimuti 50% dan 100% plastik terhadap kadar aspal optimum yang telah ditentukan, adapun hasil hasil pengujian diperoleh Kadar Aspal Optimum sebesar 5,8%. Pada penyelimutan agregat menggunakan plastik, nilai Kepadatan, rongga antara agregat, Rongga Terisi Aspal dan kelelehan mengalami perubahan tetapi masih memenuhi spesifikasi. Pengaruh penyelimutan agregat menggunakan plastik pada nilai stabilitas, semakin meningkat seiring bertambahnya persentase penyelimutan, nilai maksimal peningkatan stabilitas terjadi pada penambahan 15 gram atau penyelimutan 100% agregat menggunakan plastik LDPE dengan nilai 1121,06 kg dari 947,44 kg tanpa penyelimutan plastik atau naik sebesar 18,325%, ini menunjukkan penambahan penyelimutan agregat menggunakan plastik dapat meningkatkan ketahanan terhadap deformasi permanen dengan meningkatkan nilai stabilitas pada campuran aspal.
Kajian Rute Aman Selamat Sekolah (RASS) di Kawasan Pendidikan Kelurahan Lolu Selatan Andi Fitri Utari Lukman; Arief Setiawan; Taslim Bahar
Mutiara: Multidiciplinary Scientifict Journal Vol. 1 No. 10 (2023): Mutiara: Multidiciplinary Scientifict Journal
Publisher : Al Makki Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57185/mutiara.v1i10.103

Abstract

Pemerintah menerapkan Rute Aman Selamat Sekolah (RASS) dalam Peraturan Menteri Nomor: PM 16 tahun 2016 yang ditargetkan untuk meningkatkan keselamatan anak sekolah, lingkungan yang sehat dan tertib berlalu lintas, serta kenyamanan dan keamanan dalam berlalu lintas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perjalanan pelajar menggunakan moda yang sering digunakan dan rute yang sering dilalui dengan maksud perjalanan menuju/pulang dari sekolah pada kawasan pendidikan di Kota palu tepatnya di Kelurahan Lolu Selatan.Hasil survey yang dilakukan peneliti diketahui jenis moda yang digunakan oleh para pelajar didominasi oleh kendaraan sepeda motor (diantar) dengan jumlah 34% dengan lama waktu perjalanan didominasi antara 10-20 Menit, kemudian untuk rentang waktu perjalanan paling sedikit adalah ˃30 Menit dikarenakan kawasan pemukiman yang jauh dari lokasi sekolah. Menurut survey yang dilakukan peneliti Kemauan Berpindah ke Angkutan Sekolah Dari hasil wawancara yang dilakukan oleh 334 koresponden, bahwa 261 bersedia untuk menggunakan angkutan sekolah 73 bersedia pindah ke angkutan sekolah. Menurut penelitian diatas diperlukan adanya ZoSS. Fasilitas pejalan kaki seperti fasilitas penyeberangan dengan pelican crossing, jalur sepeda, Fasilitas drop zone dan pick up point. Desain Rute Aman Selamat Sekolah mencakup desain jalan eksisting, desain jalan rencana, serta sirkulasi pejalan kaki, pesepeda, dan kendaraan rencana pada kawasan sekolah.