Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

An Analysis of the Factors Contributing to Slum Development from the Perspective of Sustainable Settlements in Ngrampal Subdistrict, Sragen Regency Samudra, Rafif Aswidar; Suminar, Lintang; Rahayu, Murtanti Jani
Journal of Geosciences and Environmental Studies Vol. 2 No. 2 (2025): July
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/ijgaes.v2i2.4131

Abstract

Sragen Regency is one of the regencies experiencing regional development by facing challenges in infrastructure distribution. One of the manifestations of these challenges is the presence of slum areas, namely the Ngrampal slum. This study aims to determine the existing conditions and factors that influence the existence of Ngrampal slums in the perspective of sustainable settlements, using quantitative methods through a deductive approach. This research uses quantitative methods, with data collection techniques through observation, questionnaires, and institutional surveys. The data analysis technique used was Exploratory Factor Analysis (EFA). This research has resulted in new factor groups regarding the factors that influence the existence of slums in Ngrampal slums: 1) infrastructure factors and cultural preservation efforts and 2) spatial factors and environmental-social conditions of the community. With these results, attention to the maintenance, availability, and affordability of basic settlement infrastructure is one of the important steps to improve community welfare. In addition, development is also important to improve the environmental and social quality of the community.
Penilaian Dimensi Sosial Kelayakan Huni Permukiman (Studi Kasus: Kampung Deret Petogogan) Rizkita, Safynatus Mayar Bening; Rahayu, Murtanti Jani; Rini, Erma Fitria
COMPACT: Spatial Development Journal Vol 4 No 1 (2025): COMPACT
Publisher : Perencanaan Wilayah dan Kota, Institut Teknologi Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35718/compact.v4i1.1332

Abstract

Livability is an important concept in urban planning that encompasses various aspects, such as housing quality, access to infrastructure, and social and environmental comfort. In Indonesia, the issue of adequate housing remains a challenge, especially in major cities like DKI Jakarta, which faces rapid population growth and limited land availability. To address this issue, the government has implemented various settlement revitalization programs, one of which is the Kampung Deret Program, aimed at improving the quality of slum settlements through infrastructure upgrades and housing improvements. Kampung Deret Petogogan is one of the locations where this program has been implemented and has undergone various physical and social changes since its implementation. Although the program has had a positive physical impact, evaluations of livability often remain limited to objective indicators, such as building conditions and the availability of facilities. However, subjective indicators such as sense of community, sense of safety, and participation also play a crucial role in determining the quality of life in a settlement. Therefore, this study aims to examine the livability of Kampung Deret Petogogan more holistically by considering subjective indicators. Through this approach, it is expected to provide a more comprehensive understanding of the program's effectiveness and the factors influencing the livability quality of the settlement area.
Efektivitas Taman Kota Madiun dalam Memenuhi Kebutuhan Ruang Publik dari Perspektif Pengunjung Hapsari, Shabrina; Rini, Erma Fitria; Rahayu, Murtanti Jani
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v5i1.64554.15-34

Abstract

Taman kota merupakan ruang publik yang tersedia di kota guna memenuhi kebutuhan masyarakat untuk beraktivitas, beristirahat, dan berwisata. Kota Madiun sebagai pusat pengembangan wilayah di Provinsi Jawa Timur bagian barat menjadi magnet bagi kabupaten di sekitarnya sehingga meningkatkan aktivitas di Kota Madiun. Meningkatnya aktivitas kota membuat tingginya mobilitas penduduk sehingga keberadaan taman kota penting untuk mengimbanginya. Dalam mencapai perannya, taman kota tidak hanya dilihat dari keberadaannya, tetapi juga bagaimana taman kota tersebut mampu memenuhi kebutuhan pengunjung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat efektivitas taman-taman di Kota Madiun dilihat dari kebutuhan pengunjung terhadap  ruang publik. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan pendekatan deduktif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner, observasi, dan studi literatur. Penelitian ini menggunakan teknik analisis skoring dengan pengukuran Skala Guttman. Efektivitas taman kota dilihat dari kebutuhan pengunjung taman kota, yaitu kenyamanan, keamanan, aktivitas, dan aksesibilitas. Berdasarkan analisis terhadap keempat kebutuhan pengunjung di ruang publik tersebut, keamanan merupakan kebutuhan yang terpenuhi di setiap taman kota, sedangkan ketiga kebutuhan lain belum terpenuhi secara keseluruhan di setiap taman kota. Tingkat efektivitas taman kota dibagi ke dalam tiga kategori, yaitu efektif, cukup efektif, dan tidak efektif. Berdasarkan hasil analisis, tujuh taman kota di Kota Madiun termasuk dalam kategori efektif dan satu taman kota masuk dalam kategori cukup efektif.
Pengaruh pemanfaatan lahan terhadap pola pergerakan spasial pada Jalan Letjen S. Parman, Surakarta Yuniasa, Pregiann; Rahayu, Murtanti Jani; Rini, Erma Fitria
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 18, No 1 (2023)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v18i1.53116

Abstract

Pemanfaatan lahan merupakan usaha pendayagunaan suatu lahan sesuai dengan karakternya dalam rangka menopang suatu proses pemenuhan kebutuhan manusia. Dalam interaksinya dengan sistem transportasi perkotaan, pemanfaatan lahan berhubungan dengan sistem kegiatan, yang meliputi jenis pemanfaatan lahan, sebaran pemanfaatan lahan, pola aktivitas pemanfaatan lahan, dan intensitas aktivitas pemanfaatan lahan. Jalan Letjen S. Parman, Surakarta, dengan karakternya sebagai kawasan perdagangan jasa dan simpul transportasi regional, telah menjadi magnet pergerakan yang kuat di Kota Surakarta dengan intensitas kegiatan yang cukup tinggi pada kawasan. Intensitas kegiatan yang tinggi sebagai hasil dari aktivitas pemanfaatan lahan telah memicu pergerakan yang tinggi dan beragam pada kawasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan lahan terhadap pola pergerakan spasial pada Jalan Letjen S. Parman, Surakarta. Metode penelitian yang digunakan, yaitu analisis tetangga terdekat, analisis kepadatan bangunan, analisis regresi linier, serta analisis statistik deskriptif guna mengetahui pengaruh dari pemanfaatan lahan terhadap pola pergerakan spasial pada Jalan Letjen S. Parman, Surakarta. Berdasarkan hasil akhir analisis, diketahui bahwa pemanfaatan lahan berpengaruh kuat terhadap pola pergerakan spasial pada Jalan Letjen S. Parman, Surakarta.
Peran sistem informasi geografis dalam pemetaan pandemi: studi kasus Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta Rahayu, Murtanti Jani; Rahayu, Paramita; Putri, Rufia Andisetyana; Rini, Erma Fitria
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 18, No 2 (2023)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v18i2.55588

Abstract

Pandemi Covid-19 telah menjadi tantangan berat bagi Indonesia yang merupakan salah satu negara dengan jumlah kasus terkomfirmasi positif yang sangat tinggi. Pulau Jawa merupakan episentrum pandemi Covid-19 di Indonesia. Pemutakhiran data dan pemetaan data yang cepat sangat dibutuhkan untuk bisa memetakan kategorisasi zonasi Covid-19 pada skala administrasi yang paling kecil, yaitu kelurahan. Hal ini penting untuk memastikan strategi dan antisipasi yang tepat dapat diimplementasikan. Penelitian ini bertujuan untuk bagaimana sistem informasi geografis (SIG) dalam pemetaan data berperan dalam penanganan pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan analisis regresi untuk mengkonfirmasi data-data yang penting untuk dipetakan secara spasial. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa kepadatan penduduk dalam suatu area permukiman, jumlah penduduk total, dan jumlah rumah tangga kurang mampu adalah variabel yang secara signifikan berpengaruh pada jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19 pada empat belas kelurahan di Kecamatan Banjarsari. Dengan pemetaan variabel-variabel tersebut, dapat diidentifikasi kelurahan-kelurahan yang berisiko lebih tinggi dan memerlukan penanganan spesifik berdasarkan faktor kunci pada level kelurahan.
Pengaruh sistem zonasi sekolah terhadap pemanfaatan fasilitas pendukung di sekitar SMAN 1 dan SMAN 2 Surakarta Agustiana, Mega Eka Maharani; Rahayu, Murtanti Jani; Rini, Erma Fitria
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 18, No 2 (2023)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v18i2.53609

Abstract

Sistem zonasi sekolah memiliki tujuan antara lain menghapuskaneksklusivitas dan diskriminasi antar sekolah serta mengurangi pergerakan siswaseiring mengecilnya jarak sekolah dengan tempat tinggal. Perubahan sebaran tempattinggal siswa dapat mempengaruhi tingkat pemanfaatan fasilitas pendukungpendidikan yang berada di sekitar sekolah. Penelitian ini bertujuan untukmengungkap apakah sistem zonasi sekolah berpengaruh terhadap pemanfaatanfasilitas pendukung pendidikan oleh siswa SMA Negeri 1 dan 2 Surakarta denganmenggunakan analisis non-parametrik Uji Kruskal Wallis. Pada sistem zonasi initerdapat variabel independen (X) yaitu jarak tempat tinggal siswa dengan sekolah.Pemanfaatan fasilitas pendukung merupakan variabel dependen yang terdiri darifasilitas indekos (Y1), fasilitas transportasi umum (Y2), fasilitas ruang terbuka, taman,lapangan olahraga (Y3), serta fasilitas perdagangan dan jasa (Y4). Data pemanfaatanfasilitas pendukung di sekitar sekolah diperoleh dari kuesioner dengan 95 siswasebagai responden. Berdasarkan hasil analisis didapatkan bahwa sistem zonasisekolah yang memperhatikan jarak tempat tinggal siswa dengan sekolahberpengaruh terhadap pemanfaatan fasilitas indekos (Y1) dan fasilitas perdagangandan jasa (Y4).
Kawasan Alun-Alun Timur Pati sebagai lokasi relokasi pedagang kaki lima Amalia, Adinda; Rahayu, Murtanti Jani; Utomo, Rizon Pamardhi
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 18, No 2 (2023)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v18i2.63760

Abstract

Keberadaan pedagang kaki lima sebagai sub-sektor informal terlihat dominan pada kawasan perkotaan di Indonesia. Lokasi yang strategis menjadi faktor utama yang sangat diperhatikan oleh pedagang kaki lima dalam menjalankan usahanya. Pada umumnya, pemerintah daerah mengambil langkah pengelolaan untuk mengatur lokasi pedagang kaki lima. Seperti yang terjadi di Kabupaten Pati, pemerintah daerah setempat telah menentukan Kawasan Alun-Alun Timur Pati sebagai lokasi khusus bagi para pedagang kaki lima. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian Kawasan Alun-Alun Timur Pati sebagai lokasi pedagang kaki lima. Variabel penelitian yang digunakan yaitu kestrategisan lokasi, ketersediaan fasilitas pendukung, keberadaan aktivitas utama, serta kebijakan pemerintah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Analisis dilakukan melalui tiga tahap, yaitu skoring komponen kesesuaian, pembobotan variabel dengan teknik weighted product, dan analisis kesesuaian. Hasil penilaian kesesuaian sebesar 73,71% menunjukkan bahwa Kawasan Alun-Alun Timur Pati telah sesuai sebagai lokasi pedagang kaki lima.
Analisis perubahan penutup lahan Kabupaten Banyumas menggunakan Citra Satelit Landsat Nugroho, Rahman Hilmy; Rini, Erma Fitria; Rahayu, Murtanti Jani
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 18, No 1 (2023)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v18i1.53310

Abstract

Kabupaten Banyumas merupakan wilayah yang mengalami perkembangan penutup lahan yang pesat di wilayah Provinsi Jawa Tengah bagian barat. Kabupaten ini mengalami perubahan penutup lahan pada kurun waktu 2001-2021. Perubahan penutup lahan perlu dipantau menggunakan teknologi GIS dengan data citra satelit Landsat tahun 2001, 2011, dan 2021. Citra satelit diolah melalui proses koreksi atmosferik, cloud masking dan mozaik citra, serta metode supervised classification untuk menghasilkan peta penutup lahan. Hasil uji akurasi penutup lahan menggunakan confusion matrix menunjukkan 85,71 % sampel sesuai sehingga dapat digunakan untuk analisis. Penutup lahan Kabupaten Banyumas pada tahun 2001, 2011 dan 2021 didominasi oleh lahan kebun, sawah, dan hutan. Perubahan penutup lahan pada tahun 2001-2021 didominasi oleh lahan non terbangun yang menjadi kawasan terbangun. Pada periode 2011-2021, terjadi perluasan kawasan terbangun sebesar 2.228 Ha (17,6 %). Sementara periode tahun 2011-2021, perubahan lahan paling signifikan terjadi pada kawasan terbangun yang meningkat sebesar 2.785 Ha (18,7 %). Perubahan ini terjadi akibat alih fungsi lahan sawah, tegalan, kebun, hutan, tanah kosong menjadi kawasan terbangun.