Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

An Analysis of the Factors Contributing to Slum Development from the Perspective of Sustainable Settlements in Ngrampal Subdistrict, Sragen Regency Samudra, Rafif Aswidar; Suminar, Lintang; Rahayu, Murtanti Jani
Journal of Geosciences and Environmental Studies Vol. 2 No. 2 (2025): July
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/ijgaes.v2i2.4131

Abstract

Sragen Regency is one of the regencies experiencing regional development by facing challenges in infrastructure distribution. One of the manifestations of these challenges is the presence of slum areas, namely the Ngrampal slum. This study aims to determine the existing conditions and factors that influence the existence of Ngrampal slums in the perspective of sustainable settlements, using quantitative methods through a deductive approach. This research uses quantitative methods, with data collection techniques through observation, questionnaires, and institutional surveys. The data analysis technique used was Exploratory Factor Analysis (EFA). This research has resulted in new factor groups regarding the factors that influence the existence of slums in Ngrampal slums: 1) infrastructure factors and cultural preservation efforts and 2) spatial factors and environmental-social conditions of the community. With these results, attention to the maintenance, availability, and affordability of basic settlement infrastructure is one of the important steps to improve community welfare. In addition, development is also important to improve the environmental and social quality of the community.
Penilaian Dimensi Sosial Kelayakan Huni Permukiman (Studi Kasus: Kampung Deret Petogogan) Rizkita, Safynatus Mayar Bening; Rahayu, Murtanti Jani; Rini, Erma Fitria
COMPACT: Spatial Development Journal Vol 4 No 1 (2025): COMPACT
Publisher : Perencanaan Wilayah dan Kota, Institut Teknologi Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35718/compact.v4i1.1332

Abstract

Livability is an important concept in urban planning that encompasses various aspects, such as housing quality, access to infrastructure, and social and environmental comfort. In Indonesia, the issue of adequate housing remains a challenge, especially in major cities like DKI Jakarta, which faces rapid population growth and limited land availability. To address this issue, the government has implemented various settlement revitalization programs, one of which is the Kampung Deret Program, aimed at improving the quality of slum settlements through infrastructure upgrades and housing improvements. Kampung Deret Petogogan is one of the locations where this program has been implemented and has undergone various physical and social changes since its implementation. Although the program has had a positive physical impact, evaluations of livability often remain limited to objective indicators, such as building conditions and the availability of facilities. However, subjective indicators such as sense of community, sense of safety, and participation also play a crucial role in determining the quality of life in a settlement. Therefore, this study aims to examine the livability of Kampung Deret Petogogan more holistically by considering subjective indicators. Through this approach, it is expected to provide a more comprehensive understanding of the program's effectiveness and the factors influencing the livability quality of the settlement area.
PERAN MODAL SOSIAL DALAM PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT DI KAWASAN KUMUH MOJO Pujantiyo, Bambang S.; Rahayu, Murtanti Jani
Jurnal Pengembangan Kota Vol 13, No 1: Juli 2025
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpk.13.1.11-23

Abstract

Program tata ulang fisik di kawasan kumuh secara masif telah dilakukan oleh Pemerintah, tetapi belum banyak menyertakan program kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Padahal peningkatan ekonomi masyarakat ini penting untuk dapat menjamin keberhasilan tata ulang fisik. Sementara itu, tanpa inisiatif kegiatan tersebut, masyarakat melakukan pemberdayaan secara mandiri dengan prinsip mempertahankan pendapatan. Hal ini penting untuk diidentifikasi, dan akan menjadikan masukan bagi pemerintah dalam menentukan kebijakan penerapan program selanjutnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola pemberdayaan ekonomi masyarakat khususnya terkait pendapatan masyarakat dalam kerangka kolaborasi triple helix di kawasan kumuh Mojo di kota Surakarta. Metodologi yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui studi dokumen dan wawancara terhadap pemangku kepentingan dan masyarakat setempat. Sebagai hasilnya, dalam hal pemberdayaan ekonomi masyarakat secara mandiri, pengaruh modal sosial khususnya peran beberapa intermediator independen yang dikelola oleh masyarakat, sangat dominan mempengaruhi kebertahanan dalam tingkat pendapatan masyarakat.
Strategic Formulation for Sustainable Campus Development: A SWOT-TOWS Analysis of Sebelas Maret University, Indonesia Muzzazinah; Rahayu, Murtanti Jani; Suryanto; Sulistyana, Yanti; Andriani, Feni
Indonesian Journal of Environmental Management and Sustainability Vol. 10 No. 1 (2026): March
Publisher : Magister Program of Material Science, Graduate School of Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26554/ijems.2026.10.1.47-59

Abstract

Higher education institutions must implement appropriate evaluation and strategy determination to support their role in establishing a Sustainable Campus. This study aims to (1) evaluate the implementation of the sustainable campus program at Universitas Sebelas Maret (UNS), (2) analyze the dominance of internal (IFAS) and external (EFAS) factors at UNS, and (3) formulate strategies that UNS should implement to strengthen its sustainable campus initiatives-the implementation evaluation utilized data from the UNS GreenMetric report. The factor dominance analysis employed IFAS and EFAS, while the strategy formulation used SWOT-TOWS analysis. The findings indicate that UNS has stagnant scores in the Water (WR) and Transportation (TR) indicators. Furthermore, UNS’s strengths lie in its open space availability and sustainable academic programs, though this advantage is hindered by limited budget allocation for toxic waste management. Based on the analysis, the recommended course of action for UNS is the Strengths-Opportunities (SO) strategy. The implementation of this SO strategy is necessary for UNS to advance its role as a sustainable campus successfully. This study implies that the integration of sustainability performance evaluation using UI GreenMetric data with IFAS, EFAS, and SWOT-TOWS analysis provides a structured basis for identifying dominant strategic conditions and formulating strength-oriented strategies to improve sustainable campus implementation at Universitas Sebelas Maret. The study implies that Universitas Sebelas Maret should utilize sustainability assessment results as strategic inputs rather than merely as reporting tools, enabling more targeted interventions in critical areas such as water and transportation management. These findings may further contribute to the development of management strategies derived from SWOT and TOWS analyses in other universities across Indonesia.
Evaluasi Kualitas Fisik dan Nonfisik pada Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) (Studi Kasus Taman Adipura Kencana Kabupaten Kudus) Shadrina, Salsabila Nur; Rahayu, Murtanti Jani; Pujantiyo, Bambang S.
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v6i1.78175.123-137

Abstract

Program Kota Layak Anak (KLA) telah menjadi salah satu program prioritas pemerintah sejak tahun 2010. Salah satu hal penting yang dapat dilakukan untuk mengimplementasikan KLA yaitu dengan penyediaan Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA). RBRA merupakan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang memiliki desain modern dengan konsep ramah anak dan didukung oleh berbagai fasilitas di dalamnya. Diantara beberapa taman kota di Kabupaten Kudus, hanya Taman Adipura Kencana yang terverifikasi sejak tahun 2019 untuk masuk ke dalam kategori RBRA di Kabupaten Kudus. Namun, terdapat beberapa masalah yang ditemukan di Taman Adipura Kencana seperti kelengkapan fasilitas dan kondisi fisik taman yang kemudian menjadikan kesesuaian dari konsep RBRA tersebut berkurang. Selain itu, perhatian perlu diberikan pada faktor keamanan, keselamatan, aksesibilitas, kesehatan, keindahan, dan kenyamanan dalam perancangan agar kegiatan belajar dan bermain di Taman Adipura Kencana dapat berjalan efektif. Penelitan ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan pendekatan deduktif, teknik analisis statistika deskriptif, dan analisis skoring. Hasil penelitian menjelaskan bahwa Taman Adipura Kencana secara keseluruhan merupakan taman ramah anak yang menyenangkan dan nyaman tetapi masih ada beberapa faktor yang belum dipertimbangkan dalam perancangan taman ini. Kondisi tersebut tentu mengharuskan pemerintah/stakeholder untuk berupaya memperbaiki dan meningkatkan kualitas taman yang masih diperlukan agar dapat sesuai dengan konsep RBRA.
Karakteristik dan Faktor Prioritas Penyebab Kekumuhan di Kawasan Permukiman Girlibanji (Pinggir Kali Banjaran-Kranji), Kabupaten Banyumas Padyansari, Ricca; Rahayu, Murtanti Jani; Suminar, Lintang
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v5i2.72271.100-111

Abstract

Pelaksanaan aktivitas yang terpusat pada kawasan perkotaan dapat mempengaruhi laju perpindahan penduduk menuju kota. Pertumbuhan penduduk perkotaan yang terus meningkat mengakibatkan tingginya permintaan lahan untuk kawasan permukiman yang tidak sebanding dengan ketersediaan lahan untuk kawasan hunian yang layak huni. Fenomena tersebut terjadi diantaranya di Kabupaten Banyumas seiring dengan terus berkembangnya Kawasan Perkotaan Purwokerto sebagai ibukota Kabupaten Banyumas. Hal ini mengakibatkan  munculnya kawasan kawasan kumuh di Kawasan Perkotaan Purwokerto. Salah satu kawasan yang teridentifikasi permukiman kumuh adalah Kawasan Girlibanji. Dalam menangani kawasan permukiman kumuh, Pemerintah Kabupaten Banyumas telah berupaya mengatasi permasalahan kekumuhan dengan penerapan beberapa kebijakan tetapi  permasalahan permukiman kumuh belum teratasi sepenuhnya khususnya di Kawasan Girlibanji. Ketidakberhasilan penerapan kebijakan penanganan permukiman kumuh dikarenakan belum diketahui faktor prioritas penyebab meningkatnya permukiman kumuh pada kawasan secara jelas. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor prioritas penyebab kekumuhan di Kawasan Permukiman Girlibanji dengan menggunakan Analytical Hierarchy Prosess (AHP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor prioritas penyebab kekumuhan di Kawasan Permukiman Girlibanji adalah jaringan air limbah, kepadatan dan kualitas bangunan, jaringan sistem persampahan, tingkat pendapatan, tingkat pendidikan, dan jaringan drainase.
Efektivitas Taman Kota Madiun dalam Memenuhi Kebutuhan Ruang Publik dari Perspektif Pengunjung Hapsari, Shabrina; Rini, Erma Fitria; Rahayu, Murtanti Jani
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v5i1.64554.15-34

Abstract

Taman kota merupakan ruang publik yang tersedia di kota guna memenuhi kebutuhan masyarakat untuk beraktivitas, beristirahat, dan berwisata. Kota Madiun sebagai pusat pengembangan wilayah di Provinsi Jawa Timur bagian barat menjadi magnet bagi kabupaten di sekitarnya sehingga meningkatkan aktivitas di Kota Madiun. Meningkatnya aktivitas kota membuat tingginya mobilitas penduduk sehingga keberadaan taman kota penting untuk mengimbanginya. Dalam mencapai perannya, taman kota tidak hanya dilihat dari keberadaannya, tetapi juga bagaimana taman kota tersebut mampu memenuhi kebutuhan pengunjung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat efektivitas taman-taman di Kota Madiun dilihat dari kebutuhan pengunjung terhadap  ruang publik. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan pendekatan deduktif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner, observasi, dan studi literatur. Penelitian ini menggunakan teknik analisis skoring dengan pengukuran Skala Guttman. Efektivitas taman kota dilihat dari kebutuhan pengunjung taman kota, yaitu kenyamanan, keamanan, aktivitas, dan aksesibilitas. Berdasarkan analisis terhadap keempat kebutuhan pengunjung di ruang publik tersebut, keamanan merupakan kebutuhan yang terpenuhi di setiap taman kota, sedangkan ketiga kebutuhan lain belum terpenuhi secara keseluruhan di setiap taman kota. Tingkat efektivitas taman kota dibagi ke dalam tiga kategori, yaitu efektif, cukup efektif, dan tidak efektif. Berdasarkan hasil analisis, tujuh taman kota di Kota Madiun termasuk dalam kategori efektif dan satu taman kota masuk dalam kategori cukup efektif.
Tingkat Pelayanan Jalur Pedestrian di Kawasan Wisata Malioboro, Kota Yogyakarta Rahmah, Hifaa Nursabrina; Rahayu, Murtanti Jani; Rini, Erma Fitria Fitria
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 7, No 2 (2025)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v7i2.92430.102-111

Abstract

Kawasan Malioboro sebagai kawasan wisata di perkotaan perlu memperhatikan fasilitas yang menjadi daya tarik pariwisata perkotaan. Fasilitas perkotaan yang menjadi perhatian di kawasan Malioboro adalah jalur pedestriannya yang merupakan fasilitas yang penting dalam mendukung integrasi pariwisata kawasan Malioboro. Penataan jalur pedestrian oleh Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta melalui realisasi kebijakan relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) pada awal tahun 2022 memberi perubahan signifikan pada jalur pedestrian di kawasan Malioboro. Penelitian ini mengkaji tingkat pelayanan jalur pedestrian dengan memperhatikan enam komponen, yaitu aksesibilitas, daya tarik, keamanan, kenyamanan, inklusivitas, dan kelembagaan dengan indikatornya masing-masing yang didasarkan pada komponen kawasan wisata, ruang publik, dan jalur pedestrian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah jalur pedestrian di kawasan Malioboro sudah dapat melayani dengan baik melalui penilaian tingkat pelayanannya. Pengumpulan data penelitian ini dilakukan melalui observasi lapangan serta penyebaran kuesioner. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan deduktif. Teknik analisis penelitian menggunakan analisis skoring dengan skala Guttman pada tiap indikator penilaian yang datanya dikumpulkan dengan teknik survei data primer melalui observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aksesibilitas, daya tarik, keamanan, kenyamanan, inklusivitas, dan kelembagaan di kawasan menghasilkan tingkat pelayanan jalur pedestrian kawasan wisata Malioboro sangat baik.
Kajian Kesesuaian Penerapan Konsep Smart Environment sebagai Bagian dari Smart City (Studi Kasus: Kota Semarang) Sari, Dhea Ayu Herbila; Rahayu, Murtanti Jani; Pujantiyo, Bambang S.
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v6i1.80802.154-170

Abstract

Kota Semarang merupakan salah satu kota metropolitan di Indonesia yang sudah menerapkan konsep smart city pada seluruh aspek perencanaan kota. Dengan berbagai permasalahan lingkungan cukup kompleks yang dihadapi, salah satu strategi yang diterapkan Kota Semarang adalah penerapan smart environment. Meskipun demikian, dari berbagai variasi program smart environment yang telah diterapkan di Kota Semarang, beberapa diantaranya masih kurang sesuai dan kurang tepat sasaran. Sebagian besar layanan hanya dapat diakses oleh masyarakat yang melek teknologi dan beberapa layanan mengalami error sehingga tidak dapat diakses oleh masyarakat. Selain itu, permasalahan lingkungan di Kota Semarang masih banyak ditemukan meskipun telah diterapkan berbagai program smart environment. Berangkat dari latar belakang tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian penerapan konsep smart environment di Kota Semarang. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan teknik analisis skoring dan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa kesesuaian penerapan konsep smart environment di Kota Semarang termasuk dalam kategori cukup sesuai dengan persentase sebesar 51,29%. Kategori cukup sesuai diartikan bahwa indikator smart environment yang sesuai lebih banyak dibandingkan indikator smart environment yang tidak sesuai, sehingga potensi Kota Semarang untuk menjadi smart environment sebagai bagian dari smart city masih cukup besar. Ketidaksesuaian tersebut memerlukan ada perbaikan serta peningkatan pada setiap komponen smart environment guna mewujudkan kesesuaian penerapannya di Kota Semarang.
Tingkat Kesesuaian Lokasi Shelter Pedagang Kaki Lima di Kawasan Perkotaan Madiun Rahmadhani, Choirun Nisa Nur; Rahayu, Murtanti Jani; Rini, Erma Fitria
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 8, No 1 (2026)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v8i1.96591.75-89

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), termasuk Pedagang Kaki Lima (PKL), memiliki peran signifikan dalam perekonomian Indonesia, terutama dalam menciptakan lapangan kerja dan peluang pendapatan. Namun, pandemi Covid-19 telah berdampak negatif pada sektor ini, termasuk pada penurunan pendapatan. Pemerintah Kota Madiun merespons permasalahan dengan membangun shelter bagi PKL untuk meningkatkan ekonomi lokal juga estetika kota, meskipun terdapat tantangan seperti kesesuaian lokasi dan minat pengunjung. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian lokasi shelter PKL dengan karakteristik lokasi berdagang PKL di Kawasan Perkotaan Madiun. Di antara empat lokasi shelter PKL yang menjadi wilayah penelitian, Shelter Kembulsari, Shelter Rejomulyo, dan Shelter Kampir termasuk dalam kategori cukup sesuai sebagai lokasi shelter PKL, sementara Shelter Banjarejo termasuk dalam kategori kurang sesuai sebagai lokasi shelter PKL. Secara keseluruhan, penelitian ini menyoroti pentingnya kedekatan dengan aktivitas utama yang produktif dan aksesibilitas transportasi umum dalam menentukan kesesuaian lokasi shelter PKL. Fasilitas dasar yang memadai tidak cukup untuk menjamin keberhasilan jika lokasi tidak strategis dan sulit dijangkau oleh pelanggan. Oleh karena itu, perbaikan aksesibilitas dan pemilihan lokasi strategis menjadi kunci dalam meningkatkan daya tarik pengunjung, memastikan keberlanjutan usaha, serta mendorong stabilitas ekonomi PKL di Kawasan Perkotaan Madiun.