Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

KOTA MATARAM MENUJU SMART CITY Salmah, Emi; Sahri; Fatimah, Siti; Sriningsih, Siti; Insan, Imammul
Elastisitas : Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol. 4 No. 1 (2022): Elastisitas, Maret 2022
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Smart City merupakan salah satu strategi pembangunan dan manajemen kota yang masih baru. Konsep ini muncul dan berkembang seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi. Smart city adalah konsep kota cerdas yang dirancang guna membantu berbagai kegiatan masyarakat serta memberikan kemudahan mengakses informasi kepada masyarakat. Saat ini Kota Mataram telah meluncurkan aplikasi berbasis android yang disebut Mataramku Lapor, aplikasi ini dirancang dengan memusatkan teknologi informasi khususnya berkaitan dengan aktivitas masyarakat yang ada di Kota Mataram. Permasalahan saat ini penggunaan layanan aplikasi berbasis android ‘Mataramku Lapor’ belum maksimal digunakan oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk; Menganalisis bagaimana strategi Kota Mataram menuju Smart City serta menganalisis faktor faktor apa yang pendukung dan penghambat Kota Mataram menuju Smart City. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus ekplorasi yang berbekal teori dan mengeksplorasi fenomena kasus, Data diperoleh dari hasil wawancara mendalam ( Indept Interview ) dan Focus Group Discussion ( FGD ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penunjang berjalanya Smart City yaitu infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi serta SDM sudah siap dalam menerapkan Smart City. Penerapan smart City banyak dilaksanakan pada SKPD Sesuai dengan target pemerintah kota untuk menerapkan Smart Governenc. Pemerintah Kota Mataram telah memenuhi kriteria menuju kota Smart City, dengan telah disusunnya Master Pland / strategi pengembangan Smart City, regulasi, formulasi dan dokumen tatakelola Smart City dalam bentuk formal dan tertulis menjadi peraturan Walikota. Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan Smart City adalah masih kurangnya SDM yang handal untuk memegang sistem / TIK pada masing masing SKPD, karena alasan mutasi yang sering terjadi.
Pemberdayaan Pengembangan Tata Guna Air Berkelanjutan Pada Petani Di Desa Sintung, Kabupaten Lombok Tengah Ratnawati, Gek; Putri, Nadia; Windari, Amara; Haerul Hifzi, Muhammad; Sriningsih, Siti
https://jurnal.fe.unram.ac.id/index.php/abdimas/about/privacy Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Abdimas Independen, November 2025
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/independen.v6i2.2186

Abstract

Abstrak: Produktivitas pertanian bergantung pada pengolahan sumber daya air yang efektif dan efisien. Namun, salah satu faktor yang menjadi permasalahan utama petani di daerah pedesaan yaitu keterbatasan infrastruktur pengelolaan sumber daya air, distribusi air yang tidak merata, dan kurangnya pemahaman petani tentang tata guna air yang efisien dan ramah lingkungan. Oleh karena itu, dilakukan pendampingan kegiatan tindak lanjut pengembangan tata guna air (PTGA), sebuah program yang dilakukan oleh Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara 1. Pemberdayaan PTGA bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada semua pihak terkait terutama petani tentang pengelolaan irigasi merupakan satu kesatuan sistem dari jaringan utama sampai jaringan tersier yang didukung oleh PTGA, petugas pengelola irigasi, dan komisi irigasi yang handal untuk mewujudkan tata kelola jaringan irigasi yang efisien, efektif, dan berkelanjutan. Metode dari kegiatan pemberdayaan ini adalah metode pemaparan materi dan diskusi. Dari kegiatan pemberdayaan yang dilaksanakan ditemukan beberapa kesimpulan yaitu (1) Perkumpulan Petani Pemakai Air di Desa Sintung, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah masih awam dengan Pengembangan Tata Guna Air, Efisiensi Sumber Daya Air, dan Prinsip-Prinsip Pertanian. (2) Secara teknis operasional, kegiatan pemberdayaan cukup berhasil dan berjalan dengan lancar tanpa hambatan yang berarti. Kemudian penyampaian materi juga berjalan dengan baik dan jelas, begitu juga dengan kegiatan diskusi. Abstract: Agricultural productivity depends on effective and efficient water resource management. However, one of the main problems faced by farmers in rural areas is the limited water resources management infrastructure, uneven water distribution, and the lack of understanding of farmers about efficient and environmentally friendly water use. Therefore, assistance was provided for follow-up activities for the development of water use management (PTGA), a program carried out by the Nusa Tenggara 1 River Basin Center. PTGA empowerment aims to provide an understanding to all related parties, especially farmers, about irrigation management as a unified system from the main network to the tertiary network supported by PTGA, irrigation management officers, and reliable irrigation commissions to realize efficient, effective, and sustainable irrigation network management. The method of this empowerment activity is the method of presenting material and question and answer and discussion sessions. From the empowerment activities carried out, several conclusions were found, namely (1) The Association of Water User Farmers in Sintung Village, Pringgarata District, Central Lombok Regency is still unfamiliar with Water Use Development, Water Resource Efficiency, and Agricultural Principles.(2) Technically operationally, the empowerment activities were quite successful and ran smoothly without any significant obstacle. Then the delivery of the material also went well and clearly, as did the discussion activities.
Analisis Pemetaan Potensi Pajak dan Retribusi Daerah dalam Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Lombok Barat Tahun Anggaran 2018–2023 Fajrussani, Sutan; Wahyunadi, Wahyunadi; Sriningsih, Siti
Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmu Ekonomi (JIE), 2025
Publisher : Laboratorium Riset Ekonomi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59827/jie.v4i3.319

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi pajak dan retribusi daerah di Kabupaten Lombok Barat dalam upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) periode 2018–2023. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan data sekunder dari BPKAD Lombok Barat. Analisis data dilakukan melalui perhitungan laju pertumbuhan, analisis kontribusi, dan analisis overlay untuk memetakan potensi setiap jenis pendapatan ke dalam empat kategori kinerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur PAD sangat tersumbat pada lima jenis pajak utama (Hotel, Restoran, Penerangan Jalan, PBB-P2, dan BPHTB), yang mengindikasikan adanya risiko ketergantungan. Pandemi COVID-19 memaparkan kerentanan ini dengan menyebabkan kontraksi tajam pada sektor pariwisata, namun sektor ini juga menunjukkan kapasitas pemulihan yang kuat pascapandemi. Pemetaan potensi mengklasifikasikan kelima pilar tersebut ke dalam kategori Prima, sementara sebagian besar sumber pendapatan lain, seperti Pajak Parkir dan beberapa jenis retribusi, masuk ke kategori Potensial dengan pertumbuhan tinggi namun kontribusi rendah. Disimpulkan bahwa untuk meningkatkan PAD secara berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat perlu mempertahankan kinerja sektor prima melalui penguatan kebijakan, sekaligus fokus pada perluasan sumber pendapatan dari sektor-sektor potensial.
Pelatihan Pengembangan Usaha Melalui Manajemen Usaha pada Kelompok Usaha Kerupuk Kulit Sapi Gapoktan Seganteng Sriningsih, Siti; Wijimulawiawi, Bq. Saripta; Arini, I Gusti Ayu
Indonesian Journal of Education and Community Services Vol. 1 No. 2 (2021): Edisi Juli-Desember 2021
Publisher : Indonesian Publication Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan program ini adalah untuk membantu mitra dalam Pengelolaan usaha kerupuk kulit sapi yang lebih modern dan lebih baik dengan penerapan manajemen usaha seperti manajemen pemasaran,produksi,keuangan dan SDM terutama dalam meningkatkan kualitas produk seperti pengemasan dan pemberian merek produk kerupuk kulit sapi agar dapat bersaing di pasar terutama pada pasar-pasar modern. Target khusus program PPM Kemitraan ini adalah penerapan manajemen usaha yang modern pada kelompok usaha kerupuk kulit sapi sehingga dapat meningkatkan kualitas produk dengan kemasan dan merek yang baik dan menarik. Metode yang digunakan dalam mencapai tujuan kegiatan ini adalah dengan melakukan pelatihan dan pendampingan. Kegiatan dari program PPM Kemitraan ini terdiri dari : (1) pelatihan penerapan manajemen usaha modern seperti keuangan,SDM dan Pemasaran melalui media sosial/internet, (2) pelatihan penerapan manajemen produksi melalui pengemasan dan pemberian merek produk yang dilakukan oleh Tim PPM Kemitraan. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah para pengusaha kerupuk kulit sapi memahami pentingnya penerapan manajemen usaha modern dan mengemas produk dengan baik serta memberi merek agar produk usaha kerupuk kulit sapi semakin bernilai jual dan pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan pengusaha kerupuk kulit sapi.
PEGARUH PENERAPAN DIGITAL PAYMENT, CASH PAYMENT, DAN SANKSI PAJAK TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK DALAM PEMBAYARAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN DI KOTA MATARAM Arsa, Ni Luh Putu Cening; Sriningsih, Siti; Hidayat, Ali Akbar
Jurnal Oportunitas : Ekonomi Pembangunan Vol. 5 No. 1 (2026): Oportunitas, Maret 2025
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/oportunitas.v5i1.2792

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pembayaran digital, pembayaran tunai, dan sanksi pajak terhadap kepatuhan wajib pajak dalam pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Kota Mataram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian asosiatif. Data penelitian dikumpulkan melalui kuesioner terhadap 100 responden wajib pajak PBB yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data bantuan dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan perangkat lunak EViews 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembayaran digital berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak, sehingga kemudahan akses pembayaran digital terbukti meningkatkan kepatuhan. Variabel pembayaran tunai tidak berpengaruh, yang mengindikasikan bahwa pembayaran tunai tidak memberikan kontribusi berarti terhadap penyediaannya. Sementara itu, sanksi pajak menunjukkan tidak berpengaruh pada signifikansi taraf 5%. Nilai R-squared sebesar 0,1524 menunjukkan bahwa ketiga variabel independen secara simultan mampu menjelaskan 15,24% variasi kepatuhan wajib pajak. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan implementasi pembayaran digital merupakan strategi yang lebih efektif dalam menetapkan kewajiban pajak PBB di Kota Mataram.