Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

FOMO IN THE PERSPECTIVE OF THE QUR’AN: A THEMATIC STUDY ON PEACE OF MIND AND SIMPLICITY OF LIFE Riadi, Selamet; Wahab, Abdul; Lestari, Citra
Tanzil: Jurnal Studi Al-Quran Vol. 8 No. 1 (2025): October
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Sadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20871/tjsq.v8i1.469

Abstract

The phenomenon of FOMO (Fear of Missing Out), or the fear of missing out on certain trends, events, or social experiences, has become a common psychological symptom in the digital age. The constant anxiety to participate in the lives of others as portrayed on social media often causes restlessness, dissatisfaction, and even identity crises. The Qur’an, as a guide for Muslims, provides many verses that can be used as references to overcome such anxiety, especially through the concepts of peace of mind (sakīnah) and simplicity of life (qanā‘ah). This study aims to explore how the Qur’an offers a perspective on FOMO by analyzing verses related to inner peace and simplicity in life, in overcoming FOMO, such as Q.S. Al-Baqarah [2]: 155, Q.S. An-Nisā’ [4]: 32, Q.S. An-Nisā’ [4]: 83, and Q.S. Al-Ḥadīd [57]: 20. This study uses a library research-based method with a thematic (mawḍū‘ī) approach, which organizes and analyzes verses of the Qur’an based on theme. The main sources are the Qur’an and Tafsīr al-Taḥrīr wa al-Tanwīr by Ibn ‘Āshūr (1879–1973), a prominent Tunisian scholar known for his contextual tafsir methodology, supplemented by contemporary psychological studies. The findings show that the Qur’an promotes tranquility through faith in Allah, dependence (tawakkul), contentment (qanā‘ah), and awareness of the temporary nature of worldly life. These teachings provide a spiritual framework for combating FOMO by fostering self-awareness and a deeper meaning of life. Therefore, the values of the Qur’an can be considered a spiritual remedy for modern social anxieties such as FOMO.
Pengembangan Prototipe Sistem Monitoring Air Berbasis Internet Of Things Untuk Menghitung Jumlah Konsumsi Dan Biaya Penggunaan Riadi, Selamet; Sunardi, Hastha; Setiawan, Candra; Coyanda, John Roni
Journal Of Intelligent Networks and IoT Global Vol 2 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jinig.v2i1.4438

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk menciptakan suatu sistem pemantauan air berbasis Internet of Things (IoT) yang memiliki kemampuan untuk mengukur konsumsi air serta melakukan analisis terhadap biaya penggunaannya. Desain sistem ini dibuat dengan tujuan memberikan solusi terkini dalam pemantauan penggunaan air, mengidentifikasi pola konsumsi, dan menghitung biaya yang terkait. Pengembangan prototipe dilakukan melalui perancangan dan implementasi sensor IoT yang terintegrasi dengan sistem pemantauan. Sensor-sensor ini ditempatkan pada lokasi strategis dalam jaringan distribusi air untuk mengukur volume air yang digunakan oleh pengguna. Data yang terkumpul kemudian diunggah ke situs pemantauan yang dapat diakses secara real-time melalui aplikasi web. Evaluasi biaya dilakukan dengan memanfaatkan data konsumsi air yang tercatat dan menerapkan struktur tarif air yang berlaku. Ini memberikan pengguna pemahaman yang lebih baik dan memungkinkan optimisasi biaya penggunaan air. Sistem ini juga dapat memberikan notifikasi atau peringatan dini jika mendeteksi adanya kebocoran atau penggunaan air yang tidak efisien. Temuan penelitian menunjukkan bahwa prototipe sistem pemantauan air ini dapat memberikan informasi berharga bagi pengguna dalam mengelola konsumsi air dan mengontrol biaya penggunaan. Keberadaan sistem ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pola penggunaan air serta mendorong implementasi langkah-langkah konservasi air yang berkelanjutan. Selain itu, sistem ini dapat menjadi dasar untuk pengembangan solusi pemantauan air yang lebih luas dan terintegrasi di masa mendatang
Bentuk Dan Fungsi Ragam Bahasa Prokem Di Kalangan Remaja Nyurlembang Daya Kec. Narmada Lombok Barat Sam'un, Ahmad; Riadi, Selamet; Idham
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v7i1.6151

Abstract

Usia remaja merupakan masa labil, namun penuh dengan kreatifitas. Salah satu bentuk kreatifitas mereka, terutama berkaitan dengan bahasa adalah membuat bahasa-bahasa sandi yang disebut ragam bahasa prokem. Bagi remaja Nyurlembang Daya ragam bahasa ini merupakan sarana kebahasaan efektif yang digunakan untuk mengomunikasikan persoalan-persoalan pribadi mereka yang bersifat rahasia. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, yaitu menggambarkan bentuk dan fungsi ragam bahasa prokem yang dituturkan apa adanya oleh remaja Nyurlembang Daya. Terdapat tiga tahapan dalam metode penelitian ini, yaitu tahap pengumpulan data, analisis, dan penyajian hasil analisis data. Adapun pengumpulan data dilakukan dengan dua metode pengumpulan data yang dipilih, yaitu metode observasi dan wawancara. Selanjutnya, data dianalisis dengan menggunakan teknik distribusional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan ragam bahasa prokem di kalangan remaja Nyurlembang Daya dilakukan dengan penghilangan vokal, konsonan, atau silabel; penggantian vokal atau konsonan; penambahan vokal, konsonan, dan silabel; metatesis. Sedangkan tujuan dan fungsi ragam bahasa prokem yang mereka buat umumnya ingin menyembunyikan tema atau topik yang mereka bicarakan dari orang lain.
Language and Society in Sesenggak Sasak: A Study of the Sapir-Whorf Hypothesis Anggarista, Randa; Idham, Idham; Riadi, Selamet; Fahmi, Farizan; Jaeka, Farida
Journal of linguistics, culture and communication Vol 3 No 2 (2025): Journal of Linguistics, Culture, and Communication
Publisher : CV. Rustam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61320/jolcc.v3i2.447-470

Abstract

The Sapir-Whorf hypothesis in linguistic relativity explains that the linguistic structure of a society reflects the thoughts and way speakers view their world. The Sasak people as one of the indigenous ethnic groups on Lombok Island, West Nusa Tenggara, also have a diversity of linguistic structures that reflect their outlook on life and cultural structures, one of which is in the form of sesenggak. Therefore, this study aims to identify the outlook on life of the Sasak people reflected in the linguistic construction of sesenggak based on the Sapir-Whorf hypothesis through linguistic relativity. The data in this study are in the form of texts (linguistic units) contained in sesenggak (Sasak proverbs), while the data sources in this study use primary data sources, namely sesenggak (Sasak proverbs) obtained from the book Peribahasa, Ungkapan dan Istilah Sasak by H. Lalu Muhammad Azhar, published by Yayasan Pendidikan Pariwisata Pejanggiq in 2003, as well as Sasak community leaders in Lombok. The primary data collection technique in this study was carried out using the reading and note-taking technique for written data sources, as well as the recording, listening, reading, and note-taking technique for oral data sources. To test the reliability of the data, the researcher used source triangulation, namely, combining primary data sources with secondary data to strengthen the interpretation of various findings. The data analysis technique was carried out in several stages, starting from identification, classification, interpretation, and concluding. The results of the study indicate that the linguistic structure of sesenggak reflects the cultural structure of the Sasak people, starting from their views on metaphysics, ethics, aesthetics, and logic.
Pelatihan Desain Packaging Parfum Body Menggunakan Kertas Daur Ulang Kepada Siswa SMK Bina Insan Mandiri Srengseng Suhada, Resa Taruna; Riadi, Selamet
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Patikala Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal PkM PATIKALA
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Bakat Indonesia/Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/patikala.v5i3.3930

Abstract

The use of perfume has now become a lifestyle. Besides providing fragrance and freshness to the wearer, it can also boost self-confidence by eliminating body odor. Perfume is used by people of all ages, from babies and children to teenagers and adults. The perfume market in Indonesia experiences annual growth. Perfume, or fragrance oil, is a mixture of essential oils and aroma compounds, fixatives, and solvents used to impart a pleasant scent to the human body, objects, or rooms. The amount and type of solvent mixed with the fragrance oil determine whether a perfume is considered a perfume extract, Eau de parfum, Eau de toilette, or Eau de Cologne (wikipedia). Local perfumes only became popular in Indonesia between 2017 and 2018. The Central Statistics Agency (BPS) recorded that there were 129,137 medium and large trading businesses in Indonesia in 2020. Of that number, the majority, or approximately 39% of business owners, were high school graduates. The method used included theoretical explanations, perfume-making demonstrations, and a practical session, where each participant created a 10 ml bottle of perfume. The training was attended by the Foundation's management, the principal, and students. A total of 76 students participated in the training. Participants were divided into several groups. All students successfully created perfume. Participants gained knowledge and skills in perfume-making as an alternative to perfume entrepreneurship.