Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Membentuk Jaringan Ekonomi Lintas Batas Berbasis Sosial Budaya Masyarakat Perbatasan Indonesia Jagoi Babang dengan Serikin Malaysia Azizah Larasati; Fatmawati Fatmawati; Nurhanifa Arfalia
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 15 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish.v15i1.105382

Abstract

Wilayah perbatasan Jagoi Babang Bengkayang, Kalimantan Barat dan Serikin Sarawak, Malaysia, merupakan tempat bertemunya interaksi sosial, budaya dan ekonomi yang kompleks. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana hubungan sosial budaya masyarakat Dayak Bidayuh membentuk jaringan ekonomi perbatasan yang berfungsi dalam memenuhi kebutuhan dasar hingga kesimbangan sosial. Penelitian ini bertujuan menjelaskan keterkaitan antara nilai sosial budaya dengan sistem ekonomi masyarakat perbatasan serta peranannya dalam menciptakan ketahanan ekonomi lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan etnografi melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan analisis tematik terhadap praktik ekonomi dan budaya masyarakat Jagoi Babang-Serikin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jaringan ekonomi lintas batas terbentuk berdasarkan nilai kepercayaan (trust), gotong royong, dan timbal balik (reciprocity) yang berakar pada ikatan kekerabatan dan adat Dayak Bidayuh. Jaringan ini berfungsi sebagai modal sosial pengikat (bonding social capital) yang mengatur distribusi barang, tenaga, dan informasi di luar mekanisme pasar formal dan regulasi negara. Secara teoretis, temuan ini memperluas teori jaringan sosial dengan menegaskan bahwa jaringan ekonomi tidak hanya merupakan struktur relasi aktor, tetapi juga arena moral dan kultural yang mengarahkan tindakan ekonomi kolektif serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat perbatasan. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa nilai-nilai sosial budaya berfungsi sebagai fondasi utama dalam membangun jaringan ekonomi perbatasan yang mandiri dan berkelanjutan, sekaligus memperluas pemahaman teori jaringan sosial melalui dimensi moral dan fungsional dalam konteks masyarakat perbatasan.
Transformational Leadership in Enhancing Teacher Motivation and Skills in Border Areas within the Digital Era Marinu Waruwu; Rody Putra Sartika; Fatmawati Fatmawati; Eviana Eviana
Pedagogi: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 26 No 1 (2026): Pedagogi: Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/pedagogi.v26i1.2944

Abstract

Transformational leadership is an important factor in facing educational challenges in the digital age, which demands innovation, collaboration, and improved teacher competence. This study aims to analyze the role of transformational leadership in improving teacher motivation and skills in Border Areas in the digital era. The research subjects include teachers and principals of senior high schools in the Indonesia-Malaysia border region. The approach used is a mixed method, which is a combination of quantitative and qualitative methods. Data were collected through questionnaires to obtain a quantitative picture of teachers' perceptions of principal leadership, and interviews to explore a more comprehensive understanding of transformational leadership practices in schools. Data analysis was performed using descriptive statistical techniques and thematic analysis. The results of the study show that transformational leadership plays a significant role in increasing teacher work motivation, strengthening professional commitment, and encouraging the development of digital skills relevant to the demands of 21st-century learning. Principals who apply a transformational leadership style are able to create a work environment that is inspiring and adaptive to technological changes. This study recommends the need for digital leadership training programs for principals to strengthen their ability to motivate and empower teachers in the era of educational transformation
PROSES PELESTARIAN TATO PADA SUKU DAYAK IBAN DI DESA BATU LINTANG KECAMATAN EMBALOH HULU KABUPATEN KAPUAS HULU Junita Deputri; Fatmawati Fatmawati; Dahniar Th Musa
SABANA: Jurnal Sosiologi, Antropologi, dan Budaya Nusantara Vol. 5 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sabana.v5i1.7799

Abstract

This study aims to analyze and describe the forms of tattoo preservation and the factors supporting tattoo preservation among the Dayak Iban sub-tribe in Batu Lintang Village, Embaloh Hulu District, Kapuas Hulu Regency. This is a qualitative study with a descriptive ethnographic approach using qualitative data collection techniques. The data analysis theory refers to Max Weber's views on social actions, which include: instrumental rational actions, value-rational actions, affective actions, and traditional actions. The results of the study show that the process of preserving Dayak Iban tattoos is carried out through four forms of social action: instrumental rational actions, value-rational actions, affective actions, and traditional actions. Tattoos, known locally as pantang, are an important part of the cultural identity of the Dayak Iban tribe and contain spiritual, social, and historical values that have been passed down from generation to generation. The community maintains the use of motifs typical of Dayak Iban tattoos, such as eggplant flowers, andu fruit, engkabang, and tumpa lengan, which represent a spiritual connection with nature. This preservation is supported by individual awareness, understanding of cultural values, and community support, which is manifested in traditional education, cultural festivals, and the use of social media and technology. Tattoos can be seen not only as an expression of art, but also as an intangible cultural heritage with deep meaning and value that is worth preserving and passing on